Monday, January 25, 2016

Surat Untuk Mas Rakaning Bhumi

Surat untuk Mas Rakaning Bhumi - nya Pak Jokowi

Mas Raka, jadi begini ceritanya...

Dari minggu lalu, saya sudah merasa berdebar-debar rasanya. Membayangkan rasanya menikmati martabak terkenal punyanya Mas Raka di Solo City. 

Sampai dengan kemarin, saat saya menginjakkan kaki ke Kota Solo ini, hati saya masih berdebar-debar. Pengen cepet-cepet nangkring syantiek di kedai martabak nya Mas Raka. Namun karena lelahnya badan tak bisa dilawan, akhirnya baru hari ini saya bisa nangkring syantiek di kedai markobar nya Mas Raka sebentar bersama dengan 2 teman saya. 

Kesan pertama saya terkadap kedai Mas Raka, hmmm.... Anak muda sekali konsepnya (saya jadi merasa muda) :-p

Kamipun tak membuang kesempatan dan memesan martabak yang konin legendary di markobar ini. Martabak 8 rasa dan teh panas (yang karna kita disolo maka pasti manis). Kami duduk menunggu martabak 8 rasa sambil mengamati sekeliling. Dekorasi ruangannya terasa sangat.... Anak muda... Yang sedikit sulit diterima akal (sedikit) tua saya... Hehehe. Seandainya saja saya ini boleh usul, nanti tolong dindingnya ditambahi dengan gambar/tulisan yang menyemangati dan positif gitu ya? Pasti makin uhuyyyy... :-)

Akhirnya tiba saatnya martabak 8 rasa tersaji di hadapan kami... Dan kami diam terpaku... Seolah melihat fenomena alam yang luar biasa. Diam seribu bahasa dengan mata terbuka.... Beginilah penampakan martabak 8 rasa yang legendary itu, setelah di ambil yang topping nya keju dan meisis:


Coba teman-teman katakan padaku apa kesanmu? Hehehehe

Mas Raka, 
Aku dan kedua temanku sedikit bingung, katanya kan martabaknya 8 rasa. Kepalaku sudah liar membayangkan nikmatnya martabak polos, coklat susu, kacang, gula, ketan hitam, nangka, pisang, strawberry dan aneka buah lainnya yang berada dalam satu loyang sajian. Tapi nampaknya saya terlalu berkhayal. Hehehehehe

Spontan saya dan teman saya saling menatap mesra, tersenyum dan secara kompak berdiri. Rupanya kami sehati. Kami menuju meja kasir untuk membaca menu. 8 rasa... Oow... Rupanya 8 rasa itu seperti kit kat, tim tam, nuttela, toblerone, dll.... Hahahahaha

Menurut saya sih Mas Raka, ini jadi martabak 2 rasa. Rasa keju dan rasa coklat... Hehehehe. Mudah2an nanti varian rasanya bisa makin bervariasi ya Mas Raka ya.... Mudah-mudahan rasa-rasa yang ada di bayangan saya itu nanti bisa tersedia di markobar. Aamiin.

Oh iya Mas Raka, 
Saya mau usul lagi boleh yaaaa.... Itu kayaknya di atas markobarnya kalau di kasih bendera-benderaan kecil dari kertas dan tusuk gigi yang menyebutkan rasa dari masing-masing bagian akan lebih syantiek deeh... Coba dipertimbangkan yaaa... :-)

Demikian surat saya untuk Mas Raka dan Markobar nya. Mudah-mudahan berkenan. Terima kasih. 

Sebetulnya saya punya surat juga untuk Bu Wongso Lemu, tentang porsi nasi liwetnya yang imut-imut dan bikin saya harus nambah. Hehehhee. Oh iya, buat Selat Mbak Lies juga yang dagingnya mungil sesendok. Hehehehehe. Tapi nggak jadi ah. Saya simpan di hati saja. Soalnya rasanya enaaaakk... Jadi saya cinta. Baru 2 hari saja di Solo, sudah bisa bikin 3 surat cinta... Makin lama di Solo, apalagi yang mau saya cintai? Hahahahaha


Saturday, January 2, 2016

First Adventure for K in 2016


Hari ini kami mengisi weekend dengan melakukan hal yang sangat-sangat kami sukai. Pergi kearea gunung bunder, duduk disalah satu warungnya, berbicara panjang lebar tentang apapun, makan mie telur, ngopi, ngobrol, ketawa ketiwi, dan lain-lain. 

Musim liburan belum usai. Semua orang masih berlomba mengejar waktu untuk bisa mendatangi tempat wisata dan berwisata. Tak terkecuali area gunung bunder. Suasana padat sudah terasa begitu kami berbelok kiri dari jalan raya ciampea. Mobil dari luar kota, serta motor-motor dengan pengendara yang juga nampak dari luar kota. You know what i mean... 

Beberapa kilometer dari gerbang gunung bunder, hujan rintik-rintik mulai turun. Kamipun mulai meragu apakah akan lanjut atau lebih baik pulang saja? Semakin kami maju, semakin banyak pengendara motor yang berteduh. Aku melihat langit, mendung tak seberapa menggelantung. Jadi aku yakinkan mr. Driver untuk terus. Ternyata benar. Sesampainya di pintu gerbang, hujan rupanya belum sampai. 

Seperti biasa... Memasuki gerbang kawasan wisata gunung bunder selalu menyisakan sedikit uhuk dan ehem (bahasa apa ini?). Sedikit gondok gitu maksudnya... Tiket yang hanya akan diberikan ketika kita minta, jumlah uang administrasi yang selalu lebih mahal dari tiket, jumlah orang yang menjaga gerbang yang selalu banyak dan terkesan mengintimidasi. Dan jika libur panjang seperti ini, selalu lebih parah. Biaya lebih mahal, jumlah penjaga lebih banyak... Aaahhh, sudahlah. Awal tahun, tidak menyenangkan kalau terlalu banyak berkeluh kesah....

Kamipun memilih tempat biasa yang kami anggap istimewa. Warung di pinggir jalan, berlokasi di kawasan masuk Kawah Ratu.  Seperti biasa juga... Hala-hal biasa... Yang tidak biasa adalah akhirnya Mas Bojo tidak lupa untuk membawa hammock nya. Menggantungnya disebelah warung, dan bersenang-senang dengan K di hammock itu. 

Tak lama berselang selepas tengah hari, entah bagaimana ceritanya, susana menjadi sedikit kacau dari arah jalan. Rupanya jumlah (bukan volume seperti yang biasa dilaporkan oleh reporter berita mudik) kendaraan semakin bertambah dari kedua arah. Ditambah lagi jalanan menanjak, membuat beberapa kendaraan kelelahan, ngebul, matikopling, kampas terbakar, dan lain-lain. Semua hal itu menyebabkan macet berkepanjangan. Ditambah pula mobil yang awalnya parkir di area gerbang kawah ratu mulai turun. Terjadilah macet kunci disekitar kami. Aroma tanah selepas hujan, indomie rebus telur, jagung bakar, bercampur dengan kopling terbakar, membuat suasana menjadi semakin ramai. Kami hanya bisa menyaksikan dari hammock kami. 

Tak lama kemudian, hujan mulai melengkapi keriuhan suasana. Semakin banyak orang yang berteduh di warung tempat kami duduk karena mobil mogok, tidak bawa jas hujan, dll. Alhamdulillah... Rejeki si teteh warung. Rupanya kebanyakan wisatawan hari ini dari jakarta, tangerang dan sekitarnya. Aku sangat prihatin pada mereka yang mobilnya mogok, atau tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan di tanjakan. Mereka harus pulang... 

Tak terasa hari semakin beranjak... Kami terjebak hujan dan tidak bisa pulang. Jika dulu ketika kami masih berdua, mungkin hujan seperti itu akan kami acuhkan dan tetap berkendara pulang. Tetapi karena sekarang ada K, kami menangguhkan perjalanan pulang dan menikmati proses penguraian kemacetan didepan kami. 

Lambat laun, kemacetan terurai dan suasana normal kembali. Namun hujan masih saja belum berhenti. Karena nampaknya hari mulai petang, mau tidak mau kami harus pulang. Kamipun membungkus K dengan jaket dan jas hujan yang kami bawa, berharap dia tidak terlalu basah sesampainya di rumah. Namun rupanya tetap saja air hujan merembes ke jaket nya. Maaf ya K... Prihatin dulu untuk sekarang. Berdoa bersama agar resolusi tahun ini bisa terwujud... Berdoa untuk kesehatan ayah, berdoa untuk kelancaran dan keberkahan rizky, berdoa untuk kebahagiaan kita semua. Aamiin ^_*

Selamat malam minggu temans! 

Happy New Year 2016

Hello world... Happy New Year 2016!!!


Selamat tahun baru temans...
Tak terasa tahun sudah berganti lagi. Seperti tahun tahun sebelumnya, tahun 2015 pun berlalu dengan cepat, bahkan lebih cepat dari tahun2 sebelumnya. 

Mudah2an tahun ini semua yang kita rencanakan berjalan dengan lancar, penuh berkah, tetap bahagia, dan semakin bersemangat bekerja dengan penuh berkah. 

Resolusi tahun 2016? 

Masih... Meneruskan resolusi yang belum selesai dari tahun 2015, memulai yang belum tersentuh, dan menambahkan beberapa yang baru. Bismillah...

Target yang sangat amat ingin dicapai? Adalah mengurangi akses ke muka buku dan insta kilo dan perbanyak nulis disini aja. 

Tahun ini sepertinya akan lebih fokus ke pendidikan K. She will turn 3 this year, time to expand her playground. Mulai terfikirkan untuk mendaftarkan K ke kelompok bermain di luar sana. Entah dimana. Agar dia tidak bosan bermain. Karena kan teman bermain di sekitar rumah sedikit sekali jumlahnya. 

Keinginan2 dari yang kecil sampai yang besar sudah mulai terdiskusikan. Akan mulai ditirehkan kedalam tulisan setelah euforia orang liburan selesai. Hahaha. Apa hubungannya? Nggak ada. Cuma, kalau libur itu, ya libur. Nggak buka komputer. Libur. 

Semoga Allah SWT mengabulkan dan memeluk erat semua doa kita. Aamiin. 

Sekali lagi, selamat tahun baru 2016 yaaa... ^_^

Nala Family