Tuesday, December 28, 2010

Pemain Bola itu Pintar Menulis

Demam bola.... Gila bola.... Pecandu bola.... Tergila-gila bola.... Menggila karena bola....

Banyak sekali istilah yang belakangan ini simpang siur di dunia maya negara Indonesia. Semuanya mengenai bola. "Hampir" semua orang mengungkapkan pendapat, perasaan, dukungan, atau sekedar opininya mengenai bola. Bola...bola...dan bola lagi.

Yang namanya bola memang unik menurutku. Si bundar bulat yang lucu dan imut2 itu hanyalah benda buatan manusia yang tidak memiliki pendirian. Dia selalu mengikuti dan menuruti kemauan orang yang menyentuhnya. Menggelinding kesegala arah, mengikuti arahan penendangnya. Bola, hanyalah benda mati yang uniknya bisa membuat hidup manusia semakin hidup, atau juga membuat orang hidup jadi mati. Itulah bola.....

Bagaimana si bola membuat hidup manusia menjadi lebih hidup?

Lihat saja ketika ada perhelatan dunia untuk sepak bola yang bernama "Piala Dunia". Semua orang dari setiap kalangan, berbagai usia, sama rata sama rasa akan terjangkiti semangat yang menggebu2 setiap hari. Mereka akan rajin melihat jadwal pertandingan, kalau perlu menempelkan jadwal2 itu di sebelah tv, menyediakan makanan banyak sebagai teman begadang, berteriak-teriak ketika pertandingan di mulai. Belum lagi obrolan-obrolan sewaktu bertemu dengan sesama teman, pasti bola dan bola lagi. Seolah2 "semangat" sedang di curahkan Tuhan dari langit sebagai bonus untuk orang2 yang telah bekerja keras setiap harinya. Hidup bola....!!!

Dan bagaimana bola bisa membuat orang yang hidup menjadi mati?

Aku tidak terlalu menggilai bola, namun suka melihat hasil akhirnya. Terkadang pula, ikut menongkrongi TV ketika pemain bolanya ganteng2 saja (untuk Piala Dunia). Lumayan buat cuci mata. hheheheee.... Aku sering update berita bola dari TV atau koran. Dari sana, aku sering melihat adanya berita buruk sehubungan dengan bola. Kadang ada supporter yang ribut dan berkelahi antar supporter hingga menelan korban jiwa (yang begini paling sering kalau pertandingan bola dalam negri). Terkadang, ada pula berita yang menyebutkan bahwa supporter menghajar wasit, hakim garis, dan lain-lain, dan lain-lain. Dan yang paling gress dari semua berita, aku mendengar bahwa ketika terjadi luapan calon pembeli tiket pertandingan bola baru2 ini. Calon pembeli yang membeludak itu menimbulkan kekacauan dan saling desak2an, hingga akhirnya ada seorang pemulung yang meninggal akibat terhimpit di antara antrian. Intinya, ada korban jiwa... Ppffiiuuhh....

Ok..... Seperti yang sudah aku bilang di awal, aku bukanlah penggila bola melainkan hanya penikmat bola saja. Karenanya, aku juga tidak akan banyak berkomentar mengenai bola. Kenapa aku menulis tentang bola sekarang ini? Hanya karena tiba2 saja aku melihat sesuatu yang menarik diantara sekian banyak hal menarik sehubungan dengan bola.

Berawal dari sebuah link yang dibagikan kakak kelasku di SMU melalui situs FB, aku mengetahui hal menarik ini. Rupanya ada pemain bola kita, pemain bola Indonesia, yang punya website pribadi. Akupun membuka link yang di bagikan temanku itu, dan membaca2 isinya. And you know what? tulisannya baguuuusss..... Bagus dalam artian ringan, menarik, mengalir, dan enak di baca. Secara kadang2 aku suka blogwalking kemana2, maka akupun jadi sangat excited sekali menemukan link ini. Terlebih lagi, dia ini banyak sekali menulis. 1..2...3...4... aku hitung tulisannya, cukup untuk kubaca sekian bulan. hahahahhahaa

Dia yang aku maksud adalah Bambang Pamungkas yang biasa di panggil BePe. Sorry ya, bukannya promosi. hehehe.... hanya saja, kalau misal ada yang punya hobi sama kayak aku (blogwalking_red) maka nggak rugi juga kalau kita menyambangi situs ini. :)

Aku sendiri baru membaca beberapa tulisan, dan itu cukup membuat aku semakin "suka" dengan situs ini. Aku juga jadi salut dengan si BePe ini karena dia masih saja meluangkan waktu untuk menuliskan apa yang dia rasakan, dari sudut pandangnya. Itu adalah hal yang cukup penting, mengingat dia bukanlah orang yang selalu online di depan komputer. Tentu perlu sebuah niat kuat untuk bisa selalu menuliskan hal2 yang melintas di kepalanya. Banyak sekali orang2 yang mengalami hal2 luar biasa, namun tidak sempat menorehkannya dalam sebuah cerita, sehingga orang lain tidak tahu apa yang dia rasakan. Dan si BePe ini membagi perasaannya kepada kita (pembaca2 web-nya). sooooo excited,right? :p

Satu tulisan BePe yang sudah aku baca, dan aku setuju banget adalah tulisan dia yang menyebutkan :
"Jangan ambil Garuda dari dada kami"

Teruslah menulis BePe, karena aku suka membacanya ^_^

Ps : thanks to Mahargyani Yogyantari for share the link :)

Friday, December 24, 2010

Yang Tak Bisa Dimiliki Itu Indah

Wilis Juharini "Sedang jatuh cinta pada kenangan... Terkadang sesuatu yang tidak bisa kita miliki, justru semakin terasa indah dan membahagiakan untuk dikenang... Tidak ada yang perlu dilupakan ataupun dilenyapkan dari ingatan... ^_^ "


Seperti biasa.... Selalu saja ada sesuatu yang melintas di kepala ini, ketika waktu tidak berlomba dan diburu oleh tuntutan pekerjaan. :)

Hari ini, tidak seperti hari2 lalu yang begitu menyita waktuku. Hari ini, kami (aku dan temanku) sedikit bersantai. Mungkin karena sebagian besar orang di luar sana sudah menikmati libur, menikmati natal bersama keluarga tercinta, atau cara2 lain untuk melewati hari ini. Sehingga tidak banyak yang "harus" dan "bisa" kami lakukan. Persediaan yang harus aku kerjakan sudah menipis, sedangkan para supplier sedang berlibur. heheheheeee

Santai...santai...santai....
Nonton siaran ulang Bones sampai ngalah2in waktu minum obat (3 kali sehari), sedikit merenung, ngobrol sana-sini dengan orang2 di dunia maya, dan merangkai kata. Belum ada yang berhasil disusun menjadi kalimat, tapi menurutku itu sudah lebih baik daripada hari2 sebelumnya. Hari dimana aku tidak pernah menyusun kata-kataku sendiri, karena kejar setoran. :p

Seperti malam2 sebelumnya, aku masih rajin dan setia melihat keluar jendela. Berharap ada lingkaran emas menyala terang yang bernama bulan purnama di atas sana. Namun, masih juga seperti malam2 sebelumnya, hujan turun menjawab semua permintaanku. Ditolak... Entah kenapa sepertinya cuaca tidak mendukung apa yang ada di hatiku belakangan ini. Dia telah berbuat curang padaku. Dia hanya mengijinkan aku melihat bulan purnama sekali saja, hanya untuk membuka kenangan lama. Dan setelah itu, menutup pintu rapat2 dengan mendung dan rinai hujannya.

Mungkin dia hanya ingin mengingatkan aku, bahwa ada sesuatu yang pernah menjadi penting. Bahwa pernah ada yang membuatku merasa senang, pernah membuatku merasa di dengar, pernah membuatku merasa semua hal di dunia ini nyata. Bulan purnama. Padahal, tanpa perlu diingatkanpun, aku selalu ingat. Tak pernah aku lupa sedikitpun mengenainya. Karena sampai kapanpun, semua akan tetap berharga.

Mungkin juga dia hanya ingin mengingatkanku bahwa aku boleh mengingat, namun tidak boleh lagi berharap. Yaa.... ini yang lebih masuk di akal. make sense... Dia membuatku mengingat semua hal yang berhubungan dengan purnama, namun segera memberikan tanda dengan lampu merah agar aku segera berhenti. Berhenti sebelum aku kembali larut dalam kenangan.

Entah kenapa, aku jadi bersenandung "Andai bulan bisa ngomong... Dia pasti tak akan bohong... "

Dan temanku berkata :
"Aduuuhh.... koq malah merenung....."

Akupun langsung menjawab dengan :
"Iya nih.... sedang mengingat dan mengenang kembali kenangan lama. Sesuatu yang tidak pernah bisa dimiliki..... "

Temankupun meneruskan :
"Aduuh... manis banget kata2nya...."

Aku melanjutkan :
"Terkadang, sesuatu yang tidak bisa kita miliki itu terasa lebih indah kalau diingat. Kalau sedang ingat, justru membahagiakan..."

Dan kamipun tertawa bersama..... Rupanya kami sama2 sedang jatuh cinta pada kenangan... :)

Semoga Menjadi Milik Kita


Ketika ada yang bertanya padaku 2 tahun yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku ingat aku menjawab dengan pasti
"Pekerjaan"

Ketika ada yang bertanya padaku 1 tahun yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku masih ingat aku menjawab
"Perpanjangan kontrak" :p

Ketika ada yang bertanya padaku 2 bulan yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku masih ingat aku menjawab
"Inspirasi untuk mencari tanggal yang tepat"

Semua sudah berlalu, dan ternyata semua berubah....
Apa yang aku inginkan, separuh lebih telah aku dapatkan....
Hanya beberapa yang masih tertunda,
Dan ada beberapa yang sepertinya musti di ganti....

Jika ada yang bertanya padaku sekarang, besok, 2 bulan lagi, atau 1 tahun lagi,
Aku yakin aku hanya akan menjawab dengan pasti "Rumah untuk Ibu dan Bapakku" :)

Mudah-mudahan ketika ada yang bertanya 2 tahun lagi, semua sudah terjawab....
Hingga aku bisa kembali mencari "inspirasi untuk tanggal yang tepat"

Thanks to you, who always wait for me... ^_*

Tuesday, December 7, 2010

Terima Kasih Untuk Kalian Yang Telah Peduli

Kutuliskan rasaku, untuk kalian yang telah menyisihkan peduli, perhatian, dan energi kalian untukku dan juga mereka yang aku kasihi. Mudah2-an, kalian akan selalu menjadi bagian yang di kasihi Allah SWT. Amin

Salam hangat untuk kita semua... :)


Hanya puji dan syukur yang teramat dalam yang bisa aku ungkapkan saat ini. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang masih saja memberikan rahmatnya kepadaku, kepada keluargaku dan kepada sanak familiku. Hanya karena kehendak-Nya lah aku dan juga mereka semua masih bisa merasakan sakitnya kehilangan, serta nikmatnya menghirup udara segar. Hanya karena kehendak-Nya lah kami semua masih bisa berkumpul dengan orang2 terkasih, meskipun ada beberapa bagian yang telah di minta-Nya kembali. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan? (cieeehh…. Biar lebih mantab kan? :P )

Syukur secara pribadi atas kesempatan yang masih diberikan padaku selama beberapa hari terakhir menjelang perubahan besar2an di Kelurahan Glagaharjo, kampung halamanku tercinta. Selama beberapa hari terakhir, ketika Gunung Merapi dinyatakan mulai berbahaya dengan status Awas-nya, aku pulang. Aku pulang ke rumah tempat lahir dan di besarkan dengan penuh perjuangan oleh keluarga yang biasa2 saja namun tetap luar biasa… :p

Selama beberapa hari itu pula, aku merasakan banyak hal secara bergantian, silih berganti, dan terkadang bersamaan. Lega karena masih bisa pulang ke rumah, senang karena aku pulang ke rumah bersamaan dengan kakakku (cukup jarang bertemu), was2 karena aktivitas gunung merapi yang semakin meningkat, cemas karena langit selalu di tutupi awan sehingga kami tidak bisa memastikan apa yang ada di atas sana, takut kalau-kalau atau jangan-jangan, panik ketika harus berlari2 saat awan panas mulai menyembul hingga rasanya sudah di atas kepala kami, stress ketika melihat banyak sekali saudara dan tetangga menangis dan menjerit ketakutan, pasrah ketika harus terjebak di bawah hujan pasir dan kerikil tanpa bisa bergerak karena jalanan tertutup bambu2 yang roboh ke jalan, dan lega karena kami masih di beri keselamatan dan bisa berkumpul dengan keluarga.

Sebuah pengalaman paling berharga selama aku hidup di dunia. Banyak hal kecil yang pada akhirnya menjadi hal penting bagiku, bagi kami, dan mungkin bagi mereka semua selaku korban rasakan. Aku berharap,suatu saat bisa kembali menceritakan setiap detail ke dalam sebuah cerita yang menarik. Semoga… :)

Kehilangan…..

Harta dan benda sudah pasti hilang dari tangan kami. Meskipun sebenarnya, tidak banyak pula yang kami miliki. Banyak saudaraku yang akhirnya mengungsi dalam kondisi tidak punya uang, karena memang harta mereka bukanlah uang, melainkan sapi2 di kandang yang pada akhirnya bergelimpangan menjadi bangkai. Rumah yang mereka bangun dengan perjuangan keras dan penuh peluh, hancur begitu saja karena hembusan awan panas. Tinggal dinding2 tembok yang masih berdiri, tanpa atap dan tanpa isi. Hanya abu menumpuk dan beterbangan yang tersisa.

Terima kasih yang sebesar2 nya aku ucapkan kepada teman2, sahabat, dan semua orang yang telah memberikan perhatian dan dukungannya dalam bentuk apapun. Setiap bentuk bantuan,dukungan, dorongan, dan semangat tersebut adalah tongkat penyokong yang dapat menguatkan kami semua untuk terus melanjutkan kehidupan, meskipun bisa di bilang harus kembali ke titik nol. Kalau kata nenek dan bapakku, kembali ke jabang bayi, dimana kita semua lahir tanpa menggunakan apapun, tanpa memiliki apapun. Dukungan serta bantuan itu adalah penyokong kami untuk melanjutkan kehidupan, agar bisa tetap hidup selayaknya orang hidup di dunia. Hidup dengan perasaan memiliki teman.

Mohon maaf jika aku tidak lekas membalas, merespon, ataupun memberikan penjelasan dan tanggapan atas setiap pertanyaan, pernyataan, dan juga usaha untuk membantuku dari teman2 semua. Bukan karena aku tidak tahu, bukan karena aku pura2 tidak tahu, bukan karena aku tidak perduli, dan bukan karena aku terlalu acuh.

Hanya saja, seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya, bahwa semua dukungan, bantuan, dorongan, dan support dalam bentuk apapun dari teman2 semua adalah sebuah penyokong dan penguat bagi kami untuk tetap berjalan. Namun, sebelum kami bisa mulai berjalan, kami harus bisa meyakinkan diri kami sendiri, bahwa kami masih bisa berdiri tegak. Bagaimanapun juga, ketika kami belum bisa kembali berdiri tegak, semuanya masih terasa sulit untuk diterima dan dihadapi.

Thanks a lot, and love you all


Best,
Wilis/L-268


PS : Tidak bisa di elakkan jika setelah apa yang menimpa kami, banyak sekali orang2 pintar, pandai, dan ahli yang kemudian menilai, menganalisa, atau kemudian menyimpulkan. Bahwa apa yang terjadi adalah karena factor A, B, dan C…. Hanya satu pesanku, Jika kalian termasuk orang2 yang membahasnya, tidak perlu dikatakan pada mereka yang telah kehilangan (kalau sama aku sih masih bolehlaaahh) :p . Hanya satu yang aku dan mereka mengerti dan rasakan, bahwa “Kehilangan” itu sakit dan sangat menyakitkan… :)

Wednesday, December 1, 2010

Hari Berganti Kusambut Dengan Gelisah

Bali, November 2010

-Menyanyi bersama mas keating "if tomorrow.... never comes...." :) -


Pernahkah merasa nyaman dengan hari ini, hingga tidak ingin berlalu dan berganti hari? Atau pernahkah merasa bahwa apa yang kita lakukan hari ini belum rampung sehingga berharap hari ini bertambah panjang beberapa lama? Atau pernahkah merasa bahwa sesuatu yang di janjikan akan datang hari ini teramat sangat berharga, namun tak kungjung tiba sehingga kita tetap menunggu dan menunggu? Atau pernahkan merasa takut menghadapi hari esok, karena kita sadar bahwa esok hari nampak tak akan lebih mudah dari hari ini? Atau pernahkah merasa penasaran dengan apa yang akan kita alami esok hari, sehingga hari ini kita bertanya2 apa gerangan yang akan terjadi esok?

Pernah..... :)

Semuanya bergabung menjadi sebuah perasaan resah dan gelisah yang memberi sensasi tersendiri. Antara maju dan mundur, antara kenceng dan kendur, antara semangat dan takut, antara pasrah dan cemas, antara semangat dan berharap pingsan saat itu saja. :p

Terkadang semua rasa itu menempel kuat didada, dan menghantui sisa waktu yang masih kita punya hari itu. Bahkan terkadang, kita menjadi kesulitan memejamkan mata dan tidur. Namun kadang juga, otak dan badan kita menjadi sangat lelah hingga justru tertidur pulas. Semua selalu melahirnya 2 kemungkinan. Laksana pohon cabe yang akan selalu menciptakan 2 percabangan. :)

Pada akhirnya, sembari kita bergulat dengan apa yang meresahkan itu, waktu terus berlalu. Mantahari menghilang, petang membentang, gelap merayap, bulan dan bintang yang gemintang, hingga akhirnya pagi menjelang dan mentari kembali bersinar terang. Apa yang terjadi pada kita? padaku? tidak pingsan, dan juga tidak membeku. Masih harus bangun pagi tepat waktu, menyelesaikan rutinitas pagi, dan mau tidak mau musti menegakkan badan dan menatap ke depan. Berusaha meyakinkan diri dan mulai melangkah, sambil berdoa "Hari telah dimulai, mari kita jalani"

-Fortunately.... I always ready for it... :) -

Aku yakin, hari akan berlalu dengan lambat atau bahkan sangaaattt lambaaattt..... Detik demi detik berlalu dengan hitungan jari, sehingga menambah kesan lambat yang tak menentu. Dada ini berdetak kencang, bergemuruh tak menentu. Begitu juga gerak-gerik akan semakin tak berarah. Gelisah....gelisah...gelisah....

Beruntunglah aku, sudah sedikit melakukan antisipasi dengan memikirkan hal ini jauh2 hari. Jauh2 hari, aku sudah membangun pikiran bahwa suatu saat akan terjadi hal ini, dan aku harus siap menerimanya. Semangadh...:)

-loe gak lagi sembunyi di kolong meja kan? hahahaha...-

Dulu manakala sedang mulai membangun benteng untuk diri sendiri ini, aku pernah berkata pada salah satu teman dekatku bahwa aku akan sembunyi di kolong meja saja. Yaa... kolong meja... Jadi aku akan aman dari hal2 yang aku takut atau khawatirkan... semua akan selesai dan berlalu, tanpa aku harus mengalami dag-dig-dug-der yang sangat meresahkan. Begitu semua selesai, aku akan muncul dari kolong meja, dan berkata " Taraaaaaaa...... aku kembali. Gimana...gimana... hari ini? hari ini indah bukan? semua berjalan lancar, aman dan terkendali kaaannn...? "

Dan akhirnya saat tiba masanya, temanku itu benar2 bertanya padaku, "loe gak lagi sembunyi di kolong meja kan? hahahaha..." ..... Aduuuhh.... seandainya saja dia tahu apa yang aku lakukan ketika agenda "kolong meja" nya aku cancle. hahahahhaa..... Oh nooooo :p

-Wilis Juharini Apa yang sudah terjadi kemarin, apa yang akan terjadi besok, bagaimana nasib membawa kita, nggak perlu di pikirkan....*menyanyi ala iklan* Enjoy aja.... :p-

Hari berlalu dan akan terus berlalu, meninggalkan hari kemarin, melewati hari ini, menyongsong hari esok.... Akan terus seperti itu. Sebesar apapun kegelisahan kemarin, ketika hari ini sudah berlalu, tidak akan ada cara untuk mengulanginya. Tinggalkan.... tinggalkan semuanya....

Hari yang telah berlalu,berlalu begitu saja. Meninggalkan banyak cerita, mulai dari cerita suka, hingga cerita duka. Banyak juga cerita yang masih meninggalkan tanya. Tapi ya sudahlah.... Biarkan saja begitu.... Tidak ada yang perlu di sesalkan. Nikmati saja semua prosesnya. :)

Kalau kata iklan sih.... "Enjoy ajjaaaaa....." :p

Monday, November 29, 2010

Ramalan Adikku Benar

Beberapa status facebook-ku yang akhirnya batal terbit... :))

Mulai banyak melihat reportase dari wartawan2 facebook, yang telah dengan sukses meliput "secara actual" di lokasi bencana... Mereka hanya "ingin tahu" karena sesungguhnya mereka "tidak tahu" untuk kemudian berusaha "memberi tahu". Kelihatannya koq jadi..."Sok Tahu" :p

Setelah melihat beberapa koleksi orang), Membenarkan ramalan adiknya yang bernama @Fadhilla Sejati, bahwa pada akhirnya semua akan menjadi objek wisata.. Mungkin ini juga yang di maksud "hikmah dari sebuah bencana".. ck...ck... :p

Melihat kampung halamannya, di belakang seseorang yang sedang bergaya ke arah kamera.... it means???

Ya ampyuuuunnn.... Guru SMU ku rupanya hobi wisata bencana. Photonya pake nunjuk2 lagi... Kata orang tua jaman dulu, kalo nunjuk sembarangan bisa buntung lho pak... :p

Wednesday, November 24, 2010

Jadi Manusia Biasa

Untuk saat ini, belum banyak cerita. Hanya ingin berkata "Ehm, mengecewakan...." :p
1000 % benar untuk pernyataan yang mengatakan bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Yang awalnya indah, bisa menjadi tidak indah, yang awalnya keren bisa jadi tidak keren, yang awalnya menyenangkan bisa jadi tidak menyenangkan.... Normally...

Tidak ada yang salah....
Semua benar, semua layak, dan semua sudah pada tempatnya. Tidak ada yang salah.

Hanya saja,
Jangan pernah menyalahkan, ketika rasa yang dulu berkobar akhirnya hilang dan lenyap begitu saja. Karena rasanya kobaran api itu tak layak lagi di arahkan kesana. Hanya terbuang percuma nampaknya.

Maaf,
Rasa bangga itu telah sirna....
Sekarang, semua terasa biasa...
Karena ternyata kehebatan itu tidak pada tempatnya... :p

Manusia biasa

Saturday, November 13, 2010

Waiting for the End














Waiting For The End
By : Linkin Park

This is not the end
This is not the beginning
Just a voice like a riot
Rocking every revision
But you listen to the tone
And the violent rhythm
Though the words sound steady
Something empty's within em

We say yeah

With fists flying up in the air
Like we’re holding onto something that’s invisible there
Cuz we’re living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it forget it
Let it all disappear

Waiting for the end to come
Wishing I had strenght to stand
This is not what I had planned
It’s out of my control

Flying at the speed of light
Thoughts were spinning in my head
So many things were left unsaid
It’s hard to let you go

I know what it takes to move on
I know how it feels to lie
All I wanna do is trade this life for something new
Holding on to what I haven’t got

Sitting in an empty room
Trying to forget the past
This was never meant to last
I wish it wasn’t so

What was left when that fire was gone
I thought it felt right but that right was wrong
All caught up in the eye of the storm
And trying to figure out what it’s like moving on

And I don’t even know what kind of things I said
My mouth kept moving and my mind went dead
Picking up those pieces now where to begin
The hardest part of ending is starting again

All I wanna do is trade this life for something new
Holding on to what I haven’t got

This is not the end
This is not the beginning
Just a voice like a riot
Rocking every revision
But you listen to the tone
And the violent rhythm
Though the words sound steady
Something empty's within em

We say yeah

With fists flying up in the air
Like we’re holding onto something that’s invisible there
Cuz we’re living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it forget it
Let it all disappear.


Ps : Thanks for share the link papaghonz.... Meaningfull :p

Monday, November 1, 2010

Duka Yang Tak Terucap

Manakala berjuta kata menumpuk di ujung lidah,
Maka hanya diam yang bisa menceritakan semuanya

Manakala semua cerita bertumpuk di ujung jari,
Maka hanya diam yang bisa menuliskan semuanya

Manakala ratusan kisah mengantri di dalam kepala,
Maka hanya diam yang bisa mendongengkan semuanya

Entah sudah berapa banyak kata, cerita, dan kisah yang bermunculan beberapa hari terakhir ini,
Namun tak satupun bisa ku tuangkan dalam sebaris kata
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sebaris cerita
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Semua sliwar-sliwer silih berganti di dalam tempurung kepalaku
Menunggu, saling menyalib, saling berebut, saling desak-mendesak untuk bisa melompat ke permukaan
Sebagai sebuah kata, sebagai sebaris cerita, sebagai sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Biarkan semua mengendap,
Seiring dengan meredamnya deru dan debu yang saat ini sedang rajin menggema
Biarkan semua meresap,
Seiring dengan bibit kesuburan yang sedang di tebarkan Tuhan ditanah kelahiranku
Biarkan semua mengalir,
Seiring dengan aliran doa yang deras terpancar dari setiap umat di muka bumi
Biarkan semua membumi,
Seiring dengan kesadaran manusia akan betapa kecilnya kita di bumi ini

Ada saat dimana kita terlahir,
Ada saat dimana kita bertemu,
Ada saat dimana kita berpisah,
Ada saat dimana kita mati

Semua telah pasti,
Hanya waktu yang menjadi misteri
Hanya jarak diantaranya yang tak pernah bisa kita ramalkan

Untuk yang telah pergi,
Damailah engkau disana
Doa kami sebagai manusia yang ditinggalkan,
Akan selalu tercurah untukmu

Untuk yang masih di beri kesempatan,
Semoga semua kelapangan dada,ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan senantiasa menjadi teman kita dalam menjalani hari-hari.
Semua akan menjadi indah pada waktunya

Cinta, kasih, sayang, dan doa setulus hati untuk bumi kita yang sedang berduka
Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....

Friday, October 22, 2010

The Power is Now

Sekarang...
Apa yang terjadi kemarin, tak perlu dpikirkan sekarang...

Sekarang...
Apa yang terjadi sebelum ini, tak perlu dsesalkan sekarang...

Sekarang...
Tak perlu dibebani dengan apa yang akan terjadi besok...

Sekarang...
Tak perlu dibayangi dengan bagaimana tahun depan...

Sekarang...
Tak perlu ditakuti dengan yang namanya masa depan...

Sekarang...
Adalah saat ini, detik ini, waktu ini...
Adalah saat dimana aku hanya ingin tidur...
Adalah saat dimana aku akan menutup hari...

Jika tidak ada yang bisa 'menunjukkan',
Maka biarkan saja semua berlalu
Jika tidak ada yang mau 'mengatakan',
Maka biarkan saja hari berganti

Sekarang waktuku berhenti berfikir kenapa dan mengapa...
Karena aku sudah punya jawabannya...
Karena tidak adanya kata...

Hidup ini indah dengan cara, di waktu, dan di saat yang tepat...

Monday, October 18, 2010

Pasar Berbeda Komoditi

Pernah mendengar istilah "2 orang perempuan berkumpul, maka akan tercipta warung. 3 orang perempuan atau lebih berkumpul, akan tercipta pasar"

Mungkin ungkapan itu adalah untuk menggambarkan bagaimana para perempuan sangat senang bersosialisasi. Bertemu, berbincang2, membicarakan banyak hal, temu kangen, bergosip, dan lain2 dan lain2. Seru, heboh, dan sanggup melumpuhkan sendi2 perekonomian dari sebuah keluarga. hahahahhaaaa

Namun belakangan ini, rupanya fenomena terbentuknya warung dan pasar itu tidak hanya berlaku untuk para perempuan. Para lelakipun mulai tertulari kebiasaan2 para perempuan. Tidak termasuk para A*** yang sekarang mendominasi di luaran sana lho yaaa.... kita hanya bicara tentang para lelaki yang benar2 lelaki. :p

Contoh yang paling dekat adalah si dia. Sepertinya dia tertulari kebiasaanku yang selalu update informasi mengenai perkembangan lingkungan sekitar. Nah, kalau dia sudah bertemu dengan teman2nya, maka aku akan menjadi nomor sekian. Selain itu, kalau aku terlihat mendapat info baru, maka dia akan segera mendekat dan bertanya "kenapa? kenapa?" hahahha.... fudhul aja sih. :P

Yang pengen aku ceritakan sekarang ini adalah para lelaki yang masih teman2ku juga. Namun kebanyakan umurnya sudah di atasku. Kadangkala ada juga perempuannya yang ikut nimbrung, meskipun hanya itu2 saja. Mereka ini semakin hari semakin sering bertemu dan membuat pasar. Entahlah.... namanya juga orang2 hebat dan berkuasa. Mereka datang dengan segala hal baru yang ada di kepala mereka, dan di adu dengan yang ada di kepala yang lainnya. Wuiddiiihhh....

Hasilnya? pastilah ide2 hebat dan mutakhir. Menantang, nampak menggairahkan, seksi, dan menarik untuk di coba2. Tapi...eh tapi....???

Entahlah... aku sendiri sudah tidak terlalu (sekali lagi tidak terlalu, jadi bukan sama sekali tidak tertarik lho yaaa) tertarik untuk bergabung? hahaha.... entahlah. Sepertinya terjadi hukum alam "karena nila setitik, maka rusak susu sebelanga". Semua terasa hambar menurutku. Aku jadi apatis dan enggan untuk merapat.

Mungkin aku bukan orang dengan tipe2 seperti "mereka", jadi tidak akan tahan selalu mengintil dan sembah sinuwun ndalem alias manthuk2 terus. hohohohoho.... Masing2 orang punya pilihan bukan? Sah2 aja koq menurutku. :p

Selain itu juga track buruk yang pernah ada membuat kepercayaanku sedikit menurun. Mungkin dulu aku sering memberikan prioritas untuk hal2 seperti ini. Tapi setelah mereka memperlihatkan ke-cupu-annya, entah kenapa aku menjadi sedikit malas. Sekarang sih, kalau memang ada waktu dan ada mood, maka aku akan bergabung. Tidak lagi kujadikan prioritas. Toh belum tentu keindahan ini akan tetap indah, manakala kondisi memburuk. Semua indah ketika dunia ramah pada mereka. Sory2 jeck... :p

Maaf ya teman2 lelakiku.... Silakan saja membuka pasar dengan komoditas impor atau kualitas ekspor. Kapan2 kalau rejekiku berlebih, mungkin aku juga akan datang mencoba. Namun sekarang ini, aku masih merasa nyaman dengan pasar tradisional dan sederhana ini. Di tengah2 kesusahan, biasanya orang akan lebih empati daripada di tengah kebahagiaan. :))

Sunday, October 17, 2010

Tayangan yang Indonesia Banget

Standar acara Tipi kita : Namanya ajang pencarian bakat - Milihnya pake SMS - Jurinya rada aneh - Eliminasi demi eliminasi yang penuh tragedi dan tradisi - Di ujung cerita hadirlah keluarga - Tangis2an mulai jadi komoditi - Jualan simpati deeeeeehhhh...... Intinya acaranya adalah mencari bakat dalam drama dan sinetron. Ppfffiiiuuuhhh... Ppffiiuuuhhh....

Sebutlah berapa banyak acara yang ada di stasiun2tipi kita.... Sebut saja... makin banyak juga boleh... Dan coba tarik garis merahnya. Teng terereng....terereng..... sama saja bukan?

Menurutku memang itulah realita bisnis dunia infotainment. Jika dibuat sebuah tabulasi atau diagram acara untuk masing2 stasiun tv, aku yakin hampir semua sama dan mirip2 plek. Karena kan memang kecenderungan acara tipi kita adalah "membuat acara yang terlihat laku di mata masyarakat". Jadi, ketika ada acara di sebuah stasiun tv yang kelihatannya banyak peminat, maka akan segera muncul acara yang serupa di stasiun tv lainnya. Semacam tandingan begitu kayaknya...

Mau contoh nyata? Di bidang infotainment? Nggak asing lagi lah itu.... pada awalnya mungkin acara infotainment atau gossip di tipi2 kita belum sebanyak sekarang. Mungkin dulu baru ada kabar2i.. cek dan ricek... atau mungkin beberapa yang lainnya. Sekarang?hahaha.... dari mulai yang judulnya simple, biasa, di keren2kan, di miring2kan, dan lain2. Acaranya? dulu mungkin hanya seperti pewarta membawakan berita biasa (nggak seperti dunia dalam berita juga sih..). Sekarang? hahaha.... mulai dari yang 2 pembawa acara saling bersahut2an (kadang nyambung kadang enggak), ikut2an sok akrab (gw yakin ini copy paste dari acara insert), sampai yang menggabungkan acara senam muka dan pembawa acara. Monyong2, melotot2, dll. Wuiiddiih.....

Bidang musik? Pada awalnya ada Inbox dengan gaya outdoor yang di bawakan oleh 2 orang laki2 (insya allah). Lalu muncul Dahsyat yang berkonsep indoor, masih juga di bawakan 3 orang meski ada perempuannya. Muncul lagi Dering yang (sangat terlihat meniru) mirip Dahsyat. Dan muncullah acara2 musik yang lainnya.

Pencarian bakat? Wuiddiihh... lebih beragam lagi. Dan inilah yang sekarang membuat aku terusik. ck..ck..ck...Kebanyakan yang ada sekarang adalah kontes pencarian bakat2 penyanyi (atau penyanyi dadakan). Sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasy Indonesia(mbuh sekarang masih ada atau enggak), Kontes Dangdut TPI, dan lain2. Hasilnya? beberapa yang memang berkualitas memang menjadi terkenal dan dapat berkarir di bidang yang mereka jalani.

Yang tidak? hhhmmm.... entah pada kemana sekarang. Ada hal2 unik dari kontes2 ini. Misalkan saja AFI. aku paling geli dengan sistem eliminasinya. Ada acara wisuda, dimana setiap peserta yang lolos 10 besar menggunakan toga layaknya mahasiswa di wisuda. Lalu eliminasi setiap minggunya?? pakai koper. hahahaha.... Pasti juga di bumbui dengan drama2 dari presenter yang melambat2kan, dan musik yang dibikin menggelegar. Begitu juga dengan KDI.

Bakat2 yang lain? dulu ada API, yang isinya adalah audisi pemilihan group2 lawak. Menurutku cukup bagus malahan. Soalnya sulit lho bakat melawak itu. Apalagi bukan cuma 1-2 atau teman2 dekat saja yang pengen di buat tertawa. Tetapi seluruh masyarakat yang menonton Tipi. HAsilnya? muncullah Sule yang sekarang menjadi pelawak nomor wahid di indonesia. Selain itu grup bajaj yang tetap tampil bertiga, di pelem religi dengan humor mereka (meski humornya sedikit).

Namun sekarang nampaknya acaranya sudah tidak ada. Justru di situ sebenarnya kerennya (atau mungkin beda sebab?). Menurutku ajang seperti itu memang bagusnya jangan sambung sinambung seperti sinetron. Kalau memang tujuannya mencari bakat guna menghibur rakyat indonesia. Scara stasiun tv kita terbatas. Kalau per periodik akan lebih ok buat regenerasi bukan? :)

Bakat yang lain lagi? Sulap.... Kalau yang ini sih ajang pencarian bakatnya sepertinya baru ada 1. Tapi acara2 shownya banyak juga. Ada Dedi C yang penampilannya aneh bin ajaib, ada Damian yang penampilannya bersih, ada juga Rommy rafael yang penampilannya keren (bukan sulap kl ini).

Ada juga pencarian bakat yang pesertanya adalah artis2. Artis2 dipasangkan dan disuruh tampil bersama dengan ibunya. Anaknya (yang memang) berambisi untuk tenar, dan ibunya (terpaksa) dandan cantik bergoyang2 di pinggir panggung. Bahkan ada ibu kontestan yang selalu di jadikan bahan ledekan (meskipun akhirnya si ibu mendapatkan peran dalam sebuah sinetron). Setelah itu mereka berdua menampilkan yel2 wujud dari kekompakan. Oh my god.... Semoga tidak ada keterpaksaan dari ibu2 itu untuk (dipermalukan) tampil seperti itu. :P

Saat ini, pencarian bakat di indonesia mulai banyak yang mengambil genre kombinasi. Apa saja bakatnya, masuk di satu pintu. Sebut saja Indonesia Got Talent, (plesetan IGT) Indonesia Mencari Bakat, mungkin masih ada yang lain? Entahlah.... Pada awalnya, ketika acara masih banyak pesertanya, kita di suguhi banyak sekali hiburan karena banyaknya bakat2 terasah dari peserta. Selain itu kita juga terhibur dengan mereka yang berusaha menampilkan bakat mereka, tapi ternyata menurut kita malah aneh dan membuat tertawa ngakak karena garing poll. :P

Semakin sedikit peserta, kita akan di suguhi 2 macam bakat. Yang (menurut kita) benar2 berbakat, dan yang (menurut kita) dipaksa menjadi orang yang berbakat. Karena kebutuhan acara, maka satu persatu peserta di eliminasi, melalui (katanya sih) sms dari masyarakat Indonesia). Bisa jadi yang tereliminasi itu adalah orang2 yang (menurut kita) berbakat. Hanya Tuhan dan yang punya duit di stasiun tipi-nya kayaknya yang tahu. hahaha

Dramatisir acara dan penggalangan massa di bentuk sepanjang acara. Polling sms di tunjukkan hasilnya, dan (dibikin seolah2) menunjukkan bahwa terkadang peserta yang (menurut kita) berbakat berada di atas, terkadang peserta yang (menurut kita) tidak berbakat berada di bawah. Ketika di ketahui bahwa animo massa tercurah pada acara itu, maka masa pertunjukan pun di buat panjang. Tujuannya? Tentu saja agar duit mengalir lancar dari para sponsor. Padahal, kalau pesertanya masih banyak yang kecil2 begitu, bagaimana dengan kemampuan fisik mereka? Belum lagi pembacaan hasil yang di buat mellow, lama, penasaran, berdentum2 musiknya, tarik ulur dari presenternya. Bagaimana dengan mental mereka?

Jurinya? hahahhaa.... Kalau di antara sederet orang yang di pajang sebagai penyegar mata itu, pasti hanya 1 yang benar2 juri yang (lumayan) berbobot penilaianya. Yang lainnya? seperti chipmunk yang di kasih rekaman "Saya suka gaya kamu", "penampilan kamu malam ini menarik sekali", "Kamu membuat saya terpana dan terpesona", dan yang paling lebay "good job...good job... i like it". hwekekekeeeee.....

Menjelang grand final? mulailah di rekrut investigator2 dan penulis2 sinetron yang handal, yang bisa menciptakan adegan2 atau cerita yang diyakini bisa menarik simpati masyarakat. Hasil investigasi menunjukkan bahwa back ground keluarga dari para kontestan sangatlah "seksi", maka di angkatlah cerita keluarga. Masing2 peserta akan di ekspos kehidupan pribadinya yang menyangkut keluarga (ayah-ibu, suami-istri, anak) yang sedih2 atau menyedihkan. Mungkin kalau dari keluarga inti tidak ada yang sedih2, mereka akan mencari bude pakde bulik paklik yang ceritanya sedih, dan akan menjadi keluarga dekat (dadakan) kontestan. Menakjubkan bukan???? :p

Setelah para keluarga bermunculan, maka tugas presenter akan sangat mendukung. Dimana dia akan bertanya kepada para kontestan mengenai hubungan keluarga, dll. Tak lupa dengan nada sedih dan musik mendayu2. Tangis2an pun tumpah di panggung. Harapan besar pada penonton di rumah agar terenyuh, terharu, dan tergerak untuk menggerakkan jarinya di atas keypad handphone dan mengirim pesan ke 9910. :p

Setelah itu? Mbuh.... aku langsung maless nonton lagi. hahahaha..... Tidak ada lagi yang menarik dari acara pencarian bakat itu, ketika tontonan khas negri kita (baca:sinetron) di munculkan. Kata temanku yang komen di FB, malah mirip dengan acara Tali Kasih. hahahhahaa.....

Itu adalah beberapa ciri acara di tipi2 kita. Ciri yang lain apa lagi ya??? mmm... kita pikirkan dulu.... Indonesia dan segala isinya memang selalu dahsyat untuk di renungkan. Tidak hanya dalam dunia nyata, bahkan dunia maya dan dunia uka2 pun serba dahsyat... :p

Untuk itulah, aku cinta Indonesia yang dahsyat ini. hwekekekeeeeeee :))

Wednesday, October 13, 2010

Seimbang dan Sesuai dengan Porsinya

Semua sudah ada yang mengatur.... Mana yang hak untuk kita dan mana yang hak untuk orang lain...

Sering kali aku mendengar ungkapan seperti itu, dari para orang tua yang telah lebih dulu hidup di dunia. Menurutku sih ungkapan itu fungsinya adalah menjaga agar kita tidak selalu di gelayuti rasa iri dan dengki. Dan secara tidak langsung, memang ternyata keberadaan istilah yang "adem" itu sangat penting bagiku, mungkin juga bagi kita.

Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, pernah ada temanku yang selalu menjadi pusat dari semua aktivitas anak2 yang lain. Istilah gampangnya, dia ini adalah seleb-nya kelasku. Seringkali aku merasa bahwa itu nggak benar. Seharusnya semua anak tidak perlu selalu mengerubutinya setiap saat. Toh dia juga bukan orang yang paling pintar di sekolahan. Terus terang aku merasa terganggu dengan kebiasaan mereka yang selalu melakukan sesuatu depends on her... Ppfffiiuuhh....

Namun lama2 aku merasa terbiasa dengan hal2 seperti itu. Ketika aku mulai merasa tidak nyaman, aku lari saja ke ruang guru dan meminjam buku2 bacaan anak yang sangat banyak dan menganggur itu. Kasihan sekali nasib buku2 cerita anak itu. Tidak banyak, bahkan nyaris tidak ada anak yang tertarik untuk membaca buku cerita anak ketika itu. Jadilah aku mendapat kebebasan sebebas2nya untuk membaca buku2 itu, tanpa harus mengantri atau repot dengan administrasi. Toh memang tidak akan ada anak yang mengantri pinjam di belakangku. Dan dengan buku2 bacaan anak itu, aku lama2 tidak perduli dengan seleb2 yang ada di kelasku. Semua sudah ada tempatnya....

Ketika SMP, aku termasuk anak yang paliiing malas belajar. Dan hasilnya, prestasiku meluncur hebat dari prestasi SD yang gemilang, menuju wan prestasi. hahahaa.... Kalau sekarang di tanya secara pribadi, maka aku akan mengatakan bahwa semua disebabkan karena rumahku yang jauh dari sekolah, transportasi yang tidak tersedia membuatku harus berjalan kaki naik turun bukit, dan waktu serta energiku habis untuk berjalan kaki.

Sering aku merasa iri dengan anak2 yang selalu di antar jemput bapak/ibunya, sehingga tidak perlu repot2 berjalan kaki sepertiku. Sering juga aku merasa putus asa dan dalam hati menyalahkan apa saja dan siapa saja yang membuat aku harus sekolah di tempat yang jauh dari rumah. Ingin rasanya aku pindah sekolah dan bergabung dengan teman2 ku yang bersekolah di tempat yang lebih dekat.

Namun lama2(terlebih lagi setelah lulus) aku berpikir, sudah cukup beruntung aku kadang2 di beri tumpangan pulang oleh temanku jika harus pulang sore/malam. Sudah cukup beruntung aku terkadang di antar bapakku ketika aku ketinggalan angkot yang pertama. Dan sangat beruntung aku yang bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas dan (sekarang) menjadi standar internasional. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus aku dustakan? Jiaaaahhh.... :p

Ketika SMU, aku semakin jauh meninggalkan rumah. Semakin banyak kutemui teman2 dengan gaya hidup yang sangat jauh berbeda dengan teman2 lamaku. Muncul genk2 cantik dan unik2. Banyak sekali hal2 baru dan sepertinya untouchable olehku. Akhirnya aku menyadari bahwa bukan di sisi sebelah situ tempatku berada. Akupun mulai menemukan ritmeku sendiri dengan teman2 yang memiliki ritme sama. Tanpa harus menjauh dari mereka yang memiliki semua hal secara lebih. Semuanya menjadi normal, lancar, dan fine2 at all... :p

Semua memang sudah ada tempat dan waktunya sendiri2. Dan masing2 di antara kita, selalu mendapatkan porsi yang pas, tidak lebih tidak kurang. Alhamdulillah..... ^_^

Apa yang ingin ku ceritakan sekarang ya? kenapa jadi ngelantur kemana2. hehehehe.... Ini dia. Masih seputar keseimbangan dan porsi beserta jatah masing2.

Di sela2 pekerjaan, aku acapkali berselancar di dunia maya. Kebanyakan untuk membaca cerita, tulisan2 perjalanan, dan blog para artis. Hehehehe.... secara para artis kan memiliki peluang dan kesempatan serta fasilitas cukup untuk berkelana di dunia nyata. Sedangkan aku? masih dalam tahap bermimpi dan berharap agar suatu saat di beri kesempatan melanglang buana kemana saja. amin.

Apa yang aku cari dari tulisan mereka? Adalah cerita2 indah mengenai perjalanan (baik perjalanan hidup ataupun perjalanan ke tempat2 lain) yang mereka torehkan dalam hitam di atas lembaran putih. Istilah gampangnya sih catatan perjalanan. Maklum, aku sepertinya menganut paham bahwa kemanapun kita pergi, layaknya kita menuliskannya dalam sebuah cerita. :p

Entah mengapa juga, aku merasa sedikit kecewa ketika mengetahui ada tulisan dari para selebrity yang konon kabarnya menjadi duta ini itu yang membuatnya berkeliling Indonesia dan juga dunia, namun tulisannya sangat sulit di mengerti alias kurang ok. hwekekekekeeeee.... Mungkin aku terlalu berharap lebih kepada selebrity kita. Aku terlalu menumpukan berjuta harapan pada mereka yang telah lebih dulu mendapatkan kesempatan untuk menikmati agungnya karya Tuhan. Atau mungkin juga aku terlalu iri...iri...iri.... hiks... ^_*

Ambil contoh deh..... Blog yang aku suka dari selebriti adalah blognya Raditya Dika. hahaha.... lucu, kocak, ngocol abisssss.... Sampai speachless pokoknya. Yang kedua, blognya Dewi Lestari.... bagus, padat, ringan dan berisi. hehehe.... ada lagi blognya Luna Maya (tapi sekarang jarang di update), blognya Maia Ahmad(sekarang nggak pernah di update lagi), dan beberapa blog lagi yang enak untuk di baca. :)

Untuk yang sedikit mengecewakan? Hehehehe.... ada blognya salah satu mantan putri indonesia yang menjadi duta banyak hal. Kesempatan keliling negara dan dunia-nya melimpah ruah. Dari blognya, bisa di lihat juga seberapa banyak daerah yang sudah di jelajahi. Namun sayang sekali, penyampaiannya kurang ok. Sepertinya beberapa postingan di tulis oleh orang lain. Addduuuuhhh....Jadi gemas rasanya pengen melamar menjadi asistennya khusus di bidang membuat catatan perjalanan. hwekekeke.... ngarep...ngarep....

Yaaahh.... apa mau di kata. Semua sudah ada waktu dan porsinya. Aku senang bercerita, namun belum banyak kesempatan melihat bahan ceritaan-nya. Mereka mendapatkan banyak kesempatan melihat hal2 baru, namun belum senang bercerita. Jika tiba masanya, mungkin semua akan menjadi sama... :p

Saturday, October 9, 2010

Dukaku Untuk Kalian Rakyat Wasior, Papua

Semoga Tuhan memberikan jalan yang lapang, dan menerima semua amal ibadah saudara2 kita yang meninggal dan juga yang masih belum di temukan karena banjir bandang yang terjadi di bagian timur Indonesia, Wasior, Papua. Dan semoga kesabaran, keikhlasan, dan lapang dada senantiasa di berikan kepada mereka yang kehilangan, baik kehilangan sanak saudara maupun juga kehilangan rumah tinggal dan harta benda.... Tuhan masih sayang kita semua.

Sekali lagi, Indonesia menambahkan deret daftar kehilangannya. Kehilangan karena apa yang kita sebut bencana alam. Banjir bandang. Ratusan orang meninggal dunia, ratusan orang hilang tak tentu rimbanya, dan ribuan orang menderita karena kehilangan sanak saudara dan harta benda. Duka...duka...dan duka....

Sedih sekali jika mendengar berita, melihat berita, dan membaca berita yang mengabarkan betapa duka mendalam itu terjadi pada saudara2 kita di Bumi Indonesia. Mereka juga saudara kita tentunya. Membayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang2 yang kita cintai, kehilangan seluruh harta benda yang kita miliki, tidak tahu bagaimana bisa melewati hari esok?? Tuhan.... berikan yang terbaik kepada mereka semuanya....

Menurut teman2ku yang bekerja di LSM, banjir bandang itu terjadi akibat banyaknya penebangan liar yang terjadi di daerah Papua. Menurut menteri kehutananku, banjir bandang bukan karena penebangan liar karena penebangan liar di indonesia sudah hampir 0%. Menurut Presidenku yang mendapatkan laporan dari mentri dan jajarannya, banjir bandang bukan terjadi karena penebangan liar tetapi akan di pastikannya sendiri minggu depan ke lapangan. Satu lagi pendapat dari artisku yaitu group band Wali, banjir bandang di sebabkan karena banyaknya penambangan pohon liar.

Semuanya terasa benar dan saling membenarkan. Kecuali mungkin group band Wali yang tidak akan bisa mengelak dari cibiran Insert (jadi kangen sama Cut Tari kalau masalah nyinyir beginian) karena kalimatnya yang sedikit aneh-aneh aduhai itu. Banjir...banjir... banjir...banjir bandang...

Apapun itu penyebabnya, janganlah digunakan sebagai ajang salah dan menyalahkan. Pikirkanlah bagaimana nasib saudara2 kita yang sedang di landa nestapa itu. Mereka butuh uluran tangan, mereka butuh bantuan. Adakah lembaga yang bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan? Memastikan bahwa semua bantuan sampai di tangan yang membutuhkan? Memastikan bahwa semua yang membutuhkan bisa mendapatkan hak-nya? Mereka yang masih bernyawa pasti membutuhkan pangan, sandang, dan papan.....

Yang sabar ya saudaraku.... yang sabar dan iklas.... Semoga setelah bencana dahsyat yang menimpa kalian ini, memberikan hikmah yang besar untuk kita semua.....

Tidak dapat di ingkari dan di pungkiri bahwa jarak rupanya sangat berperan dalam hal tanggap darurat ini. Berbeda dengan bencana yang terjadi di sekitar pulau Jawa, aku masih bisa bergerak bersama dan merasakan pergerakan teman2ku yang lainnya. Entah mengapa, saat ini rasanya aku tidak mendengar banyak pergerakan menuju ke arah saling membantu saudara2 kita di Wasior sana. Atau mungkin aku saja yang tidak gaul sekarang2 ini, sehingga tidak mengetahui perkembangan informasi.

Do'a dan airmata ini, mengawaliku. Semoga setelah ini aku bisa menemukan jalan untuk sedikit lebih berguna bagi masyarakat ini.

Monday, October 4, 2010

I Know That You Are Very Happy

Kalau beliau bisa berbahasa enggres, pasti langsung bernyanyi "If you knew.... How happy you are making me...." *TerharuTerharuTerharu*

Seperti biasa, selalu saja ada sesuatu yang terjadi ketika aku membuat status baru di Account FB ku. Karena inilah salah satu fungsi FB untukku. Sebagai pengingat terhadap sesuatu yang ingin dan akan aku ceritakan di kemudian waktuku. Di sini,di blogku semata wayang ini... :p

Berawal dari kegagalan aku dan dia untuk bisa bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Cianjur, untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, kegagalan itu terjadi karena kami keasyikan makan dan ngobrol di rumah senior kami yang sedang syukuran atas rumah barunya (rumahnya aseli membuatku ngiler dan ngecesss...cesss...cessss). Di dukung pula dengan cuaca yang kurang bersahabat dengan kami yang berkendara motor karena mendung mulai menggelantung. Meskipun setiap mendung tak berarti hujan, namun kami memutuskan bahwa tidak bagus lagi jika kami tetap melanjutkan perjalanan. :P

Bogor Trade Mall di ujung paling atas, menghadap ke gunung salak yang malu2 bercadarkan kabut putih... halah...halah... (Bagi yang sering pergi ke BTM, pasti tau donk lokasi dan tempat macam apa itu). hahahhaaa

Mata ngantuk harus segera diberi asupan kopi (perutnya). Dan Cappucino bertemankan kentang goreng menjadi menu yang paling hokey (murahnya) di antara sekian banyak menu yang lainnya. Menunggu sekitar satu jam, untuk bisa duduk manis di deretan paling atas kursi2 berwarna merah. Wualah.... ceritanya sih mau nongton...hweheheheee

"Wil, tadi ibu telpon.Aku bilang nanti kamu telpon balik"
"Ok..."

Mengalirlah obrolan antara ibu dan anak layaknya keluarga yang telah lama tidak bertemu. Sedikit lupa kalau kemarin pada waktu yang hampir mirip aku juga sudah menelponnya. Alhamdulillah.... belakangan ini aku merasa cukup rajin menelpon keluargaku, agar mereka tidak merasa kesepian. :)

Aku mendengarnya berteriak gembira ketika aku mengatakan hasil obrolanku dengan dia(yang lainnya) sore itu. Selanjutnya obrolan menjadi cerah ceria dan penuh dengan aroma kebahagiaan. Aku tahu pasti kenapa dan mengapanya. Tapi kubiarkan semuanya mengalir bebas dalam setiap kata yang terucap darinya.

Hanya dengan mengatakan sepatah kata "tahun depan", rupanya sudah mampu memberikan energi kehidupan yang sedemikian besar padanya. Mampu mengganti kekhawatiran yang sering di jadikannya sebagai ancaman, menjadi sebuah harapan panjang. Semua terasa jauh lebih ringan mulai dari saat itu. Ringan terbang mengejar awan2 yang sedang terbang....

Semua memang terasa indah pada waktunya..... Teruslah tertawa bersama dunia, mendampingi dan membimbing kami dalam pelukan kebahagiaan seperti itu. Karena kami dan mereka yang belum terlahir di dunia ini akan selalu mencintaimu. Mencintaimu dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kebahagiaanmu.

Tak ada yang lebih indah daripada kebahagiaan yang bisa di rasakan bersama2. I love you full ^_^

Thursday, September 30, 2010

Yuk !!! Di Mulai Deh....

Tanya aku donk....
"Mau?"
Aku pasti jawab koq....
"Mau deh..."

Tanya aku donk....
"Kapan?"
Aku pasti jawab koq....
"Secepatnya deh..."

Tanya aku donk....
"Serius nih?"
Aku pasti jawab koq....
"Serius banget deh..."

Tanya aku donk....
"Yakin nih?"
Aku pasti jawab koq....
"Yakin banget deh..."

Tapi....

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku sudah tidak tahu lagi deh kenapa

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku sudah lupa deh kenapa

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku hanya akan menjawab
"Karena kamu saja deh"

Yuk kita mulai....
Persiapan menuju gelanggang
Gelanggang lari estafet
Gelanggang ganda campuran

Kamu dan aku.... K.I.T.A ^_^

Thursday, September 23, 2010

The Power of Ikhlas

Ketika sekuat tenaga kita kerahkan,
Guna mempertahankan apa yang menurut kita "milik kita"...
Ketika semua energi kita curahkan,
Guna memikirkan apa yang sebenarnya "bukan pilihan"

Maka...
Lepaskanlah...

Semua upaya pertahanan itu adalah keegoisan semata,
Setiap penjelasan itu adalah ketakutan belaka,
Tidak pula berarti kita egois dan penakut karenanya,
Karena egois dan takut adalah gerbang kemerdekaan...

Maka...
Lepaskanlah...

Tanggalkan semua takut,
Tanggalkan setiap enggan...
Tunda sejenak satu dua impian,
Undur sedikit target capaian...

Tak perlu ada penyesalan...
Tiada memberikan guna
Relakan apa yang telah pergi...
Sejatinya kita terlahir tanpanya

Bernafaslah dengan lega,

Sesungguhnya kita telah menang...
Menang dari pertarungan,
Bersenjata keikhlasan...

Don’t let a lot of energy gone for nothing :)

Tulang, Punggung, dan Tongkat

Siapa yang tidak pernah mendengar kata tulang? Kemungkinan besar jawabannya adalah tidak ada. Tulang. Ya, tulang. Adalah sebuah bagian yang sangat penting untuk anggota badan manusia. Hewan juga tentunya. Keberadaan tulang sangatlah penting, karenanya kita harus menjaga agar tulang2 kita tetap sehat, kuat, dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Dimana tulang berada? Jawabannya ada dimana2. Mulai dari kepala sampai dengan jari2 kita.Secara mendetail, tulang sudah di bahas tersendiri dalam mata pelajaran Biologi. Kalau mengingat bagaimana rumit dan bermacam2nya tulang2 kita ini, rasanya koq jadi malas untuk memanggil ingatan tentang tulang ini. :p

Bagaimana jika kita tidak bertulang? Entahlah…. Aku hanya sering mendengar istilah “lidah tak bertulang” dan bukannya “tubuh tak bertulang”. Akan tetapi aku pernah melihat bagaimana kondisinya di dalam sebuah film. Film Harry Potter. Yaa…. Adegan ketika lengan Ron Weasley terkena sihir yang ngawur setelah patah akibat pertandingan Quiditch. Bukannya sembuh dari patah tulang, malah lengannya menjadi tak bertulang. Lunglai dan meleyot2 di samping tubuhnya. Oh noooo…. Buruk sekali pasti. Ck…ck…ck…

Sekarang tentang Punggung.

Setiap orang pasti mengetahui bagian tubuhnya yang bernama punggung. Kalau tidak tahu, cepet2 deh balik badan dan lari menuju tembok terdekat. Jedotin deh kepalanya ke tembok biar ingat mana itu punggung. Hahahaha….. just kidding mameeennn…. :p

Yaaa…. Punggung adalah bagian tubuh kita yang ada di sebelah belakang. Mulai dari tengkuk sampai dengan di atas pantat, (kalau tidak salah) itu yang disebut dengan punggung. Punggung banyak sekali fungsinya lho…. Selain dari fungsi biologi yang meliputi blablabla di dalamnya, ada juga fungsi fisikli. Untuk bersandar,untuk menggendong,untuk alas menulis, dan lain2nya. Hehehhee

Bayangkan jika orang tidak memiliki punggung.Oh my god…. I can’t imagine that. Pasti akan sangat sulit dan sangat mengerikan. Tidak ada yang menyangga badan kita, sehingga organ2 dalam kita akan saling berhimpit2an dan tumpuk menumpuk menjadi satu. Tidak ada lagi medan luas yang bias kita gunakan sebagai alas menulis dalam kondisi darurat.Tidak ada lagi yang bisa membuat kita merasa bagaikan putri karena tidak ada yang menggendong kita.

Lalu, jikalau kedua organ tubuh itu di gabungkan maka akan membentuk organ yang lainnya. Tulang+Punggung maka menjadi tulang punggung. Siapa lagi sih tulang punggung? Kalau kata orang jawa, tulang punggung itu adalah ulo-ulo. Mungkin itu karena tulang punggung bentuknya memanjang dari tengkuk hingga tulang ekor. Ulo adalah bahasa jawanya ular. Tulang punggung panjang seperti ular. Heheheeeee

Tidak ada tulang punggung juga sama repotnya dengan tidak memiliki punggung tentunya. Selain itu, tulang punggung adalah organ vital nomer 2 setelah otak, karena di sana banyak terjalin syaraf2 keseimbangan. Jika tulang punggung terluka atau patah, maka orang tidak bisa menegakkan badan, hingga bisa mati. Oh tidak… naudzubillahimindzalik….

Pernah mendengar istilah tulang punggung?

Konon katanya istilah tulang punggung adalah orang yang berperan sangat penting dan menjadi tumpuan harapan orang lain. Tulang punggung keluarga misalnya. Adalah seseorang yang dijadikan sebagai sumber penghidupan bagi anggota keluarganya yang lainnya. Tulang punggung keluarga akan menentukan keberlanjutan hidup anggota keluarga yang lainnya. Jika si tulang punggung keluarga hilang, maka semua anggota keluarganya akan menjadi sengsara. Sedih yaaa…

Ada juga istilah tongkat bantuan. Ini istilah buatanku sendiri. Tongkat bantuan ini adalah peranan yang lebih ringan dari tulang punggung. Tongkat bantuan berfungsi untuk membantu kita berdiri ketika kaki terlalu lelah dan badan terlalu berat. Tongkat bantuan juga membantu kita berjalan jika medan yang di tempuh terlalu terjal. Terkadang keberadaan tongkat ini menjadi penting, ketika kondisi badan sedang kurang baik. Namun ketika kondisi badan baik2 saja, maka keberadaan tongkat bantuan ini tidak akan terlalu di pikirkan.Bahkan, suatu saat mungkin saja kita membuang tongkat ini, jika di rasa tongkatnya sudah lapuk, jelek, ketinggalan jaman, atau juga karena kita merasa dalam kondisi sangat baik.

Kalau dipetakan, dalam kondisi seperti ini sudah sangat bangga rasanya bisa menjadi sebuah tongkat bantuan yang kecil mungil namun cukup meyakinkan… :)