Aku mendengar bahwa aka nada sedikit gempa yang mengguncang wilayah ku. Gempa lokal, lokal banget. Gempa itu akan mengguncang sebentar, namun akan berdampak lama. Terutama untukku. Gempa itu akan menjungkir balikkan beberapa benda, sehingga tidak akan berada pada posisinya semula.
Aku tahu kalau gempa itu pasti akan terjadi, secepatnya. Namun aku belum bisa memilih dan menentukan apakah aku akan lari menyelamatkan diri sendiri, atau menunggu dan menghadapi hingga saat gempa datang. Aku masih belum bisa memilih. Aku masih sekedar mendengar betapa serunya orang membicarakan betapa dahsyatnya gempa itu dan kemungkinan akibat yang bisa terjadi.
Aku sedang dilemma. Aku bisa saja melarikan diri dan menyelamatkan diri sendiri sekarang atau secepatnya. Tetapi disisi lain aku masih ingin melihat sampai akhir episode gempa ini. Aku ingin melihat dan merasakan dahsyatnya gempa yang akan melanda daerahku ini. Aku ingin tahu apakah gempa ini benar2 akan berakibat fatal padaku. Bagaimana jika tidak?
Aku ingin merasakan bagaimana hancurnya aku ketika benar2 gempa itu berimbas padaku. Biarkan aku merasa jatuh dan sakit, agar aku tahu bagaimana rasanya bangun dan menjalani proses penyembuhan. Naif bukan? Entahlah… Apa yang akan terjadi nanti, biar aku pikirkan setelah ini saja.
Deg2an juga sebenarnya, namun itu terasa bagus untukku. Sudah lama aku tidak merasa deg2an, gelisah, dan gundah gulana. Mungkin ini akan bisa mengembalikanku menjadi orang normal pada umumnya yang hidup dengan perasaan yang lengkap. Sedih, senang, ragu, yakin, marah, ceria, bangga, gelisah, hambar, percaya diri, minder, sakit, malu, dan lain2.
Mungkin perjalanan keretaku sudah mengarah pada jalur rel yang benar. Tidak akan ada kereta yang berjalan pada jalan beraspal, kalau bukan karena kecelakaan. Apapun yang sudah, sedang, dan akan terjadi, aku serahkan semua kembali kepada Tuhan. May Allah Bless Me, You, Them, and Everybody Around the World.
We Must Always be Happy, Wherever We Are….. Right?
No comments:
Post a Comment