Thursday, March 19, 2020

Homeschooling Corona's Effect - Assignment 2

Tugas hari kedua K:

Tugas pertama di Hari ke-dua belajar dirumah adalah menyanyikan lagu anak yang berjudul Pesawat. K tidak terlalu hafal liriknya, sehingga saya menuliskan liriknya di selembar kertas. Saya minta dia untuk menyanyi sambil di rekam. Lumayan untuk kenang-kenangan.
Video ada di gawai yang berbeda, jadi diunggah menyusul :-)

Tugas yang kedua adalah tugas dikte kalimat. Ibu guru mengirimkan voice note dikte kalimatnya, dan anak-anak diminta menyalin tugasnya di kertas/buku. Ibu guru membacakan soalnya masing-masing 2 kali agar anak-anak bisa mengecek dan dan memperbaiki jika ada yang keliru.

Tugas yang ketiga adalah pelajaran Matematika, pengurangan. Ada 10 soal pengurangan yang fotonya dikirimkan oleh Ibu Guru. Saya buatkan kotak-kotak di selembar kertas, dan saya minta K menyalin soalnya sendiri dan mengisinya satu-satu.

Saya menikmati sekali rasanya mengajar K belajar sejauh ini. Mungkin karena masih pelajaran anak TK, atau mungkin juga karena saya ikut menjadi murid TK. :-p



Wednesday, March 18, 2020

Homeschooling Corona's Effect - Assignment 1

Homeschooling - Day 1

Seperti yangkita semua alami, bulan ini adalah bulan penuh ujian bagi Bangsa Indonesia. Setelah bangsa lain berjibaku dengan masalah virus Covid 19 dan kita menjadi penontonnya, akhirnya sekarang bangsa kita kebagian tugas juga untuk melawan peredaran virus pandemic ini.

Bangsa kita sedang di uji kembali, tapi saya yakin kita kuat. Saya yakin Pakdhe dan dan jannya  kuatdan mengerahkan seluruh aspek yang terkait untuk bersama-sama melawan penyebaran virus ini.

Biarkan mereka semua bekerja dengan tenang dan aman, tugas kita adalahtinggal dirumah, hidup sehat, menghindari kumpul-kumpul yang kurang perlu, dan bepergian hanya jika ada yang sangat penting sekali.

Bagaimana dengan sekolah anak? Tenang... Sekarang jaman sudah maju, kita bisa jika kita mau. Mentri pendidikan kita juga orang pintar, dia dan jajarannya selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak di Indonesia (untung menteri pendidikannya udah bukan yang ituh_red).

K si anak TK pun menjadi salah satu anak yang mengalami hal baru ini. Belajar dari rumah. Setiap hari jam 7 pagi, guru-guru TK nya mengirimkan video tentang pemanasan, doa, materi, sampai dengan penutup. Saya acungi 4 jempol untuk usaha sekolah dalam mendorong kegiatan belajar dirumah ini. Pasti bukan hal yang mudah juga tentunya.

Dari awal rencana sekolah dari rumah ini diutarakan oleh guru-guru disekolah, saya menyambutnya dengan antusias tinggi. Saya berikan gambaran menarik kepada K tentang  tugas sekolahnya, dan berjanji untuk menemaninya mengerjakan semua tugas sekolahnya.

Setiap pagi, kami menunggu-nunggu tugas dari Ibu-ibu guru di WA grup besar sekolah. Setelah itu, saya tunjukkan pada K apa saja yang harus dikerjakan, kemudian dia makan dan mandi. Setelah itu, kami bersiap mengerjakan tugas. Tugas harus di kirimkan kembali hasilnya (foto) kepada Ibu Guru kelas masing-masing dalam kurun 24 jam, sehingga saya mengupayakan agar tugas selesai setiap pagi, sebelum dia mulai bermain bersama teman-temannya.

Tugas hari pertamanya adalah: 1) Melipat kertas dan dan membuat pesawat terbang: 2) Mewarnai pesawat terbang: 3) menerbangkan pesawat terbang; 4) Mengelompokkan jenis kata.

Pesawat dan Kelompok kata

Monday, March 16, 2020

Melipir ke Kampung Orang

Salah satu agenda sabbatical saya adalah mengambil hasil panenan beras yang sudah beberapa bulan tidak terjemput. Sambil tentunya bersilaturahmi dengan keluarga di Cibunian dan juga mencari belut dipematang sawah. 

Untuk K, hiburan paling menyenangkan buat dia banyak sekali. Selalu dan seperti biasa. 
Mencari belut, memancing ikan (walau akhirnya dilepaskan kembali), mengejar ayam, mengumpulkan bunga rumput, bermain air, dan melihat kambing di kandang Pak Uci. 

Refreshing singkat yang cukup menghibur hati... Forever grateful atas setiap nikmat yang Gusti Allah SWT berikan pada kami semua. :-)




Monday, March 2, 2020

Surat Ijin Mengemudi

Agenda pertama saya ketika Sabbatical adalah membuat SIM kendaraan bermotor. Sim C.

Selama ini saya mengemudi motor kemana-mana, tanpa SIM. Iya, salah banget. Jangan ditiru. Tapi gimana ya. Rasanya kalau pas hari kerja, cuti untuk ngurusin SIM itu koq rasanya sayang sekali gitu.

Alhasil, setiap kali naik motor, kemudian ada operasi penertiban dari kepolisian, saya selalu deg deg ser dan harap-harap cemas. Meskipun berusaha memasang tampang santai, senyum manis, dan sesopan mungkin berkendara diarea operasi, namun dalam dada rasanya bergemuruh. ahahaha. Kapokmu!

Akhirnya, dengan niat tulus ikhlas menjadi warga negara yang baik, saya mulai nanya teman yang kiranya memiliki relasi untuk mengurusi SIM. Nembak? hehehhee... Iya, maafkan lah ya. Habisnya tante ini waktunya sedikit banget. Musti jemput anak pulak yekaaan... Ngeles aja kamu! #pletak.

Akhirnya dapet nomer dari Lucy, untuk menghubungi sesebapak di tempat pembuatan SIM. Long short story, ya gitu deh. Akhirnya SIM baru ditangan saya setelah kurang dari 2 jam saja di kantor polisi.

Deg-degan juga rasanya berada di tempat umum, ketika masa Virus Corona semaki merajalela begini. Tapi alhamdulillah semua lancar, dan saya bisa tersenyum lebih lebar lagi kalau lewat dijalanan yang ada operasi penertiban dari polisi nya. Masya Allah ya...


Sedang terjadi kekeringan bibir level parah... :-(