Saturday, August 31, 2019
Lazy Saturday
Sabtu bersama bunda...
Sabtu pagi...
Sepertinya hari ini saya produktif sekali...
Latihan volley di pagi hari...
Pekerjaan rumah selesai...
Mbak K terurus kebutuhan dasarnya...
Dan cucian sudah berjajar menunggu ciuman mentari...
Ngopi sendiri sudah terlewati....
Ngapain lagi?
Cari inspirasi dulu deh
Leyeh-leyeh dulu sambil menikmati semilir angin dan cahaya matahari yang jatuh disela-sela dedaunan...
#selamatharisabtu
#enjoytheweekend
#longweekend
Friday, August 30, 2019
Sebuah Pagi Bagi Yang Berharap
Pagi...
Saat mentari mulai menampakkan sinarnya, saat itu pulalah semua harapan baru menyeruak menyibak kabut.
Ribuan tangan membuka pintu
Ribuan kaki melangkahkan kaki mereka untuk hari baru
Ribuan doa terpanjat untuk hari yang lebih baik dari kemarin
Ribuan harapan untuk hari yang lebih baik esok dan esoknya lagi
Pagi hari bersama para pelari...
Di lapangan yang legendary ini
Setiap pagi puluhan bahkan ratusan orang berlari
Ada yang berlari karena hobby,
Ada yang berlari karena mereka ingin berkeringat,
Ada yang berlari karena mereka ingin beraktifitas bersama dengan yang terkasih
Ada yang berlari karena mereka berharap bisa bertemu dengan yang terpilih
Ada yang berlari karena mereka ingin mengaburkan apa yang ada dibalik lari
Ada yang berlari karena mereka ingin mengisi hari
Ada yang berlari karena mereka ingin mengabadikan momen lari sehari
Ada yang berlari karena dengan berlari mereka tidak merasa sepi
Saya?
Berlari karena hari masih terlalu pagi
Berlari karena belum ada yang buka kedai kopi
Berlari karena ingin mengimbangi isi kepala yang berjalan cepat
Berlari karena dengan berlari saya bisa mengurai perlahan benang yang kusut
Berlari karena ada hal yang hanya bisa diingat ketika saya lari
Berlari karena ingin kembali mencatat hal-hal yang saya lupa ketika berjalan lambat
Di lapangan yang legendary ini...
Saya melihat kakek-kakek atau nenek-nenek yang berjalan perlahan menapakkan langkahnya satu demi satu...
Saya melihat bapak-bapak yang berjalan berkelompok, berjalan sambil tertawa terbahak-bahak
Saya melihat bapak-bapak yang berlari sendiri, sesekali melirik kekanan dan kekiri
Saya melihat ibu-ibu berjalan berjajar, memenuhi jalan sambil diskusi
Saya melihat ibu-ibu berjalan sendiri, dengan baju seksi sekali, dan handphone ditangan kiri
Saya melihat bapak dan ibu berjalan, sesekali bergandengan, dengan berbagai macam ekspresi
Saya melihat anak muda laki-laki dan perempuan berlari cepat, oh sepertinya mereka pelari
Saya melihat anak muda laki-laki dan perempuan berjalan santai, sibuk selfie
Saya melihat remaja perempuan, berpakaian seksi seksi
Saya melihat yang seksi, lebih sering berjalan sesekali lari
Saya melihat ibu-ibu dengan pakaian jogging rapi, berlari melawan arah kami... Hanya dia sendiri yang tahu pasti
Lihatlah...
Banyak sekali yang saya lihat setiap pagi dilapangan yang legendary ini
Bulan Agustus ini, saya cukup banyak berlari
Kita lihat bulan depan, apakah hal baik ini masih bisa terjadi
#lapangansempur
#joggingpagi
#pemandanganpagidilapangansempur
#seehearsmellandlearn
Tuesday, August 27, 2019
Me Time - Me Place
Seringkali orang menyebutkan kata "Me Time"
Kebanyakan mengartikan Me Time adalah waktu untuk memberikan kesenangan, menyenangkan, menikmati dan melewatinya dengan hal-hal yang kita sukai. Bermacam-macam "Me Time" yang bisa dilakukan. Mulai dari Shopping bagi yang memang hobby, window shopping bagi yang senang, nongkrong di kafe bersama teman, nonton, olah raga, berkebun, melakukan hobby yang digemari, membaca, ataupun hanya sekedar berdiam diri dan membiarkan isi kepala bebas berkeliaran sejauh-jauhnya.
Untuk saya sendiri, saya lebih senang menggunakannya dengan beberapa hal yang saya sebutkan terakhir. Mulai dari Olah Raga hingga berdiam diri, itu adalah hal favorit saya.
Setelah mengantar anak saya sekolah, ketika badan sedang enak dipakai untuk beraktivitas, mood sedang bagus, dan sedang tidak ada pekerjaan mendesak, saya akan berjalan ke lapangan yang dekat dengan sekolah anak saya. Beberapa putaran lari dan jalan kaki sudah cukup membuat otak dan badan saya segar kembali. Biasanya saya lari sambil mendengarkan AudioBook... Untuk sekedar mengendalikan pikiran agar tidak terlalu jauh berkelana. Mungkin karena kebiasaan saya mendengarkan Audiobook dalam bahasa inggris ini, akhirnya membuat saya cenderung senang menambahkan obrolan dengan bahasa inggris di tulisan saya. Terkadang saya merasa lebih mudah mencari kata daripada dalam bahasa indonesia... #Plak #BelajarLagi.
Jika di rumah, saya juga senang berkebun. Meskipun hanya sekedar menyapu halaman, memasukkan sampah organik ke lubang-lubang biopori yang saya buat dihalaman, merawat hidroponik saya, atau menyemai benih baru. Menyenangkan sekali memelihara tanaman ketika mood sedang baik. Kalau mood sedang kurang baik, saya suka melupakan mereka. Hiks...
Hobby saya adalah merajut dan membuat craft... Tapi belakangan ini sangat jarang saya menyentuh benda-benda itu... Entahlah... Kurang motivasi atau kurang waktu atau kebanyakan maunya saya. hahaha
Membaca... Belakangan saya membaca, tapi bukan novel. Saya membaca panduan menulis yang dikirimkan teman baik saya. Yang ingin saya tidak hanya membaca novel, tapi juga belajar menulis. Membaca tulisan orang tentang teori-teori itu menyenangkan. Sudah lama saya tidak belajar. Membaca iya, tapi membaca novel kan bukan belajar. Kali ini saya meniatkan diri untuk melajar. Menggunakan otak yang semakin hari semakin polos ini... kekekekeke.
Me time favorit saya belakangan ini adalah berdiam diri sambil berayun-ayun di hammock. Duuuh... Saya cinta sekali sama Bang Thoyip yang menunjukkan pada saya bahwa pekarangan kami itu bisa banget dipakai untuk menghibur diri dikala gundah gulana atau rindu sedang menerpa. Eeeaaa
Bersyukur kami pernah menanam pohon Sawo Australia dan Sirsak ketika baru mulai membeli rumah tinggal ini. Jadi sekarang ketika kami butuhkan untuk bergelantungan, pohonnya sudah sangat kuat mampu menahan. Alhamdulillah...
Di hammock ini, ketika anak saya sedang bermain bersama temannya, saya sering berdiam berayun memandang dedaunan dan juga langit disela-selanya. Banyak hal bisa saya tarik dan saya tata ulang dari memori saya. Banyak hal yang ingin saya lakukan, tapi belum sepenuhnya terlaksana. Banyak hal yang tidak seharusnya saya lakukan, justru saya lakukan dengan seringnya. Mungkin banyak salah yang pernah saya lakukan, mungkin banyak khilaf yang menyebabkan cela. Mungkin ada hal yang saya lakukan membuat orang lain senang, mungkin ada hal yang membuat orang nyaman. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang saya pikirkan. Kontemplasi... :-)
Saya juga membaca diatas hammock ini juga... Sebelum akhirnya kantuk menerjang tentunya... hehe
Jadi, kalau ada yang tanya hal favorit dan tempat favorit saya untuk menghabiskan waktu adalah "Me Time at My Place - Hammcok" :-)
What's yours?
#love
Friday, August 23, 2019
Failed Bunda
Antara Kemarin... Dan Hari Ini...
Niat hati sih sebetulnya pengen seperti ibu-ibu sempurna diluaran sana. Yang bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sendiri, mengurusi anak sendiri, yet masih tetep bisa hang out sana sini setiap hari. Saya penasaran sekali, formula mereka itu seperti apa? Ajarkan saya, Jendral!
Saya?
In the other hand...
Hanya karena Mas Bojo sedang keluar kota, asisten tak ada, sudah merasa chaos... Rumah tidak tertata, ngisi air kolam sampai 3 jam karena lupa, masak air sampai habis gas karena lupa, anak nggak dikasih makan karena lupa, anak nggak dimandikan karena lupa, nyuci kemarin pagi baru jemur tadi pagi... Apakah karena Drama Korea? Bukan Kisanak...!!! Karena pekerjaan sedang banyak-banyaknya, dan hampir semua ujungnya ada ASAP nya...
Hari Ini, Jum'at 23 Agustus 2019. Hanya 3 hari setelah ulang tahunnya yang ke-6, saya membuatnya harus kesulitan. Alih-alih menghabiskan harinya dengan bahagia bersama teman-temannya disekolah, saya malah memaksanya ikut bersama saya datang ke Jekardah...
Membolos sekolah karena emaknya harus apply visa, karena tidak ada yang bisa antar, jemput, dan tidak ada orang juga dirumah. Macam apa?
It's really not an ideal way, nope. It's worst! I know...
Bunda is working on it Mbak K, I am trying to find a way for us. Sabar yaaa... Nice girl! :-)
Apakah saya panik? Iya
Apakah saya kesal? Iya
Apakah saya marah? Iya
Tapi kemudian saya berfikir ulang, mereset kembali pikiran dan hati saya.
Kenapa? Untuk apa? Apa untungnya?
Dan akhirnya saya lepaskan semua dari pundak saya. Saya gandeng tangan anak saya, saya ajak dia berjalan menyusuri jalanan kota. Tak lupa sampil berdendang dan bercengkerama. All is well Mbak K... All is well...
Saat ini saya sedang duduk kedinginan karena hembusan AC berlebihan disebuah ruangan, dibilangan Menteng, Jakarta. Menunggu untuk sebuah sticker yang ditempel dibuku kecil warna hijau saya.
Mbak K?
Dia sedang bercengkerama dengan Tante Salmul yang selalu bisa diandalkan... Thanks bunch, Tante Salmul... Lo juga bolos kerja buat ngasuh K ya. Ahahahha
When we see the world from a different angle, you will realize that world is just they way it is... Kita yang kadang menilai, menyimpulkan, menghakiminya karena perasaan kita sedang tidak nyaman...
#loveourlife
Thursday, August 15, 2019
Pengen Nulis Tapi Nulis Apa
Sering nggak sih mengalami hal ini? Pengen banget nulis, tapi semakin pengen semakin nggak tau apa yang mau ditulis?
Saya koq sering sekali ya...
Biasanya saya menjadi gelisah. Kalau level nya akut, saya bisa gelisah dari bangun tidur sampai tidur lagi. Apakah seharian gelisah doank? Ya enggak... Hati saya gelisah, tapi tetap disambi menyelesaikan pekerjaan donk. Namanya juga tugas negara. Meskipun kadang ngerjainnya jadi banyak ada salahnya...
Tapi gelisah itu sangat mengganggu saya. Saya jadi merasa galau, kurang fokus, mellow, dan serba salah. Ketika saya paksa membuka blog, atau membuka 1 file word baru, atau membuka cerita yang sedang saya buat, jari saya seolah tidak mampu menambahkan sebaris kalimatpun. Mampet.
Terkadang saya paksa untuk nyari ide melalui duduk diteras melihat pepohonan yang hijau. Sometimes berhasil tapi kebanyakan gagal. Terkadang saya paksa dengan muter-muter komplek naik motor. Sometimes berhasil tapi sering gagal juga. Ada yang punya tips? Glad to hear!
Oh iya, saya sharing aja deh kejadian kemarin sewaktu makan siang dengan orang kantor saya di Medja Resto yang sedang kondyang di kota ini. Seperti biasa, kami yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari ini makan siang sambil ber-haha dan ber-hihi. Kebetulan ada teman baik kami dari Filiphine yang sedang trip ke Indonesia dan ikut makan siang bersama. Maafkeun ya Jack, nggak jadi lihat suspension bridge karena Idul Adha itu waktu nya menyembelih sapi... :-p
Nah, seperti biasa juga kalau kami makan siang bersama, ada Mas H yang adalah suami dari Mbak S yang adalah juga bos kami dari Depok. Mas H ini adalah journalist senioren di Indonesia ini. Namanya sangat kondyang di Indonesiah ini sebagai journalist senior. Saya belum kesampaian juga ikut latihan penulisan dari beliau. Pengen rasanya belajar menulis dari beliau, tapi koq kadang saya minder sama Bu bos nya... Malu... heuhuehue
Kemarin itu kami berbagi mengenai banyak hal seperti drakor, film yang ditonton dipesawat, buku, dan lain-lain. Ketika sedang membicarakan tentang novel, Mas H berkata:
"Kalau suka baca novel, jangan cuma baca doank donk... Latihan nulis jugaa..." Katanya
Duh, di ujung lidah ini sudah pengen ngomong "Mas, saya sedang nulis novel remaja loh...." ah tapi malunya udah sampai ubun-ubun dulu. Receh banget sih nulis tentang novel remaja... Udah gitu kayak kepedean aja bakalan beneran jadi novel. Jangan-jangan berakhir di word file sajaaa.... heuehueheue. Eh enggak dink. Saya bisa terbitin sendiri, dan untuk konsumsi sendiri saja. Seperti yang waktu itu lho... Jaman kegelapan... Hahaha...
Tapi kemudian ketika kami semua mencari lokasi pemotretan, saya berjalan disamping Mas H dan memberanikan diri bertanya:
"Mas, saya kan suka latihan nulis ya. Tapi jatuhnya koq kebanyakan dialog ya. Gimana caranya merubah cerita yang banyak dialognya menjadi nggak banyak dialognya?" tanyaku
"Kamu deskripsikan saja kondisinya... Latarnya... Suasananya... Perasaan yang lagi ngomong..." Kata beliau.
"Iya ya... Tapi koq gampangan nulis dialog daripada yang nggak dialog ya...." Kataku (Pesimis banget sih).
"Aku kayaknya punya buku-buku untuk menulis fiksi. Tapi e-book. Aku cariin dulu ya" Kata beliau lagi.
"Asiiikk... Mau ya mas...." Kataku.
Dan hari ini saya mendapat kiriman e-book yang kalau ditotal ya adalah 1800an halaman. Di iringi hujan dan angin diluar sana, ternyata didalam sini ada hujan buku gratis. Alhamdulillah... Insya Allah ditamatkan agar bisa menambah daya guna otak yang semakin lama koq semakin polos saja nampaknya... :-p
Laksana hujan dan angin yang saat ini sedang kembali pulang ke kotanya, rasanya hati saya juga merasa sedang dalam perjalanan pulang. Pulang kepada hobby yang lama tertinggalkan mungkin. #cucoklogi
Baiklah, sekian dululah ya tulisan bingung mau nulis apa nya... Saya mau membaca panduan yang dikirim sama suhu penulisan dulu. Biar suatu saat nanti ketika bertemu beliau, saya bisa dengan bangga mendekat, menyodorkan tumpukan kertas sambil berkata "Mas, minta tolong bantu baca dan koreksi tulisan saya ya..." #denganpedenya.
#sepertiitu
Tuesday, August 13, 2019
Morning Walk
Ini hanya update singkat, sebelum semua menguar bersama angin.
Jadi ceritanya pagi ini saya dan Mas Bojo mengantarkan Mbak K ke sekolah bersama karena: 1) Saya nggak bisa jemput karena mau bertemu teman-teman; 2) Morning rutin nya ngaret jadi waktunya mepet. Butuh Mas nya yang bisa wes ewes ewes di jalanan.
Sampai sekolah K masih jam 7 kurang 2 menit. Pas banget lah ya buat buka helm buka jaket dan lari ke pintu. Nah setelah itu, Mas Bojo saya mau menemani saya ke Lapangan Sempur. Bukaaaan... bukan menemani lari... Saya lari, dia sarapan cantik pastinya. ahahhaa
Kenapa Mas Bojo harus nemenin? Karena kalau saya nggak bawa motor, saya nggak punya bagasi penyimpanan tas. Jadi Mas Bojo jadi loker sementara saya. Sekian.
Nah, setelah saya lari Mas Bojo pulang, dan saya menuju sebuah kedai kopi yang namanya kondyang seantero dunia itu. Saya memilih jalan kaki saja. Mas Bojo mau nganter, tapi saya tolak. Bukan marahan. Tapi kedai kopinya baru buka jam 8 (setahu saya) sedangkan saat itu bara jam 7.30. Jadi saya jalan santai ajaaa dulu yekaaan...
Akhirnya saya blusukan dari gang ke gang.... Banyak pikiran berloncatan dari dalam kepala saya, tapi belum ada waktu untuk sharing. Saya share aja quick post di WA status saya (yang demi menjaga ide biar nggak hangus tersebul asap kendaraan di jalanan) saja ya.
I think it will be good for 1 chapter of "That". Let see kalau bisa kejadian... heuheuehue
Selamat Hari Selasa yang rasa Hari Senin karena kemarin saya libur yaaaaa :-)
Jadi ceritanya pagi ini saya dan Mas Bojo mengantarkan Mbak K ke sekolah bersama karena: 1) Saya nggak bisa jemput karena mau bertemu teman-teman; 2) Morning rutin nya ngaret jadi waktunya mepet. Butuh Mas nya yang bisa wes ewes ewes di jalanan.
Sampai sekolah K masih jam 7 kurang 2 menit. Pas banget lah ya buat buka helm buka jaket dan lari ke pintu. Nah setelah itu, Mas Bojo saya mau menemani saya ke Lapangan Sempur. Bukaaaan... bukan menemani lari... Saya lari, dia sarapan cantik pastinya. ahahhaa
Kenapa Mas Bojo harus nemenin? Karena kalau saya nggak bawa motor, saya nggak punya bagasi penyimpanan tas. Jadi Mas Bojo jadi loker sementara saya. Sekian.
Nah, setelah saya lari Mas Bojo pulang, dan saya menuju sebuah kedai kopi yang namanya kondyang seantero dunia itu. Saya memilih jalan kaki saja. Mas Bojo mau nganter, tapi saya tolak. Bukan marahan. Tapi kedai kopinya baru buka jam 8 (setahu saya) sedangkan saat itu bara jam 7.30. Jadi saya jalan santai ajaaa dulu yekaaan...
Akhirnya saya blusukan dari gang ke gang.... Banyak pikiran berloncatan dari dalam kepala saya, tapi belum ada waktu untuk sharing. Saya share aja quick post di WA status saya (yang demi menjaga ide biar nggak hangus tersebul asap kendaraan di jalanan) saja ya.
I think it will be good for 1 chapter of "That". Let see kalau bisa kejadian... heuheuehue
Saturday, August 3, 2019
Semesta Menyimpan Semua Kata Yang Kita Ucapkan
Seperti biasa... Menulis tempat sekolah anak bukanlah tema favorit saya. Karena saya menyukainya sebagai privacy. Tapi kali ini saya rasa berbeda. Karena K sudah alumni dari Sekolah Ini. Sekolah yang menjadi tempat untuk K menghabiskan seperempat harinya, selama 3 tahun.
Kembali pada masa sekitar tahun 2011 an ketika saya dan dia sudah merasa yakin untuk maju ke jenjang lebih lanjut dari sebuah hubungan dua manusia yang berbeda. Kami yang sehari-hari beraktivitas di Kota Hujan yang bernama Kota Bogor, sering melewati daerah seputar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Setiap melewati area itu, saya melihat anak-anak kecil berlarian, bergandengan tangan dengan orang tuanya, dan lain sebagainya. Dalam hati saya berkata "Seragam anak-anak TK nya lucu banget... Suatu saat kalau punya anak, mungkin saya akan sekolahkan disini..." Kata saya dalam hati, saat itu.
Akhirnya kami benar-benar menikah dan tinggal di sebuah rumah kontrakan di TaSaDa.
Dalam perjalanan mengarungi rumah tangga yang masih baru itu, saya melihat ada sebuah sekolah kecil di pinggir jalan yang sering macet di sekitar Air Mancur. Beberapa kali lewat, saya coba mengingat nama sekolahnya, dan kemudian mencarinya di internet. Nihil.
Saya tidak menyerah. Sesekali masih browsing, tutup. Browsing, tutup. Time flies. Sekitar 5 bulan kemudian, saya hamil. Alhamdulillah... Dan semakin rajin saya mencari informasi tentang sekolah ini. Disela-sela informasi mengenai tabungan pendidikan anak tentunya. eeeaaa
Tidak ada referensi yang berarti mengenai sekolah ini di internet. Tapi entah kenapa saya tidak menyerah begitu saja. Akhirnya saya yang kala itu masih pengguna aktif Facebook dan Instagram, menelusuri media sosial itu untuk mencari dan menggali informasi dari dalam. Maksudnya adalah, dijaman medsos mulai menjamur begini, sudah barang tentu para orang tua rajin mempost sesuatu di medsos nya yekaaan...
Oh iya... Nama sekolahnya sedikit unik. Dan keunikan ini pernah dibahas juga disebuah forum ibu-ibu yang saya temukan manakala browsing di internet. Kata seorang ibu "Ini sekolah pakai bahasa inggris, tapi kenapa namanya Cilukbaa? Bukannya Peekaboo?" Lebih kurang seperti itu.
Akhirnya saya gunakan hastagh Cilukba dengan "a" satu, sampai dengan "a" banyak. Kebanyakan foto yang muncul adalah foto anak-anak muda menutupi mukanya dengan telapak tangan, terbuka separo. Atau kalau tidak, foto anak muda dibalik pohon tapi mengintipkan kepalanya. That's what Cilukba means to most of us, yekaaan? ahahaha
Tapi, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Di instagram, beberapa postingan foto dari orang tua murid muncul. Beberapa menunjukkan pada saya mengenai kondisi dalam sekolah, dan beberapa lainnya lebih ke kegiatan yang dilakukan oleh sekolah. Di Facebook, saya menemukan account yang dibuat oleh seorang murid SD nya Cilukbaa (SBTC) yang ternyata setelah saya masukkan anak saya ke situ pada akhirnya, adeknya anak yang membuat account FB ini sekelas dengan anak saya. Small World, I know...
Beberapa foto yang saya temukan itu, cukup mewakili apa yang saya perlukan sebetulnya. Tapi ternyata saya mendapat bonus ketika sedang ngobrol bersama ibu-ibu komplek saat membeli sayuran. Ternyata tetangga depan rumah saya, anaknya sekolah di situ. Ahahahaha... Yassalaaaamm... It's indeed small world! Akhirnya sayapun banyak bertanya kepada beliau. Terima kasih banyak Mama Nabil... :-)
Kamipun akhirnya pindah rumah ke rumah yang sekarang di Dramaga. Ndilalah koq ya ada tetangga yang anaknya satu tahun lebih tua dari K, dan sekolah di sekolah itu. God must be loves us so much yekaaan... Saya pun beberapa kali ngobrol dengan Mama Khanza. Ternyata adeknya, akan masuk juga disekolah itu, bersamaan dengan K. Yihaaaa...
Akhirnya, setelah anak saya menginjak umur 2 tahun, obrolan dengan suami semakin serius mengenai sekolah. Suami saya sempat tidak setuju, karena menurutnya sekolah ini mahal dan hanya untuk kalangan orang kaya. Kenapa? Karena setiap kita lewat, selalu mobil-mobil antre didepan sekolah (yang sering membuat macet itu lho). Suami saya khawatir nanti kami akan dipandang sebelah mata. Saya hanya menjawab dengan ringan "Kalau gitu kita perlu membuktikan. Bener nggak kayak gitu. Nanti kan kita pas daftar kesana pake motor (ya memang punyanya motor). Kalau misalkan ditolak dengan alasan - maaf anda ditolak karena pakai motor - ya kita mundur. Kalau enggak, ya santai ajaaa...." Dan akhirnya kamipun mendaftar untuk trial kelas PS.
Saya ingat sekali waktu itu K mendapatkan kelas Miss Tyo. Dan saya senang dengan cara mengajar Miss Tyo di kelas. Ketika mendaftar, ternyata K masuk ke waiting list ke - 5. Eeeaaa.. Ya kalau rejeki, nggak akan kemana. Dan akhirnya, rejeki K sekolah disitu.
Masalah harga...
Di tahun masuk K yaitu tahun 2016, saya membayar Rp. 5,800,000 untuk 3 tahun. Kelas PS, KGA, dan KGB. Menurut saya yang sudah membandingkan harga sekolah sejenis, ini way much cheaper. Karena setiap tahun tidak perlu membayar lagi. Hanya memang uang kegiatan seperti field trip, harus membayar lagi. Tapi not bad still...
Uang SPP bulanan memang saya akui lebih mahal dari sekolah lainnya. Jika sekolah lainnya berada pada kisaran Rp. 400,000 - Rp. 600,000, Sekolah ini untuk kelas PS, mencapai Rp. 880,000. I am still okay with that...
Cerita mengenai daily activity, kegiatan diluar sekolah, dan lain-lainnya akan memerlukan lebih banyak bab lagi. Semoga saya tidak kalah dengan rasa malas untuk berbagi. Karena good things, sayang jika dinikmati sendiri yekaaan...
Oh iya... Kembali pada ringkasan cerita. Tahun 2019 K lulus dari TK B Cilukbaa ini. Tapi sayangnya, belum masuk SD. Umurnya yang sangat mepet (5 tahun 11 bulan) membuat saya ragu-ragu apakah memilih untuk melanjutkan ke SD atau istirahat setahun, atau TK lagi. Tapi kemudian saya dan Mas Bojo memutuskan untuk memasukkan K ke TKB lagi, disekolah lain yang SD nya adalah SD impian kami. Jadi tahun 2019-2020, K resmi kembali menjadi anak TKB dengan load pelajaran yang lebih selow :-)
Dimana nyambungnya dengan semesta yang bekerja, dalam pembukaan tulisan saya?
Ya disini... Sekarang K menjadi anak TKB, di TK yang dahulu kala (ketika saya belum juga menikah dengan ayahnya K) pernah saya taksir. TK yang saya pernah harapkan anak saya memakai seragam lucunya. Dan sekarang, semesta bekerja dengan sempurna. Ada satu tahun kesempatan untuk K memakai seragam lucu ini setiap pagi, selama satu tahun.
Aaaah... Tuhan selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Dan saya tidak pernah menyesali apa yang saya pernah putuskan. Saya selalu mencoba menjalani dan menikmati hari, sebagaimana mestinya. Wish for the best, but plan for the worst. Karena meskipun terkadang kita berfikir worst, namun Tuhan tidak melihat dengan sudut yang sama, maka it turn to be best for us.
Semoga ikhtiar kami sebagai orang tua, adalah ikhtiar yang diberkati dan diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin... Aamiin... Aamiin...
#loveisourmission
#GodisBest
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...








