Tuesday, February 16, 2010

Menyesal 1000 %

Tiba2 aku teringat sesuatu, dan sesuatu itu membuatku cukup terganggu. Beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan salah satu temanku. Kami bertemu kembali setelah beberapa lama tidak bertemu. Kami menghabiskan waktu dengan melakukan banyak hal. Kami bercerita hal2 yang remeh temeh sampai dengan saling menasehati masalah kehidupan.

Banyak hal yang membuat aku suka berada di dekat temanku itu. Dia galak seperti herder. Dia suka marah dan mengomeli orang tanpa sebab musabab yang jelas. Dia judes seperti pegawai bagian keuangan. Dia suka berbicara seenaknya dan tidak perduli pada orang lain sebagai lawan bicaranya. Tetapi, dalam setiap marah, judes, dan seenaknya itu selalu saja ada sesuatu yang membuat aku tertawa. Entah ekspresi, logat, ataupun hal yang di ributkannya. Dia adalah teman yang bisa menghibur dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya.

Pertemuan kami tidak bisa di bilang lama, tetapi juga tidak bisa di bilang singkat. Terlalu singkat untuk berbagi cerita yang teramat sangat banyak, namun terlalu sebentar lama untuk meninggalkan rumah. Hehehhe

Sayangnya, karena satu dan beberapa hal pertemuan kami tidak berjalan dengan lancar. Di akhir2 pertemuan, aku membuat ulah atau temanku yang berulah. Entahlah…tidak ada yang tahu pastinya. Yang jelas, aku tidak merasa bersalah. Hahahhaha…. Tetapi yang jelas juga, dia sebagai tamuku merasa ada yang tidak beres denganku. Oh no…. I’m so sorry friend, I really don’t understand what’s the problem that happened between us.

Kalau di pikir2, sampai sekarangpun aku masih belum mengerti benar di mana letak kesalahanku. Namun aku enggak dan belum tahu juga harus bagaimana cara meluruskannya. Kubiarkan saja dulu, mungkin suatu saat nanti ada salah satu dari kami yang terbuka hatinya untuk sekedar bertanya kenapa dan bagaimana. Kalau boleh berharap, aku sangat berharap bukan aku yang harus melontarkan pertanyaan itu. Ya Tuhan, biarkan dia saja yang bertanya ya…hehehe…gengsiku masih cukup tinggi, semoga saja gengsi temanku itu tidak lebih tinggi dari gengsiku. Hehehehe

Dan sekarang ini, aku tiba2 teringat temanku itu. Aku ingat benar dia mengatakan bahwa dia telah menyesal 1000 % datang dan bertemu denganku. Hiks…hiks…hiks…. Semoga saja itu Cuma karena emosi sesaat ya friend… Semoga saja di dalam hatimu tidak ada penyesalan yang berkepanjangan. Aku pasti sedih sekali kalau kamu benar2 menyesal bertemu denganku. Apalagi sampai 1000%. Kata ayahku sejak kecil, seribu teman itu masih kurang tetapi satu musuh itu sudah kebanyakan. Ayolah teman….kita berteman lagi yuk… jangan jadi musuh. Nggak baik buat kesehatan.



Aku sedih kalau mengingat bagaimana ekspresimu ketika mengatakan penyesalanmu yang 1000% itu. Sebenarnya aku terluka, tapi luka itu sudah kusembuhkan dengan cepat karena aku tidak ingin sedih yang berlipat. Luka itu hilang tak berbekas koq…tenang saja. Aku juga berusaha sekuatnya untuk melupakan bahwa aku pernah mendapatkan luka itu. Yang aku masih selalu ingat adalah bahwa matamu menunjukkan kemarahan, lebih dari sekedar kecewa. Hiks….hiks…huwaaaaa….

Aku masih dan akan terus menawarkan pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan yang no limit nih… semoga di tempatmu berada sana ada pemancar yang bisa menangkap radar doaku ini ya teman… kalau aku salah, maafkan ya…sukur2 kamu mau kasih tau aku letak dibagian mana yang salah itu. Dan kita bisa tersenyum lagi bersama.

Di atas semuanya itu, dimanapun kamu berada, sedang apapun kamu sekarang, masih atau tidakkah kecewa terhadapku, aku hanya ingin mengatakan satu hal saja.

“We Must Always Be Happy, Wherever We Are……”

With love from your friend,

Please forgive me ^_^

No comments: