Sunday, February 28, 2010

Antara WIL dan PIL

*Hasil obrolan pagi hari antara L-268 dan L-197*



Beberapa waktu yang lalu, aku sedikit melakukan obrolan pagi dengan L-197. Kami membicarakan seputar gempa di Chili yang cukup mengguncang. L-197 melihat status facebook temannya yang sedang berada di Hawai. Temannya itu rupanya ikut terkena imbas dari gempa Chili, sehingga mereka melakukan packing dan traveling ke gunung untuk satu hari. Mereka melihat kondisi laut dari atas gunung, dan ketika tahu bahwa laut baik2 saja, dia kembali lagi ke rumahnya.

Aku dan L-197 akhirnya sama2 browsing berita mengenai gempa Chili itu. Ketika sedang asyik membuka sebuah situs, aku menemukan banyak sekali berita mengenai gempa. Update terakhir, jumlah korban tewas mencapai 300 orang. Turut berduka untuk mereka yang menjadi korban. Semoga tidak terjadi gempa susulan, semoga para korban segera di temukan, semoga kondisi Negara itu cepat membaik dan pulih kembali. Semoga kekuatan di berikan kepada mereka yang sedang berduka.

Setelah melihat berita mengenai bencana gempa Chili, aku melihat ada berita lain yang berasal dari dalam negri. Judulnya “Tak terima adik di pukul, anak bunuh ayah kandung.” Aku langsung membacakan judul berita itu kepada L-197. Betapa dunia sudah semakin menggila dan banyak orang sudah tidak berpikir menggunakan otak lagi. Belakangan ini, emosi manusia semakin mudah terpancing sehingga banyak menimbulkan kerugian.

Beberapa waktu ini, aku (L-268) dan L-197 memang sedang sering2 nya membahas perihal kekerasan dalam rumah tangga. Baik kekerasan antara suami dan istri, ataupun antara orang tua dan anak. Tiba2 L-197 berkata padaku :

“tapi ya wil, kebanyakan KDRT yang suami sampai mukul2 istrinya itu karena adanya WIL ya..” katanya.

“iya sih mbak… “ kataku

“mungkin karena takut ketahuan, jadi mereka melampiaskan ke istrinya lewat kekerasan ya..” katanya lagi.

“bisa jadi. Mungkin takut kalau ketahuan, terus kalau melihat gerak-gerik istri, bawaannya curiga mulu.” Kataku

“kalau Cuma karena masalah lain, kayaknya nggak sampai pukul2an gitu deh ya…”katanya lagi

“ho oh. Tapi koq kalau ada PIL, malah sebaliknya ya mbak…”kataku (curhat bo’)

“hehehe….” L-197 tertawa, yang sudah pasti sedang mentertawakan aku.

“hehehe… kalau ada PIL, sepertinya hubungan justru jauh lebih romantis. “kataku lagi

“hahaha…. Soalnya si istri takut ketahuan. Jadinya menutupi dengan bersikap lebih sayang sama suaminya. “ tambahnya.

“hahahhaa….” Aku tertawa miris.

“wah, itu sih P********* P****** ya wil?? “ hahahhaa. Sebuah pertanyaan retorik.


Begitulah…. Obrolan pagi kami mengenai studi kasus terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang belakangan ini marak terjadi di dunia. Sungguh sebuah permasalahan pelik yang kian menambah kepelikan hidup dalam berumah tangga. Padahal kehidupan rumah tangga kan pasti awalnya dimulai dengan perasaan cinta dan sayang. Tapi kenapa harus berakhir dengan kekerasan yang dapat menimbulkan kematian?
















Adduh…semakin mengecilkan niat untuk hidup berumah tangga saja…… ^_*

(alibi penundaan kalau di Tanya soal kapan menikah) hehehhehe

No comments: