Friday, February 26, 2010

Please, Reduce Your Noise


“prend, kamu pernah nggak sih sering2 ngobrol ngalor ngidul ama temenmu di chat ?” tanyaku pada salah seorang temanku beberapa waktu lalu.

“pernah. Kenapa memangnya?” Tanya temanku itu balik.

“Gw tuh ya, kl lagi nggak ada kerjaan bawaannya pengen ngobrol ama orang. Gw suka dong, noel2 orang2 yg onlen juga. Lu kan tau ya gimana gw kalo udah ngoceh. Ngalor ngidul nggak ada juntrungnya. Nah, sepertinya teman gw itu skr menghindari gw. Jangan2 dia mikir gw suka lagi ama dia ya? Hahahaha”

Langsung saja beberapa ikon tertawa ngakak guling2 muncul dari temanku itu.

“lu emang jago banget dah….” Katanya yang membuat aku bingung.

“hah? Jago apaan? “ tanyaku.

“jago ngecap. Hahahahaha” katanya sambil mengirimkan ikon ketawa ngakak guling2.

Dan kamipun tertawa bersamaan. Ya..benar itu. Nggak tahu kenapa aku ini jago banget ngecap. Tukang jualan kecap saja mungkin tidak sedahsyat aku. :P

“kalo menurut lu, temen gw itu menghindari gw karena apa? 1. Karena dia sibuk kerja, 2. Karena dia mikir gw suka ama dia?

“kl menurut gw sih yang kedua” kata temenku tidak mendukungku secara psikologis. Hehehe

“eh, tapi emang bener ya, kl cowok tuh suka jadi kege-eran kalau ada cewek yang ngajakin ngobol mulu?”

“iya, cowok itu emang suka termehek2 sama cewek yang kalau di ajak ngobrol nyambung….”

“yaahh…. Sayang banget ya… padahal kan gw seneng banget berteman. Hiks…hiks…” kataku penuh duka.

Dan temanku pun mengirimkan ikon tertawa ngakak guling2 sebanyak2nya….

Begitulah ceritanya. Aku yang punya hobi ngoceh sana ngoceh sini, yang mungkin saja bisa mengancam keberadaan para tukang jualan obat ini, sedang merasa sedih. Sepertinya aku memang harus ikut terapi untuk bisa mengurangi kebiasaan ngoceh dan ngecapku ini. Sepertinya juga ini sudah menjadi penyakitku yang akut. Jika dalam sehari aku tidak pemanasan ngoceh dengan apapun atau dengan siapapun, maka hari itu akan menjadi hari yang suram untukku. Wuih…

Nampaknya aku harus ikut suatu terapi yang bisa membuatku normal dan berbicara seperlunya, seperti layaknya wanita2 anggun di luar sana. Atau paling tidak, supaya aku bisa sedikit jaim di depan orang2. Hhuuwaaaaahhh…. Membayangkannya pun sudah membuat perutku mual dan kepalaku puyeng. Haruskah aku menjadi bagian dari orang2 yang itu?? Nggak rela….nggak rela…. : (

Aku pernah bercerita pada “dia yang namanya tak boleh di sebut”, mengenai kasus yang sama. Dan dia berkata hal yang sama juga dengan temanku itu. Bahwa orang mungkin suka dengan aku yang bisa di ajak ngobrol panjang lebar. Hahahha…. Serba salah jadinya. Aku kan ngobrol panjang lebar karena aku memang suka ngoceh, tapi orang menganggap lain. Tidddaaakkkk…. Rugi deh aku kehilangan teman bicara hanya karena salah tangkap saja..: (

Mungkin memang sebaiknya aku mengikuti sebuah terapi atau sejenisnya untuk mengurangi hasrat ingin bercerita dan ngobrol dengan orang lain ini…. Coba tunjukkan padaku, siapa, dimana, dan kemana aku harus mencari ahli terapi seperti itu….^_^

Untuk teman2 yang merasa terganggu, aku hanya bisa bilang “sorry”. Tetapi aku adalah aku yang begini adanya….. lahir dengan harapan dan doa dari ibu dan ayahku untuk menjadi anak yang membanggakan mereka. Namun, entah kenapa sekarang aku adalah aku yang sekarang ini. Tidak lebih dan tidak kurang. Pass banget. Aku bukan dia atau mereka yang bisa menyembunyikan apa yang sedang dirasakannya, tetapi bukan juga dia atau mereka yang mudah meletakkan cinta pada setiap orang. So, don’t worry be happy aja ya bradah…. Just be my friend…. Aku nggak pernah berfikir untuk menyukai setiap teman bicaraku, lebih dari rasa sukaku pada buah duren koq….. hahahhaha

No comments: