Pertanyaan ini sepertinya hanyalah pertanyaan biasa saja... Biasa aja kan? Iya, biasa saja...
Tapi terkadang rupanya bisa menjadi tidak biasa lho...
Contoh Kasus:
Obrolan antara Emak dan Bapak, ketika keluarga ini hendak jalan-jalan singkat:
Emak: "Ayah, aku bagusnya pakai yang mana?"
Bapak: "Yang mana aja bagus..."
Emak: "Iiih... menurut kamu, lebih bagus kalau pakai yang mana?"
Bapak: "Hmmm.... Yang ini deh...."
Emak: "Beneran? Masak sih? Bukannya ini begini ya? Atau itu begitu?"
Bapak: "Yang itu juga bagus koq..."
Emak: "Duuuh.... Jadi yang mana donk?"
Bapak: "Bentar, aku mules banget... Ke toilet dulu yak..." --> Ini sudah menjadi hal biasa... Runaway is the best way.... ahahahaa
Atau yang ini...
Obrolan antara Anak dan Teteh ketika mereka bermain piknik-piknikan (hasil nguping emak dari ruang kerja):
Anak: "Teteh, ayo kita piknik..."
Teteh: "Ayok..."
Anak: "Topinya aku bagusnya pakai yang mana?"
Teteh: "Yang ini bagus...."
Anak: "Tapi kan aku sukanya yang pink..."
Teteh: "Ya udah kalau gitu yang pink ini bagus..."
Anak: "Iih... Tapi kan aku sukanya yang pakai bunga-bungaaa...."
Teteh: "Ya udah atuh yang ini kalau gitu...."
Anak: "iiihh.... Teteh... Aku yang ini aja..." --> Topi biru nangkring di kepalanya...
#Sekian
#CeritaNggakPentingHariIni
#NalaFamily
Monday, March 26, 2018
Sunday, March 18, 2018
Ketika Rindu Begitu Menggebu
Musim hujan sepertinya sudah mulai melambaikan tangannya kepada sang mentari...
Jumlah malam berhujan semakin sedikit belakangan ini, disusul dengan kasur yang mulai terasa keras... Pertanda apaaaaa???
Yesss... Pertanda saat untuk kembali mengkalibrasi jiwa dengan tidur ditenda sudah hadir kembali pula. Yuk kita kemping... yooookkk.... :-)
Akhirnya mas bojo saya dengan semangadh membawa kami ke tempat yang biasa kami datangi, tapi di lokasi kemping yang berbeda. Kali ini kami memilih lokasi di camping ground sebelum pintu masuk ke Kawah Ratu. Harapannya sih agar keesokan harinya bisa tracking sedikit mengarah ke Kawah Ratu.
Pada Hari Sabtu siang yang direncanakan, koq ya ndilalah hujan deras kembali mendera area Dramaga. Eeeaaa... Goyahlah niat dan semangat kami...
Namun setelah beberapa saat mengamati langit dan hujan, akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat. Berharap hujan segera reda ketika kami di jalan. Dan harapan kami pun terkabul. Saat kami masih diperjalanan, hujan sudah mulai reda, langit mulai cerah... Yiiihhhaaaaa
Dalam perjalanan berangkat, K tertidur. Baru bangun ketika sudah sampai diarea camping ground. Namun sayang, sepertinya dia terserang demam. Entah bagaimana ceritanya. Dia terlihat lesu, badannya terasa panas... Ragu... dan maju mundur syantiek...
Akhirnya kami nangkring syantiek di warung sambil makan dan minum, sembari bercengkerama bagaimana baiknya. Kami putuskan untuk pulang, tapi rupanya itu against willing nya K. Dia tidak setuju. Karena rupanya dia pingin sekali berenang di sungai besokannya. Negosiasi buntu, berakhir dengan tenda yang mulai dipasang... Sedikit was-was sebetulnya mengingat kami tidak membawa perlengkapan P3K. Hanya berbekal T***k A***n anak saja.... Bismillah...
![]() |
| Chef Yudi mulai beraksi |
Setelah tenda berdiri, K langsung nyungsruk ke dalam tenda dengan nyamannya... Mungkin karena sangking semangatnya camping lagi, dia terdengar lebih kempripik dari keripik biasanya. She looks happy... Kalau sudah begitu, kami bisa apa lagi.... #alibi
![]() |
| Kalau ini sih numpang eksis doank |
K merajuk dan memaksa bapaknya untuk memasangkan hammock nya. Dia pengen berayun-ayun di hammock. Tapi setelah hammock terpasang, dia malah hanya mencoba sebentar. Lokasi pemasangan hammock nya sedikit ekstrim untuk anak kecil memang. Di atas lereng jurang. ahahaha. Dia memilih untuk bermain masak-masakan dengan kompor ayahnya saja. Berkah sekali untuk emaknya ini. Saya yang sengaja membawa buku, bisa leyeh-leyeh syantiek begitu...
---
Mercy.... It might not be easy... But it's not impossible either....
Fokuslah pada kebaikan, hingga tak ada ruang untuk satupun yang tidak baik untuk timbul. Jika yang tidak baik memaksa untuk muncul, kembalikan pada hatimu... Munculkan semua kebaikan, hingga yang tidak baik bisa terlupakan... #sepertiitu
![]() |
| Open your heart... Let your ear and your eyes take a rest for a moment... |
---
Ketika matahari mulai tenggelam, hari mulai temaram. Kamipun menyalakan api unggun, sambil menikmati pemandangan langit indah dengan warna lembayung nya. Saya jadi ingat dulu ada lagu (soundtrack apa gitu).
Saya: "Mbak K, kamu tahu nggak warna langit disana itu? Yang tempat matahari terbenam itu....?"
K: "Nggak tau..."
Saya: "Namanya lembayung... ada lagunya lho.... - lembayung meronaa... mengantar senjaaaa... menyibak tirai malaaammm....- ..."
K: "Serem ah lagunya...."
#eeeaaaa...
Tak berapa lama kemudian, K yang badannya masih terasa hangat, tertidur di dalam tenda. Tinggalah saya dan mas bojo yang haha hihi didepan tenda sambil menghangatkan badan. Kami bernostalgia senja di masa belasan tahun sebelumnya, ketika kami masih mahasiswa dan sering berkegiatan camping bersama teman-teman yang lainnya...
"Ini bukan api yang sama yang kita pandangi belasan tahun yang lalu.... Namun rasa hangat dan menghangatkan ini, masih sama seperti hangatnya rasa waktu itu..." #eeeaaa #lagi
![]() |
| Api memberikan kehangatan dari luar... Obrolan menghangatkan suasana dari dalam... |
Ketika hari telah gelap, datang 1 rombongan anak mudah yang mendirikan tenda tak jauh dari tenda kami. Mereka sepertinya belum pengalaman camping, dan mengajak 1 pemandu untuk mendirikan tenda mereka. Mas bojo dan saja tersenyum-senyum mendengarkan obrolan anak-anak mudah itu. Semangat muda yang mengingatkan masa-masa yang telah lalu...
Malam menjadi semakin dingin, akhirnya saya tidur juga... Selamat beristirahat semesta...
![]() |
| K the explorer semangadh menuju sungai |
Pagi hari...
Badan K masih panas, meskipun tak sepanas malam hari. Dia terlihat kuyu dan layu. Tapi tak mengurangi semangadh nya untuk bangun pagi. Dia bangun pagi dengan semangadh untuk segera berenang ke sungai... Haissshhh...
Akhirnya setelah selesai sarapan dan bercengkerama pagi, kami memutuskan untuk berkemas dan bergegas menuju ke sungai. Setelah mandi di sungai, demam K turun. Sampai tiba di rumah kembali, panas badannya kembali normal.
![]() |
| River lover |
![]() |
| Love |
| Hammock-ing with love |
Begitulah.... Weekend ala kami...
See you on the next journey! :-p
Friday, March 16, 2018
Berjalan Maju di Atas Seutas Tali
Ini hanyalah pemikiran yang numpang lewat, ketika seperti biasa saya diam.
Tahu kan kenapa saya berusaha untuk selalu "sibuk" atau "melakukan sesuatu"?
Ya karena ini... Kalau saya diam, otak saya yang berkeliaran... :-p
Seperti hari ini
Siang terik sepanjang hari, membuat mata mengerenyit
Ketika suasana mendadak sepi, tiba-tiba saya mulai terfikir (#eeeaaa)
Saat ini, lebih kurangnya sudah hampir 2 tahun saya "Ngantor" di tempat ini...
Lebih tepatnya 20 bulan, dikurangi libur 3 bulan dan 3 minggu...
Setiap pagi, saya bangun dari tidur, kemudian menikmati teh manis sambil melakukan rutinitas pagi.
Jam 7.15an berangkat mengantarkan anak sekolah, terkadang bersama Mas Bojo, terkadang saya ngojek...
Jam 8 kurang 5 menit biasanya saya sudah drop off K di sekolahnya, untuk melewati hari bersama temannya.
Setelah itu, saya akan duduk manis didepan laptop saya tercinta... Terkadang menetap terkadang berpindah...
SOLO... Small Office Laptop Office.
Tahun lalu, jam 11 saya berhenti kerja karena anak saya pulang jam 11.30 WIB
Tahun ini, jam 11.30 saya berhenti kerja karena anak saya pulang jam 12.00 WIB (kecuali jum'at)
Tahun depan, anak saya pulang jam 12.20 WIB, saya belum tahu skenario seperti apa yang akan saya mainkan...
Kembali lagi ke otak saya yang mulai berfikir...
Detik demi detik... menit demi menit... jam demi jam... hari demi hari... akhirnya tahun demi tahun...
Semua adalah rangkaian titik detik yang berjejer rapat, bertambah setiap detiknya. Satu detik satu titik...
Adapun hal-hal yang terjadi pada setiap detiknya, adalah sambungan titik yang bercabang dari titik utama. Kebayang apa yang saya maksud? :-p
Bagaimana kita melihat, merasakan, menilai, dan membahasakan hari demi hari yang berlalu tanpa bisa di pause, tanpa bisa di rewind, tanpa bisa di hapus jejaknya itu?
Mungkin hanya saya yang kejauhan mikir begini... Namanya saja otak nggak bisa di ikat dengan tali atau webbing. hehehee
Kalau saya suka iseng, saya suka bilang dan mengatakan pada diri saya bahwa itu adalah perjalanan kita. Kita berjalan diatas tali dengan jaring penyelamat dibawahnya, yang tidak boleh mundur lagi. Bisa jatuh, tapi kita bisa bangun, naik, dan berjalan lagi. Tapi tidak boleh dan tidak bisa mundur.
Orang kadang suka berkata "itu sih namanya kita berjalan mundur". Tapi koq menurut saya itu sedikit kurang tepat. Karena waktu, tidak akan pernah bisa kita tarik ke belakang bukan?
Mungkin yang lebih masuk akal, adalah "kita sedang tergelincir, atau tersangkut talinya. Sehingga perjalanan maju kita terhambat. Tapi toh kalau kita terus berusaha, lambat laun kita akan maju lagi kan?"
Bagaimana kalau kita sedang down? tersandung masalah?
Mungkin itu karena kita sedang terpeleset, dan jatuh. Kadang levelnya ringan? Karena ketika kita jatuh, kita sudah sadar bahwa kita akan jatuh, jadi kita sudah persiapan jatuh. Bangkitnya akan lebih mudah dan meneruskan perjalanan maju. Ketika levelnya berat? Mungkin karena kita tidak menduga akan jatuh? Atau kita tidak pernah membayangkan bisa jatuh? Jadi ya terjatuh dengan keras tanpa persiapan, sudah pasti sakit, dan cukup lama untuk bisa bangkit lagi.
Kenapa saya bilang ada jaring penyelamatnya?
Ya karena toh meskipun kita jatuh terjerembab, terkena masalah sampai kadang bisa dibilang remuk redam hancur terurai burai, kita masih hidup di dunia kan? Meskipun sebagai manusia kita sudah merasa terpuruk ke jurang paling dalam, namun sebagai manusia juga kita masih hidup. Jika kemudian kita tidak mampu, tidak sanggup, dan tidak ingin lagi bangkit berjuang meneruskan perjalanan, beberapa kemudian memilih untuk merobek jaring penyelamat dan terjun bebas keluar arena... Mendahului aturan main kehidupan...
Tapi tidak sedikit juga bukan yang setelah terjatuh keras hingga rasanya tak ada lagi semangat untuk membuka mata, akhirnya berusaha untuk berdiri, bangkit, menaiki dan meniti talinya kembali pelan-pelan, meneruskan perjalanan hidupnya sampai garis yang di tetapkan. Mungkin dalam menuju garis yang ditetapnya Tuhan, kita masih harus jatuh dan bangun lagi. Tapi ya mau bagaimana lagi. Namanya juga meniti tali... Kita berjalan di jalan raya saja terkadang bisa jatuh atau melenceng, apalagi berjalan di seutas tali... Dimengerti...
Kalau kakak saya yang di kampung biasanya, selain nyanyi "Bojo Galak" juga nyanyi "Kuat di lakoni ra kuat tinggal ngopi" Entahlah itu lagunya siapa... Tapi filosofinya ya dapet banget... hehehe
Tahu kan kenapa saya berusaha untuk selalu "sibuk" atau "melakukan sesuatu"?
Ya karena ini... Kalau saya diam, otak saya yang berkeliaran... :-p
Seperti hari ini
Siang terik sepanjang hari, membuat mata mengerenyit
Ketika suasana mendadak sepi, tiba-tiba saya mulai terfikir (#eeeaaa)
Saat ini, lebih kurangnya sudah hampir 2 tahun saya "Ngantor" di tempat ini...
Lebih tepatnya 20 bulan, dikurangi libur 3 bulan dan 3 minggu...
Setiap pagi, saya bangun dari tidur, kemudian menikmati teh manis sambil melakukan rutinitas pagi.
Jam 7.15an berangkat mengantarkan anak sekolah, terkadang bersama Mas Bojo, terkadang saya ngojek...
Jam 8 kurang 5 menit biasanya saya sudah drop off K di sekolahnya, untuk melewati hari bersama temannya.
Setelah itu, saya akan duduk manis didepan laptop saya tercinta... Terkadang menetap terkadang berpindah...
SOLO... Small Office Laptop Office.
Tahun lalu, jam 11 saya berhenti kerja karena anak saya pulang jam 11.30 WIB
Tahun ini, jam 11.30 saya berhenti kerja karena anak saya pulang jam 12.00 WIB (kecuali jum'at)
Tahun depan, anak saya pulang jam 12.20 WIB, saya belum tahu skenario seperti apa yang akan saya mainkan...
Kembali lagi ke otak saya yang mulai berfikir...
Detik demi detik... menit demi menit... jam demi jam... hari demi hari... akhirnya tahun demi tahun...
Semua adalah rangkaian titik detik yang berjejer rapat, bertambah setiap detiknya. Satu detik satu titik...
Adapun hal-hal yang terjadi pada setiap detiknya, adalah sambungan titik yang bercabang dari titik utama. Kebayang apa yang saya maksud? :-p
Bagaimana kita melihat, merasakan, menilai, dan membahasakan hari demi hari yang berlalu tanpa bisa di pause, tanpa bisa di rewind, tanpa bisa di hapus jejaknya itu?
Mungkin hanya saya yang kejauhan mikir begini... Namanya saja otak nggak bisa di ikat dengan tali atau webbing. hehehee
Kalau saya suka iseng, saya suka bilang dan mengatakan pada diri saya bahwa itu adalah perjalanan kita. Kita berjalan diatas tali dengan jaring penyelamat dibawahnya, yang tidak boleh mundur lagi. Bisa jatuh, tapi kita bisa bangun, naik, dan berjalan lagi. Tapi tidak boleh dan tidak bisa mundur.
Orang kadang suka berkata "itu sih namanya kita berjalan mundur". Tapi koq menurut saya itu sedikit kurang tepat. Karena waktu, tidak akan pernah bisa kita tarik ke belakang bukan?
Mungkin yang lebih masuk akal, adalah "kita sedang tergelincir, atau tersangkut talinya. Sehingga perjalanan maju kita terhambat. Tapi toh kalau kita terus berusaha, lambat laun kita akan maju lagi kan?"
Bagaimana kalau kita sedang down? tersandung masalah?
Mungkin itu karena kita sedang terpeleset, dan jatuh. Kadang levelnya ringan? Karena ketika kita jatuh, kita sudah sadar bahwa kita akan jatuh, jadi kita sudah persiapan jatuh. Bangkitnya akan lebih mudah dan meneruskan perjalanan maju. Ketika levelnya berat? Mungkin karena kita tidak menduga akan jatuh? Atau kita tidak pernah membayangkan bisa jatuh? Jadi ya terjatuh dengan keras tanpa persiapan, sudah pasti sakit, dan cukup lama untuk bisa bangkit lagi.
Kenapa saya bilang ada jaring penyelamatnya?
Ya karena toh meskipun kita jatuh terjerembab, terkena masalah sampai kadang bisa dibilang remuk redam hancur terurai burai, kita masih hidup di dunia kan? Meskipun sebagai manusia kita sudah merasa terpuruk ke jurang paling dalam, namun sebagai manusia juga kita masih hidup. Jika kemudian kita tidak mampu, tidak sanggup, dan tidak ingin lagi bangkit berjuang meneruskan perjalanan, beberapa kemudian memilih untuk merobek jaring penyelamat dan terjun bebas keluar arena... Mendahului aturan main kehidupan...
Tapi tidak sedikit juga bukan yang setelah terjatuh keras hingga rasanya tak ada lagi semangat untuk membuka mata, akhirnya berusaha untuk berdiri, bangkit, menaiki dan meniti talinya kembali pelan-pelan, meneruskan perjalanan hidupnya sampai garis yang di tetapkan. Mungkin dalam menuju garis yang ditetapnya Tuhan, kita masih harus jatuh dan bangun lagi. Tapi ya mau bagaimana lagi. Namanya juga meniti tali... Kita berjalan di jalan raya saja terkadang bisa jatuh atau melenceng, apalagi berjalan di seutas tali... Dimengerti...
![]() |
| Kata Orang Yang Penting adalah = Jumlah Jatuh + 1 |
Btw kenapa tiba-tiba saya mikirnya berat-berat begini ya? Sepertinya ini berhubungan dengan obrolan saya bersama teman kemarin lewat WA. Mengenai Stephen Hawking Almarhum.
Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu orang jenius di dunia, Stephen Hawking. Di kantor saya, ada teman yang menyampaikan duka citanya dengan berkata bahwa dia akan menyelesaikan membaca salah satu bukunya. Menurut saya itu ide brilliant. Terlebih untuk saya yang sedang ingin lebih banyak membaca. Akhirnya saya ikuti saja ide teman saya itu. Saya niatkan untuk membeli dan membaca buku yang sama.
Ketika saya sampaikan niat saya di Status WA saya, akhirnya ada teman yang mengajak ngobrol saya lewat wa juga. Kami sharing mengenai Uwa' Stephen (jiah... kek kenal aja). Obrolannya mengalir dan sambung sinambung temanya... Sampai akhirnya pada "lo pernah mikir kek gini nggak sih?"... Kemudian "menurut lo yang begini..." disusul dengan "Gw pikir cuma gw doank yang mikir gini...". Ahahahaa.... Begitulah kami, absurd. Sebagaimana absurd nya kami di masa lalu, nonton film Bioskop Cintapuccino, yang berujung ekspedisi mencari mantan dan mengisi lembaran2 kosong yang terlewat. bwahahahahahahhaha...
Bisa juga karena ini efek menyambut long weekend untuk saya... Jadi otak perlahan sudah slowing down sendiri, padahal kerjaan masih membutuhkan dia speed up... Yaaaa... Kembali lagi yaa... Namanya juga otak tidak bisa di ikat pake tali... ehhehehee
#SepertiItu
#SelamatMenikmatiAkhirPekan
#UntukSayaSihAkhirPekanPanjang
#HariSeninLiburPenggantiNyepi
#Assseeeeeekkkkkk
Sunday, March 11, 2018
Ketika Pikiran Berlari Lebih Cepat Daripada Kaki
![]() |
| I found lot of happiness, while walking down to this place... Because We were together... |
Pernah tidak kalian merasakan hal seperti yang saya rasakan?
Duduk, salah
Berdiri, salah
Pegang ini, salah
Melakukan ini, salah
Hampir semua indera ingin bergerak bersamaan,
Melakukan pekerjaan mereka dalam waktu bersamaan
Kalau suami saya mulai mempertanyakan Ada Apa dengan Saya,
Saya cukup bilang : "Ingat adegan sewaktu Alvin dan teman-temannya minum kopi sebelum rekaman itu kan? Nah, sepertinya begitulah aku saat ini...."
Dan dia paham...
Kalau sudah begitu,
Apa yang kalian lakukan?
Kalau saya, sempat mencoba beberapa hal
Namun beberapa diantaranya gagal
Beberapa lainnya cukup berhasil
Membaca Buku,
Gagal Total
Karena akan berakhir saya memelototi satu halaman tanpa tahu apa isinya,
Padahal otak sudah berlarian bablas entah kemana
Keluar rumah, mengikuti anak bermain ke tetangga
Terkadang berhasil, tapi lebih sering gagalnya
Karena saya jadi tidak tahu mau ngobrol apa
Isi kepala berlomba berlarian keluar
Yang ada, kalau tidak saya ngoceh ngalor ngidul, ya saya diam saja memandang sendu... Mencurigakan
Nonton TV
Terkadang berhasil, terkadang gagal
Kalau kebetulan acaranya bagus, otak bisa diam dan terfokus
Tapi kalau acaranya tidak bagus,
otak semakin liar meronta dan berujung remote terbanting tanpa daya
Merajut
It works!
Betul...
Yang satu ini saya akui ampuh untuk membuat otak yang berlarian kesana-kesini,
Menjadi lari-lari kecil dan terarah
Biasanya saya akan mengambil pola yang paling sederhana, dan tidak terlalu banyak rumus
Seperti Single atau Double Crochet dari awal sampai akhir...
Jadi tangan saya sibuk, otak saya sedikit ter-rem
Lama-lama, pergerakan otak akan sejalan dengan pergerakan tangan.
Kalau sudah begitu, pasti keluar satu hal yang berujung pada kalimat pembuka:
"Eh yah... Gimana kalau kita begini atau begitu... bleh bleh bleh..."
Suatu hari, suami saya melihat saya, dan berkata:
"Seingatku, aku belum pernah melihatmu duduk diam di kursi nonton tivi... Ada aja sambilannya. Kalau nggak Nonton TV sambil membaca, atau nonton TV sambil merajut, atau nonton TV sambil ngisi Sudoku, atau nonton TV sambil WA nan... "
Hehehhee... Dan setelah saya tela'ah lebih lanjut, sepertinya beliau benar...
Saya sering merasa, nonton tv dengan hanya melototin TV saja, itu banyak membuang waktu saya. Padahal di kepala (dan buku list to do), banyak sekali cita-cita yang turun-temurun dari tahun ke tahun belum tercoret). Seperti itu...
Be happy, with your own way...
Thus, you will be the most happiest person in the world...
#iniquotesaya
#SelamatHariMinggu
Saturday, March 10, 2018
Karena Manusia Mudah Sekali Lupa
Manusia yang adalah saya, mudah sekali lupa...
Manusia yang adalah saya, mudah sekali tetiba ingat...
Jika sedang lupa, tak ingatlah saya...
Jika sedang ingat, seperti banyak lupanya saya...
Saya ingat,
Pada suatu hari saya berkata
Saya hanya ingin menjadi saya
Saya tidak ingin menjadi mereka
Saya ingat,
Saya adalah saya
Anda tahu kan maksud saya?
Saya yang anda rasa... Saya...
Saya ingat,
Hadirlah waktu disekitar saya
Hadirlah orang lain disekitar saya
Hadirlah sejarah di belakang kaki saya
Saya lupa,
Saat saya sedang bermain bersama waktu,
Saat saya bergurau dengan sekitar saya,
Saat saya sedang menorehkan sejarah saya di tanah batu
Saya lupa bahwa saya sedang bukan saya
Saya ingat bahwa saya bingung ketika berkaca,
Ini saya atau mereka?
Ini mereka atau saya?
Kalau ini saya, kenapa seperti mereka?
Kalau ini mereka, lalu mana saya?
Saya ingat,
Itu bukan saya
Ini adalah saya
Kalau anak jaman now berkata:
Ini adalah The Real Saya
Saya ingat,
Saya bertanya
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Kemudian saya lupa,
Kenapa apa?
Saat ini saya ingat,
Bahwa saya adalah manusia
Bahwa saya adalah manusia biasa
Bahwa manusia biasa itu seringkali lupa
Jika pernah tersesat,
Lupakan bahwa kita sedang tersesat
Ingatlah bahwa kita sedang berpetualang
Maka semua akan selalu indah dikenang
Dari saya,
Yang sedang ingat
Untuk kalian,
Yang sepertinya lupa
Love, Peace, and Gaul
Manusia yang adalah saya, mudah sekali tetiba ingat...
Jika sedang lupa, tak ingatlah saya...
Jika sedang ingat, seperti banyak lupanya saya...
Saya ingat,
Pada suatu hari saya berkata
Saya hanya ingin menjadi saya
Saya tidak ingin menjadi mereka
Saya ingat,
Saya adalah saya
Anda tahu kan maksud saya?
Saya yang anda rasa... Saya...
Saya ingat,
Hadirlah waktu disekitar saya
Hadirlah orang lain disekitar saya
Hadirlah sejarah di belakang kaki saya
Saya lupa,
Saat saya sedang bermain bersama waktu,
Saat saya bergurau dengan sekitar saya,
Saat saya sedang menorehkan sejarah saya di tanah batu
Saya lupa bahwa saya sedang bukan saya
Saya ingat bahwa saya bingung ketika berkaca,
Ini saya atau mereka?
Ini mereka atau saya?
Kalau ini saya, kenapa seperti mereka?
Kalau ini mereka, lalu mana saya?
Saya ingat,
Itu bukan saya
Ini adalah saya
Kalau anak jaman now berkata:
Ini adalah The Real Saya
Saya ingat,
Saya bertanya
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Kemudian saya lupa,
Kenapa apa?
Saat ini saya ingat,
Bahwa saya adalah manusia
Bahwa saya adalah manusia biasa
Bahwa manusia biasa itu seringkali lupa
Jika pernah tersesat,
Lupakan bahwa kita sedang tersesat
Ingatlah bahwa kita sedang berpetualang
Maka semua akan selalu indah dikenang
Dari saya,
Yang sedang ingat
Untuk kalian,
Yang sepertinya lupa
Love, Peace, and Gaul
Thursday, March 1, 2018
Teman Malam
Apakah ada korelasi antara Membaca dan Menulis?
Kalau untuk anak saya yang masih TK ya pastinya banyak...
Seperti, dia sekarang sudah membaca kata pendek, dan dia sudah menulis kata pendek juga...
Atau jenis korelasi semacam "Anak TK kan harusnya nggak belajar membaca dan menulis" atau bisa juga korelasi semacam "Membaca dan menulis itu nanti aja kalau udah SD".... Eh eh eh... Koq saya malah curhat.... ahahahah #terbawasuasanakekinian
Maksud saya begini...
Untuk saya sendiri ini ya... Makanya rumusnya juga hanya berlaku untuk saya... Kalau diluar sana ada yang sama, ya mungkin karena pakai rumus yang sama sama saya :-p
Saya...
Dulu (sekali), saya rajin sekali membaca buku. Dalam satu minggu, namanya membaca 2-3 buku itu sudah biasa... Tidak ada namanya bulan berlalu tanpa membaca buku...
Terlebih lagi ketika sudah bekerja, saya meyakinkan diri saya sendiri untuk membeli buku minimal 1 setiap gajian...
Nah...
Pada saat saya rajin membaca buku itu, Blog ini lahir...
Ketika saya rajin membaca buku itu, saya banyak menghasilkan sampah curhatan di mari...
Pada waktu saya sering membaca buku itu, entah bagaimana sepertinya otak dan jari saya bekerjasama dengan baik untuk menyambung kata menjadi cerita. Cerita apa saja... Sampah namanya juga... Tapi saya bisa...
Saya...
Dulu...
Tidak sempat menyempatkan diri membaca buku lagi... Lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya, media sosial ini dan itu... Setiap ada waktu luang, saya sibuk sekali scroll up scroll down... Buku saya muncul warna kuningnya semua... Jamuran... Jadi sarang laba-laba hitam...
Menulis?
Saya hanya bisa menulis status... Atau menulis caption foto... Itupun sering nya mengutip dari orang bukan dari orang yang tulisannya nggak mau dikutip itu lho tapi...
Bahkan sangking buruknya kemampuan menulis saya, kadang mau mikir caption foto saja, harus di draft semalaman... Hoalaaahhh....
Saya...
Sekarang...
Tidak lagi menggunakan medsos... Iya, saya masih punya. Iya medsos saya juga masih hidup. Kenapa nggak di delete aja? Karena saya orang nya romantis... Suka tiba-tiba jatuh cinta pada kenangan... Jadi jika suatu saat saya terjatuh lagi kedalam cinta nya kenangan, saya masih bisa masuk dan menikmati debaran kecil karenanya... #iyalebay
Tidak ber-medsos yang saya maksud adalah saya menghilangkan medsos dari perangkat HP saya, melog-out semua medsos dari browser komputer saya... Dimana untuk saya yang punya ingatan pendek ini, rupanya cukup menyulitkan. Ketika saya sedang ingin mengintip, saya lupa semua passwordnya. Ribet kan... Harus reset lagi... bikin password lagi... duh... Hidup jadi makin komplikasi kalau saya ingin ber-medsos lagi skarang....
Jadi...
Saya tidak bermedsos lagi sekarang... Nggak tau kalau nanti ya... #katadilan
Jadi kalau ada waktu luang, saya ngapain?
Saya baca artikel perencanaan keuangan (#eeeaaaaa.... ini buat elo Ka!), saya merajut baju boneka anak saya (#terkadangsayamerasatua... Saya juga jadi sering membayangkan jika saya diberi umur panjang, mungkin suatu hari nanti saya akan duduk dikursi goyang didepan tivi, ditemani kucing atau anjing di kaki saya, dan saya merajut sweater untuk cucu cicit saya), saya membaca!
Alhamdulillah lho pemirsa... Saya mulai lagi membaca buku!!! Itu sesuatu!!!
Yang saya maksud membaca buku lagi ini, adalah membaca 1 buku sambung sinambung sampai selesai tamat the end gitu... Karena kalau -membaca buku 1 halaman, atau 1 lembar dan kemudian ditinggalkan begitu saja sampai lupa apa yang pernah dibaca- itu buat saya bukan membaca. Itu berniat membaca tapi tidak kesampaian... :-p
Sekarang...
Saya punya daftar buku yang harus segera saya baca... Sebelum semangadh membaca ini luntur tak bersisa lagi...
Menulis?
Ahahahahaha... Biarkan saya tertawa.... Sekali lagi.... hahahhahahahhahahahahaha
Saya masih belum bisa memanggil si lebay untuk kembali menyusuk kata demi kata.... Si Lebay nya saya sepertinya masih tidur siang dengan nyenyak, enggan untuk bangun dan mulai bekerja. Duh...
Hasilnya ya mohon dimaklum kalau-kalau sesekali ketika si lebay mengigau, jadi muncul senjlurit kalimat seperti ini:
Quote Hari Ini:
- How could you possible to raise a reader, when you are too busy reading book's tittles without having a time to enjoy the story? -
#Iniquotesaya
#SepertiItu
#Sekiandanterimakasih
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...










