Tuesday, July 30, 2019

Kalimat Pertama

Syndrome PMS saya kali ini membuat saya berakhir dengan mengubek-ubek rak buku untuk mencari sebuah buku lama tulisan Dee Lestari, Perahu Kertas. Apakah sependek itu? Tidak semudah itu jendral...

Ini adalah kombinasi antara PMS, kegantengan Park Seo-Joon beserta dengan acting menggemaskannya di WWWSK, yang kemudian dilanjutkan dengan saya blogwalking ke blog saya sendiri untuk melihat tulisan-tulisan lama, whatsapp-an dengan Jeng Elmi di Soloraya sana, dan terakhir adalah whatsapp-an dengan Jeng Eka di Curug Mekar sana...

Syndrom PMS saya membuat saya mager alias malas bergerak. Kegantengan dan ke-unyuk-an Park Seo Joon di WWWSK membuat jiwa romantis saya bangkit. Mager dan romantis, terbayang bukan bagaimana keadaanya? Iyap. Jadi kepala melanglang buana kemana-mana. Dasarnya saya memang romantis melankolis yekaan :-p

Disaat mager dengan pikiran-pikiran romantis saya sedang menjalar, saya teringat bahwa dulu saya pernah berada pada masa 'lancar buang sampah' di blog. Saat dimana setiap membuang sampah, kata-kata yang keluar bisa berupa kata-kata mutiara gitu. ahahaha

Oh iya, flash back sedikit. Betul lho yang saya bilang bahwa saya kadang kalau buang sampah, baik tertulis (curhat di blog) ataupun tersuara (curhat ke orang) suka romantis. Oh iya, kalau saya juga suka mellow kalau dekat dengan Air. :-p

Seperti yang sudah saya ceritakan di suatu postingan sebelumnya (lupa dimana). Saat itu saya sedang dalam perjalanan menata hati (eeeaaa) ke sebuah pulau. Long short story saya bertemu dengan teman yang penulis (nggak usah dibilang lagi siapa, nanti dikira pansos).

Dia     : Kamu koq sendiri aja kesini?
Saya   : Iya, tapi kan berangkat sendiri, bukan berarti disini aku  sendirian kan. Ini lagi ngobrol sama kamu...
Dia     : Iya juga ya. Kamu nggak takut kenapa-kenapa di jalan?
Saya   : Enggak sih. Kenapa harus takut? Aku percaya diluar sana selalu ada orang-orang baik yang bisa kita temui. Kalau kita berusaha baik sama orang, pasti banyak orang baik yang akan membantu kita juga. Sebelum aku kesini, aku dijemput sama temen nya temen. Nginep di kosan dia. Terus dianterin subuh-subuh ke pool bis. Abis itu di kapal juga ketemu kalian orang-orang baik yang akhirnya malah aku bisa ikutan ke Wisma Apung ini kan...
Dia     : Bener juga ya. Terus kamu kenapa milih disini buat liburan tahun baru sendiri?
Saya   : Nggak tahu. Baru kepilih pas hari mau berangkat kemarin. Liat peta, merem, nunjuk. Ketunjuk Karimun Jawa. ahahahahhaa
Dia     : Eh buset, gimana kalau ketunjuknya ke antartica?

Kamipun tertawa...

Dia    : Tapi aku masih nggak ngerti kenapa kamu cewek sendirian jauh-jauh dari Bogor ke sini...
Saya  : Kenapa sih kita harus takut? Kalau kita takut kemana-mana dengan diri kita sendiri, kita bisa sampai mana? Kalau kita takut karena hanya sendiri, apa yang bisa kita lihat?

More or less... Seperti itu...

Back to the the line...

Jadi dipermageran saya kemarin, saya membaca tulisan demi tulisan di tahun-tahun lalu ketika runtutat kalimat masih dengan mudahnya mengalir lewat jemari lentik saya. Ada beberapa yang membuat saya sendiri mesam-mesem sambil bertanya dalam hati - Ya ampun, kesambet apa gw dulu bisa begini?- atau -Edan kali gw dulu ya, bisa nulis ginian- dan semacamnya...

Tapi sambil membaca mereka, saya kembali membayangkan pada masa itu. The moments, the feelings, the reason... Kenapa tulisan-tulisan itu ada. Beberapa saya copy dan kirim ke orang yang bersangkutan dengan tulisan saya itu. Sekedar nostalgia.

Beberapa dari tulisan itu terasa baru kemarin terjadi, sehingga masih membuat saya senang, sedih, terharu kembali... #MellowEffect

Sambil saya mellow membaca tulisan, saya ber-wa dengan Jeng Elmi di Soloraya sana dan mengungkapkan ke melow an saya. Dia tertawa seperti biasa... Dan bilang "kebawa kreatif jadi pengen jadi penulis kali?" dan saya jawab "Lebih tepatnya cita-cita lama tersentil kembali".

Kemudian saya ber-wa dengan Jeng Eka di Curug Mekar sana... Saya bilang saya semakin sulit menemukan kalimat pembuka dalam tulisan saya. Dia bilang "Kamu baca lagi tulisan-tulisan penulis idola kamu... Aku biasanya baca tulisan Laila Chudori buat inspirasi. Kamu siapa?"

Dan begitulah kemudian saya mendarat cantik didepan rak buku, mengubek-ubek tumpukan buku yang mulai menguning, sampai bertemu lagi dengan buku ini.... Buku yang saya baca ketika jaman saya sedang banyak-banyaknya buang sampai melalui tulisan dengan cukup baik. Mungkin saya harus mulai membacanya kembali... Let see kalau akhir pekan ini bisa mengulangi kembali masa-masa lalu itu...

Memories of Perahu Kertas
#fallinginlovewitholdmemories
#wujudkanmimpimu

Monday, July 22, 2019

Senang Yang Menguras Energi

Pernah nggak sih kalian melewati hari yang sedikit lain daripada biasanya?

Seperti...

Kita pergi dari rumah untuk suatu acara di suatu tempat, kemudian mampir ke tempat lain, dan pulang kembali kerumah. Tapiii... In between dari acara di atas, kita bertemu dengan banyak orang. Baik yang memang sudah kita rencanakan untuk bertemu, ataupun yang secara tidak sengaja kita bertemu, bertegur sapa dan mengobrol.

Saya sudah beberapa kali mengalaminya... Contohnya begini...

Saat itu kantor saya Bagian Program ada meeting di Taman Koleksi IPB Baranang Siang. Saya seperti biasa, karena warga pribumi Bogor jadi di undang untuk ikut bagian makannya... Aseeeekkk

Dari rumah saya naik motor, dan parkir di parkiran motor Gedung Pasca. Pas di Parkiran, saya ketemu siapa? Yak, saya bertemu dengan Ibu Nora, dosen pembimbing saya. Beliau hendak menitipkan skripsi hasil koreksi untuk mahasiswanya. Kami ngobrol singkat dan saya merasa senang bertemu dengan beliau yang sangat berjasa dalam proses perkuliahan saya.

Setelah berpisah dengan Ibu Nora, saya berjalan menuju Takol, dalam perjalanan saya bertemu dengan teman PL di Pangalengan. Sepertinya sudah beberapa tahun kami tidak berkontak, akhirnya kami mengobrol singkat juga karena sama-sama tergesa. Saya merasa senang karena bisa bertemu lagi dengan teman seperjuangan ketika berjuang di kebun kentang... :-)

Sayapun akhirnya sampai di Takol, tempat meeting teman kantor saya. Tentu saja disana saya bertemu dengan teman-teman kantor saya yang sedang meeting. Ngobrol seperlunya, dan melanjutkan pekerjaan saya diruang yang sama dengan mereka.

Ketika jam makan siang, pintu ruang meeting sebelah ruangan kami terbuka dan saya langsung tertawa. Ada mantan bos saya di kantor tempat saya kerja ketika masih mahasiswa disitu. Dia melihat saya dan kemudian tertawa juga. Kamipun mengobrol seperlunya. Saya merasa senang sekali karena bertemu lagi dengan beliau, dan melihat beliau masih sehat bersemangat. Kamipun makan siang bersama tim meeting masing-masing.

Sambil makan, saya bercerita kepada teman kerja saya mengenai orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan menuju tempat meeting ini. Teman saya tertawa dan cukup terkejut. Saya bilang karena masih di Bogor, jadi kemungkinan bertemu dengan teman memang sangat besar peluangnya.

Setelah meeting selesai, saya dan teman kerja saya itu berjalan bersama ke arah Botani Square. Ndilalah di depan Botani, saya bertemu lagi dengan salah satu senior saya di Lawalata IPB. Saya bertanya kabar dan ngobrol sebentar, kemudian senior saya berlalu. Saya senang juga bertemu senior saya itu. Meskipun saat saya masih aktif di organisasi, dia banyak sekali membuat saya gondok, tapi bertemu teman lama selalu menyenangkan. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.

Sesampainya di dalam Botani, koq ya saya bertemu lagi dengan teman asrama saya.... Saya ngobrol sebentar, dan merasa senang juga bertemu teman seperjuangan nongkrong di kantin asrama. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.

Akhirnya teman saya itu pulang karena sudah dijemput supirnya. Sayapun ke toko buku di lantai bawah sebentar dan kemudian pulang. Kali ini tidak ada lagi teman yang saya temui.

Sampai di kosan, saya merasa sangat-sangat bersemangat, tetapi juga sangat-sangat-sangat lelah sekali. Sepertinya semua energi sudah terkuras habis. Karenanya, saya hanya mampu geleleran di kasur tanpa tidur dan tanpa beraktivitas yang berarti.

Kalau saya ingat-ingat kembali, kejadian seperti itu sering sekali saya alami.... Bertemu banyak teman lama/baru, ngobrol haha hihi sebentar sambil bertukar kabar, kemudian melanjutkan aktifitas kembali. Di akhir hari, tenaga terasa habis bis bis... Geleleran laksana onggokan daging akhirnya saya.... :-)

Ada yang pernah merasakan hal yang sama?

Oh iya, ada juga cerita tentang menghabiskan perjalanan dengan mengobrol bersama teman baru dikursi sebelah... Duh, saya sering banget yang begini...

Bagi yang kenal dengan saya, mungkin tidak heran lagi. Karena kadang saya memang diketahui suka SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) sama orang. Kalau suami saya sering bilang "Kamu itu kalau di tarok ditempat yang banyak orang, pasti nggak lama langsung bilang - Hai, namanya siapa? Tinggalnya dimana? oooo.... Disana... Eh disana kan ada tempat bagus ya... Eh itu juga ini kan... Bleh bleh bleh.... - " Dan saya akui "iya sih...." ahahaha

Begitulah... Biasanya, kalau saya sedang tidak ingin membaca, saya akan mengobrol. Tapi belakangan ini kebiasaan saya mulai terganggu dengan mulai beraninya saya melanggar janji diri untuk nonton drakor. Hahahaa. Iya, saya dulunya selalu berjanji tidak akan nonton drakor karena tahu diri bahwa saya buruk sekali pengendalian dirinya. Saya tahu ketika saya memulai, pasti saya sulit mengotrol diri saya. Dan ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan... Eeerrr...

Salah satu efek drakor yang membuat saya merasa "parah banget ini gw" adalah ketika saya melakukan perjalanan naik Kereta Api dari Jogja-Jakarta. Saat itu saya sudah terlanjur memulai nonton She Was Pretty di malam sebelumnya. Hasilnya adalah sepanjang Jogja-Jakarta mata saya tidak lepas dari HP untuk menonton dan menyelesaikan She Was Pretty.

Padahal tetangga sebelah (kursi) saya yang adalah bapak-bapak pengusaha Sapi Qurban sudah memancing pembicaraan. Tapi karena mata saya fokus ke HP dan cerita lucuk nya, saya hanya menjawab seperlunya. Beliau menawari untuk membelikan saya sarapan, saya tolak karena sudah kenyang - kembali ke HP. Beliau menawari membelikan saya air mineral, saya tolak karena saya sudah bawa dari rumah - kembali ke HP. Beliau memaksa mentraktir makan siang, saya tolak dan saya paksa bayar sendiri (dan tidak niat ntraktir si bapak) - kembali ke HP. Beliau mencoba mentraktir saya kopi tapi saya paksa bayar sendiri - kembali ke HP.... Eeerrr

Saya merasa sedikit nggak enak sebetulnya, tapi juga merasa tidak layak menerima traktiran dari beliau karena saya sedang tidak mood mengobrol. Lebay banget yekaaan... Embeeeerrrr....

Sesampainya di rumah, saya juga merasa letih lesu jiwa raga karena perjalanan panjang tapi fokus nonton bukannya istirahat. Teronggok seperti onggokan daging juga saya akhirnya di kasur... uhuk...

Oh iya, adalagi satu hal yang bisa membuat saya senang tapi juga menguras energi hingga akhirnya saya berakhir seperti sebuah onggokan daging. Yaitu bertemu teman lama, ngobrol panjang lebar ngalor ngidul membicarakan jaman purbakala sampai dengan jaman now. Sering sekali saya alami.

Kalau orang lain jaman now, setiap bertemu teman yang paling utama adalah wefie, betul? Saya kalau bertemu teman lama sering nya lupa minta wefie... Kalau sudah terlanjut haha dan hihi, kalau teman saya tidak meminta wefie, biasanya kita berpisah begitu saja. Diperjalanan pulang atau dirumah baru ingat "Ya ampun, kita koq nggak foto".

Biasanya untuk pertemuan yang seperti itu, sampai dirumah saya juga berakhir dengan letih lesu bagaikan onggokan daging. Tapi hati terasa senang gitu deh...

Pernah saat itu saya bertemu 2 orang teman kosan yang sama-sama sudah lama tidak bertemu. Yang satu tinggal di kota sebelah yang masih bolak-balik ke Bogor namun tidak pernah bertemu juga, dan yang satu tinggal di negara tetangga karena menikah dengan pangeran negri sebrang (bukan pangeran kelantan seperti Manohara).

Mulai dari bertemu, kami terus ber haha dan ber hihi mengenai banyak hal. Tiba-tiba teman saya yang tinggal di negri seberang itu bertanya:

Teman Negri Sebrang (TNS) : Kalian sering ketemuan ya?
Teman Kota Sebelah (TKS) : Boro-boro... Terakhir ketemu ya di nikahan elu dulu itu...
TNS : Tapi koq kalian ngobrolnya kayak sering ketemu gitu?
TKS : Nggak tau sih, kalau sama Mbak Wilis ini kalau ketemu emang bawaannya ngobrol terus ya
Saya : Iya ya... Tapi sama elu juga kan gw ngobrol biasa. Emang harusnya gimana?
TNS : Iya sih... Kita kayak yang nggak pernah tinggal jauh, masih sering ketemu gitu ya? Apa karena ada WA ya?
TKS : Gw sama Mbak Wilis kalau WA nan pasti karena ada maunya... ahahhaa
Saya : Iya juga ya. Kalau nggak gw yang minta tolong/nanya2, elu yang nanya2 ke gw...

Dan kamipun tertawa bersama dan melanjutkan obrolan. Setelah beberapa jam, akhirnya kamipun berpisah menuju aktifitas masing-masing. Setelah pulang ke rumah, saya rasanya senang sekali tapi juga lelah sekali. Ketika sedang teronggok seperti onggokan daging, saya WA TNS dan bilang "Koq kita nggak poto ya?" ahahahhaa. Telmi!

Begitulah sharing saya hari ini, sekedar mengeluarkan energi akibat kebanyakan kopi hari ini. Setelah ini, saya rasa energi saya akan seimbang kembali dan siap untuk menyelesaikan PR kerjaan yang semakin menumpuk seperti onggokan daging juga... Eeerrr

#receh

Thursday, July 11, 2019

Agenda Liburan Ekonomis K

Libur tlah tiba... Liburrr tlah tibaaa... Hore... Hore...

Bulan Juni dan Juli adalah bulan nya anak-anak. Setuju?

Yak betul. Karena bulan Juni dan Juli adalah saatnya libur kenaikan tingkat. Biasanya liburnya lama sekali, sekitar satu bulan.

Terus, kalau libur sekolah, K ngapain aja donk?

Ada beberapa kegiatan yang di ikuti K selama liburan ini. Tidak banyak karena Ayah dan Bunda tidak libur dan kurang kreatif. Jadi beberapa saja yang terabadikan. :-)

Salah satunya adalah, K join acara liburan bersama dengan Daycare Tanika milik Bunda Nessa. Selama 3 hari, K ikut acara disana. Acaranya seru banget. Tiap pulang dari Tanika, K selalu membawa hasil karya.

Alat Musik, Note, dan Paper Bag
Hari Pertama di Tanika, K membuat alat musik berupa Drum dan Kecrekan... Hari kedua, dia membuat Paper bag dan custom Note. Hari ketiga adalah membuat topping donut, tapi donut nya tidak sempat difoto :-)

Acaranya seru sekali Bunda Nessa... Terima Kasih!

Selain itu, K juga ikut acara yang diselenggarakan di Clustes kami yaitu acara menghias cupcake. Kegiatan ini diadakan oleh Mbak Hana dari Blok G. Karena banyaknya peminat acara, akhirnya peserta dibagi-bagi sesuai dengan golongan usia. Seru banget kaaaan...

Dengan ikut serta kegiatan semacam ini, diharapkan anak-anak kita bisa melewati masa liburannya dengan ceria dan less gadget. Meskipun satu atau dua jam, lumayan kaaaan...

Terima Kasih Mbak Hana yang telah menyiapkan acara seru ini....





Wednesday, July 10, 2019

Tetangga Masa Kini

Tim Hore Jayadewata
Hari ini, ada reporter dari Radar Bogor berkunjung ke komplek kami untuk sedikit wawancara dan ambil foto, sehubungan dengan program Bogorku Bersih.

Long short story, saya sih cuma mau share photo ini aja...

Setelah tinggal di cluster ini selama kurang lebih 5 tahun, baru kali ini saya berfoto di gerbang ini... #meaningless yekaaan... #recehpost  #hahahaa

Saturday, July 6, 2019

Catatan Visi Misi

Seringkali kita ditanya oleh orang lain, apa cita-cita kita?

Dulu ketika masih kecil, sudah barang tentu kita akan menjawab seperti "Dokter, Guru, Presiden, Polisi" atau apalah sebangsanya. 

Setelah besar, berkeluarga, punya anak begini? Apakah sudah tidak ada lagi yang menanyakan cita-cita? Masih ada juga... Jawabannya apakah masih sama?

Buat saya sih tidak... :-)

Saya sudah melupakan cita-cita saya untuk masalah profesi seperti itu. Tinggal 1 cita-cita kecil yang masih saya simpan sebagai mimpi, yaitu menulis buku... Pun kalaupun tidak terlaksana, toh saya sudah pernah mencetak buku saya sendiri, untuk saya sendiri juga... ahahah #sedih

Sebetulnya ingin berbanjang dan berlebar menceritakan ide cita-cita saya, tapi ah nanti kalau di contek orang gimana? ahahah #GeEr

Saya simpan clue nya saja disini ya... Agar saya tidak lupa, dan selalu mengupayakannya kedepan... 


When I need to calm my mind, 
But I have to keep my hand busy... 

Kita bismillah kan tak jemu-jemu yaaaa :-p

Happy weekend!