Thursday, September 30, 2010

Yuk !!! Di Mulai Deh....

Tanya aku donk....
"Mau?"
Aku pasti jawab koq....
"Mau deh..."

Tanya aku donk....
"Kapan?"
Aku pasti jawab koq....
"Secepatnya deh..."

Tanya aku donk....
"Serius nih?"
Aku pasti jawab koq....
"Serius banget deh..."

Tanya aku donk....
"Yakin nih?"
Aku pasti jawab koq....
"Yakin banget deh..."

Tapi....

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku sudah tidak tahu lagi deh kenapa

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku sudah lupa deh kenapa

Jangan lagi kau tanya aku,
"Kenapa?"
Karena aku hanya akan menjawab
"Karena kamu saja deh"

Yuk kita mulai....
Persiapan menuju gelanggang
Gelanggang lari estafet
Gelanggang ganda campuran

Kamu dan aku.... K.I.T.A ^_^

Thursday, September 23, 2010

The Power of Ikhlas

Ketika sekuat tenaga kita kerahkan,
Guna mempertahankan apa yang menurut kita "milik kita"...
Ketika semua energi kita curahkan,
Guna memikirkan apa yang sebenarnya "bukan pilihan"

Maka...
Lepaskanlah...

Semua upaya pertahanan itu adalah keegoisan semata,
Setiap penjelasan itu adalah ketakutan belaka,
Tidak pula berarti kita egois dan penakut karenanya,
Karena egois dan takut adalah gerbang kemerdekaan...

Maka...
Lepaskanlah...

Tanggalkan semua takut,
Tanggalkan setiap enggan...
Tunda sejenak satu dua impian,
Undur sedikit target capaian...

Tak perlu ada penyesalan...
Tiada memberikan guna
Relakan apa yang telah pergi...
Sejatinya kita terlahir tanpanya

Bernafaslah dengan lega,

Sesungguhnya kita telah menang...
Menang dari pertarungan,
Bersenjata keikhlasan...

Don’t let a lot of energy gone for nothing :)

Tulang, Punggung, dan Tongkat

Siapa yang tidak pernah mendengar kata tulang? Kemungkinan besar jawabannya adalah tidak ada. Tulang. Ya, tulang. Adalah sebuah bagian yang sangat penting untuk anggota badan manusia. Hewan juga tentunya. Keberadaan tulang sangatlah penting, karenanya kita harus menjaga agar tulang2 kita tetap sehat, kuat, dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Dimana tulang berada? Jawabannya ada dimana2. Mulai dari kepala sampai dengan jari2 kita.Secara mendetail, tulang sudah di bahas tersendiri dalam mata pelajaran Biologi. Kalau mengingat bagaimana rumit dan bermacam2nya tulang2 kita ini, rasanya koq jadi malas untuk memanggil ingatan tentang tulang ini. :p

Bagaimana jika kita tidak bertulang? Entahlah…. Aku hanya sering mendengar istilah “lidah tak bertulang” dan bukannya “tubuh tak bertulang”. Akan tetapi aku pernah melihat bagaimana kondisinya di dalam sebuah film. Film Harry Potter. Yaa…. Adegan ketika lengan Ron Weasley terkena sihir yang ngawur setelah patah akibat pertandingan Quiditch. Bukannya sembuh dari patah tulang, malah lengannya menjadi tak bertulang. Lunglai dan meleyot2 di samping tubuhnya. Oh noooo…. Buruk sekali pasti. Ck…ck…ck…

Sekarang tentang Punggung.

Setiap orang pasti mengetahui bagian tubuhnya yang bernama punggung. Kalau tidak tahu, cepet2 deh balik badan dan lari menuju tembok terdekat. Jedotin deh kepalanya ke tembok biar ingat mana itu punggung. Hahahaha….. just kidding mameeennn…. :p

Yaaa…. Punggung adalah bagian tubuh kita yang ada di sebelah belakang. Mulai dari tengkuk sampai dengan di atas pantat, (kalau tidak salah) itu yang disebut dengan punggung. Punggung banyak sekali fungsinya lho…. Selain dari fungsi biologi yang meliputi blablabla di dalamnya, ada juga fungsi fisikli. Untuk bersandar,untuk menggendong,untuk alas menulis, dan lain2nya. Hehehhee

Bayangkan jika orang tidak memiliki punggung.Oh my god…. I can’t imagine that. Pasti akan sangat sulit dan sangat mengerikan. Tidak ada yang menyangga badan kita, sehingga organ2 dalam kita akan saling berhimpit2an dan tumpuk menumpuk menjadi satu. Tidak ada lagi medan luas yang bias kita gunakan sebagai alas menulis dalam kondisi darurat.Tidak ada lagi yang bisa membuat kita merasa bagaikan putri karena tidak ada yang menggendong kita.

Lalu, jikalau kedua organ tubuh itu di gabungkan maka akan membentuk organ yang lainnya. Tulang+Punggung maka menjadi tulang punggung. Siapa lagi sih tulang punggung? Kalau kata orang jawa, tulang punggung itu adalah ulo-ulo. Mungkin itu karena tulang punggung bentuknya memanjang dari tengkuk hingga tulang ekor. Ulo adalah bahasa jawanya ular. Tulang punggung panjang seperti ular. Heheheeeee

Tidak ada tulang punggung juga sama repotnya dengan tidak memiliki punggung tentunya. Selain itu, tulang punggung adalah organ vital nomer 2 setelah otak, karena di sana banyak terjalin syaraf2 keseimbangan. Jika tulang punggung terluka atau patah, maka orang tidak bisa menegakkan badan, hingga bisa mati. Oh tidak… naudzubillahimindzalik….

Pernah mendengar istilah tulang punggung?

Konon katanya istilah tulang punggung adalah orang yang berperan sangat penting dan menjadi tumpuan harapan orang lain. Tulang punggung keluarga misalnya. Adalah seseorang yang dijadikan sebagai sumber penghidupan bagi anggota keluarganya yang lainnya. Tulang punggung keluarga akan menentukan keberlanjutan hidup anggota keluarga yang lainnya. Jika si tulang punggung keluarga hilang, maka semua anggota keluarganya akan menjadi sengsara. Sedih yaaa…

Ada juga istilah tongkat bantuan. Ini istilah buatanku sendiri. Tongkat bantuan ini adalah peranan yang lebih ringan dari tulang punggung. Tongkat bantuan berfungsi untuk membantu kita berdiri ketika kaki terlalu lelah dan badan terlalu berat. Tongkat bantuan juga membantu kita berjalan jika medan yang di tempuh terlalu terjal. Terkadang keberadaan tongkat ini menjadi penting, ketika kondisi badan sedang kurang baik. Namun ketika kondisi badan baik2 saja, maka keberadaan tongkat bantuan ini tidak akan terlalu di pikirkan.Bahkan, suatu saat mungkin saja kita membuang tongkat ini, jika di rasa tongkatnya sudah lapuk, jelek, ketinggalan jaman, atau juga karena kita merasa dalam kondisi sangat baik.

Kalau dipetakan, dalam kondisi seperti ini sudah sangat bangga rasanya bisa menjadi sebuah tongkat bantuan yang kecil mungil namun cukup meyakinkan… :)

Friday, September 17, 2010

The Thunderstorm's Effect

The thunderstorm's effect----»To be continue...


Everything is Yours

Sekitar 11 tahun yang lalu...Di tempat yang sama dan cerita serupa...Everything is YOURS...God Bless everybody

"Ikut sebentar yuk...." Kata kakak angkatku 11 tahun yang lalu kepadaku. Saat itu aku sedang menunggu kelas untuk ekstrakurikuler di SMP-ku.
"Kemana?" tanyaku bingung karena tiba2 dia ada di sekolahanku.
"Ke depan bentar... Ibu ada disana..." Katanya lagi.

Dan akupun mengikutinya ke rumah sakit yang ada di depan sekolahku. Kami berjalan ke arah UGD. Ada ayahku disana. Aku bingung dengan apa yang terjadi. Siapa yang sakit? Dan akupun di ijinkan memasuki ruangan UGD. Tempatnya berada.

Dia terbaring lemah.... Lemah tak berdaya. Hanya matanya yang berkedip sesekali. Menatapku yang kebingungan dengan tatapan kosong. Aku kehilangan kata, dan tidak bicara sedikitpun. Hanya mampu melihat dan menatapnya dalam diam. Diapun diam seribu bahasa. Lalu kesadarannya menurun, dan hilang untuk waktu yang cukup lama. Hampir 2 minggu dia berada di ujung maut, hidup antara sadar dan tidak sadar. Bertahan sendirian, tanpa ada yang bisa membantu menanggung bebannya.

***

Sebelas tahun telah berlalu, semua kenangan tentang sebelas tahun yang lalu itu kembali lagi di benakku. Berawal dari badai kecil yang menerpa pondasi rumah kami. Kesalahan masa lalu yang berimbas pada masa kini, yang telah di lakukan oleh salah satu di antara kami, membuat badai itu datang. Dia yang memang lemah, menjadi sasaran tembak pertama dalam menerima goncangannya. Tepat sasaran. Collaps....

Merasakan kembali perasaan takut, bingung, sedikit putus asa, dan khawatir yang sama dengan sebelas tahun yang lalu. Hanya bedanya kali ini aku memulainya dari rumah, bukan tiba-tiba dari sekolah. Aku melihatnya terus memejamkan mata. Aku yakin dia terus-menerus berdoa dan meminta kesembuhan kepada-Nya. Akupun tidak kuasa menahan airmata, dan ku pegang erat tangannya. Tuhan akan selalu bersama kita bu....

Setelah dia tenang di salah satu kamar berisi 2 ranjang itu, akupun berjalan dan duduk di ruang tunggu. Sekedar mengusir gelisah dan mengingat kembali kenangan2 yang pernah aku alami 11 tahun yang lalu. Tidak banyak yang berubah dari rumah sakit ini nampaknya. 11 tahun tidak membuat rumah sakit ini berubah, tidak seperti sekolahku di depan sana yang sudah penuh dengan perombakan di sana-sini.

Beberapa perawat masih aku kenali wajahnya, sebagai perawat yang melayani kami 11 tahun yang lalu. Hanya saja mereka sudah nampak lebih tua. Posisi UGD, ruang tunggu, ruang pendaftaran, ruang pengambilan obat, dan bagian2 ruangan rawat inap juga masih seperti dulu. Hanya saja sekarang bertambah 1 ruangan arsip di samping ruang pendaftaran.

Sepi, dan menyayat hati. Hanya itu yang bisa aku rasakan mengenai suasana malam itu. Tidak aku sangka aku akan kembali ke tempat itu setelah 11 tahun lamanya. Ke tempat yang sama, dengan cerita yang serupa, bersama dengan kekhawatiran yang setara nilainya. Aku tidak berani memikirkan kemungkinan2 yang membentang di depan sana, kubiarkan semua mengalir seperti air. Kuisi kepalaku dengan bayangan2 masa lalu sebagai acara bernostalgia saja.

***

Sedih....
Kami tidak mampu melindunginya dari serangan2 mendadak seperti badai yang tiba2 datang kali ini. Padahal sudah menjadi kewajiban kami sebagai harga mati untuk membentenginya dari segala sesuatu yang membahayakannya. Ketika semua sudah terjadi, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Hanya doa dan kepasrahan yang bisa membuat semuanya sedikit lebih ringan.

AKu pasrahkan semuanya pada-Mu Tuhan... Hanya pada-Mu... Karena semua memang hanyalah Milik-Mu. Everything is YOURS.... Let me see her smile again.... Let me feel her warm arm when huge me tightly.... Let me see how wonderful of her smile in the morning.... let me walking together with her for a long time... Pleaseeeeee

Dari Nol Kembali Ke Nol

Ini adalah awal dari semua badai yang telah terjadi. Ketika aku harus mulai belajar mengikhlaskan apa yang sebelumnya memang tidak aku punya. Sesuatu yang pada awalnya memang tidak aku miliki. Dan akhirnya harus aku lepaskan kembali.

Materi. Adalah sesuatu yang duniawi. Duniawi yang seringkali menyebabkan manusia melupakan kepentingan surgawi. Kepentingan duniawi yang seringkali membuat orang menjadi lupa diri. Dan kepentingan duniawi yang seringkali membuat orang saling berkelahi. Kehilangan materi, seringkali menjadi penyebab dari hilangnya kepercayaan diri.

Keluarga. Adalah sesuatu yang teramat besar nilainya. Menurut pepatah tua, hubungan keluarga lebih kental dari segala rupa jenis cairan. Hubungan keluarga tak akan pernah terhapuskan meskipun terbentang jarak jutaan kilometer didepannya. Hubungan keluarga tak akan pernah lekang oleh waktu. Namun hubungan keluarga bisa saja terluka dan ternoda. Seringkali pula dikarenakan materi.

Untuk menghindari noda dan luka keluarga ini, aku rela menghilangkan apa yang aku punya. Bukan masalah besar, dan tidak ada kata penyesalan. Semoga apa yang sudah hilang, memberikan manfaat bagi orang yang mendapatkannya. Dan kehilangan ini, semoga bisa menjadikan pelajaran yang berharga dalam perjalanan hidup kami semua. Dari kesalahan-kesalahan itulah kami semua belajar untuk lebih berani dan lebih peduli, agar tercipta sebuah empati diri.

Apa yang dulu tidak aku punya, telah menjadi milik orang lain. Bukan jumlahnya, tetapi nilainya. Berat memang rasanya, namun tidak perlu ada sesal di dalam rasa ikhlas. Ikhlaskan saja, maka yang menjadi hakmu akan kembali padamu dalam jumlah yang berlipat ganda. Amin. Dari nol kembali ke nol, tak mengapa. Hanya sebaris kata maaf untuk "dia", karena apa yang terjadi, mempengaruhi apa yang telah kami rencanakan. Semoga masih ada kesempatan untuk kembali merangkai mimpi yang bisa terwujud dengan indah. Amin.

Apa yang aku jaga, hanyalah sesosok lemah seorang wanita. Menjaganya dari apa yang dibilang tumbang. Menjaganya dari apa yang dibilang kalah. Dan menjaganya dari apa yang dibilang lemah. Karena dia bukanlah orang yang mudah tumbang, bukanlah orang yang mudah kalah, dan bukan pula orang yang lemah. Semua keberanian, kejayaan, dan kekuatannya telah dikeluarkannya hingga titik darah penghabisan. Hingga dia dalam kondisi seperti sekarang ini. Semua adalah karena dia pemberani. Dia tidak layak disakiti, disalahkan, ataupun terlukai. Dia harus bahagia, dan melewati masanya dengan tawa dan canda.

Tugasku dan tugas kamilah untuk selalu menjaga tawa dan canda itu. Bukan tugas orang lain. Bukan berat, bukan tekanan, dan bukan paksaan. Semua adalah perjalanan, dan perjalanan ini telah sampai pada porsinya. Semua akan baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja. Tersenyum dan tertawalah selalu ibu.... Untukmu, untuknya, dan untuk kami semuanya.... Tak ada yang lebih membahagiakan, daripada sebaris tawa dari raut wajah tuamu. Kami semua menjadi kuat karenanya. Dan kami semua merasa bangga bisa menjadi bagian penting dari hidupmu. We love you "the stronger" mommy.... We always love you... :)


Gambar di ambil dari sini

Tuesday, September 7, 2010

Internet Panci

Terima kasih banyak untuk orang yang menemukan trik ini, dan kemudian menyebarkan infonya di sebuah situs. It means a lot to me.... Yang tinggal di gunung ini :p

Beruntung pula ketika aku sampai dirumah, ibuku sudah memiliki sebuah tutup panci yang memang hilang pegangannya. Jadi aku tidak perlu repot2 meminta dan melubanginya. Langsung pakai saja.

Berbekal kabel USB ukURAn 5 meter yang dibelikannya di Mangga Dua, akupun mulai sibuk sendiri memasang modem. Harap2 cemas dengan hasilnya, seru juga :p

Dan hasilnya.... taraaaaa.... Sinyal penuh. Padahal kalau tanpa menggunakan tutup panci, sinyal 1 pun sangat sulit didapatkan. DAn percobaan yang pertama adalah mendownload email di outlook. Berhasil....!!!

Sayang, pada percobaan pertama aku tidak bisa mengakses faceook. Kurang seru kan? :p

Tapi pada malam harinya ketika posisi laptop, modem beserta tutup pancinya sudah beralih posisi, akupun berhasil mengakses banyak situs. Meskipun koneksinya lambat, namun cukup untuk sekedar menghibur diri yang sedang berduka. Halaahh... :))

And once again, thanks a lot for you guys.. ^_^


Keluarga Cemara

Adakah yang masih ingat dengan film Keluarga Cemara? Film mengenai kehidupan sebuah keluarga kecil yang penuh dengan kesederhanaan dan keprihatinan. Namun meskipun di tengah kemiskina, keprihatinan dan kekurangan, mereka tetap saja hidup harmonis dan bahagia. Alangkah menyenangkan hanya dengan membayangkannya saja. :)

Setiap keluarga pasti memiliki kisah yang berbeda. Meskipun tak seperti kisah di keluarga cemara, namun pastinya semua indah pada tempatnya. Semoga semua keluarga di dunia selalu bisa merasakan kebahagiaan dan keharmonisan seperti layaknya keluarga cemara.

Aku menyukai lagu yang menjadi soundtrack film itu. Belakangan ini sedang aku gunakan juga sebagai soundtrack-ku sendiri.

Harta yang paling berharga,
Adalah keluarga...
Istana yang paling indah,
Adalah keluarga...

Puisi yang paling berharga,
Adalah keluarga...
Mutiara tiada tara,
Adalaaaahhh... Keluargaaaa....

Selamat pagi emak,
Selamat pagi abah...
Mentari hari ini,
Berseri indah...

Terima kasih emak,
Terima kasih abah...
Restu sakti perkasa bagi kami,
Putra-putri yang siap berbakti....

Have a nice day everybody....
Semuanya kembali ke nol.... :(