Thursday, May 28, 2009
Tak ada rekam jejak langkahku
Ternyata sudah lama sekali aku tidak menyentuh blog ini.
Hampir sebulan lamanya.
Merasa bersalah sekali aku sekarang,
Karena banyak hal amazing yang terjadi padaku bulan ini.
Perjalanan ke Selebes pertama, konferensi internasional pertama,
dan masih banyak lagi hal-hal yang sebenarnya sangat bisa aku tuliskan
sebagai kenangan disini.
kenangan untuk aku bagi suatu saat dengan diriku yang sudah tua....
Namun entah kenapa,
Semakin banyak keinginanku untuk menuliskan apa yang ada di otak dan yang aku alami,
semakin banyak alasan pula yang memaksa aku tidak melakukannya.
Sibuklah....nggak ada waktulah....nggak ada idelah.....
Padahal...
dalam setiap menitku mengalami hal2 luarbiasa,
hanya satu yang bermain-main di otakku.
" dari segi bagaimana aku akan menuliskan pengalaman ini di blogku nanti"ang
Tetapi...
sesampainya aku didepan muka si Leno,
yang ada hanyalah keinginan untuk melakukan yang lainnya.
I'm very sorry blogie...
tetapi tenang aja, semua hal yang terjadi tetap terukir dan tertata rapi dalam otakku.
Aku yakin, suatu saat nanti aku pasti bisa mengukirkannya disini.
Di kamar dimana tidak pernah kutinggalkan selama beberapa hari ini,
28 Mei 2009
Friday, May 1, 2009
Kegilaan anak muda
Seminggu yang lalu, aku mendapatkan 4 buah tiket gratis ke sebuah arena bermain air yang cukup popular di bogor dari seorang teman. Setelah piker-pikir, lumayan juga untuk sekedar refreshing dan menghilangkan penat. Disamping juga karena aku belum pernah kesana. Hehehe….
Akhirnya berangkatlah kami 4 orang penyuka gratisan. Rencana awal kami akan berangkat hari senin jam 2 siang. Namun entah mengapa, akhirnya baru jam 4 kami benar-benar bisa dibilang berangkat. Jam 4 sore itu suasananya mendung parah. Hitam pekat dilangit sana. Tapi entah kenapa juga, kami tetap saja berangkat. Kembali lagi karena kami adalah anak muda…
Baru sepertiga perjalanan, hujan semakin menderas sehingga kami memutuskan untuk menepikan motor masing-masing dan bersiap dengan ponco dan raincoat. Sambil sedikit berbincang-bincang, muncul sedikit keragu-raguan apakah sesampainya di tempat itu, belum tutup wahananya. Tetapi kami seolah tak peduli, dan memutuskan berangkat lagi. Dasar anak muda…
Perjalanan menjadi cukup sulit dan panjang karena rupanya hujan tidak bersahabat dengan kami. Hujan menderas dan petirpun menyambar-nyambar. Baru sekali itu selama aku tinggal dibogor, keluar dalam kondisi hujan yang sedemikian deras. Karena itu akupun terheran-heran melihat jalanan bogor utara yang dibanjiri air. Dalam hatiku….”ya ampuuunn…bogor aja banjir begini, gimana Jakarta nggak lebih banjir lagi ya…”
Setelah kurang lebih setengah jam berkutat dengan hujan dijalanan, akhirnya kami memasuki komplek perumahan megah yang ada di kota Bogor itu. perumahan yang termasuk elite dan keberadaannya masih diperdebatkan oleh paara aktivis lingkungan terkait dengan AMDALnya. Baru pertama aku memasuki kompleks itu. di awal jalanan masuknya tak ubahnya perumahan yang lain. Kecil, banyak toko dikiri kanan jalannya. Semakin kedalam, semakin berbeda penampakannya. Jalanan melebar, pemandangan kiri kanan jalan juga mulai meng-asri. Hal pertama yang membuat ku “wooww” adalah adanya dinding panjat yang berdiri kokoh di sebelah kiri jalan. Sepertinya itu adalah taman bermain yang pertama, karena ada danau, penangkaran rusa, dan penangkaran unggas disekitarnya. Kamipun terus melanjutkan perjalanan. Semakin jauh ke dalam kompleks, semakin terkagum-kagumlah kami dengan perumahan itu. masih banyak sekali lahan kosong dan banyak sekali lahan yang digunakan sebagai sarana fasilitas umum. Hhwaaaa….ada tempat nongkrong baru nih…asyikkk…
Hujan masih saja turun dengan lebatnya ketika kami sampai pada lokasi yang kami tuju. Petugas parkirnya member kebijakan untuk membayar biaya parkir didalam saja, dikarenakan hujan lebat. Bagus juga…:P
Setiba di tempat parkir, rutinitas pengendara sepeda motor yang kehujanan pun dilakukan. Parkir, buka helm, buka raincoat, beres-beres, ketawa-ketiwi, dll. Melihat sekeliling dan sedikit terheran-heran adalah aktivitas kami selanjutnya. Meskipun ragu apakah wahana masih buka atau tidak saat itu, kamipun berannjak menuju loket penjualan tiket. Banyak sekali orang berada diarena itu, padahal hujan turun dengan lebatnya.
Kamipun mengeluarkan senjata tiket gratis yang kami miliki di depan loket karcis. Mbaknya yang jaga loket mengatakan begini : “apa yakin mbak mau benar-benar ditukerin sekarang(tiketnya_red)??” dan kamipun bertanya dengan sedikit heran : “ emang kenapa mbak, udah tutup ya?” jawab mbaknya : “ oh, belum. Hanya saja sekarang cuacanya sedang buruk. Jadi takutnya kalau mbak masuk sekarang, dan cuaca semakin buruk, maka semua orang harus naik dari kolam dan tidak boleh ada yang berenang.” Hmmmm….bingung juga nih. Akhirnya kamipun mengatakan dengan diplomatis kepada mbak-nya : “tunggu sebentar ya mbak, kami negosiasi dulu dengan kedua teman kami.” Hehehe…
Diskusi…diskusi…pertimbangan…pertimbangan…waktu berenang tinggal 1,5 jam, kalau masuk, hujan dan petir, nggak jadi renang. Kalau pulang lagi, sayang udah jauh-jauh datang. Wuih….gimana ya enaknya…akhirnya para lelaki memilih sholat dulu. Dan para wanita memilih membeli cemilan gorengan dulu. Setelah selesai dengan masing2 hajatannya, kamipun bernegoisasi lagi. Keputusan akhir adalah kami akan pulang saja. Meskipun sudah jauh-jauh, hujan-hujan, petir-petir, tak ada kata menyesal karena kami bertekad akan kembali ketempat itu pada hari Rabu dengan waktu lebih awal, selesai Zuhur.
Kamipun kembali berhujan-hujanan ria menuju kampus. Entah kenapa, tiba-tiba diperjalanan terbersit keinginan untuk tetap berenang saja, tetapi tempatnya didekat kampus. Akhirnya kamipun membelokkan arah ke kolam renang langganan yang biasa. Sekitar magrib, kami menyudahi acara berenang kami, dan mencari kehangatan di warung Baso kesayangan kami.
Hahahaha…..Dasar anak muda…sudah jauh-jauh, hujan-hujan, dan petir-petir menuju tempat berenang yang bagus, jatuhnya koq renang di dekat kampus lagi. Anak muda…anak muda….
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...