Saturday, December 31, 2016

End of Year 2016

2016 has been GREAT!!!

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan semua kesempatan padaku, pada kami sekeluarga untuk melewati tahun 2016 dengan penuh bahagia. Tuhan begitu baik pada kami. Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah...

Rencana dan harapan kami untuk Tahun 2016 berjalan dengan begitu baik. Tidak banyak hal yang membuat kami harus mengerutkan kening di Tahun 2016. We're thankful for that.

ALHAMDULILLAHIROBBIL A'LAMIIN

Sebagai penutupan akhir tahun kami, kami mengunjungi salah satu tempat wisata air terjun yang letaknya tak begitu jauh dari rumah kami. Air Terjun/Curug Seribu di daerah Gunung Bunder.

Sebelum berangkat saya bertanya pada mas bojo:
Aku: "Beneran mau ke curug seribu? yakin?"
Mas Bojo: "Ayok aja... "
Aku: "Duh, nggak mau yang gampang aja? Turunannya itu lho...."
Mas Bojo: "Udah tua ya skarang? Lemah?"
Aku: "Hahahaa... Nggak juga sih, cuma itu turunannya kan memang wow banget. Ngebayangin naiknya aja lutut udah kesemutan gimanaaa gitu..."
Mas Bojo: "Ya udah lihat aja nanti kalau udah disana..."

Sesampai di area Curug 1000, kami terkagum sebentar karena banyak yang sudah berubah. Jalan menuju curug sudah lebih baik, tidak ada lagi pungutan di gerbang nya (karena pindah ke tengah track curug 1000), lebih banyak lagi warung yang dibuka disitu. Entah sudah berapa lama kami tidak main kesitu.

Sampai di warung, aku pesan nasi ayam goreng plus sayur asem. Lapar bo'... Ayam goreng si ibu dan sayur asem nya enaaaaakkk.... hahahaha.

Setelah Mas Bojo sholat Dzuhur, akhirnya kesanalah kami. Ke curug seribu yang menurutku lebih ke 'curug seribu tangga turunan'. Aku yang biasanya lemah diturunan dan berjaya di tanjakan, kali ini harus menyerah pasrah dengan lemah diturunan dan payah ditanjakan. Dan lutut sedikit gemetar, akhirnya kamipun tiba di air terjun paling besar di daerah Bogor itu. Curug Seribu.

Memang perjalanan ke curug ini paling sulit dibandingkan dengan curug yang lainnya. Tanjakan terjal nya itu lho... Bikin lutut dan nafas keder. Tapi sekarang sudah ada penjual di depan curug, jadi bisa ngopi, ngemil, bahkan beli sate ayam disitu. Lumayan untuk amunisi menanjak pulang. :-p

Ketika perjalanan turun, aku dengar Mbak K dan Ayahnya ngobrol banyak. Tapi yang paling mengena adalah obrolan kecil ini:

Mas Bojo: "Are you ok Kiran?"
K : "Yes, I am fine... But Bunda so slow..."

Well... Kan Ayah nggak nanya Mbak K, ngapain pake dibilangin Bunda so slow? ahahaha. Iya sih, tapi aku memang merasa fisik ini semakin loyo. Harus semakin banyak tuk wak tuk wak alias olah raga lagi nih... :-)

Setelah berpuas diri main air, ngopi dan nyate cantik, sedikit berefleksi tentang 2016, dan memantapkan hati untuk 2017, kamipun mulai bergegas pulang. Awalnya aku mencoba menggendong Mbak K seperti biasa kami berbagi tugas. Tapi rupanya fisikku benar-benar payah kali ini. Baru 2 belokan saja rasanya sudah mau tiduran ndlosor ke tanah. Akhirnya mau tidak mau Mas Bojo kembali menggendong K naik. Maaf ya Mas Bojo, kali ini tidak bisa berbagi tugas dengan baik. hehehe

Sesampainya di area perkempingan, aku pun berbaring santai dirumput, melemaskan punggung dan kaki yang mulai menjahit. Duh, lemah banget iniiii.... hehehe. Kami duduk sambil ngobrol ngalor ngidul seperti biasa, sambil sesekali Mas Bojo menggoda Kiran dan lelarian di rumput.

It's a good sign of 2017, we hope ^_^

Ngomong-ngomong soal resolusi 2017, ada banyak hal yang ingin aku capai. Beberapa masih dari resolusi turun temurun yang belum terlaksana, dan beberapa adalah hal baru.

Berikut adalah resolusi ku yang berhubungan dengan dunia saja. Yang hubungan sama akhirat mah dibuat dihati saja... eaaa.... eaaa... :-)

1) Bisa Menjahit (dan punya mesin jahit). Ini adalah resolusi yang entah sudah turun temurun berapa tahun. Tapi selama semangadh masih berkobar didalam hati, akan tetap aku tulis sampai suatu saat nanti terlaksana :-p

2) Menyupir Mobil. Lebih tepatnya menambah nyali untuk berani nyupir mobil. Mengingat hasil kursus ditahun 2016, justru membuat pak pelatih teraniaya karena aku yang tak bernyali ini terus menerus marah-marah padanya. hahaa

3) Menghasilkan minimal 20 karya rajutan. Tahun 2016 adalah tahun dimana hobby rajut-merajut itu dimulai, dan diakhiri dengan beberapa orderan dari teman. Masih order karena kasihan sih sepertinya. Hahaha. Jadi mudah-mudahan 2017 bisa sedikit lebih meningkat misalkan kado, atau sukur2 jualan di pasar kaget gitu. :-p

4) Menyelesaikan minimal 10 buku bacaan. Meskipun tahun 2016 sudah cukup baik dengan terselesainya beberapa buku, tapi sepertinya masih kurang bisa dibilang berhasil menjadi pembaca yang baik. Tahun ini harus lebih baik lagi. Meskipun January 2017 ini diawali dengan membaca hanya ketika sedang buang hajat dikamar mandi. huhuhu

5) Bisa bikin 1 kamar tambahan untuk asisten, sehingga dia bisa punya privasi lebih. Kasian, selama ini kamar depan kalau siang jadi kantor kalau malam jadi kamar tidur teteh. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini. Faktor lainnya juga, pengen punya kantor yang sedikit 'ngantor' meskipun masih sharing sama tempat tidur anak/tamu juga... hehehe

6) Punya sawah... Eaaa... Eaaa... Eaaa... Ini sebetulnya lebay. Mengingat list keinginan, kebutuhan, dan hutang yang masih cukup panjang. Tapi kan namanya mimpi boleh saja kan? Kenapa enggak... Tuhan kan Maha Baik. Apa saja bisa terjadi ketika Tuhan merasa bahwa kita layak menerimanya. Jadi ya Bismillah saja untuk memiliki sawah, dengan sepetak saung kecil untuk bersantai dan sungai jernih mengalir didepannya.... #eaaaa makin panjang aja... hahahhaa

7) Pengen mulai belajar bertani kecil-kecil disebelah rumah. Mengingat belakangan harga cabe melebihi harga daging, jadi sepertinya memang harus mulai menanam sendiri. Aku sudah punya beberapa pohon cabe sih. 1 yang paling tua dan besar, sudah beberapa kali panen malahan. Sudah beberapa kilo dia hasilkan, dan sekarang mulai uzur. Beberapa yang kecil seperti tumbuh dengan sendirinya dan kurang terawat. Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai menanam serius barang beberapa batang. Berguru dari Busu Ubo dan beberapa teman yang sudah bertani sejak dini. :-)

8) Mengunjungi 1 atau 2 taman nasional di Indonesia. Ini sih sebetulnya program keluarga demi menunjang piknik yang murah. hahahaha

9) Sekolah lagi. Kalau list ini aku buat akhir tahun 2016 kemarin, poin ini pasti berada di list nomer 1. Tapi karena sekarang terjadi perubahan strategi rumah tangga, jadinya poin ini harus sabar lagi mundur. Sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mudah-mudahan sih nggak lama lagi ya.

10) Lebih rajin olah raga. Untuk menunjang kebugaran tubuh yang mulai renta ini. :-p

11) Sedang di fikirkan...

Panjang juga ya list nya... Nggak papa. Aku sih selalu berpedoman pada 'jangan takut bermimpi, karena semua hal yang kita capai hari ini, semua juga berawal dari mimpi'... Smangadh!!! ^_^


Friday, December 9, 2016

Ketika Gegar Budaya Dan Gebyah Uyah Itu Di Depan Mata

Semakin hari semakin banyak hal yang wow, uhuk, ehem, kwakwaw, cihuy, tralala dan trilili di luar sana... Tapi bersamamu, setiap hal menjadi masuk akal, setiap hal menjadi luar biasa, dan setiap hal menjadi menarik dan layak untuk di perjuangkan... #janganbingung #loveisourmission#perbanyaktertawa #perbanyakngaca #liburkitakemana #yayaya 




Ini benar-benar terjadi. Yang Wow? Yang Uhuk? Yang Ehem? Yang Kwakwaw? Yang Cihuy? Yang Tralala? atau yang Trilili? Duh, lu sebut aja deh semua... Makin lama makin makin aja pokoknya.

Kenapa sih Wilis, lu nulisnya bikin gw mikir lu udah gendeng?

Iya, mungkin emang karena jaman udah gendeng. Bukan gw yang gendeng ya. Jaman. Gw sih masih waras, dan masih pengen jalan-jalan. hahaha #modus.

Itu yang pada heboh ini itu ini itu - Hal yang tidak boleh disebut - Kalau disebut bikin banyak orang kena ayan mendadak. Buanyakkk... Sudahkah mereka berkaca hari ini? Kalau belum ya berkacalah...

Sudahkah anda gunakan telunjuk anda untuk menunjuk hidung anda sendiri? Kalau belum, segeralah lakukan! Maka itu telunjuk akan jauh lebih berguna dan bermanfaat. Lebih lagi kalau terus maju kedalam lubang hidung. Bisa panen pas keluarnya... Begitu? :-p

Oh iya... Aku jadi lupa sebetulnya mau nulis apa... Apa ya? Duh, kelamaan baper dan emosional sih, jadi lupa....

Apa sih?

Hmm...

Oh yang ini aja deh kalau gitu...

Jadi, dahulu kala aku pernah ingat. Ada teman yang membroadcast larangan memperingati Hari Ibu. Katanya sih karena itu kebiasaan orang yang berbeda keyakinan dengannya. Dukungan mengalir padanya... Tapi sanggahan juga ada... Dan itu membuat debat panjang sejuta depa... zzzz... Melelahkan...

Eh, koq beberapa waktu lalu aku sekilas membaca (sebelum keburu tak klik buang) di lahan yang sama, beberapa pendukung larangan itu malah dengan bangga mempersembahkan acara Tea Party? Helloww? Tea party bukan tradisi kalian lho cyint... Itu tradisi Jepang, China, bukan kalian... Kalau saya sih memang tiap pagi tea party. Alias tradisi minum teh manis sebelum mulai beraktifitas gitu.
Mau tau asal muasal tradisi Tea Party dari Jepang? Tapi yang pertama mencetuskan adalah Biksu lho... Tau kan Biksu itu siapa? Cek sini aja deh Japanese Tea Party

Atau bukan ngikutin yang Jepang punya? Ada lagi sih, tapi punya nya China... Mau? Bukannya rada alergi juga sama China? Serius deh... Sebelum memutuskan ngikut yang mana, mending baca sini dulu tapi ya. Takut nanti tambah nggak nyambung lagi... Chinese Tea Party

Mau Nah sekali lagi?

Koq yang waktu itu membroadcast larangan memperingati hari ibu itu, ndilalah anaknya ulang tahun. Dirayain pula... Nah... Kan aku jadi bingung ya... Bukannya ulang tahun itu juga sesuatu yang bukan budaya kalian? Iya, kalian. Soalnya kalau aku kan masih suka ngerayain ulang tahun. Soalnya aku suka bungkus2 kado gitu... Lucu deh. Aku bisa bungkus pake beberapa gaya. Kalau kalian perlu jasa bungkus, call me yaaa :-p

Begitu cerita saya hari ini.

Selamat menyambut akhir pekan yang damai, penuh cinta, cinta nyata, bahagia sebenarnya, damai dunia dan akhirat... Itu yang penting... :-)

#janganbaperya
#kangensenior
#yangpunyaslogan
#sumukrakringeten
#karenaternyataistilahitubenarada

hahahaa

Thursday, December 1, 2016

Dunia Memang Aneh

Iya, menurutku sih memang apa saja bisa terjadi di Dunia ini.

Ada yang bener, dibikin nggak bener...
Ada yang nggak bener, dibikin bener...
Ada yang salah jadi bener eh yang bener jadi salah...

Misalkan,
Ada orang mau kerja bener,
Koq malah dibilang naif
Ada orang yang mau kerja bener,
Koq malah disuruh nyari obyekan...

Namanya juga Dunia...
Panggung sandiwara...

#udahituaja
#nggakpenting


Monday, November 28, 2016

Belanja = Supermarket

#Daughtertalk
#Aboutcard
#Lessonlearned

Jadi ceritanya kemarin itu aku dan K diperjalanan menuju MTH Squre untuk menghadiri acara pernikahan Irene (temen yang kerja di KBRI Paris) yang banyak sekali membantu aku dan Salmul sewaktu kami ke Paris. Dia menikah dengan Salomo, IPB Kehutanan gitu, temennya temen2ku itulah (iya, kalian...) :-p

Pas sudah mau sampai, tetiba K bilang (dengan bahasa dia yang campur aduk aduhai):
K: Bunda, boleh pinjam ini? (dia menunjuk card holder bunga-bunga yang ada didompetku)
A: Boleh... Buat apa?"
K: Buat pegang aja...
A: Yaa boleeehh....
K: Apa ini?
A: Card... Kartu
K: Buat apaan?
A: Macam-macam. Ada yang buat belanja, buat bayar-bayar..."
K: Ooo... Belanja...
A: Emang K tau belanja itu apa?
K: Tauu... Supermarket!!!

Aku dan teman yang menyupir tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata K yang mantab tanpa ragu.

A: Oh iya ya... Kalau belanja kan ke supermarket ya. Belanja apaan?

Dia mulai mengangkat tangannya dan menghitung sambil berkata:

K: Brokoliii... Teloorrr...mmmm

Aku melanjutkan tertawaku... Hahahhaa. Good Job K!



Tuesday, November 15, 2016

Mandi Muntahan di Tempat Umum?

Mandi muntahan di tempat umum? iiiyyyuuuhhh.... Iya, saya pernah...

Tapi bukan masalah mandi muntahannya yang membuat saya gemesh dan pengen ngulek sambel saat itu juga. Tapi melihat sejarah sebelum acara mandi muntahan itu terjadi. Hahahaha #lebay

Jadi, begini ceritanya...

Kemarin itu  ada sepupu K yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta ke Bogor selama 2 hari. Di hari terakhir, kami ajak mereka jalan-jalan ke sebuah nursery di Bogor. Pulangnya, kami turun di pintu tol jagorawi dan berjalan ke sebuah restoran cepat saji dekat-dekat situ. Tujuannya adalah mau menyuapi K dengan ayam goreng dan nasi hangat, karena biasanya anak-anak kan suka banget makan itu. Apalagi sambil main di playground nya.

Dan, long short story, K pun main sambil makan. Sekali suap main sekali suap main lagi. Lahap sekali, dan akupun bahagiaaaa....

Sampai pada saatnya datang dua ibu muda berkerudung membaca 2 anak mereka. Kedua anak itu (laki-laki dan perempuan) ikut bergabung dengan K di playground. Daaan... terjadilah yang terjadi. Si anak perempuan menjambak K. ea...ea...ea...

K yang memang pada dasarnya sensitif, dan masih kurang bisa mempertahankan diri (lebih memilih untuk menangis keras) akhirnya memulai dramanya. Dia menangis keras sambil menunjukkan kekesalannya sama si anak perempuan itu. Ibunya? ehm... lempeng aja tuh... hahahhaa #apa yang bisa saya harapkan btw? :-p

Akhirnya aku ajak K duduk, mencoba menenangkan. Tapi apa daya, K yang seperti aku bilang tadi, belum terlalu baik dalam mengendalikan rasa kesalnya menangis semakin keras. Dan menyemburlah semua makanan dan minuman yang baru saja saya masukkan dengan penuh harap. Semburan pertama, semburan kedua, semburan ketiga, sampai tak ada lagi yang keluar dari mulutnya...

Aku? Ya sudahlah ya... Pasrah aja sambil senyam-senyum sama mas bojo, yang hanya bisa menatap haru (plus tatapan iiyyuuuhhhh juga sih).

Karena kondisiku yang basah kuyup karena muntahan sangat parah, setelah mas bojo selesai mengganti baju K, dia menyeberang jalan ke Bo***i Square beli baju untuk istrinya.

K duduk denganku sambil menunggu mas cleaning service nya. Aku pun memperhatikan ada satu anak lagi yang datang ke playground dan berusaha menaiki tangga. Apa yang terjadi? Si anak perempuan itu menendang anak yang baru naik ke tangga donk. Oh my god. Dan si ibu ya lempeng aja lagi... ck...ck...ck....

Setelah mas cleaning service nya datang, aku pun sibuk bersih-bersih dengan mas cleaning service nya. Kasian nambah-nambahin kerjaan mas nya aja. K kembali main, tapi hanya di pinggiran sambil memainkan Rabbit hadiah dari restoran itu.

Drama kedua kembali terjadi. Masih dengan anak yang sama pula. Anak itu menarik tangan K, dan K pun menangis lagi. Emak yang sudah basah kuyup ini hampir emosi sebetulnya.... Hampir terjadi amukan typhooon... hahahaha. Akhirnya aku cuma bisa bilang "K, nggak usah nangis. Dia kan anak kecil nggak tau kalau nggak boleh narik orang". K terus menangis dan aku harus terus2an bilang "nggak papa... sama anak kecil harus maklum K. Dia nggak tau kalau menarik orang itu bikin sakit".

Setelah beberapa kali aku bilang (dengan suara lebih keras) baru si ibunya bilang "maaf ya adeknya nakal...."   hhmmmm....

Akhirnya mas bojo datang dengan celana panjang dan kaos baru... I love you full mas bojo... Apalah aku tanpamu... butiran debu... uwoooo uwoooo :-p

Akupun berganti baju di toilet. Sekembali dari toilet, mas bojo bilang kalau tadi si anak perempuan (ehm) itu mencakar muka anak perempuan yang tadi ditendangnya sampai nangis. Kata mas bojo si ibunya cuma bilang "maaf ya pak" gitu doank... Oh my God!!!

Maaf lah yess kalau aku sedikit sensi jadinya... Hahaha. Nggak ada hubungan sih antara baju dengan tingkah polah anak. Tapi menurutku sih biasanya kan orang-orang2 ilmu agamanya lebih bagus, ilmu mendidik anaknya juga bagus kan (kayaknya aku kebanyakan ikut grup aneh, jadi pola pikir mulai ikutan aneh. Soalnya di grup2 aneh itu kebanyakan ibu2nya ilmu agamanya bagus, dan mereka selalu sharing ilmu mendidik anak dengan bagus...bla....bla....bla...). aahahahahhahaa.

Menurutku yang awam ini, harusnya si anak donk yang di suruh minta maaf dan kasih tau kalau itu salah. Jangan orang tuanya. Kalau orang tuanya kan yang ada anak merasa dilindungi terus sama orang tuanya. Nggak akan belajar dia. hahahaha #sayasudahiemosinyadisinisaja

#postingannggakpenting
#daripadajadibisul
#dibuangsayang
#belajarlagidanlagi


Belajar dari Anak

Salah satu kegiatan favorit ku adalah saat diperjalanan menuju sekolah K. Diawal-awal K sekolah, aku harus berjuang keras bernyanyi sepanjang jalan, agar perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit itu tidak membosankan. Biasanya aku akan menyanyikan lagu-lagu anak, sesekali memancing agar dia ikut menyanyi.

Bulan lalu, ketika mas bojo sedang di luar kota sekitar 2 mingguan, aku menyupiri sendiri motor, dengan K ditengah dan teteh Mun dibelakang. Selama 2 minggu itu, K banyak bernyanyi dan bercanda dengan teteh, karena aku harus menyupir motor. Aku bahagia. Karena rupanya kegiatan menyanyi dan bercanda yang biasa kami lakukan berhasil. Setidaknya begitu aku menilainya.

Ketika akhirnya mas bojo pulang, rutinitas kembali seperti biasa. Hanya saja aku mulai mengganti cara, meminta K untuk mengajariku lagu-lagu baru yang dia dapat di sekolah. Kadang aku berhasil memancing dia menyanyi lagu baru, tapi kadang tidak. Aku ingin tahu apakah K bisa menirukan kembali lagu-lagu yang diajarkan gurunya, dan aku juga ingin bisa menyanyi bersamanya di jalan dan dirumah. Jadi kalaupun dia tidak mau menyanyi untukku, tidak masalah.

Beberapa lagu yang aku pelajari dari K contohnya:

1. 7 the days in the week (aku sudah bisa menyanyi bersama sekarang)
2. Month in the year (aku belum bisa hafal lirik dan nadanya, jadi masih sulit untuk menyanyi bersama)
3. What day is today my friend (aku nggak tahu judulnya apa, tapi nada dan liric nya ngikutin K aja)
4. Beberapa lagu hanya tahu reff dan goyangannya... hahaha
5. Kemarin dia nyanyi lagu sampai komplit, aku ikut nyanyi, tapi hari ini lupa kemarin itu lagu apa... hhahahhahaa
6. Hari ini dia menyanyi lagu baru. Karena masih baru, aku masih ingat lagunya (terakhir nanti aku koreksi lagunya berdasarkan youtube)

Lirik yang aku tangkap ketika K menyanyi:

When the baby up,
When the baby up,
Pull... Pull...  (setiap aku nyanyi pull... pull... K pasti ngakak keras di motor :-p  )
Clap clap clap

One to the ceiling
One to the floor
One to the window
One to the door

Begitu terus di ulang, dan akhirnya kita nyanyi ini sepanjang jalan menuju sekolah. It was fun!!! ^_^

Dan setelah pulang ke rumah, untung aku langsung ingat dan berniat menulis di Blog. Langsung aku cari lagu itu di youtube, dan aku tertawa ngakak sendiri karena beberapa kata aku salah tangkap.
Ini adalah liric yang betul menurut youtube :

Wind your bobbin up (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Wind your bobbin up (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Point to the ceiling, point to the floor 
Point to the window, point to the door 
Clap your hands together, one two three 
Put your hands upon your knee 

Wind it back again (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Wind it back again (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Point to the ceiling, point to the floor 
Point to the window, point to the door 
Clap your hands together, one two three 
Put your hands upon your knee

Can't wait lagu apa yang K ajarin besok dan besok-besoknya lagi.

Ada juga gerakan yang K sangat senang sekali mengulang di rumah, dan tak lupa menarik emaknya untuk ikut serta. Gerakannya dilakukan sambil berteriak :

Clap (sambil bertepuk tangan)
Step (sambil menghentakkan kaki ke lantai)
Horray (sambil berteriak horray keras-keras)

Oh iya, mumpung lagi mengingat apa yang K dapat dari sekolah, sekalian deh aku tulis juga salah satu hal yang membuat aku dan ayahnya K tertawa terbahak-bahak. Adalah gaya K menirukan gurunya ketika mengajar di sekolah. Sumpah, itu langsung membuat aku sakit perut dan membayangkan miss Ellin ngajar di kelas.

Jadi suatu petang, kami sedang duduk-duduk diruang keluarga. Tetiba K bermain dengan kartu warna pink nya. Dia ambil 1 kartu sambil berteriak padaku (waktu itu aku nangkep nya dia ngomong gini)
"What is this?" --> Sambil menunjukkan gambar dress, jadi aku jawab "Dress"
Dia tiba-tiba teriak "L@#$%, DRESS" ---> Aku ikut teriak "DRESS"
Setelah itu dia berbisik "Now @#$%%^^, Dress " --> Aku ikut berbisik "Dress"

Setelah itu aku baru sadar bahwa L@#$%  yang pertama adalah dia bilang "Loudly",
dan @#$%%^^ yang kedua dia bilang "now, slowly"

Intinya, dia menunjukkan/memperagakan bagaimana gurunya di sekolah ketika belajar mengenali gambar di sekolah. Ayahnya K sempat merekam adegan ini, mudah-mudahan kapan2 aku bisa sertakan disini. Malam yang seru! :-)


#Daughter'stalk
#StoryofK

Monday, October 31, 2016

Keluarga Impian (ku)

Tidak muluk sebetulnya (menurutku).
Yang biasa-biasa saja tak mengapa.
Tidak kesusahan, tidak menderita.
Bisa berbahagia. Syukur-syukur bisa membahagiakan orang lain.

Seperti sekarang, hanya mungkin dengan kondisi yang sedikit berbeda.
Kenapa harus berbeda?
Tidak harus. Hanya saja bisa berbeda.
Karena tak selamanya keadaan akan sama.
Dan kalau sama terus, bukankah artinya kita tidak berkembang?
Begitu kata mereka sih

Tuhan,

Semua sudah selalu aku bisikkan kepadaMu
Aku hembuskan mimpi dan harapanku kepadaMu
Peluklah mereka, hingga saatnya Engkau merasa tepat waktunya.
Aamiin.

#MeTime
#Reflection
#LessonLearned


Friday, September 30, 2016

Ketika Musim Gugur Tiba Lebih Awal di Hidupku

#Fiction
#Latihanmenulis
#Learningeverything




Masih terasa hangat mentari menyapu kulit, dibarengi dengan semilir angin yang tajam menusuk tulangku. Aku diam, terpekur. Hangatnya sinar mentari diakhir musim panas ini, tak mampu menghangatkan hatiku yang kian kelu. Pun semilir angin menyambut datangnya musim dingin ini, tak mampu mendinginkan kepalaku yang terus-menerus bergejolak liar. Aku, termangu. 

Selintas berlalu senyum dan tawamu dalam benakku, namun secepat kilat bayangan itu pergi meninggalkan nyeri didada ini. Harapan akan kehidupan indah penuh cinta yang dulu tumbuh subur dalam hati ini, telah menguar bersama dengan angin yang menerbangkan dedaunan dijalanan. 

Bagaimana mungkin cinta yang tak terukur itu, lenyap begitu saja hanya karena selembar foto? Entahlah. Aku tak memiliki jawaban untuk pertanyaanku sendiri, dan akupun tak tahu kemana harus mencari jawaban itu. Aku tak tahu. 

Sebuah tonjokan keras dari dalam ulu hatiku mendadak membuatku sesak nafas dan memaksaku menarik nafas panjang. Ingatanku melayang pada sore itu, sore dimana semua ketidakjelasan yang selama ini kurasakan menjadi nyata, dimana semua keganjilan yang kuraba berubah menjadi kenyataan pahit. Ketika entah kenapa, sore itu muncul keisenganku untuk mengetikkan namamu dilaman pencarian. Rupanya aku tidak menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan buruk pada hasil keisenganku. Ketika kutemukan seraut wajahmu dengan senyum sumringah, memegang setangkai mawar merah, disebuah ruangan yang aku tidak kenali. Senyumanmu sungguh sangat indah. Senyuman yang selama ini selalu membuat aku rindu untuk pulang kerumah. Senyuman yang selalu mampu membuatku melintasi benua hanya untuk mendapatinya, untukku. 

Namun rasa sakit menyeruak begitu saja, manakala aku membaca sebaris kalimat yang engkau tuliskan dibawahnya... 
"Hanya kamu yang selalu mengerti aku... " 

Kau sebutkan sebuah nama yang bukan namaku. Melainkan nama orang yang selama ini sempat membuatku cemburu, cemburu karena dia cukup dekat denganmu. 

Melihat senyumanmu, bunga wamar merah itu, kamar itu, selimut kusutmu, dan nama yang kau sebutkan, membuat pikiran dan emosiku bercampur menjadi murka. Marah luar biasa. Kelebat skenario buruk dari yang terburuk bergantian lewat didepan mataku. Apa yang kalian lakukan? Apa yang terjadi dikamar itu? Kenapa dia memberimu mawar merah? Kenapa kamu menyebut namanya dan bukan namaku? Siapa yang mengambil foto itu? Dan kenapa kamu terlihat sangat sangat bahagia? 

Kemarahan yang tak terukur itu, membuatku mencarimu yang sedang sibuk di dapur kita. Aku mencengkeram pinggiran meja, melihatmu tanpa berkata-kata. Hingga tak berapa lama kamu menyadari kehadiranku dan tersenyum. Tapi senyum yang berbeda dari senyum yang membuatku begitu marah. 

"Hi sayang, sudah selesai kerjanya? Mau makan apa?"

Aku tak kuasa membuka mulut. Mendengar suara riangmu, sedikit mengembalikan mimpi-mimpi masa depan yang ingin kita bangun bersama, yang selalu kita bicarakan sebelum tidur. Namun itu tak berlangsung lama. 

"Seberapa jauh hubunganmu dengan Dia?" tanyaku dengan tatapan dingin sedingin es dipuncak pegunungan Alpin sana. 

Sendok sayur yang ada ditangan kananmu mendadak terlepas dibarengi dengan hilangnya senyum dan berganti dengan muka panikmu. Matamu mulai menampakkan takut, dan gelisah. 

"Aku nggak ada hubungan apa-apa. Kami hanya teman."
"Teman macam apa yang memberikan mawar merah pagi-pagi disebuah kamar hotel dengan selimut berantakan?"

Kamu terdiam, seolah menyadari bahwa aku telah mengetahui semuanya, dan tak ada gunanya mengelak lagi. 

"Itu semua karena kamu nggak cukup peduli sama aku. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu, dan tak lagi peduli pada perasaanku, kesepianku. "

"Jadi kamu selingkuh sama dia, dan menyalahkan aku?"

Aku tak lagi mampu mengingat rentetan kalimat panjang disertai dengan isak tangis dan teriakanmu yang beruntun, yang semuanya adalah menyalahkan aku. Kepalaku pusing, telingaku berdenging. Aku hanya ingat saat aku berkata bahwa aku akan pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri, dan ketika aku berbalik menuju pintu, kamu memegangi kakiku. Sambil terisak dan terus mengatakan agar aku tetap tinggal. 

Aku tak pula ingat berapa lama kamu memeluk kakiku, menahan badanku agar tak beranjak dari tempatku berdiri, sambil terus memohon. Aku tak peduli. Saat itu, yang ada dikepala dan pikiranku adalah aku merasa terluka, kecewa, dan aku marah. 

Berjam-jam kemudian, ketika kurasa peganganmu mengendor, kukibaskan kakiku begitu saja hingga terlepas darimu, dan aku pergi. Tanpa menengok lagi kebelakang. Hanya isak tangismu yang mampu kudengar, hingga pintu menutup memisahkan kita, sampai saat ini. 

Aku termangu dalam pilu...

Semua usahaku menenggelamkan diri dengan pekerjaan untuk mewujudkan cita-cita kita, menjadi bumerang dalam kehidupan kita. Kamu menganggapku mengabaikanmu. Tak pernah sedikitpun aku memikirkan hal itu. Bodoh. Bodoh sekali aku. Bodoh sekali aku, hingga membiarkanmu merasakan kesepian itu. Terkutuk. Terkutuk sekali perbuatanmu padaku. Tega sekali kamu.

Aku hancur.

Aku hanya bisa duduk diam, sendiri, menatap nanar pada dedaunan yang mulai jatuh ke jalanan. Musim gugur datang lebih cepat dihidupku kali ini...

***
- WJ



Tuesday, August 16, 2016

Aku Mau Nitip Apa?

#Daughter'stalk

K : "Ayah mau kemana pakai jaket?"
Ayah : "Mau kerja dulu"
K : "Aku boleh ikut enggak?"
A : "Enggak..."
K : "Kenapa enggak boleh?"
A : "Ayah naik motor, nanti hujan..."
K : "Ayah, aku mau nitip apa ya?"
A : "Lho, K mau nitip apa?"
K : "Aku nggak tau..."
A : "Ya nggak usah nitip..."
K : "Tapi aku mau... "
A : "Ya apa donk?"
K : "Kindejoy aja boleh?"
A : "Permen cha-cha aja mau?"
K : "Mau deh..."
A : "Ya udah ayah berangkat dulu ya..."
K : "Sini kiss sama peluk dulu..."

#Emak&BapakSenyamSenyum

Begitulah... Setiap ada yang bersiap pergi, maka dia akan sibuk berpikir nitip apa. Seperti halnya ketika ke swalayan. Dia akan memaksa masuk, tapi tanpa tahu mau beli apa. She loves hugs and kisses before we're apart. Keep going little lady... ^_*



Thursday, July 28, 2016

Cinta Dalam Secangkir Kopi

Kopi
Cairan hitam yang membuat mata berbinar lebar

Cerita hari ini tentang kopi, antara aku dan dia

Dia : Gimana hari ini?
Aku : Not as hard as yesterday, but still... not an easy one...
Dia : Hahaha... Kulak sabar lagi donk?
Aku : Iya yuk mareee
Dia : Mau kopi?
Aku : Hoooooyeeesssssssss..... #mata langsung berbinar karena kopi expresso buatan dia memang rasanya luar biasa...

Dia : Sebentar ya... Wait a minute... #dan diapun meluncur ke dapur, dan aku menemani K yang siap tidur siang.

Selang berapa lama, dia datang sambil senyam-senyum di belakang secangkir kopi yang mengepul.

Dia: Hhhhmmmm.... nikmaaaatttt....
Aku: Aromanya aja udah bikin mataku lebih melek
Dia : Cobain deh, enak banget.... #katanya sambil menyeruput kopinya dan menyerahkan padaku
Aku: Hhhmmmmm.... Cling banget nih mata... hahahaha. #Dia ambil lagi kopinya
Dia : Kalau K udah tidur, nanti minum aja kopinya di luar ya. Nanti aku langsung balik ke kantor.
Aku : Ok

Setelah K tidur, akupun berjalan keluar kamar dan celingak-celinguk nyari cangkir kopi.

Aku: Teh, lihat cangkir kopi yang dibuat bapak nggak?
Teteh: Udah habis bu... Cangkirnya sudah saya cuci...
Aku: Heee? Habis? Beneran habis?
Teteh: Iya bu... beneran....

Aku: Hmmm.... Gimana sih. Katanya bikinin kopi buat istri tercinta. Taunya malah dihabisin sendiri.... #Cintamu masih mudah tergoyang oleh aroma kopi bikinanmu sendiri mas... mas....

#Sepertiitu
#Titik


Monday, July 25, 2016

Gerbang Hidupnya Mulai Terbuka

Hari ini sedikit terasa berat....
Melihat dia melangkah riang dengan kaki kecilnya...
Berjingkrak-jingkrak bahagia...
Melenggak-lenggok kekiri dan kekanan.

Hari ini sedikit terasa berat...
Ketika menyadari bahwa ini adalah awal mula...
Awal mula dari ribuan langkah kedepan sana...
Awal mula dari jutaan cerita yang akan dimilikinya.

Hari ini sedikit terasa berat...
Ketika perlahan jemarinya lepas dari genggamanku...
Langkah kecilnya perlahan menjauh dariku...
Berbaur dengan teman-teman barunya.

Hari ini sedikit terasa berat...
Ketika raut wajahnya terlihat sedih jauh dariku...
Raut wajah yang tak rela meninggalkanku...
Kesedihan yang meruntuhkan ketegaranku.

Hari ini sedikit terasa berat...
Ketika kusadari bahwa dia tak lagi lengket denganku...
Ketika dia mulai tersenyum terhadap dunia...
Ketika dia mulai menyapa ramah dunia barunya.

Hari ini...
Anakku menapaki dunia baru...
Dunia bermain bersama teman-temannya...
Dunia sosialisasi dan berbagi...
Peduli dan empati...

Nak,
Hari ini sedikit terasa berat untukku...
Tapi melihat langkah ringanmu,
Perasaan berat ini perlahan menguap bersama senyum dan tawamu...

Terbanglah tinggi setinggi angkasa diatas sana,
Bercengkeramalah pada dunia,
Lebarkan sayapmu memeluk bumi,
Lekatkan hatimu pada rasa belas kasih.

Nak,
Berjalanlah sejauh engkau mau,
Berlarilah sejauh engkau mampu,
Loncatlah setinggi langit yang bisa kau gapai,

Kami akan selalu disini,
Menyemangatimu,
Mendukungmu,
Mendoakanmu,
Menangkapmu ketika engkau jatuh,
Dan Mendorongmu untuk terus maju dan maju terus...

God bless you my dear...
Tuhan akan selalu membimbing jalanmu...
Aamiin

#Kiraniagoestoschool

Tuesday, July 19, 2016

Billion Unsaid Thankfull

Pernahkah kalian merasakan perasaan syukur dan terima kasih atas sesuatu atau seseorang yang tak terhingga, bahkan tak terungkapkan dengan kata-kata?

Rasa terima kasih yang teramat dalam, teramat besar, hingga tak ada kalimat yang bisa kita temukan untuk mengungkapkannya?

Aku pernah. Hingga kini...

Pernahkah kalian merasa lelah mencoba, cukup berusaha, tak tahu lagi harus bagaimana, dan akhirnya menyerah begitu saja?

Rasa tak lagi ingin mencoba, hanya menerima apa yang ada, tak mau lagi berdebat, tak mau lagi melawan?

Aku pernah juga... Hingga kini juga...

Yang kemudian menjadi sedikit sulit adalah, jika point #1 dan point #2 terjadi pada 1 hal atau 1 orang... Awkward... I know... awkward...


Semangadh Hari Selasa!!!

Wednesday, July 13, 2016

Aku Nggak Mau Di Paksa In

#Daughter'sTalk

K: "Bunda, ayo lihat sapiii...."
Aku: " Ayo deh... "
K: "Gendong..."
Aku: "Enggak ah... Jalan kaki sendiri...."
K: "Gendong aja...."
Aku: "Nggak mau, jalan aja. Kan K yang mau lihat sapi... Usaha donk, jalan dikit..."
K: "Aku lelah bunda...."
Aku: "Bunda juga lelah K...."
K: "Aku nggak mau di paksa iiiinnn...."
Aku: "Lho, siapa yang maksa sih?"

........

Akhirnya gendong juga jalan ke kandang....

#Sekian


Thursday, July 7, 2016

Selamat Iedul Fitri 1437 H

Puasa Bulan Ramadhan telah berganti dengan Bulan Syawal
Bulan penuh kemenangan dan suka cita
Kemenangan akan ibadah puasa kita sebulan lalu
Suka cita berkumpul dengan keluarga, teman, dan handai toulan

Dari kami,
Mohon dimaafkan atas semua salah dan khilaf....


I Do Apology, for every sin and mistaken that I've ever done... #Love

Wednesday, June 22, 2016

Makanan Yang Juara

Ini hanya sekelumit kata-kata...

Perang terhadap nasi yang sedang dialami K rupanya masih berlanjut. Entah harus dengan cara apa, karena semua bujuk rayu, hasutan, desakan, dan ancaman sudah dilakukan dan berakhir tanpa hasil.

Si emak ini hanya bisa pasrah... dan terus berdoa agar anak ini selalu sehat, walaupun dengan asupan makanan seadanya....

Tapi, belakangan ini rupanya si anak menemukan makanan favoritnya. Setiap waktu nya makan siang, dia bisa makan makanan ini sampai dengan 2 pcs. Untuk si emak, hal ini sangat luar biasa, karena setidaknya perut si anak jadi ada isinya...

Apa sih??? Pisang...

Iya, pisang kepok besar.

Disyukuri saja... Mudah-mudahan pisang kepok besar ini menjadi sarana untuk semua gizi K atas restu-Nya. Aamiin :-)

Begini kalau emak galau karena anak tak mau makan... :-p



Thursday, June 2, 2016

Cinta Cocor Bebek

Cinta ini kadang-kadang tak ada logika
Berisi smua hasrat dalam hati
Ku hanya ingin dapat memiliki
Dirimu hanya untuk sesaat


Gambar dari sini

Cinta

Ini bukan Cinta-nya Rangga
Ini Cinta yang sering orang sebut itu saja
Seperti misalnya 'Aku mencintaimu...' ' Kaulah cintaku...' 'Aku mencintainya...' dan seterusnya

Tetiba aku teringat tanaman Cocor Bebek

Nama ilmiah nya banyak dan sulit diingat (Cocor Bebek)
Cocor Bebek adalah nama yang ditunjukkan Ibu Bapakku di kampung dulu
Dan begitulah, aku mengingatnya hingga kini

Cocor Bebek itu tanaman yang biasa saja

Sedikit aneh
Pohon nya daun semua
Daun nya air semua
Gimana menyebutnya? Ya sudah begitu saja

Cocor Bebek yang tua, siap beranak-pinak,

Ber - regenerasi
Yang tua, bisa kita petik dan kita letakkan ditanah begitu saja
Dia akan melayu,
Tapi kemudian Blummmm,,,,
Menjelma menjadi Cocor Bebek Junior

Cocor Bebek Junior akan tumbuh

Membesar dan menguat
Seperti indukannya
Tumbuh bebas dimanapun dia mau
Kemana induknya?
Ya masih ada
Sebagai Cocor Bebek Senior

Cocor Bebek tidak seperti Buah Simalakama

Dia bisa hidup tanpa harus mematikan salah satu nya
Baik ya Cocor Bebek
Iya... Baik...

#Itusaja

#CocorBebek
#JadiCintaApa
#CintaCocorBebek
#BeliCocorBebek

Hahahahahaa



Tuesday, May 24, 2016

Yang Panas di Kening dan Dingin di Kenang

Seperti biasa...

Ketika banyak hal berkecamuk di kepala, dan singgah di hati, maka tak ada baris yang tertulis. Malas. Enggan. Tak ingin.

Semakin ingin ditulis, semakin itu menjauh dari jemari. Payah.

Begini saja...

Menurut Wiktionary, tuduhan itu adalah hasil menuduh, hal yang dituduhkan.

Itu saja.

Oh iya, mumpung masih hangat demam nya AADC2, kayaknya suara Mas Rangga jadi terngiang-ngiang kembali di telinga:

"Denger ya... Kalau cuma diperlakukan tidak fair begini sih saya sudah biasa. Salah satu diantara kita pasti ada yang punya otak atau hati. Sayang nya kamu nggak punya semuanya..."

Tapi jangan khawatir, aku masih perlu d***, jadi masih bisa mengabaikan yang tak penting....


Sekian, terima kasih.


Wednesday, April 27, 2016

Doa Ketika Hujan di 27 April 2016

Terkadang,

Apa yang kita katakan bukan lah apa yang didengar orang
Apa yang kita katakan bukan lah apa yang dikatakan orang
Apa yang kita katakan bukan lah apa yang dimengerti orang

Ya Allah SWT,
Berikanlah kemudahan dan kelancaran lisan kepadaku
Agar memudahkan orang mengerti maksudku
Agar memudahkan orang memahami perkataanku
Agar menghindarkan orang dari kesalahpahaman yang berkelanjutan

Aamiin... Aamiin... Aamiin


Monday, April 25, 2016

Banyak Bergerak itu Sehat

#Daughter's Talk

Agendanya: Membuat K bobok siang

K: "Bunda, aku mau bobok... Ayo kita ke kaman (Kamar_red)"
Me: "Bunda lagi ngobrol sebentar nih sama tante I***"
K: "Aku mau bobok sekarang....Ayoo...."
Me: "Boleh bawa HP yaa... Please...." (I know, emak macam apa ini....)

Kamipun berjalan menuju kamar dan K mengambil posisi tidur. Rupanya dia belum berniat tidur, hanya mungkin merasa bosan...

K: "Bunda, mau main masak-masakan boleh?"
Me: "Masak-masakan? Boleh...Gih..."
K: "Mau masak-masakan disini, boleh?"
Me: "mmm.... Boleh deh..."
K: "Ambilin Bunda aja sana...."
Me: "Ih, enak aja... yang mau main siapa?"
K: "Adek Kiran..."
Me: "Nah, ya diambil sendiri donk sama adek Kiran..."
K:" Ambil sama Bunda ajaa... Sehat bun..."
Me: "..........." (Can't find a word alias speechless)


Friday, April 15, 2016

Sulap Ala Penyihir Cilik

#Daughter's talk

Asmarantiku sepertinya terlalu sering menonton Princess Sofia dan tukang sihir nya. Setiap memegang benda seperti tongkat, dia akan berusaha sekuat tenaga mencoba sihirnya.

Tapi koq bunyinya:
"Sim Sabelim...."

Berapa kalipun di koreksi, keluarnya tetap sama... "Sim Sabelim..."

Suatu waktu dia berusaha untuk menyihir dengan sihir lengkap:
"Sim Sabelim... Abakabada!"

Mungkin jika sihir itu berhasil, pangeran bukan berubah jadi kodok, tapi malah berubah jadi apem... :-p

Aku Nggak Percaya

#Daugther's talk

Tadi malam, seperti biasa, kami berkumpul di kamar untuk menemani Asmarantiku tidur. Celetuk sana, celetuk sini obrolan, nyanyian, segala macam usaha agar matanya yang bening kincling itu segera mengantuk.

Tiba-tiba sampai pada:

Me: "Mbak K, Bunda sayaaaaaang sekali sama Mbak K. Mbak K sayang nggak sama Bunda?"
K: "Aku sayaaaaaang bunda...."
Ayah: "Mbak K sayang Ayah nggak?"
K: "Aku nggak percaya sama ayah"

Hahahahhaaaa.... Baiklah.... Percaya memang cuma sama Tuhan K! :-)


Tuesday, April 12, 2016

Weird Thank, But Thank You

Pagi ini aku sedikit termangu...

Mas Bojo tiba-tiba bilang "Kamu dapet ucapan terima kasih nih dari A. Karena suka nge-like postingannya di FB"

Jiwa kepoku langsung bersemi, dengan beberapa pertanyaan:
1. Kenapa dia bilang thank you lewat Mas Bojo?
2. Apakah perlu bilang makasih sudah nge-like postingan lewat sms/wa? Terlebih lagi lewat suami?
3. Kenapa nggak sms/wa ke aku aja langsung?
4. Kenapa waktu itu aku sms/wa jawabnya ogah-ogahan?
5. Kenapa nggak bilang makasih di postingannya langsung aja kayak biasa?

Hmm... Disusul dengan tumbuhnya jiwa su'udzon:
1. Mungkin dia cuma mau membuka obrolan sama Mas Bojo aja kalik, nggak nemu bahasan lain.
2. Mungkin dia malu kalik ketahuan sama temen2nya kalau bilang makasih sama aku.
3. Mungkin dia nggak punya nomerku. Tapi kan waktu itu aku pernah wa juga?
4. Mungkin sedang lelah atau aaahhh... siapalah aku. Remah rengginang di kaleng Khong Guan doank.
5. Kembali ke #2

Ulala... Masih ada peri baik berbisik ditelinga kananku:
1. Ah sudahlah, hidup nya sudah cukup sulit... Ikhlaskan saja...
2. Dia terlalu tertekan akhir-akhir ini... Relakanlah...
3. Dia terlalu banyak kerjaan... Biarkanlah...
4. Dia kurang piknik... Kasihanilah...
5. Dia hanya tidak tahu bagaimana caranya membuka obrolan denganku...

Hari ini rasanya menjadi salah satu dari hari yang aneh... hhehehehhee

Anyway,
Thanks yaa... We're good, we're okay... Hope you and your family too...
We will cross our path sometimes


Monday, April 11, 2016

Nonton TV

#Daugther's talk

Bahagia dan mood meningkat 1 bar ketika acara anak selesai berganti menjadi acara orang dewasa, dan terdengar suara teriakan:

"Bunda, aku nggak boleh nonton yang ini... Aku kan nggak boleh nonton yang ini... "

Dan ibunya dengan senyum lebar tinggal bilang "Oh iya, acara anaknya sudah selesai ya? Mbak K nggak boleh nonton yang ini ya. Kita ganti aja yaaa...."

#grin


Sunday, April 10, 2016

HP and Books Are Not Allowed

#Daughter's talk

Maghrib sudah berlalu, si anak sudah mulai lelah dan mengantuk. Seperti biasa, dia langsung cap cip cup kembang kuncup mengenai siapa yang harus menemani nya tidur.

Ayah nya jadi pilihan pertama (Bundanya, yessss... cuss baca buku).

Baru beberapa halaman membaca, terdengar suara teriakan dari kamar:
"Bundaaaa... siniii... Aku mau ditemenin sama bundaaaa.... Jangan baca buku teruuuusssss...." Well, duty call :-p

Pergantian pemain pun terjadi. Ibunda nya masuk dan Ayahanda nya menyusup keluar... Baru beberapa lagu merdu dinyanyikan, tiba-tiba si anak teriak lagi :
"Ayaaahhh... Siniiii... Aku mau ditemenin dua-dua sama ayaaaahhhh.... Jangan main HP teruuuuussss.... " #eaaa  #eeaaaaaa #eeeaaaaaaaaa

Sekian


Monday, March 28, 2016

Mengingat Dengan Cara Yang Berbeda

Beberapa hari belakangan ini, tetiba aku merasa rindu dengan salah seorang temanku...
Seorang teman, kakak, panutan, dan salah satu idolaku... May he rest in peace...

Aku ingat beberapa tahun lalu, dia bersama dengan kami yang muda - jauh lebih muda darinya, berdiskusi berulangkali. Ngobrol berkali-kali. Saling menyemangati berulangkali pula. Saling meyakinkan bahwa yang anak-anak muda ini lakukan adalah sudah benar, sesuai dengan apa yang seharusnya, dan harus didukung sebagaimana mestinya. 

Saat itu kami sedang menghadapi sedikit masalah keorganisasian antara anggota yang sudah sangat senior dengan kami-kami yang masih sangat junior. Anggota organisasi kami yang sangat senior menganggap bahwa sistem organisasi kami tak lagi seperti apa yang mereka cita-citakan, sudah melenceng jauh, dan sangat tidak layak. 

Kami? Yang saat itu masih sangat-sangat-sangat baru sempat terpukul dan bertanya-tanya. Apa salah kami? Kami kan hanya menjalankan agenda yang selalu dilakukan organisasi kami? Dari apa yang kami pelajari dari senior kami, dari kesepakatan-kesepakatan yang melibatkan malam-malam panjang perdiskusi dan perdebatan. 

Saat itu, temanku itu selalu hadir dan memberikan kami semangat, mendukung kami, dan meyakinkan kami bahwa kami harus terus maju dengan kepala tegak. Ketika kami semua hampir mundur terpekur karena senior kami melibatkan pengacara dan berniat mempidanakan kami, dia selalu memompa semangat kami dengan mendorong kami agar tidak peduli dengan pasal karet yang sering digunakan para pengacara untuk menakuti kami. 

Dia membuat kami yakin bahwa kami memang ada seperti saat itu, karena sudah sedemikian seharusnya. Kami tidak bisa dihilangkan begitu saja, dan kami tidak bisa dilemahkan begitu saja hanya karena para senior kami merasa bahwa mereka dulu tidak seperti kami saat itu...  Dia membuat kami bangga kembali, dan membuat kami berani untuk bangga kembali dngan apa yang kami lakukan. Tak seharusnya kami gentar hanyakarena mereka terlahir lebih dulu, selama kami tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku, aturan yang berasal dari kesepakatan kami semua.

Aku sangat sangat sangat mengidolakan temanku itu, dari dulu sampai sekarang... Sayangnya, Tuhan jauh lebih sayang padanya. Dia berpulang dengan begitu cepat. Kata orang, orang baik seringkali dipanggil cepat oleh Tuhan. Beristirahatlah dengan tenang teman, kakak, dan idolaku...

Dan tidak... Anakku tidak lahir belang-belang hitam-putih seperti gurauan yang biasa kamu lontarkan setiap kali kita bertemu... :-p

Begitulah caraku mengingat mu... Sebagai sosok tangguh yang sederhana, tapi sangat-sangat menjunjung tinggi kebenaran... Berani memperjuangkan apa yang mungkin orang lain tak mau/tak mampu memperjuangkan... Dan menyuarakan suara kami yang kurang lantang... Sosok yang merdeka dan tidak bisa terintimidasi oleh apapun... Ketika beberapa diantara mereka merasa sungkan kepada yang lebih tua...  Pribadi yang selalu mengedepankan kepentingan bersama diatas keinginannya sendiri... Till we meet again mas... ~_~

Friday, March 18, 2016

Transformasi Hati dan Semangadh

Jum'at pagi, curhat... #eaaaa

Hari ini, pagi dimulai dengan obrolan dengan salah seorang temanku yang sedang di landa andilau mengenai pekerjaan. Dia bercerita bahwa dia mendapat tawaran kerja penuh waktu untuk menggantikan temannya. Kondisi yang persis sama dengan kondisiku a while ago. Bedanya, posisiku saat itu adalah seperti posisi temannya temanku itu. Hahahhaa... Itulah intinya. Detailnya? Ndak perlu dikasih tau, karena bisa menimbulkan kesalahtafsiran. Let it be...

Sekarang masalah cinta, kepatuhan, dan daya juang...

Dulu... Aku selalu mencurahkan rasa cinta, semangat, perjuangan, end de ble and de bla kepada sesuatu secara penuh. 100%. Tiada hari tanpa memikirkan 'itu'. Tiada penolakan untuk semua yang berhubungan dengan 'itu'.

Tapi...

Karena kondisi yang aku ceritakan di atas itu, akhirnya aku berubah. Aku merubah diriku. Dan aku memilih untuk berubah. Aku kemudian adalah aku yang 'secukupnya' dan 'seperlunya'. Oh iya, satu lagi 'sewajarnya' juga.

Kejadian itu sangat-sangat membekas disini (tau kan aku nunjuk kemana?). Hingga akhirnya, aku menyadari bahwa aku harus memulai sesuatu. Sesuatu yang sangat baru buatku. Sesuatu yang mulai melibatkan penolakan dan berkata 'tidak'. Iya, aku berubah...

Pada akhirnya aku adalah seperti mereka... Namanya juga manusia...

Ah sudahlah...

Duh, Jum'at pagi mengingat hal yang sudah disobek dari lembaran kehidupan ituuuuu.... Malessss :-p

#Abaikan
#NggakJelas

Wednesday, March 16, 2016

Mari Gemar Membaca - 2016

Salah satu resolusiku tahun 2016 ini adalah kembali meningkatkan program gemar membaca. Mudah-mudahan tahun ini semakin banyak waktu yang aku gunakan untuk membaca ketimbang menggerakkan jari jemari untuk dunia maya semacam mukabuku, kicau-kicau, apalah apalah. Target? nggak muluk sih... 10 buku saja dalam setahun ini. Iya, targetku sangat lemah. Awalnya aku bermaksud meletakkan 100 buku dalam setahun. Tapi koq rasanya lebay. Bisa 10 buku dalam setahun saja rasanya sudah lumayan. Mengingat sejarah membacaku di tahun 2013-2015 yang minus. :-)

Membaca itu seperti candu menurutku. Ketika kita sudah memulai membaca, maka sepertinya enggan berhenti, malas beranjak, dan ingin dan ingin lagi. Setelah selesai satu, langsung sakaw cari yang lainnya. Namun ketika lama kita tidak membaca, akhirnya jadi malas membaca dan enggak membuka lembaran demi lembaran bukunya. Seperti tahun ini... Tahun ini adalah tahun dimana aku kembali membaca... Dalam artian benar-benar memulai untuk bersemangadh kembali dalam membaca ya... Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya, aku hanya sekedar membaca ketika di perjalanan. Kurang bisa di hitung kan? Setelah beberapa tahun (malas) kurang sempat membaca karena satu dan lain hal (motherhood, etc), berat sekali rasanya memulai. Tapi rupanya, ketika sudah dimulai, candu itu dngan cepat menjalar ke seluruh tubuh, membangkitkan semua syaraf... Hahahha... #lebay.

Aku bukan pembaca buku yang mengikuti genre tertentu, atau fanatik pada karya si anu atau si itu. Buku apa saja deh yang memang bagus, mari kita baca. Jangan menatapku dengan pandangan nyinyir kalau sudah membaca buku yang aku baca ya... Banyak teenlit, chicklit, dan yang ringan-ringan gitu deh. Yang penting membaca. Menikmati hasil kerja keras orang yang sudah menulisnya. Dan mengalihkan pikiran dari yang negatif-negatif. Kalau lagi mampir pikiran/energi negatif, lebih baik diam, berhenti, pegang buku, dan mari kita membaca. :-)

Postingan ini akan menampung judul buku yang sudah aku baca, sedang aku baca, baru mulai dibaca, atau setidaknya sudah dibaca kesimpulannya di tahun 2016. Akan di update sesuai kebutuhan. Bismillah!

January - February 2016

Novel:
1. Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 - Pidi Baiq
2. Dilan 2, Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 - Pidi Baiq
3. Anak Kos Dodol 'Konco' - Dewi "dedew" Rieka
4. Si Parasit Lajang - Ayu Utami
5. Sekuntum Nozomi, Bagian 1 - Marga T
6. Your Money Your Attitude - Dwita Ariani
7. Soe Hok-Gie, Sekali lagi - Fauzi Badil
8. Pertemuan Jingga - Arumi Ekowati
9. Dari Merem ke Melek - Ernest Prakasa
10. Jake and Melly - Anna Anderson
11. Bekisar Merah - Ahmad Tohari
12. Anak Kos Dodol Horror - Dewi "dedew" Rieka
13. Mangir - Pramoedya Ananta Toer
14. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
15. Summer in Seoul - Ilana Tan
16. Autum in Paris - Ilana Tan
17. Winter in Tokyo - Ilana Tan
18. Spring in London - Ilana Tan
19. Sunshine Become You - Ilana Tan
20. In A Blue Moon - Ilana Tan
21. 9 dari Nadira - Leila S. Chudori


Icip-Icip (selembar dua lembar baca) List:
1. Crazy Rich Asians - Kevin Kwan (Baru beberapa halaman)
2. Jejak Langkah - Pramoedya Ananta Toer (Baru beberapa halaman)
3. The Girl With The Dragon Tattoo - Stieg Larsson (Baru beberapa halaman)
4. Panji Asmorobangun - Toto....
5. MataMatika
6. I Am Malala
7. Supernova, Embun Pagi - Dee Lestari
8. Go Set a Watchman - Harper Lee


Update per 16 March 2016:

Kemarin aku iseng2 buka-buka lagi aplikasi yang namanya Goodreads. Daaan, koq lebih enak pake goodreads ya untuk update bacaan? hahahhaa....

Dari bulan lalu, aku mulai rajin menggunakan aplikasi IJak. Lumayan untuk membaca buku-buku ringan yang terkadang membuat kita enggan beli atau enggak pergi ke toko buku. Atau ada juga alasan karena bukunya model-model harlequin gitu jadi sedikit malu mengakui. Heehheee. Itu tidak kumasukkan list. Buat selingan saja. Oh iya, banyak juga buku dongeng yang aku pinjam dari IJak, lumayan buat bahan cerita untuk K. :-)

List buku yang sudah ku baca, ku update langsung di atas situ. :-)








Monday, February 29, 2016

This Is The Story About Nanny

Entah harus dengan kalimat pembuka yang seperti apa, agar cerita ini menjadi sedikit dramatis.
Aku sengaja ingin menuliskan cerita ini, dan akan di update as necessary. Mudah-mudahan sih dari saat aku menulis ini, tidak perlu lagi mengupdate tulisan ini. Yang mana artinya, tidak ada lagi pergantian nanny lagi untuk K, karena nanny nya betah. Aamiin.

Jadi, rupanya masalah asisten rumah tangga itu selalu berada pada list 3 besar masalah rumah tangga, terutama untuk keluarga yang bapak dan ibu nya bekerja. Coba aja tanya kanan kiri pada teman yang punya anak, dan ditinggal kerja oleh kedua orang tuanya. Mereka akan mengiyakan, atau bahkan akan curhat lebih dahsyat mengenai per-asisten-an ini.

Yang paling baru yang aku temui adalah di grup WA teman seangkatan kuliah. Ada salah satu temanku yang menanyakan info mengenai asisten untuk daerah Jakarta. Pertanyaannya simple, kurang lebih hanya berupa : "Teman, ada yang punya informasi mengenai asisten rumah tangga? Mau nyari nih. Istri mau lahiran pula. Di daerah Jakarta kisaran rate nya berapa ya?"

Dengan cepat aku balas pesannya dengan "Selamat datang di dunia per-asisten-an .... (lupa lagi aku bilang apa)".

Daaaannn... Bumm... tulit... tulit...
Mulailah sesi curhat dari teman-teman ku yang lain (termasuk aku), mengenai kisah suka duka mencari, merawat, mempertahankan, mencari, dan mencari asisten lagi. Dari sekian banyak yang menimpali pesan itu, tidak satupun yang memberikan kabar gembira. Kalau aku sekarang ini menggunakan asisten yang ke - 11, ternyata temanku ada yang lebih parah karena telah berganti lebih dari 15 kali. Masya Allah... Luar biasa sekali pemirsa...

Memiliki asisten juga merupakan proses pendewasaan  bagiku. Mulai dari pendewasaan dalam berhadapan dengan orang baru di rumah setiap hari, memperkerjakan orang, memberikan gaji orang, memastikan kebutuhannya tercukupi, mengontrol emosi, menahan diri, memaklumi, dan masih banyak lagi. Dan lama kelamaan, 3 hal terakhir adalah yang sering sekali muncul dan akhirnya sedikit kebal. hahaha

Karena itu aku berniat menuliskan perjalanan ku bersama dengan para asisten-asisten ku yang meskipun bagaimanapun juga, telah banyak membantuku dan keluargaku. Meskipun beberapa diantaranya hanya dalam 5 hari, 1 minggu, 2 minggu, tapi ada juga yang sampai 4 bulan. I thank for that!

1. Bi Nah (Aku tidak bisa mengingat nama lengkapnya, It's been ages. Maaf ya bi!)
Bi Nah ini orangnya sangat cepat. Itulah kata yang bisa menggambarkan dia dengan tepat. Kalau berjalan, dia sangat cepat. Kalau bahasa Jawa-nya "Ngibrit". Begitupun dengan bekerja. Dia bekerja dengan cepat. Semua dikerjakan dengan cepat. Sayangnya, jenis pekerjaan yang aku berikan adalah mengasuh bayi, jadi tidak bisa di percepat. Dan itu yang membuat dia mengundurkan diri. Dia terbiasa bekerja di beberapa rumah dalam sehari, dan penghasilannya dariku tidak bisa menutup biaya hidup nya dan anaknya. Tapi aku juga belum bisa memberikan gaji sebesar biaya hidup keluarganya. Sepertinya kita kurang ngobrol waktu itu bi. Harap maklum, saya baru pertama punya asisten. Dan Bi Nah hanya 2 minggu bersama kami.

Namun dia berbaik hati untuk membawakan aku pengganti. Namanya Teh Nisa.

2. Teh Nissa
Teh Nisa adalah anak muda belia yang baik. Dia lemah lembut, baik hati, muda, dan bergaya. Dia pulang hari, seperti hal nya Bi Nah. Hanya saja jika Mas Bojo kelapangan dalam waktu lama, aku minta dia untuk menginap. Dan dia mau. Setiap hari, dia datang ke rumah dengan busana rapi. Sepatu, celana jeans, kemeja, dan kerudung rapi, dan tak lupa tas slempang. Selalu begitu. Dia datang sekitar jam setengah 8, ketika aku sudah selesai mencuci dan memandikan K. Dia tinggal jemur kemudian menjaga K di dekat box nya, Ketika K tidur, dia akan ikut serta tidur di samping box nya. I am fine with that.

Sebelum bekerja denganku, dia bekerja di Day Care. Jadi dia sangat terampil mengurus K, menemani main, nyanyi, dan menidurkan. Memanaskan Asi juga dia sangat terampil. Dia sudah terbiasa. Besar sekali harapanku terhadap Teh Nisa ini. Sampai aku sudah bilang padanya bahwa kalau dia betah lama dengan kami, ketika kami pindah kerumah kami (saat itu masih kontrak), saya akan bantu kreditkan motor untuk dia pulang pergi seminggu sekali. Aaahhh... it's too good to be true.

Sampai pada saat dimana ada long weekend. Hari Jum'at yang merupakan tanggal merah. Aku pikir, aku dan mas bojo libur, dan akan berada di rumah saja. Sehingga tidak perlu bantuan menjaga K. Karenanya Teh Nisa aku ijinkan untuk tidak masuk. Hari bebas. Aku minta datang lagi hari Senin.

Hari berlalu, Senin pun berlalu. Selasa. Aku kirimkan SMS. Rabu. Masih belum ada tanda kemunculan Teh Nisa. Akhirnya SMS ku hari Selasa berbalas. Rupanya dia sakit. Berjanji masuk ke-esokan harinya. OK. See you tomorrow.

Akupun lega karena teteh yang cekatan dan mengerti kebutuhan K ini kembali bekerja. Hari berganti sampai dengan 2 bulan yang aman. Tiba lagi saatnya long weekend lagi. Kali ini, Senin adalah tanggal merah. Kejadian yang sama terulang lagi. Sampai dengan Hari Rabu dia tidak muncul. SMS juga tidak berbalas lagi. Hiks... Mas Bojo bilang "Jangan-jangan dia tidak betah, tapi takut bilang sama kamu?"

Aku yang kurang terima dengan pernyataan Mas Bojo, berusaha mencari rumahnya. Tanya sana sini, akhirnya ketemu juga. Aku merasa penasaran karena selama ini kami berhubungan baik. Dia juga nampak betah dan baik-baik saja. Kalau memang tidak betah, kenapa tidak terus terang?

Setelah sampai rumahnya, ternyata dia memang tergolek sakit dengan muka yang merah hitam karena masuk angin parah dan demam. Kasihan Teh Nisa. Ibunya bilang besok nya akan disuruh berangkat, tapi aku minta sembuh dulu saja baru kemudian berangkat kerja.

Setelah kurang lebih 3 bulan, kejadian serupa berulang, aku mulai merasa kewalahan. Ketika pekerjaan sedang perlu konsentrasi penuh, Mas Bojo ke lapangan, dan tidak ada teman main untuk K, adalah saat-saat aku kepingin mengunyah bantal. Tak berdaya, galau, marah, tapi entah pada siapa. Sepertinya si teteh merasakan gejolak jiwaku, dan akhirnya menyatakan kemunduran dirinya karena nggak enak bolos terus. zzzzzzzzzzzzzzz

3. Teh Ati
Akhirnya pencarian nanny mulai melibatkan keluarga besar. Rupanya ada saudara jauh dari pihak mas bojo yang sedang tidak ada kegiatan, karena menunggu masa dilamar. Namanya Teh Ati. Cuma karena memang pada awalnya niat memang hanya sambil menunggu waktu di lamar, jadi dia tidak bertahan lama. Semua jurus gesekan sudah di lancarkan agar tetap bekerja dulu, tapi kurang mempan karena lawannya adalah cinta. ea...ea...

Akhirnya Teh Ati hanya bertahan selama 4 bulan (sudah bonus sebulan dari awalnya 3 bulan). Hiks. Sedih karena sebenernya Teh Ati ini yang menurutku seorang nanny yang mendekati sempurna. Masakannya enak-enak, kerjanya paten, sama anak juga OK.

Ada hobi unik yang aku ingat dari Teh Ati. Dia hobinya nonton film horor macam Susana dan sejenisnya. Iyyuuuhh... Jadi, kalau dilihat nanti malam ada acara film susana, sorenya dia pasti bilang "Bun, ngopi ya...". "Mau begadang teh?" "Iya, mau setrika. Tapi sambil nonton Susana". hahahaha

*Menurut kabar terakhir hingga tulisan ini dibuat, Teh Ati sudah punya anak 1, dan tinggal di Bekasi atau mana gitu. Bahagia selalu ya teeehh....

4. Teh Nur
Sepeninggal Teh Ati, kami mendapatkan pengganti yang juga ditemukan oleh keluarga besar Mas Bojo. Namanya Teh Nur. Teh Nur ini pendiam sekali. Kerjaan bagus juga, karena dirumah juga terbiasa kerja, bahkan kerja di kebun membantu bapak ibunya.

Kekurangan Teh Nur ini, kekadang suka pasang tampang galau. Kalau di ajak ngobrol/dinasehatin/ditegur, suka melihat ke arah yang lainnya. Itu yang kadang bikin barbie aku rada emosi. Berasa nggak di anggap gitu.... :-p

Oh iya, satu lagi yang aku ingat dari Teh Nur. Pas pertama kali datang ke rumah untuk bekerja, aroma sriwing-sriwing menyerbak mewangi di rumah mungil kami. Akhirnya mertuaku bekerja keras dengan ramuan herbal untuk mengatasi sriwing-sriwing itu. Meskipun diawal K jadi ikutan beraroma sriwing-sriwing, namun hanya sebentar dan kemudian jadi wangi. :-)

Sepertinya si Teteh Nur ini tidak betah, entah karena aku suka negur dia kalau lagi pasang tampang galau itu atau apa. Yang jelas, dia memutuskan untuk tidak kembali lagi, hanya sekitar 3 jam setelah aku drop di rumahnya untuk libur lebaran. Alasan yang kata orang klasik nya dilarang orang tua. Meskipun kemudian ada drama susulan antara keluarga besar Mas Bojo dengan si teteh dan keluarganya, I don't wanna know... It's out of my business... 

5. Teh Uun
Setelah di tinggal Teh Nur, akhirnya kami pindah ke rumah kami sendiri, tak lagi mengontrak. Alhamdulillah. Sekali lagi, keluarga besar Mas Bojo mencarikan asisten dari kampung sana. Di dapatlah Teh Uun. Si teteh putih mulus montok yang suka berdandan. Uhuyyyy

Sayangnya, K kurang nempel sama Teh Uun ini. Setiap aku ada skype call, dan K digendong oleh Teh Uun, maka sepanjang call ku itu lah K menangis. Dan rupanya juga kami tidak berjodoh. Si Teh Uun mengundurkan diri untuk katanya pulang kampung dengan alasan klasik lagi mengurus nenek nya yang sakit . Entahlah apakah kepulangan dia berhubungan dengan kaki meja baru kami yang patah karena dia atau tidak... Yang jelas beberapa hari kemudian dia kembali untuk mengambil kain nya yang ketinggalan :-p

5-1/2. Lek Surami
Kenapa aku meletakkan nya di angka 5-1/2? Karena beberapa hari setelah Teh Uun mengundurkan diri, adalah saat aku harus berangkat untuk annual meeting di Bali selama 2 minggu. Karena tidak adanya waktu untuk mencari asisten baru, aku mengambil jalan pintas dengan mengimpor Ibuku beserta dengan asisten nya, dan juga mertua. Semua berkumpul di rumah untuk menjaga K.

Jadi, Lek Surami ini adalah asisten ibuku yang diperbantukan sementara, selama kurang lebih 3 minggu. Sayangnya, beliau sudah berkeluarga, sudah banyak tanggungan, dan dikampung sudah punya mata pencaharian yang penghasilan per bulannya jauh lebih besar ketimbang bekerja di rumahku.

6. Teh Yanti
Setelah menyerah dengan kisah sedih asisten yang dicarikan oleh pihak Mas Bojo, akupun berjuang untuk mencari sendiri melalui tetangga, satpam, teman, dll. Alhamdulillah tak berapa lama langsung dapat. Namanya Teh Yanti dari daerah Leuwiliang sana. Teh Yanti ini orang nya baik. Rajin juga. Namun kisahnya penuh drama. Baru sekitar seminggu dia bekerja penuh Senin - Jum'at, minggu depannya sudah mulai Ijin tidak masuk dengan alasan ibunya sakit. ijin 3 hari. masuk 2 hari. Minggu depannya begitu lagi, dan lagi, dan lagi.

Di saat aku merasa galau karena Teh Yanti yang ijin melulu, akupun curhat kepada tetanggaku yang punya warung, kalau sedang mencari asisten yang menginap. Gayung bersambut, dan ada yang mau kerja, saudara dari asistennya tetanggaku. Akhirnya dengan sangat terpaksa aku berhentikan Teh Yanti dengan alasan agar fokus merawat ibunya saja dulu. Dan dia pergi membawa payung ku... hiks :-p

7. Teh Munawaroh
Akhirnya Teh Munawaroh di antarkan kerumah oleh teteh nya tetanggaku. Dia adalah teteh yang baik, tidak banyak bicara dan cekatan dalam bekerja. Teh Mun adalah teteh pertama yang mengejutkanku di pagi hari sekitar Jam 4, karena dia sudah bangun dan mulai mengepel. Rupanya sudah menjadi kebiasaannya bangun jam 4 dan langsung bekerja, seperti yang biasa dia lakukan ketika di Jakarta.

Rupanya drama baru dimulai oleh Teh Mun. Saudaranya tetehnya tetangga yang membawa dia kesini pulang dan menikah. Mulailah adegan galau menggalau dalam diri Teh Mun. Dia mulai tidak nyaman bekerja, terlihat sering termangu, sering bertelpon, dan sedih. Aku tanya kenapa, dia bilang mau pulang saja untuk menjaga saudaranya yang mau nikah itu. Lho? Mau nikah koq dijagain? Katanya dia di santet sama orang yang suka sama dia, atau apalah apalah... Frekuensi bicaraku mulai tidak sama dengan Teh Mun. Yang aku ingat adalah, beberapa kali dia bilang mau pulang karena ini atau itu, beberapa kali pula aku yakinkan untuk bertahan. Akhirnya pertahanan jebol dengan alasan "Saya juga pengen nikah. Kalau di kampung, siapa tahu jodohnya dekat". ea...ea...  Sayang sekali. Padahal masakan genjer bikinan Teh Mun enak sekali. hahhaa

*Beberapa bulan yang lalu ada asisten tetanggaku yang bilang ke asisten #9 bahwa si Teh Mun ini bilang kalau bekerja disini nggak ada istirahatnya. Helllooowww? seriussss? Semua asisten yang kerja padaku, selalu aku suruh istirahat ketika K tidur siang. Tidak jarang mereka juga ikut tidur siang. K mandi sama aku juga. Dan setiap maghrib, semua teteh purna tugas. Sudah boleh masuk kamar atau nonton TV kalau memang mau. Semuanya memilih masuk kamar dan berbuat bebas di kamar (nelpon atau apalah apalah). Mengherankan sampai ada pernyataan seperti itu. Hiks

8. Mbak Bekti
Akhirnya aku angkat bendera putih ke keluargaku, agar dicarikan asisten dari kampungku dan sekitarnya. Bapak dan Ibuku bertanya-tanya sana sini, tapi susah juga rupanya. Jiwa merantau orang-orang Jawa, tidak lagi seperti nenek moyang jaman dahulu. Tapi akhirnya mereka menemukan 1 anak dari pekerja Bapak. Namanya Mbak Bekti. Diantarkan lah Mbak Bekti ke Bogor oleh ibu dan bapak ku. Aku ingat mereka tiba di rumah Hari Jum'at sore.

Long short story, ternyata pahit sekali memang kisah dunia per-asisten-an kami. Mbak Bekti ikut pulang lagi bersama Ibu dan Bapak ku pada Hari Selasa. Dia tidak jadi kerja. Alasannya panjang kali lebar. hahahaha

*Rupanya, ketidak jodohan Mbak Bekti dengan kami, justru memberikan berita baik pada Ibuku. Mbak Bekti akhirnya menjadi asisten Ibu ku di Kampung. Dan sejak saat itu sampai skarang, aku tak lagi perlu khawatir terhadap makanan ibu dan bapak. Ada Mbak Bekti yang taking care of them. Baik-baik ya Mbak Bekti... :-)

9. Teh Nengsih
Akhirnya aku menyerah dengan pencarianku yang gagal, dan kembali mengangkat bendera putih ke keluarga Mas Bojo, untuk dicarikan yang mau kerja lagi. Akhirnya ketemu lagi satu asisten namanya Teh Nengsih. Teh nengsih ini adalah teteh yang tidak terlalu banyak berkata2. Susah hemat makan, karena katanya kalau di rumahnya, dia hanya makan satu kali satu hari, itupun pasti melibatkan mie instan.

Teh Nengsih ini cukup lama bersamaku, kalau tidak salah lebih dari 4 bulan. Dia termasuk teteh yang berjiwa atasan bersih. Pekerjaan yang berhubungan dengan ngepel, kamar mandi, nyapu halaman gitu dia malas hemat. Dia juga kurang paten masalah makanan. K setiap hari disuapin dengan makanan yang resepnya paling susah sedunia nasi putih dan telur dadar.

Hubungan dengan Teh Nengsih juga berakhir dengan drama. Dia mau pulang dengan alasan untuk menikah. Dan seperti biasa, selalu saja ada drama babak tambahan antara keluarga Mas Bojo dengan dia. Again, i am not interested because it's out of my business. Buatku, yang penting selama kerja di rumahku kami berhubungan baik, dia bilangnya betah dan nyaman, tidak clemer, masalah kemudian dia berbohong dengan tidak jadi menikah, ya suka-suka dia saja :-)

10. Teh Reni
Akhirnya aku ditawari oleh teman sewaktu masih nge-kos seorang teteh baru. Teteh ini sedianya akan di perbantukan oleh temanku itu untuk kakak nya, namun karena kakak nya sudah menemukan yang kerja sendiri, jadi yang ini di tawarkan padaku dan langsung aku ambil. Namanya Teh Reni. Rumahnya tidak begitu jauh dari rumahku, namun dia bersedia menginap dan pulang setiap 1 atau 2 minggu sekali. Dia single parent untuk anak nya yang masih SD dan namanya mirip dengan K. haha

Teh Reni ini kerjanya bagus, masakannya lumayan, dan cukup telaten dengan K. Aku sudah berharap dia betah lama disini dan nanti aku akan biayai sekolah anaknya ketika dia sudah lebih dari 4 bulan kerja disini. Namun apa daya, baru 2 minggu kerja, anaknya sakit dan dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama. Sempat terjadi drama juga ketika dia belum mengundurkan diri, drama tentang uang. Ah tapi sudahlah... Akhirnya dia merasa tidak enak karena cuti lama sekali padahal kerja juga belum sampai 2 minggu dan memutuskan untuk mundur saja. Duh, sayang sekali aku memang sedang tidak bisa menunggu untuk dapet teteh, karena pekerjaan sedang cukup banyak.

Yang paling menonjol dari teteh ini adalah dia suka sekali berpenampilan sexy. Dengan baju harian semrawang dan tali BH warna-warni dan kemana-mana, serta baju tidur yang sangat ketat dan sangat pendek sekali. hahahaha. Aku sempat merekomendasikan si teteh ini ke tetangga, namun nomornya sudah tidak ada yang bisa dihubungi. Mudah-mudahan anaknya sudah sehat ya teh...

11. Teh Dewi
Ketika aku sedang dalam masa mencari, tetiba di grup RT ada yang menawarkan orang yang mau kerja. Langsung aku follow up dengan cepat. K aku gendong dengan kain dan kami cuss dengan motor menanyakan langsung ke mamang sayur komplek. Gayung bersambut, ternyata yang mau kerja adalah adek iparnya. Setelah ngobrol masalah kerjaan dan gaji, akhirnya sepakat untuk diantarkan nanti malam. Alhamdulillah

Namanya Teh Dewi, dari Brebes bagian Sunda. Anaknya masih kinyis-kinyis sekali. Belum bisa apa-apa karena memang baru lulus SD dan sempat masuk pesantren sebentar. Tapi dia mau belajar. Rupanya masalah peng-hire an dia ini juga sudah melibatkan drama. Drama rebutan asisten dengan tetangga. Ada tetanggaku yang merasa sudah ditawari si teteh ini, namun karena baru bisa memberi kepastian 2 atau 3 hari setelahnya, jadi kalah cepet dari aku. hehehe. Piss ya Bu N... :-p

Si teteh ini kreatif dan mau belajar. Dia melihat banyak buku resep punyaku, dan dia mempraktekan nya untuk masakan keluarga, serta makanan untuk K. Dia ulet sekali masalah K. Kalau K tidak suka dengan menu1, dia akan bikin menu 2, menu 3 sampai K cukup makannya. Makasih Teteh Dewi!

K juga langsung nempel sekali dengan dia. Alhamdulillah. Harapanku sangat besar terhadap Teh Dewi ini. Mudah-mudahan dia betah dan kerasan dan terbebas dari gangguan-gangguan yang membuat dia mundur dari kerjaan. #fingercrossed.

Minggu ini aku sempat mendapatkan shock therapy dari Teh Dewi yang menyatakan diri mau pulang karena mau di jodohkan. Lagii????? Oh no... Aku sudah sempat hopeless dengan kondisi. Aku cuma bilang ke Teh Dewi untuk telpon bapaknya dan bilang sejujurnya. Kalau memang mau di jodohkan ya sudah tidak apa-apa pulang. Tapi kalau tidak mau ya bilang saja tidak mau. Akhirnya dia tidak jadi pulang. Yaa Allah... Mudah-mudahan engkau jodohkan kami dalam hubungan pekerjaan ini sampai lama. Mudah-mudahan si Teh Dewi bertahan bekerja disini sampai bertahun-tahun dan tetap baik seperti sekarang. Aamiin.

Mudah-mudahan cerita ini tidak perlu di update dalam waktu dekat. Mudah-mudahan aku baru perlu meng-update 5 atau 10 tahun lagi. Aamiin :-)


Update as per 29 February 2016:

Seharusnya ini adalah update as per 23 February 2016. Namun rupanya membutuhkan waktu seminggu bagiku untuk lepas dari baper dan move on. Jadi korban PHP lagi itu rasanyaa... Malesssss... Dan dengan ini resmilah sudah aku punya Tim Kesebelasan Mantan Pembantu... hahahahaa

Iya. Jadi akhirnya si Asisten #11 itupun cuti dan tak kembali. Dia bertahan selama 4 bulan dengan full vacation (Pantai Oar dan sekitarnya dan juga Jogjakarta), tapi tak berminat lanjut lagi sepertinya. Entah terkena godaan apa dia di kampungnya sana. Atau memang dia pintar ber akting. Either one. Karena pas sebelum berangkat untuk cuti pertamanya, dia dengan sangat meyakinkan kami bilang bahwa Hari Selasa Pagi jam 6 pasti sudah sampai rumah lagi. Karena dia masih betah, en de ble en de bla. Tapi hari berlalu dan malam berganti #halah. Dan dia pergi tak kembali.... Lupakan. End.

Tadi pagi, ada calon asisten baru yang datang melamar. Kali ini aku akan mencoba peruntungan untuk menggunakan jasa ART yang pulang pergi. Mudah-mudahan K bisa cocok dengannya.

#12. Bi Sri
Orang Sunda tapi namanya Sri. Orang nya sudah berumur, punya anak 1 sudah SMU. Suaranya besar. Rumahnya di belakang komplek. Dia datang berdua dengan tetangganya yang juga sama-sama mencari kerja. Bi Sri kayaknya bingung dengan rate dia sendiri. Mungkin dia sekedar mencoba peruntungan ketika bilang rate nya ******. Karena begitu aku iyakan, dan diajak ngobrol ngalor-ngidul hingga akhirnya pamitan pulang (mulai kerjanya besok), dia nanya lagi "Bu, tadi saya bilang berapa ya gaji saya?" Pas aku bilang ****** (dikurangi 150.000 sambil tertawa), dia cuma bilang "oh segitu ya tadi saya bilang? Bukannya ****** (dia kurangi sendiri 50.000)?" hahahaha

Terus saya bilang "Gini aja bi... kita coba dulu 1 bulan apa K cocok apa enggak sama bibi. Jadi 1 bulan ini gaji bibi ****** (angka yang dia bilang terakhir), nanti kalau cocok, saya tambahi lagi jadi ****** (angka kesepakatan pertama)." Eh dia malah bilang "ya udah deh bu... ****** (angka yang dia bilang terakhir) aja, nggak usah pake 50 ribu. Di pasin aja." hahahaha.... Baru sekarang ada bibi yang menolak di gaji lebih... Sepertinya ibu itu galau.... :-p

Yaaaa kita lihat dulu ya bi ya gimana nanti K sama bibi. Cucok apa enggak... Masalah angka mah gampang sama saya sih... :-p

Sekian dulu.

Update as per 01 March 2016

Memang sih dari February ke Maret itu jaraknya sebulan. Tapiii, ini sungguh tragis. Kembali lagi aku jadi korban PHP dari asisten. Bi Sri yang kemarin (Iya, kemarin. 29 February 2016) bilang mau datang hari ini, tidak jadi datang.

Aku pikir Mbak B yang dari Jogja Hari Jum'at dan pulang Hari Selasa itu adalah yang paling tragis. Tapi rupanya ada lagi yang lebih tragis dari yang ter tragis. Datang kemarin cuma buat mengiyakan dan tahu gaji aja, terus kabur nggak jadi datang. Oh My.... Oh My... Oh My...

Mas Bojo dan aku hanya bisa meraba2 kenapa dan mengapa. Mungkin saja si bibi itu kemarin dapet tawaran kerja yang lebih deket dari rumah nya? Atau dapet kerja yang gajinya lebih tinggi? Atau dapet kerja yang deketan sama temennya kemarin? Atau dia dapat kerja yang bisa pulang siang karena nggak ngasuh? Entahlah... entahlah... entahlah...

Lowongan kembali di buka! Sekian.

Update as per 03 March 2016

Hari ini adalah hari ke-2 dari #13 Nek Yati. Nek Yati sudah sepuh, mungkin hampir seumuran dengan simbahku. Dilema sebetulnya mempunyai asisten sepuh. Karena aku jadi sungkan kalau mau minta ini itu. Dan juga sungkan kalau mau nunjukin kerjaan ini atau itu. Tapi karena ketidak mampuanku menolak, jadi aku iyakan saja kemarin. Kisahnya panjang... Sedikit banyak aku ceritakan sebentar lagi.

Jadi, sebetulnya Nek Yati ini mungkin bisa di bilang asisten #13.5. Ceritanya, tanggal 1 malam aku mulai lagi membuka lowongan kerja ke 2 orang tetanggaku. Yang satu Mbak M yang asistennya sudah 5 tahunan ikut dia, dan satu lagi H yang baru dapet asisten juga. Tetanggaku, H, mengatakan bahwa bibi-nya (asistennya) punya saudara ipar yang ingin sekali kerja, jadi besok akan dimintanya datang ke rumahku pagi2. Sambil ngobrol ngalor-ngidul sama H, aku minta brief guidance ke dia tentang bagaimana menginterview calon asisten. Dari sekian banyak list pertanyaan yang dia sarankan, rupanya hanya sedikit sekali yang pernah aku tanyakan. Kata H, kita harus jual mahal sedikit agar mereka tidak melunjak. Aku rasa, selama ini aku langsung pasang tampang mupeng begitu ada orang datang ingin bekerja. hahahahhaa

Aku bilang ke H kalau besok pagi ketika calon asistenku datang, aku akan bacakan itu list pertanyaan dari dia. Karena asisten H biasa datang jam setengah 7, maka aku sudah harap2 cemas ketika sampai dengan jam 7 keesokan harinya, si asisten juga tak kunjung datang.

Sekitar setengah 8, ada yang mengetuk pintu, aku pikir asisten dari H itu. Eeeehhh... ternyata si emak dari Mbak M yang datang bersama dengan seorang nenek yang akhirnya aku tahu namanya Nek Yati. Dalam hati aku sudah merasa eng ing eng, karena sebetulnya aku berharap bibi kiriman nya H yang datang. Tapi ya sudahlah... toh ditunggu sampai setengah 8 belum sampai juga. Akhirnya aku memberi kabar kepada H bahwa sudah ada yang kerja karena bibi nya nggak datang2. Eh rupanya si bibi nya juga sudah otw to my home. Oh my.... Setelah aku ceritakan ini itu, akhirnya H bilang untuk memberi bibi nya uang ongkos aja kalau memang tidak jadi diperlukan.

Akupun melancarkan pertanyaan seperti yang sudah dicontohkan oleh H kepada Nek Yati. It works... kekekkeeke

Akhirnya pekerjaan pertama Nek Yati adalah menyeterika. Ketika Nek Yati sedang asyik menyeterika, si bibi nya H dan saudaranya datang. Akupun menceritakan bagaimana kondisi yang ada. Mungkin karena merasa sedikit kecewa, akhirnya saudara bibinya H yang awalnya mau kerja itu jadi pasang bargaining position dengan menceritakan betapa beliau sebetulnya masih diharapkan untuk kerja di beberapa tempat, hanya saja dia tolak karena jauh, dll. Aku maklum.

Begitulah ceritanya. Meskipun sedikit gegar budaya karena K biasanya diasuh oleh remaja, dan sekarang diasuh oleh nenek2... :-)

Sekian.

Update as per 28 July 2016

#14

Jadi ceritanya berlanjut. Tentang Nek Yati. Akhirnya si nenek hanya bertahan kurang dari 2 bulan. Sakit dan mengundurkan diri. Mungkin karena nggak terbiasa kerja seharian dan ngintilin anak kecil jadi lelah nek yati.

Akhirnya kami juga ikutan lelah memikirkan asisten dan butuh piknik untuk sekedar melupakan masalah perasistenan. Bulan Mei lalu kami hijrah 3 minggu ke Jogja. Alasannya dibuat banyak. Lelah mikir asisten, dan juga mumpung K belum sekolah. Karena kan July K sudah sekolah, dan kalau sudah sekolah bisa susah pulang ke Jogja.

Karena Juni adalah Bulan Puasa, kami memutuskan tidak memakai asisten dulu. Beberapa tetangga yang baik menawarkan, tapi kami merasa waktunya sangat nanggung. Masuk pas puasa, pasti minta THR juga kan nanti. hehehe... maklum, sekarang jadi pelit karena patah hati berkelanjutan sama asisten. :-p

Setelah mudik lebaran, kami akhirnya mulai membuka peluang kerja untuk asisten rumah tangga yang PP saja. Sambil mulai tanya-tanya kanan-kiri, kami menyiapkan K untuk sekolah.

Tiba-tiba minggu lalu (lupa tepatnya hari apa), ada yang mengetuk pintu. Dan coba tebak siapa yang berdiri sambil tersenyum di depan pintu kami? Teteh #7 donk... Iya, Teh Munawaroh. Aku sudah feeling sih kalau si teteh ini pasti mau nyari kerja. Tapi secara basa-basi aku tanya juga sih. Dan benar, dia mau kerja lagi. Aku tanyain katanya mau nikah, katanya jodohnya belum ada. Dia pernah kerja didaerah Cimanggu Bogor, tapi katanya anaknya bandel banget dan nggak betah (entahlah, aku belum cek kebenarannya). Aku tanya mas bojo, katanya suruh terima saja karena masakannya lumayan enak. hahahaha. Murah sekali kita ini sama asisten ya.... :-p

Singkat kata, akhirnya si teteh #7 kerja lagi sama kami. Mudah-mudahan kali ini dia balik for good, lama betah dan berkah. Aamiin.