Seorang teman, kakak, panutan, dan salah satu idolaku... May he rest in peace...
Aku ingat beberapa tahun lalu, dia bersama dengan kami yang muda - jauh lebih muda darinya, berdiskusi berulangkali. Ngobrol berkali-kali. Saling menyemangati berulangkali pula. Saling meyakinkan bahwa yang anak-anak muda ini lakukan adalah sudah benar, sesuai dengan apa yang seharusnya, dan harus didukung sebagaimana mestinya.
Saat itu kami sedang menghadapi sedikit masalah keorganisasian antara anggota yang sudah sangat senior dengan kami-kami yang masih sangat junior. Anggota organisasi kami yang sangat senior menganggap bahwa sistem organisasi kami tak lagi seperti apa yang mereka cita-citakan, sudah melenceng jauh, dan sangat tidak layak.
Kami? Yang saat itu masih sangat-sangat-sangat baru sempat terpukul dan bertanya-tanya. Apa salah kami? Kami kan hanya menjalankan agenda yang selalu dilakukan organisasi kami? Dari apa yang kami pelajari dari senior kami, dari kesepakatan-kesepakatan yang melibatkan malam-malam panjang perdiskusi dan perdebatan.
Saat itu, temanku itu selalu hadir dan memberikan kami semangat, mendukung kami, dan meyakinkan kami bahwa kami harus terus maju dengan kepala tegak. Ketika kami semua hampir mundur terpekur karena senior kami melibatkan pengacara dan berniat mempidanakan kami, dia selalu memompa semangat kami dengan mendorong kami agar tidak peduli dengan pasal karet yang sering digunakan para pengacara untuk menakuti kami.
Dia membuat kami yakin bahwa kami memang ada seperti saat itu, karena sudah sedemikian seharusnya. Kami tidak bisa dihilangkan begitu saja, dan kami tidak bisa dilemahkan begitu saja hanya karena para senior kami merasa bahwa mereka dulu tidak seperti kami saat itu... Dia membuat kami bangga kembali, dan membuat kami berani untuk bangga kembali dngan apa yang kami lakukan. Tak seharusnya kami gentar hanyakarena mereka terlahir lebih dulu, selama kami tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku, aturan yang berasal dari kesepakatan kami semua.
Aku sangat sangat sangat mengidolakan temanku itu, dari dulu sampai sekarang... Sayangnya, Tuhan jauh lebih sayang padanya. Dia berpulang dengan begitu cepat. Kata orang, orang baik seringkali dipanggil cepat oleh Tuhan. Beristirahatlah dengan tenang teman, kakak, dan idolaku...
Dan tidak... Anakku tidak lahir belang-belang hitam-putih seperti gurauan yang biasa kamu lontarkan setiap kali kita bertemu... :-p
Begitulah caraku mengingat mu... Sebagai sosok tangguh yang sederhana, tapi sangat-sangat menjunjung tinggi kebenaran... Berani memperjuangkan apa yang mungkin orang lain tak mau/tak mampu memperjuangkan... Dan menyuarakan suara kami yang kurang lantang... Sosok yang merdeka dan tidak bisa terintimidasi oleh apapun... Ketika beberapa diantara mereka merasa sungkan kepada yang lebih tua... Pribadi yang selalu mengedepankan kepentingan bersama diatas keinginannya sendiri... Till we meet again mas... ~_~
