Monday, March 28, 2016

Mengingat Dengan Cara Yang Berbeda

Beberapa hari belakangan ini, tetiba aku merasa rindu dengan salah seorang temanku...
Seorang teman, kakak, panutan, dan salah satu idolaku... May he rest in peace...

Aku ingat beberapa tahun lalu, dia bersama dengan kami yang muda - jauh lebih muda darinya, berdiskusi berulangkali. Ngobrol berkali-kali. Saling menyemangati berulangkali pula. Saling meyakinkan bahwa yang anak-anak muda ini lakukan adalah sudah benar, sesuai dengan apa yang seharusnya, dan harus didukung sebagaimana mestinya. 

Saat itu kami sedang menghadapi sedikit masalah keorganisasian antara anggota yang sudah sangat senior dengan kami-kami yang masih sangat junior. Anggota organisasi kami yang sangat senior menganggap bahwa sistem organisasi kami tak lagi seperti apa yang mereka cita-citakan, sudah melenceng jauh, dan sangat tidak layak. 

Kami? Yang saat itu masih sangat-sangat-sangat baru sempat terpukul dan bertanya-tanya. Apa salah kami? Kami kan hanya menjalankan agenda yang selalu dilakukan organisasi kami? Dari apa yang kami pelajari dari senior kami, dari kesepakatan-kesepakatan yang melibatkan malam-malam panjang perdiskusi dan perdebatan. 

Saat itu, temanku itu selalu hadir dan memberikan kami semangat, mendukung kami, dan meyakinkan kami bahwa kami harus terus maju dengan kepala tegak. Ketika kami semua hampir mundur terpekur karena senior kami melibatkan pengacara dan berniat mempidanakan kami, dia selalu memompa semangat kami dengan mendorong kami agar tidak peduli dengan pasal karet yang sering digunakan para pengacara untuk menakuti kami. 

Dia membuat kami yakin bahwa kami memang ada seperti saat itu, karena sudah sedemikian seharusnya. Kami tidak bisa dihilangkan begitu saja, dan kami tidak bisa dilemahkan begitu saja hanya karena para senior kami merasa bahwa mereka dulu tidak seperti kami saat itu...  Dia membuat kami bangga kembali, dan membuat kami berani untuk bangga kembali dngan apa yang kami lakukan. Tak seharusnya kami gentar hanyakarena mereka terlahir lebih dulu, selama kami tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku, aturan yang berasal dari kesepakatan kami semua.

Aku sangat sangat sangat mengidolakan temanku itu, dari dulu sampai sekarang... Sayangnya, Tuhan jauh lebih sayang padanya. Dia berpulang dengan begitu cepat. Kata orang, orang baik seringkali dipanggil cepat oleh Tuhan. Beristirahatlah dengan tenang teman, kakak, dan idolaku...

Dan tidak... Anakku tidak lahir belang-belang hitam-putih seperti gurauan yang biasa kamu lontarkan setiap kali kita bertemu... :-p

Begitulah caraku mengingat mu... Sebagai sosok tangguh yang sederhana, tapi sangat-sangat menjunjung tinggi kebenaran... Berani memperjuangkan apa yang mungkin orang lain tak mau/tak mampu memperjuangkan... Dan menyuarakan suara kami yang kurang lantang... Sosok yang merdeka dan tidak bisa terintimidasi oleh apapun... Ketika beberapa diantara mereka merasa sungkan kepada yang lebih tua...  Pribadi yang selalu mengedepankan kepentingan bersama diatas keinginannya sendiri... Till we meet again mas... ~_~

Friday, March 18, 2016

Transformasi Hati dan Semangadh

Jum'at pagi, curhat... #eaaaa

Hari ini, pagi dimulai dengan obrolan dengan salah seorang temanku yang sedang di landa andilau mengenai pekerjaan. Dia bercerita bahwa dia mendapat tawaran kerja penuh waktu untuk menggantikan temannya. Kondisi yang persis sama dengan kondisiku a while ago. Bedanya, posisiku saat itu adalah seperti posisi temannya temanku itu. Hahahhaa... Itulah intinya. Detailnya? Ndak perlu dikasih tau, karena bisa menimbulkan kesalahtafsiran. Let it be...

Sekarang masalah cinta, kepatuhan, dan daya juang...

Dulu... Aku selalu mencurahkan rasa cinta, semangat, perjuangan, end de ble and de bla kepada sesuatu secara penuh. 100%. Tiada hari tanpa memikirkan 'itu'. Tiada penolakan untuk semua yang berhubungan dengan 'itu'.

Tapi...

Karena kondisi yang aku ceritakan di atas itu, akhirnya aku berubah. Aku merubah diriku. Dan aku memilih untuk berubah. Aku kemudian adalah aku yang 'secukupnya' dan 'seperlunya'. Oh iya, satu lagi 'sewajarnya' juga.

Kejadian itu sangat-sangat membekas disini (tau kan aku nunjuk kemana?). Hingga akhirnya, aku menyadari bahwa aku harus memulai sesuatu. Sesuatu yang sangat baru buatku. Sesuatu yang mulai melibatkan penolakan dan berkata 'tidak'. Iya, aku berubah...

Pada akhirnya aku adalah seperti mereka... Namanya juga manusia...

Ah sudahlah...

Duh, Jum'at pagi mengingat hal yang sudah disobek dari lembaran kehidupan ituuuuu.... Malessss :-p

#Abaikan
#NggakJelas

Wednesday, March 16, 2016

Mari Gemar Membaca - 2016

Salah satu resolusiku tahun 2016 ini adalah kembali meningkatkan program gemar membaca. Mudah-mudahan tahun ini semakin banyak waktu yang aku gunakan untuk membaca ketimbang menggerakkan jari jemari untuk dunia maya semacam mukabuku, kicau-kicau, apalah apalah. Target? nggak muluk sih... 10 buku saja dalam setahun ini. Iya, targetku sangat lemah. Awalnya aku bermaksud meletakkan 100 buku dalam setahun. Tapi koq rasanya lebay. Bisa 10 buku dalam setahun saja rasanya sudah lumayan. Mengingat sejarah membacaku di tahun 2013-2015 yang minus. :-)

Membaca itu seperti candu menurutku. Ketika kita sudah memulai membaca, maka sepertinya enggan berhenti, malas beranjak, dan ingin dan ingin lagi. Setelah selesai satu, langsung sakaw cari yang lainnya. Namun ketika lama kita tidak membaca, akhirnya jadi malas membaca dan enggak membuka lembaran demi lembaran bukunya. Seperti tahun ini... Tahun ini adalah tahun dimana aku kembali membaca... Dalam artian benar-benar memulai untuk bersemangadh kembali dalam membaca ya... Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya, aku hanya sekedar membaca ketika di perjalanan. Kurang bisa di hitung kan? Setelah beberapa tahun (malas) kurang sempat membaca karena satu dan lain hal (motherhood, etc), berat sekali rasanya memulai. Tapi rupanya, ketika sudah dimulai, candu itu dngan cepat menjalar ke seluruh tubuh, membangkitkan semua syaraf... Hahahha... #lebay.

Aku bukan pembaca buku yang mengikuti genre tertentu, atau fanatik pada karya si anu atau si itu. Buku apa saja deh yang memang bagus, mari kita baca. Jangan menatapku dengan pandangan nyinyir kalau sudah membaca buku yang aku baca ya... Banyak teenlit, chicklit, dan yang ringan-ringan gitu deh. Yang penting membaca. Menikmati hasil kerja keras orang yang sudah menulisnya. Dan mengalihkan pikiran dari yang negatif-negatif. Kalau lagi mampir pikiran/energi negatif, lebih baik diam, berhenti, pegang buku, dan mari kita membaca. :-)

Postingan ini akan menampung judul buku yang sudah aku baca, sedang aku baca, baru mulai dibaca, atau setidaknya sudah dibaca kesimpulannya di tahun 2016. Akan di update sesuai kebutuhan. Bismillah!

January - February 2016

Novel:
1. Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 - Pidi Baiq
2. Dilan 2, Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 - Pidi Baiq
3. Anak Kos Dodol 'Konco' - Dewi "dedew" Rieka
4. Si Parasit Lajang - Ayu Utami
5. Sekuntum Nozomi, Bagian 1 - Marga T
6. Your Money Your Attitude - Dwita Ariani
7. Soe Hok-Gie, Sekali lagi - Fauzi Badil
8. Pertemuan Jingga - Arumi Ekowati
9. Dari Merem ke Melek - Ernest Prakasa
10. Jake and Melly - Anna Anderson
11. Bekisar Merah - Ahmad Tohari
12. Anak Kos Dodol Horror - Dewi "dedew" Rieka
13. Mangir - Pramoedya Ananta Toer
14. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
15. Summer in Seoul - Ilana Tan
16. Autum in Paris - Ilana Tan
17. Winter in Tokyo - Ilana Tan
18. Spring in London - Ilana Tan
19. Sunshine Become You - Ilana Tan
20. In A Blue Moon - Ilana Tan
21. 9 dari Nadira - Leila S. Chudori


Icip-Icip (selembar dua lembar baca) List:
1. Crazy Rich Asians - Kevin Kwan (Baru beberapa halaman)
2. Jejak Langkah - Pramoedya Ananta Toer (Baru beberapa halaman)
3. The Girl With The Dragon Tattoo - Stieg Larsson (Baru beberapa halaman)
4. Panji Asmorobangun - Toto....
5. MataMatika
6. I Am Malala
7. Supernova, Embun Pagi - Dee Lestari
8. Go Set a Watchman - Harper Lee


Update per 16 March 2016:

Kemarin aku iseng2 buka-buka lagi aplikasi yang namanya Goodreads. Daaan, koq lebih enak pake goodreads ya untuk update bacaan? hahahhaa....

Dari bulan lalu, aku mulai rajin menggunakan aplikasi IJak. Lumayan untuk membaca buku-buku ringan yang terkadang membuat kita enggan beli atau enggak pergi ke toko buku. Atau ada juga alasan karena bukunya model-model harlequin gitu jadi sedikit malu mengakui. Heehheee. Itu tidak kumasukkan list. Buat selingan saja. Oh iya, banyak juga buku dongeng yang aku pinjam dari IJak, lumayan buat bahan cerita untuk K. :-)

List buku yang sudah ku baca, ku update langsung di atas situ. :-)