Tuesday, May 4, 2010

Friends and Enemy

Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa dan beraneka warna wujudnya. Beberapa hal yang membuatku cukup kewalahan, namun tidak bisa di hindari.

Memang enak kalau kita punya sahabat. Semakin banyak sahabat, maka akan semakin indah hidup ini berlalu. Itu jika dan hanya jika sahabat yang di maksud adalah teman yang selalu ada dan selalu mendukung kita dalam suka dan duka. Selain itu juga betapa tidak enak memiliki musuh. Kalau kata orang tua dari jaman dulu "Seribu teman masih saja kurang, namun satu musuh terlalu banyak sudah".

Sahabat baruku adalah panas, gerah, dan keringat. Entah kenapa belakangan ini bumi rasanya sedang di panggang di sebuah oven raksasa. Suhu meningkat dengan tajamnya, hingga panas selalu hadir dimana2 dan kapanpun. Pagi, siang, malam. Panas datang bersamaan dengan gerah dan keringat. Yyaaiiyy..... Lengket adalah hasil akhirku setelah seharian bergumul dengan sahabat baruku ini.

Sebuah kipas angin yang sudah di setel maksimal di pojok kamar itu, nampaknya kalah eksis di bandingkan dengan serangan panas dan gerah yang datang dari segala penjuru ini. Sepertinya, Matahari sedang betah berada di dekat bumi. Mungkin sekarang sudah mencapai titik terdekat dengan bumi. Inginnya aku berteriak pada matahari,
"Hey dewa matahari, di Bumi sekarang sedang banyak terjadi bencana, kekacauan, dan perang... Sebaiknya kamu jangan dekat2 dengan bumi... Hush...hush...hush..."

Namun sayang, Matahari tidak akan mendengar teriakanku, apalagi sampai mengikuti perintahku. (Memang kamu ini siapa?? main nyuruh2 gw?? *Kata matahari). Dan di sinilah kita bertahan dengan segala panas, gerah, dan keringat. Semoga saja biang keringat tidak ikut2an bergabung dan memaksaku untuk menjadi sahabatnya juga. Tiddakkk...... :p

Cuaca dan udara yang panas ini juga menimbulkan dilema untukku dalam menentukan saat2 mandi. Pada awalnya, aku memilih untuk mandi sepagi mungkin. Siapa tahu dengan mandi sepagi mungkin, maka rasa panas dan gerah bisa berkurang. Namun apa yang terjadi? Rasa panas dan gerah tetap saja muncul dengan cepatnya. Ketika aku mencoba untuk mandi setelah siang, wuiihhh... panasnya nggak ketulungan soddara-soddara... :(

Akhirnya aku memutuskan untuk mandi sesuka hati, tanpa memikirkan tentang sahabatku itu. Kalau mau mandi, ya mandi saja. Kalau enggak, ya buset deh.... Mana tahaannn... hahahaha (Pada dasarnya malas mandi, selalu saja ada alasan untuk membenarkan) :p

Beralih pada musuhku. Nyamuk. Bhwakakakakakka... Musuhku yang satu ini juga tidak kalah dahsyat dalam memaksaku. Belakangan ini dia sering datang dan mencoba untuk berperang denganku. Padahal, kamarku setiap hari di sapu dan dipel. Selain itu, barang2 yang ada di dalam kamar juga jumlahnya terbatas. Karenanya, sepertinya lagu anak2 jaman dulu yang berkisah tentang nyamuk sudah expired dan perlu revisi lagi. Kalau tidak salah, bunyi lagunya,
"Banyak nyamuk di rumahmu...uu..uu... Gara2 kamu..uu... malas bersih2...."

Lagunya perlu di up to date-kan sepertinya. Jaman sekarang nyamuk datang bukan hanya di tempat yang kotor saja. Bahkan konon katanya nyamuk Aidesh Aygepthy yang pembawa penyakit demam berdarahpun sudah bermutasi dan tahan hidup di tempat yang kotor... Oh tiddaaakkk... :(

Sebenarnya, kalau misalkan dia datang sendirian sih bukan masalah buatku. Namun sayang, nyamuknya memang hanya satu, tapi... temannya banyak sekali... :p

Dulu, kalau siang hari kamar di semprot dengan racun nyamuk yang banyak di iklankan di tipi2 itu, maka malam hari kamar pasti bebas nyamuk. Namun sekarang, entah kenapa hukum itu sudah tidak berlaku di kamarku. Siang di semprot, malam nyamuk tetap datang bersama dengan teman2nya.

Beberapa malam terakhir, tidurku selalu saja tidak nyenyak karena musuhku yang satu ini. Tengah malam, si nyamuk dan teman2nya pasti akan mendekatiku dan membunyikan sinyalnya yang berbunyi 'ngiiinngg.....ngiiinnnggg', dan dengan mulus mereka akan mendarat dengan di pipi, tangan, kaki, atau di tempat2 yang mungkin mereka anggap sebagai tempat mendarat yang tepat.

Dan perangpun akan dimulai. Awalnya, aku hanya melawan dengan tangan kosong saja. Atau dengan kata lain, aku hanya melawan mereka dengan tepokan tangan. Namun lama2, si nyamuk dan teman2nya mulai bisa membaca gerakan tanganku. Sehingga mau tidak mau aku harus berganti jurus.

Akhirnya aku memilih untuk angkat senjata dalam melawan nyamuk beserta teman2nya itu. Raket nyamuk. Yaaa... Aku menggunakan raket nyamuk untuk melawan barisan nyamuk yang siap menyerang itu. Selain menggunakan raket nyamuk, aku juga berusaha membaca arah gerak nyamuk dan teman2nya.

Aku mempelajari arah datang, dan beberapa tempat sembunyi yang menjadi favorit mereka. Semua benda yang berwarna hitam, akan menjadi tempat nangkring mereka yang utama. Selain itu, kolong meja yang di selimuti dengan taplak itu juga menjadi tempat latihan perang mereka. Daypack-ku yang berwarna hitam, serta rak buku yang ada di samping tempat tidur.

Beberapa malam terakhir ini, selalu terdengar bunyi2 yang berasal dari kamarku. Bunyi2an yang sangat seru, yang berasal dari pertempuranku dengan nyamuk dan teman2nya. Bunyi "pletak-pletek" yang timbul dari raket beraliran listrik dengan tubuh2 kecil nyamuk yang licik dan nakal itu. Hiyaaaahhh.....

Aku akan terus memperjuangkan hak-ku untuk terbebas dari bentol dan rasa gatal. Meskipun itu berarti aku harus kehilangan hak untuk tidur nyenyak. Tidak apa2 teman... Semua memang membutuhkan perjuangan... Aku yakin, malam ini si nyamuk akan datang lagi dengan membawa teman2nya. Namun semoga saja jumlahnya tidak sebanyak biasanya, karena salah satu pintu masuknya sudah aku tutup permanen. :p

Begitulah ceritanya... Sahabat dan musuh datang bersamaan kepadaku. Dan mungkin juga kepada orang2 lain. Kedatangan sahabat dan musuh yang bersamaan itu, membuat kita terkadang salah kaprah dan di lema. Ketika kita mencoba mempererat persahabatan dengan panas dan gerah, maka kita tidak perlu menggunakan selimut di kala tidur. Namun itu berarti kita mengundang musuh kita (nyamuk) untuk berpesta pora. Ketika kita berselimut ria demi menghindari serangan musuh, maka panas dan gerah akan menggila... Sungguh... sebuah dilema yang sangat berat sekali saudara-saudara... ^_^

Gambar di ambil dari sini, sini, dan sini.

No comments: