Tuesday, June 29, 2010

Wisata Budaya di "Brussel-nya Indonesia"

Tengterereng...... Museum??? Oh no.... :p

Apa yang akan kalian katakan kalau ada orang yang mengajak kalian pergi ke museum? Hhhahaa.... Mungkin tidak jauh2 dari apa yang aku katakan.
"Ya ampuuunnn... nggak ada tempat lain apa ya?"
"Adduuh.... males deh. Membosankan"
"Iiihhh... Ade ape di sana cing?"
"Oh my gosh... ityu khan engghak bangghet deeecchhh..."
" Museum? Makanan jenis apa itu?"

Hahahhaa.... Buruk semua bukan, gambaran tentang museum kita? Mungkin di antara kita ada yang hanya pernah menginjakkan kaki di museum ketika kita masih SD, itupun karena wajib plus ancaman nggak naik kelas... :p

Bukan salah kita juga sih ya, secara penampakan museum2 di Indonesiah tercinta ini memang rada ajaib. Cenderung ke kusam, kuno, kayu, mistik, dan suram (sejauh ini, kecuali Monas n Museum BI_yang sudah aku kunjungi). Mungkin karena sifat dasar masyarakat Indonesia yang memang teramat sangat menyukai romantisme, sehingga enggan/merasa sayang untuk mengganti penampilan menjadi lebih keren dan mengikuti zaman. Seandainya semua museum di Indonesia sekeren Grand Place atau New England Museum gitu, sepertinya bayangan2 buruk tentang museum ini tidak perlu ada. :)

Entah jin iprit dari mana, yang akhirnya membuatku dan salah seorang teman tiba2 sepakat untuk mencoba wisata budaya ke museum2 di Jakarta. Jakarta Kota yang terkenal memiliki banyak sekali museum, mungkin saja merupakan "Brussel-nya Indonesia". hahahahaha.... Kota museum. Dan eng-ing-eng.... yang terjadi, ya terjadilah.... Akhirnya kami (aku dan teman) pergi ke beberapa museum di Jakarta Kota, dan aku akan berbagi sedikit pengalaman disini.... ^_^

Kami mengawali perjalanan dengan bertemu di Stasiun Bogor. Dengan tiket kereta AC-Ekonomi seharga Rp.5.500 kami berdua melaju menuju Stasiun Kota Jakarta. Sambil menikmati perjalanan, kami mulai memilah, memilih, dan menentukan museum2 mana saja yang akan kami kunjungi hari itu. Untuk yang pertama, kami sepakat mendatangi Museum Bahari dan Menara Syahbandar yang terletak didekat Pasar Ikan.

Sesampainya di Stasiun Kota, kami sempat ragu dengan mode transportasi yang akan kami pilih. Demi mendukung niatan "wisata budaya" kami, maka kamipun memilih "Ojek Sepeda Onthel". Sempat terpikir untuk menyewa sepeda saja berdua, tapi malas berdebat siapa yang membonceng dan siapa yang di bonceng, jadi lebih adil kalau semua membonceng pada ojek saja. Hanya dengan Rp. 5.000 kita sudah bisa nangkring di atas sepeda onthel sampai Menara Syahbandar, meski harus sedikit was2 karena tidak ada helm-nya :p

Menara Syahbandar

Memasuki pelataran menara tua ini, aku melihat ada beberapa bangunan yang berada dalam satu kompleks menara itu. Tetapi, hanya satu bangunan yang bisa kita masuki yaitu Menara Syahbandar-nya. Bangunan lainnya adalah bangunan yang dulunya di gunakan sebagai tempat administrasi dan juga kantor pabean. Hari itu, menurut si bapak yang menjaga menara, cukup banyak pengunjung yang datang.

Kami membeli karcis seharga Rp. 2.000 untuk memasuki Menara Syahbandar, sekaligus masuk ke Museum Bahari. Mungkin karena rombongan di depan kami adalah para mahasiswa, maka kamipun di beri tiket mahasiswa (Positif thinkin' nya ya kami terlihat masih imut2 laksana mahasiswa. hehehe). Si bapak mengatakan pada kami bahwa ketika kami ke Museum Bahari nanti, kami tidak perlu lagi membeli tiket karena sudah merupakan tiket terusan. :)


Bangunan yang berdiri sejak tahun 1839 itu dulunya berfungsi sebagai menara pengintai/pengamatan untuk kapal2 yang datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Konon katanya, dulu titik nol kota Jakarta adalah di tempat itu. Menara ini terdiri dari 4 lantai. Kami langsung naik sampai mentog ke atas atap menara. Disana kami bisa melihat pemandangan sekitar pasar ikan. Ramai, padat, dan "Belanda Banget".

Aku sedikit berkhayal, rasanya enak juga lho berada di tempat yang (dulunya) adalah tempat yang di gunakan untuk mengawasi kapal2 di pelabuhan. Membayangkan dengan melihat ke arah laut, melihat kapal2 dagang berdatangan. Sedikit aneh saja karena tidak ada peralatan2 navigasi misalkan teropong atau sejenisnya :p

Dari menara, kita juga bisa melihat (boleh juga membayangkan) posisi2 sarana dan prasarana pelabuhan sunda kelapa. Di depan menara syahbandar, adalah Museum Bahari yang dulu merupakan bangunan untuk gudang. Di seberang jalan ada Galangan VOC yang merupakan galangan kapal untuk kapal2 yang rusak, namun sekarang galangan itu berubah menjadi cafe dan restourant. Sayangnya, aliran sungai yang mengalir di samping cafe itu sangat2 hitam, kemungkinan hitamnya lebih hitam daripada coffee yang di sediakan di cafe itu. :)

Bagian dalam menara itu sendiri tidaklah terlalu menarik, dalam artian tidak banyak barang yang ada di sana. Di lantai 4 kosong melompong, lantai 3 berisi poster2 sejarah perjalanan menara ini dari waktu ke waktu. Kalau di lihat dari cerita di poster itu, perubahan di menara tidaklah banyak. Hanya beberapa peralatan yang tidak lagi ada, seperti antena dan penangkap radar di atas bangunan pabean. Lantai 2 adalah pintu masuk yang rupanya juga merupakan tempat sebuah prasasti yang entah menggunakan bahasa apa. Lantai 1 rupanya merupakan penjara yang digunakan untuk menahan para penjahat, perompak, ataupun tahanan kapal. :p

Puas bernostalgia dengan Menara Syahbandar, aku dan teman akhirnya memutuskan untuk berpindah ke Museum Bahari. Jaraknya dekat sekali dengan menara, sehingga hanya perlu jalan kaki. Karena kami telah membeli tiket terusan, maka kami tidak perlu membeli tiket lagi. Kamipun mulia menyusuri lorong demi lorong dari Museum Bahari yang memang berlorong2 itu. Terlalu kosong dan sepi untuk di bilang ruangan. :p

Pintu yang memisahkan ruangan/bangunan satu dengan yang lainnya bentuknya seragam, yaitu pintu beton yang melengkung di bagian atasnya. Model penataan pintu itu lurus, sehingga ketika daun pintu di buka, kita langsung bisa melihat bagian ujung lain bangunan. Aku menyukai susunan ini, terkesan sangat gamblang dan senyap. Disalah satu dinding yang sangat dekat dengan pintu masuk, aku membaca sebuah prasasti yang di tempel di tembok. Rupanya itu adalah lirik Lagu Nelayan Selat Madura. Jadi kepengen nyari lagunya di YouTube (dan nggak nemu).... :p

Ruangan yang pertama adalah ruangan yang berisi poster2 lawas mengenai sejarah Sunda Kelapa, Batavia, Jayakarta, dan Jakarta, beserta dengan tetek bengeknya. Ada juga cerita mengenai Sungai Ciliwung, dan beberapa cerita lainya. Beberapa lorong setelahnya adalah aneka rupa kapal yang pernah ada/masuk ke Indonesia. Bagus2 sekali miniatur kapalnya. Sulit di bayangkan pada masa itu sudah ada orang yang ahli membuat kapal yang begitu megah dan kuat untuk menjelajah.

Kamipun naik ke lantai 2. Di lantai 2, kami melihat ada contoh rempah2 yang dulu di perdagangkan yaitu cengkeh, pala, dan beberapa rempah yang lainnya. Ada juga beberapa macam fosil2 kerang dan binatang2 laut yang di awetkan. Selain itu, di ruangan itu juga terdapat sebuah miniatur Pulau Onrust yang terletak di Kepulauan Seribu. Rupanya jaman dulu pulau itu merupakan salah satu pulau terpenting untuk VOC. Dimana di sana banyak sekali bangunan2 yang di gunakan untuk berbagai kepentingan, salah satunya adalah karantina para calon Jema'ah Haji. Sayangnya, saat ini Pulau Onrust sudah banyak terkikis abrasi dan hanya meninggalkan beberapa puing2 bangunan saja (belum kesampean cita2 kesana). :(

Ruangan berikutnya banyak berisi komponen2 sebuah kapal. Mulai dari jaman jadul juga. Ada bagian lampu badainya saja, jangkarnya saja, pelampungnya saja, kemudinya saja, loncengnya saja, dan masih banyak lagi bagian2 yang lainnya.

Selain bagian2 kapal, ada juga beberapa macam alat penangkap ikan yang digunakan dari jaman dulu. Kebanyakan masih sama atau mirip, contohnya saja Bubu. Beberapa benda di pajang di atas meja, dan beberapa yang lainnya di pajang di dalam lemari kaca.

Lanjut ke ruangan lain, dimana terdapat photo2 berbingkai yang di tempel di dinding. Banyak sekali foto2 yang ada di sana. Kebanyakan foto itu adalah foto2 saudagar/pedagang yang dulu datang ke Indonesia pada masa perdagangan. Karena aku dan teman sedikit mati gaya di ruangan itu, maka kamipun memilih untuk menggunakan lantainya sebagai tempat "ndelosor2" sambil photo. :p

Kamipun melanjutkan perjalanan ke bangunan museum yang terletak di belakang. Namun sayang, tidak banyak lagi barang2 yang bisa kami lihat. Entah mengapa museum bahari ini menurutku sedikit kurang efisien. Mungkin karena memang dulunya museum ini adalah gudang untuk pelabuhan, maka banyak sekali ruangan2 dan juga bangunannya sangat luas dan tua. Karena terlalu luas itu, maka museum ini sangat terasa kosong. Satu ruangan besar hanya di isi beberapa benda, dan banyak juga ruangan kosong. Mungkin sebaiknya segera di lakukan tata ulang untuk isi museum ini. (Pastinya minta dana pemerintah karena tidak akan cukup dari uang tiket) :p

Ketika kami berada di pelataran tengah museum, aku merasa menyukai area itu. Entah kenapa sepertinya ada kenyamanan tersendiri berada di tengah2 bangunan tua itu. Berdiri di atas lantai paving block, di kelilingi tembok dengan jendela kayu tua dengan cat-nya yang telah mengelupas, dan paduan warna sejuk antara "cat dinding putih luntur, hijau jendela, coklat jendela, langit biru". wuidiiiihhhh.... :)

Kamipun beranjak meninggalkan Museum Bahari dengan mengojek sepeda lagi. Kali ini kami akan melihat koleksi yang ada di museum2 di sekitar Stasiun Kota. Namun oleh tukang ojek sepeda (berdasarkan requets temanku itu), kami di antarkan terlebih dulu ke Toko Merah. Untuk sekedar berfoto saja tentunya, karena memang sekarang toko itu tinggal cerita dan legenda.

Konon katanya ketika VOC masih berkuasa, Toko Merah yang di bangun pada abad ke-17 (see... hampir 3 abad) ini pernah dijadikan sebagai kediaman Gustaf Baron van Imhof, tempat AAL, dan juga pernah digunakan untuk guest house para pejabat. Toko ini dinilai sebagai salah satu saksi mata dari banyak sekali kejadian yang terjadi di sekitarnya.

Keren juga ini bangunan, semua-mua berwarna merah. Entah mengapa atau dengan alasan apa arsiteknya dulu mempertimbangkan sebelum membangun. Mungkin beliau sudah bisa menerawang bahwa ratusan tahun yang akan datang, akan ada orang2 narsis (seperti aku) yang akan sangat senang berfoto2 ria di depan bangunan2 antik & nyentrik. Karenanya beliau memilih warna merah semuanya.... :p

Masih dengan ojek sepeda yang sama, aku dan teman melaju menuju tempat yang baru. Harganya sama juga ternyata, cukup dengan Rp. 5.000 . Kami turun di depan Museum Wayang. Wuidiihh.... ramai benar siang itu. Banyak rombongan2 anak sekolah yang datang. Nampaknya aku lupa kalau menjelang hari jadi Kota Jakarta, museum2 membuka program untuk anak sekolahan. hahhahaha..... Mari bergabung bersama mereka.... :p

Kami tidak langsung masuk ke Museum Wayang, melainkan terlebih dulu bersantai dan mengaso di depan museum sambil menikmati lalu lalang orang. Ada sekumpulan anak2 remaja yang (sepertinya jaman sekarang sering di panggil Alay) duduk di depan pelataran dengan dandanan seragam, celana pensil yang melorot di pantat, tas gendong yang talinya panjang banget, gaya rambut yang khas banget, dan nggak ketinggalan handphone di tangan dengan jari yang aktif klik-klak-klik-kluk... :)

Ada juga beberapa orang yang berputar2 dengan sepeda onthel sewaan warna-warni, lengkap dengan topi meneer-nya. Ukuran sepedanya ternyata ada yang kecil juga lho..... Kapan2 aku dan teman memutuskan untuk mencoba, namun tidak hari itu. Pasti lebih keren karena kita akan bisa merasa menjadi meneer pada jaman belanda dulu :)

Banyak lagi aktivitas di tempat itu sehingga menambah hiruk pikuknya pelataran museum. Kebanyakan adalah bule bersama dengan pemandunya. Memang nampaknya wisata museum ini lebih di gemari oleh bule2 ketimbang masyarakat Indonesia sendiri. Satu pemandangan yang cukup menarik perhatianku adalah sekelompok anak yang (sepertinya) sedang membuat film/video klip. Aku dan temanku memperhatikan gerak-gerik mereka, sampai dengan main tebak adegan. Kocak2 sekali tingkah anak2 itu. :p

Akhirnya kamipun masuk ke Museum Wayang, bergabung dengan pengunjung yang lain. Museum ini sudah tidak banyak "kesan belandanya". Hanya di bagian luar dan beberapa bagian di dalam yang masih terlihat "Belanda banget". Tetapi secara keseluruhan, sudah lebih modern.

Banyak sekali etalase2 kaca yang di gunakan untuk menampilkan berbagai jenis wayang. Wayang golek, wayang kulit, wayang orang, sampai dengan ondel2 juga ada di sana. Wayang2 dari berbagai daerah di Indonesia, di simpan di sana lengkap dengan keterangan2nya. Selain itu, banyak juga patung2 yang menggambarkan tokoh2 pewayangan seperti Hanoman, Gatot Kaca, dll.

Di setiap etalase, ada keterangan2 yang menyebutkan informasi mengenai nama, asal, peran, dan informasi2 yang lainnya. Aku sempat melihat di museum itu ada pemain "si unyil" lengkap. Masih ingat kan siapa Unyil? Sewaktu aku masih kecil, di TVRI si Unyil sering di putar dan menjadi tontonan wajib anak2. Unyil, Usrok, Pak Ogah, Mbok Bariah, dll. Jadi berasa bernostalgia senja gitu deh.... :P

Selain wayang dalam negri, banyak juga wayang2 yang berasal dari luar negri. Menurut temanku, wayang2 dari luar negri itu ada yang di bawa oleh tamu negara sebagai oleh2 pada Presiden Indonesia ketika datang ke Indonesia, dan ada juga yang merupakan cideramata ketika Presiden bertandang ke negara lain. Ada wayang dari berbagai benua mulai dari Asia, Amerika, Australia, Eropa, dan Afrika. Semua dengan ciri dan keunikan masing2.

Museum Wayang rupanya juga menampilkan aneka topeng, gamelan, ondel2, dan beberapa benda yang mendukung pewayangan. Menyenangkan sekali rasanya melihat benda2 unik seperti itu di lestarikan dan di perhatikan keberadaannya. Jadi, nanti anak cucuku akan tetap bisa melihat wayang dari jaman ke jaman. :)

Dalam perjalananku bersama teman waktu itu, kami menemukan beberapa lokasi di dalam museum yang sedikit aneh (menurut kami). Menurutku dan temanku, tempat2 itu sedikit nyeleneh dan tidak lazim penempatannya. Akhirnya kami menggunakannya sebagai studio photo saja. hahahhaha

Untuk masuk ke museum wayang ini, harganya sama murahnya dengan museum2 yang lain. Cukup dengan Rp. 2.000. Karena kunjungan pertamaku bersama teman waktu itu sangat singkat, sepertinya aku harus ke museum itu lagi kapan2. :p

Setelah dari museum wayang, perjalananku bersama temanku berlanjut ke Museum Keramik dan Museum Bank Indonesia. Tapi aku mau istirahat dan bernafas dulu yaaaa.... Udah panjang banget kayaknya tulisan ini. hahahahhaa.... Akan di lanjutkan pada kisah selanjutnya. :))

Beberapa museum tidak dapat kami kunjungi hari itu, karena waktu berlalu begitu cepat. Kamipun sepakat untuk melanjutkan wisata budaya itu di lain waktu.... ^_^

Thanks ya mbak Ana "Meleng" untuk wisata budaya sehari-nyaaaaa :p

Saturday, June 26, 2010

How Wonderfull "My Sister Keeper"

For the first, i just wanna say thanks to Mellon Enaq whom introducing me to the book's of Jodi Picoult, My Sister Keeper. I am being Jodi Picoult 's admirer then... :p

Awal tahun lalu, aku membeli beberapa buku karangan Jodi Picoult yang lainnya. Tenth Circle, Salem Falls, dan Plain Truth. Semuanya bagus2 sesuai dengan porsinya masing2. Aku setuju dengan salah satu komentar untuk buku2 Jodi Picoult, bahwa dia ini sangatlah ahli dalam menciptakan cerita2 polemik keluarga dan hati nurani. Extraordinary....

Setelah itu aku menjadi teringat dengan buku yang aku pinjam ke Mellon Enaq (My Sister Keeper) itu, dan browsing2. Rupanya aku sudah ketinggalan informasi mengenai cerita ini. Buku itu sudah di filmkan ya sodara2.... Mungkin film itu keluar ketika aku sedang berada pada sebuah Black Hole (Baca : luntang-lantung) yang nggak jelas. I miss it.... hiks...hiks...

Langsung saja aku berkelana di dunia maya untuk mencari dan mencari film itu. Puji Tuhan akhirnya aku bisa mendapatkan copy film My Sister Keeper dengan kualitas yang bagus (Note : Don't try this at home). Intinya, akupun segera menikmati pertunjukan film yang aku yakin akan sangat bagus itu. Dan akhirnya, aku menangis bombay sepanjang film berlangsung. *beruntung tidak menonton di bioskop, sehingga bisa menangis sepuasnya tanpa rasa malu* :)

Minggu ini, kembali aku membeli satu buku Jodi Picoult yang baru yang berjudul Perfect Match. Kembali lagi aku teringat film My Sister Keeper yang masih aku simpan rapi di folder film-ku. Akhirnya, tadi pagi adalah waktunya. Waktu untukku menangis lagi sepanjang film berlangsung. Hiks...hiks....hiks....

Aku hanya ingin sedikit menceritakan kembali kisah tragis dan mengharukan dari film ini. Hanya sekedar untuk mengetes, apakah aku masih bisa menceritakan apa yang sudah aku lihat dengan baik dan benar. Ceritaku..... Menurutku.... :)

******

Cerita ini mengenai sebuah keluarga kecil yang bahagia, dengan ayah (Brian) yang baik, ibu yang cantik (Sara), seorang anak laki2 (Jesse), dan seorang anak perempuan (Kate). Kebahagiaan keluarga itu terusik manakala Kate yang masih kecil di vonis menderita Leukimia akut. Menurut dokter, kangker yang diderita Kate ini tergolong jarang sehingga sulit untuk disembuhkan. Kate akan membutuhkan banyak sekali donor dari orang yang benar2 sesuai, namun tidak ada di antara keluarganya yang sama.

Akhirnya, dokter menyarankan kepada Brian dan Sara untuk membuat anak lagi. Anak itu akan di kontrol dan di bantu agar dapat menyediakan gen yang cocok untuk Kate sejak di dalam kandungan. Dan kemudian lahirlah Anna. Sejak Anna lahir, dia sudah bertindak menyelamatkan kakaknya melalui tali pusarnya. Selanjutnya, darah, sumsum tulang, dll selalu saja di ambil dari tubuh Anna untuk di berikan pada Kate.

Kate dapat bertahan sampai dengan Anna berumur 12 tahun, melalui sumbangan2 Anna. Namun bagaimanapun juga, efek kemoterapi dll membuat tubuhnya bereaksi. Lama-kelamaan, rambut Kate mulai rontok, hingga akhirnya botak plontos seperti kebanyakan pemain bola. Kate merasa dirinya jelek dan tampak seperti alien.

Karenanya, dia menjadi minder dan menolak untuk turun dari tempat tidurnya pada suatu hari. Ibu, ayah, dan adiknya tidak bisa membujuknya. Dia merasa dia tidak layak untuk keluar rumah. Ibunya yang mendengar alasan Kate, langsung menggunduli kepalanya. Jadilah 2 orang anak beranak botak plontos beserta dengan keluarganya yang lain, berjalan2 di kota. Mereka bersenang2 dan melakukan photo box dengan berbagai macam gaya yang heboh dan seru. :)

Salah satu bagian yang cukup sedih adalah kisah cinta Kate dan Taylor. Ketika Kate sedang melakukan perawatan di rumah sakit, dia melihat dan bertemu dengan seorang pemuda botak plontos juga yang bernama Tylor. Tylor juga mengidap penyakit kangker, sehingga harus menjalani kemoterapi seperti juga Kate.

Mereka berkenalan dan Tylor meminta nomor telephone Kate untuk suatu saat bisa kencan berdua. Kate merasa senang sekali, begitu juga dengan Sara, Anna, tantenya, dan juga keluarga yang lainnya. Kate dan Tylor pun berkencan dan menikmati masa2 berdua dengan saling mendukung. Tylor tidak merasa jijik ketika harus melihat Kate muntah di depan matanya, bahkan dia justru membantu dan setia mendampingi.

Pada suatu hari, rumah sakit mengadakan pesta dansa. Tylor mengajak Kate untuk pergi bersamanya. Kate pun mencari gaun untuk di pakainya bersama dengan Sara dan Anna. Akhirnya, Kate akan menggunakan wig saja untuk menutupi kepalanya yang plontos. Ketika hari untuk pesta dansa datang, Tylor, Brian, Jesse, dan juga keluarga yang lain sangat takjub dengan penampilan Kate yang sangat luarbiasa cantik. Mereka mengambil banyak sekali photo. Brian memandangi Kate dengan mata berkaca2 dari sudut ruangan, sebelum kemudian memberikan ciuman sayang pada putrinya. Hiks...*Aku nangis disini juga*

3 hari setelah pesta dansa itu, Kate merasa di campakkan oleh Tylor. Tylor tidak menghubunginya sama sekali, dan dia merasa sangat kehilangan. Sara membujuknya dan berusaha meyakinkan bahwa mungkin Tylor sedang sibuk. Akhirnya, Kate mengatakan pada Sara bahwa setelah pesta dansa, dia dan Tylor sudah melakukannya (baca:bercinta). Sara yang terkejut, langsung menanyakan pada perawat mengenai keberadaan Tylor. Dari perawat, Sara tahu bahwa Tylor sudah meninggal. Kate sangat kehilangan sekali, sehingga kesehatannya pun ikut terpengaruh. :(

Suatu hari, Anna dengan di temani Jesse mendatangi sebuah kantor pengacara terkenal. Anna menemui sang pengacara Campbell, untuk membantunya menuntut kebebasan medisnya. Anna ingin keluarganya berhenti mengambil organ tubuhnya untuk menolong Kate. Pada awalnya, pengacara Campbell meragukan Anna, namun setelah Anna menunjukkan bukti2 medisnya diapun bersedia membantu Anna.

Ketika surat keterangan dari pengadilan mengenai tuntutan Anna sampai di tangan Sara, Sara terkejut bukan main dan menyangka Anna sudah tidak menyayangi Kate dan keluarganya. Konflik mulai muncul di keluarga itu. Anna-pun di interogasi oleh Brian dan Sara, dan Anna menceritakan alasan mengapa dia melakukannya. Sara merasa tidak terima dan berusaha meyakinkan Anna untuk membatalkan tuntutannya, namun Brian dan Tante nya mendukung Anna (tdk secara langsung).

Pada akhirnya, Sara yang memang awalnya bekerja sebagai pengacara mengambil peran sebagai pengacara pribadi keluarganya. Dia melawan Anna dan pengacaranya. Anna pun untuk sementara tinggal di kantor pemadam kebakaran tempat ayahnya bekerja.

Persidangan berjalan dengan cukup alot karena banyak saksi yang di libatkan, seperti dokter yang menangani Kate dan juga pakar kesehatan yang lainnya.

Salah satu nilai tambah dalam persidangan itu adalah bahwa hakim yang menangani kasus itu adalah seorang ibu yang pernah kehilangan anaknya. Dia adalah hakim yang terkenal kejam dan tak kenal pandang bulu jika bertugas. Dia secara pribadi mengajak Anna dan juga Kate untuk berbicara, guna mendukung keputusan akhir yang harus di buatnya.

Pada saat akhir persidangan, yaitu ketika Anna bersaksi, terjadi ketegangan di ruang sidang. Dimana ketika itu Jesse berteriak menyanggah jawaban Anna. Brian berusaha menenangkan Jesse. Namun sepertinya setelah mereka berdebat panjang, Brian justru membiarkan Jesse maju ke depan persidangan dan mengatakan pada ibunya bahwa Anna hanya di minta Kate. Kate merasa bahwa dia sudah siap untuk mati, dan Kate ingin Anna menghentikan usaha ibu mereka untuk menyelamatkannya. Sara yang mendengarnya sangat terkejut.

Di saat yang bersamaan, Pengacara Campball mulai gelisah. Begitu juga anjing pengawalnya. Ketika suasana persidangan masih panas, pengacara Campball berjalan keluar ruangan dan terjatuh di depan ruang sidang. Dia ternyata mengidap penyakit Epilepsi. Anjing yang selama ini selalu bersamanya bertugas untuk mengingatkan dia saat2 penyakitnya akan kambuh.

Jesse, akhirnya duduk sendirian di atap gedung pengadilan. Dia sangat sedih memikirkan adik Kate dan juga keluarganya. Dia juga sangat menyayangi Kate. Dia tahu bahwa Kate sudah tidak ingin hidup lagi, namun dia tidak ingin kehilangan saudara perempuannya itu.

Akhirnya, dia mencoba mengiklaskan Kate dengan cara menyobek lukisan wajah Kate yang dia lukis sebelumnya. Serpihan2 kertas itu dia biarkan terbang bersama angin yang bertiup di atas gedung itu.

Keluarga, persidangan, dan rumah sakit. Adalah setting yang di kemas dengan sangat ciamik oleh sutradara, sehingga kisah ini menjadi semakin tragis. Ketika persidangan masih berjalan alot, mereka semua harus berkumpul dalam satu ruangan di kamar rumah sakit untuk menemani Kate. Bercerita, bercanda, dan lain sebagainya.

Suatu hari, manakala Brian datang ke rumah sakit sendirian, perawat mengatakan bahwa Kate sangat ingin pergi ke pantai. Brian merasa bingung dengan keinginan Kate, karena kondisi Kate yang sangat mengkhawatirkan. Diapun bertanya pada dokter yang menangani Kate. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan Kate untuk dapat bertahan hidup sangatlah tipis. Kondisi Kate sudah sangatlah buruk. Kalau Kate menginginkan untuk dapat pergi kepantai, menurut dokter hal itu tidak akan membuat Kate lebih buruk lagi. Dokter mengijinkan Brian membawa Kate ke pantai untuk satu hari saja.

Brian pun mengajak Kate dan Jesse menjemput Anna di sekolahnya. Mereka kemudian pulang kerumah untuk mengambil perlengkapan yang di perlukan. Sara yang melihat niat Brian, berteriak2 marah dan mencoba untuk menghentikan Brian. Mereka berebut kunci dan saling mendorong. Namun Brian tidak menghiraukan Sara karena dia merasa Sara terlalu berlebihan dalam menjaga Kate. Permohonan Kate untuk pergi pun di tolak oleh Sara. Brian, Jesse, Anna, dan Kate akhirnya tetap pergi ke Pantai. *Bagian ini juga membuat aku meweeeekk....*

Di pantai, Kate duduk dengan berselimut kain di samping Brian. Mereka berdua mengamati Anna dan Jesse yang berlarian kesana kemari memberi makan burung2 laut. Kate nampak sangat bahagia dan Brian melihatnya dengan bahagia pula. Tak lama kemudian, Sara menyusul tiba di pantai bersama dengan Tante nya Anna. Tantenya langsung bergabung dengan Anna dan Jesse, sedangkan Sara menghampiri Brian dan Kate. Sara langsung mencium Brian dan memeluk Kate. Kate nampak semakin bahagia.

Ketika senja datang, Kate berusaha berdiri dan berjalan mendekati laut. Dia menikmati pemandangan dan juga udara pantai. Iringan musik yang di gunakan ketika adegan ini, menambah dramatis film ini. Kemudian, mereka mengantar Kate kembali ke rumah sakit. Mereka di sambut oleh dokter dengan senyum lebar. Semua orang bahagia dan terharu. *Meweeeekkk lagiiiii*

Satu lagi bagian dari film ini yang sangat mengharu biru, yaitu ketika semua keluarga besar Sara berkumpul di rumah sakit. Jesse mendekati Kate dan mengatakan bahwa dia sangat sayang pada Kate. Dia merasa menyesal telah menggagalkan rencana mereka dengan mengatakan alasan Anna. Anna juga mengatakan hal yang sama kepada Kate. Mereka bertiga bertangisan di tempat tidur Kate. Kate menghibur mereka dengan mengatakan bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang benar. Mereka saling menunjukkan rasa sayang mereka.

Kate meminta Ayah dan saudara2nya untuk pulang dan meninggalkan dia bersama dengan Ibunya. Brian pun mengajak Anna dan Jesse pulang. Ketika Kate hanya tinggal bersama dengan Sara, Kate menanyakan apakah Sara marah padanya karena dia menyuruh Anna melakukan tuntutan itu. Mereka berdua kemudian bernostalgia berdua melalui album photo buatan Kate. Album itu berisi banyak sekali photo, cerita, dan juga pengalaman2 yang Kate lewati bersama dengan keluarganya, tak terkecuali kisahnya dengan Taylor.

Akhirnya, Kate mengatakan pada Sara bahwa saat untuk meninggalkannya sudah tiba. Sara yang selama ini selalu berjuang dan tidak mau menyerah, akhirnya menyerah dan menangis bombay bersama dengan Kate. *Pastinya meweeeekkk lagi....*

Katepun meninggal. Kehidupan berjalan kembali dengan normal, tanpa ada yang melupakan Kate. Brian bekerja menjadi pelatih tinju, Sara kembali pada profesinya sebagai pengacara, Jesse melanjutkan sekolah lukis, dan Anna juga melanjutkan sekolahnya. Mereka selalu berkumpul dan berlibur bersama setiap akhir pekan, termasuk juga dengan tante mereka. Mereka selalu mengenang Kate. Di akhir cerita, pengacara Campbell yang membantu Anna datang dengan keputusan hakim yang memenangkan Anna. :)

Ceritaku ini tidaklah bagus. Tapi aku boleh saja kan merasa puas dengan diriku sendiri karena aku merasa aku bisa mengingat dengan baik detail dari film yang sudah menguras banyak air mataku. :p

Sedikit aku sayangkan adalah perubahan yang terjadi dalam film, jika di bandingkan dengan novelnya. Memang sih, dimana2 film yang di angkat dari sebuah novel pastinya akan selalu mengundang kritikan. Namun ini bukan masalah alur, setting, plot, ataupun penghayatan cerita dari pada pemain. Ini lebih karena ending film ini.

Dalam bukunya, Jodi Picoult menceritakan bahwa ketika pengadilan telah memutuskan bahwa Anna berhak mendapatkan kebebasan medisnya, kemudian dia dan pengacaranya naik mobil berdua. Ketika mereka sedang berada pada sebuah perempatan jalan, tiba2 ada truk yang hilang kendali dan menabraknya. Pengacara Campbell hanya mengalami patah tulang, namun Anna menderita komma dan tak sadarkkan diri.

Setelah beberapa hari tak sadarkan diri dan dokter mengatakan bahwa harapan hidup Anna tipis, maka pengacara yang memegang kuasa atas Anna hingga Anna dewasa, mengijinkan keluarga Anna untuk mengambil ginjal Anna dan menyumbangkannya untuk Kate. Setelah itu, Anna meninggal, dan Kate hidup sehat kembali.

Akhir ceritanya adalah Sara dan Kate yang mengenang Anna. Berbeda kan?? Karena di filmnya, akhir cerita adalah Sara dan Anna mengenang Kate. :p

Tapi, apapun dan bagaimanapun itu, film itu tetap bagus dan mengharubirukan hatiku. Kata temanku yang sudah menonton film ini,
"Mending lu nonton di kamar. Lha gw nonton di pesawat. Kebayang kan bagaimana gw harus menyembunyikan mata yang prembik2 pengen nangis?"
"Mungkin kalau filmnya sama kayak bukunya, penontonnya bisa pingsan2 kaleee"

Hehehhee.... Mungkin juga....
Two Thumbs Up For My Sister Keeper ^_^

Wednesday, June 23, 2010

Haruskah Kita Mulai Ber-Estafet ???

Ibaratnya sedang berlomba lari,
Saat ini kita sedang lomba marathon

Ibaratnya sedang bertanding badminton,
Saat ini kita sedang di kejuaraan tunggal

......

Kamu selalu bilang "ayo"
Aku selalu bilang "nanti"

Kamu selalu bilang (bertanya) "kapan"
Aku selalu bilang (menjawab) "nanti"

Kamu selalu bilang "sekarang"
Aku selalu bilang "belum"

Kamu selalu bilang "menunggu sesuatu"
Aku bilang "menunggu waktu"

Apa yang aku bilang,
Selalu saja bukan apa yang kamu mau dengar

......

Apa kamu inginkan,
Adalah apa yang aku inginkan
Tidak ada masalah adalah masalah yang utama,
Karena semua tidak bermasalah

......


Yang aku yakini, semoga selalu menjadi apa yang kamu yakini
Bahwa suatu saat, kita akan berlomba lari estafet
Bahwa suatu saat, kita akan bertanding ganda campuran

Bismillah

Yang Berlalu Setiap Waktu

Kupandangi cangkir hijau,
Teh manis yang masih mengepul...
Mengepulkan semangat dan harapan akan indahnya hari ini

Kupandangi tumpukan buku,
Semakin dan semakin tinggi...
Menumpuk keinginan dan mimpi untuk di wujudkan hari ini

Kupandangi layar monitor,
Kotak, warna-warni, tergantung pada sebelas jari...
Menunggu dengan pasrah kemana nasibnya kan ku bawa hari ini

......

Kupandangi cangkir hijau,
Air putih tidak dingin tidak juga panas...
Jernih yang dapat membuat "netral"

Kupandangi sepiring nasi,
Lengkap dengan empat sehatnya...
Wajib agar bisa tetap eksis

Kupandangi televisi,
Ariel, Luna, Tari, dan bola...
Kehidupan sosial yang tidak bisa di hindari

Kupandangi lagi layar monitor ini,
Masih tak berganti...
Ketidakmampuan sebelas jari menjadi luar biasa

......

Kupandangi cangkir hijau,
Kopi susu harum mewangi...
Menghambat perjalananku ke alam mimpi

Kupandangi televisi,
Masih saja tentang selebriti...
Sifat manusiawi yang berlebihan

Kupandangi layar monitor lagi,
Jadi pengen ngundang Pak Tarno Sulap...
BimSalaBim jadi apa....prokprokprok

......

Kupandangi singgasana tercintaku,
Kasur, bantal, guling, dan selimut...
Wahanaku menutup mata

......
Setting sebuah opera berkelebat di benakku
Manakala seseorang duduk di meja yang dekat dengan jendela, di sebuah kafe
Orang itu mengangkat cangkir kopinya dengan anggun,

Kita adalah penonton yang duduk di dalam kafe (juga)
Nampak melalui jendela, di luar sana
Bayangan orang, mobil, anjing, kucing, dan lainnya bergerak cepat
Layaknya Tuhan sedang memencet tombol "speed" di remotenya

Dia, tetap saja mengangkat dan menurunkan cangkir kopinya,
Dengan anggun

Hari ini indah, apa adanya

......


Friday, June 18, 2010

Kopi Darat

Beberapa tahun yang lalu, manakala aku masih berstatus mahasiswa yang sedang mencoba bekerja. Kala itu, aku masih terhitung rajin2nya mencari dan menemukan para sesepuh dari organisasiku yang konon katanya tersebar di seluruh penjuru dunia.

Melalui dunia maya aku berselancar mencari dan mencari, scara aku berperan sebagai "corong" alias tukang cuap2 sana-sini guna melengkapi database kami.Salah satu orang yang berhasil aku temukan adalah senior perempuan yang tinggal di Amerika bersama dengan suami dan kedua anaknya, Mbak Quinike alias Eqi. Setelah keperluan database organisasi selesai, kami masih sering berhubungan melalui Ym, hingga akhirnya facebook.

Sekitar 3 bulan yang lalu, kabar duka datang dari keluarga Mbak Eqi yang ada di Indonesia. Ayahandanya meninggal dunia, sehingga dia beserta suami dan kedua anaknya pulang ke Indonesia. Namun saat itu aku belum berkesempatan bertemu dengannya.Awal bulan lalu, Mbak Eqi mengabarkan bahwa dia akan ke Indonesia lagi bersama dengan kedua anaknya untuk jangka waktu sekitar satu bulan. Dan mulailah agenda temu2 dan reuni di rancang. Salah satunya untuk para anggota L yang kenal dengannya.

2 hari yang lalu, muncul notifikasi di FB darinya yang mengabarkan bahwa dia akan ada di Kafe Telapak setelah sholat Jum'at. Beberapa orang menyatakan datang, dan beberapa lainnya menyatakan berhalangan. Aku berkata "I'm coming yaaaa". hehehehe

Tadi siang, akhirnya kami bertemu muka. Rupanya dia sama cantiknya dengan di Foto. hehehee... masih terlihat muda belia, padahal sudah berbuntut 2 (Alex dan Albert yang "pothuk2" badannya). Finally, kita kopi darat ya mbak'e..... ^_^

Bersama dengan senior2 yang lain, kami ngobrol dan bersenda gurau. Sedikit bernostalgia untuk mereka yang satu generasi. Aku lebih asyik memperhatikan kedua anak Mbak Eqi, Alex dan Albert. Kedua anak dari pasangan Indonesia, yang lahir, besar, dan tinggal di Amerika, tapi bisa berbahasa Jawa. hahaha.... Unik bukan?

Di saat Cinta Laura bicara dengan bibir monyong2 untuk logat kebule2annya, 2 bocah ini malah dengan santainya bicara dengan bahasa Jawa. Menurut ibunya, mereka ini memang di ajarkan beberapa bahasa yaitu Jawa, Indonesia, Inggris, dan Spanyol. Wuidiihh.... Syereeemm.... :p

Iseng2 aku bertanya,
"Mau nggak tinggal di Indonesia?" tanyaku
"No..." kata Alex
"Kenapa?" tanyaku lagi
"Sumuk..." See.... alesannya simpel marimpel... sumuk... alias gerah... hehehehehe

Masih ada beberapa hal lagi yang membuat aku rada takjub dengan mereka, tapi intinya mereka "keren". Saluutt.... :p

Anyway, thanks ya Mbak Eqi..... Akhirnya kita kopi darat juga setelah sekian lama hanya bertemu di dunia maya. Nice to see you mbak'e.... Sampai berjumpa lagi yaaa :)

Photo dulu lah yaw, buat bukti otentik bahwa kita semua pernah bertemu di Kafe Telapak. Hari ini, Jum'at, 18 Juni 2010.

Sampai ketemu pada sesi pertemuan selanjutnya..... ^_*


Thursday, June 17, 2010

Lagu Untuk Mereka Yang Sedang Terkena Masalah

Thanks to D'Masiv yang sudah melantunkan lagu mellow tapi keren (menurutku) ini. Lagu yang bisa kita pakai sebagai lagu penguat hati manakala kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri karena satu atau banyak hal.

Saat ini, aku ingin membagikan semangadh dan harapan yang ada dalam lagu ini untuk aku sendiri, untuk dia, untuk mereka, dan untuk kalian semua. Tetaplah bersemangadh, jangan menyerah, dan bersabarlah..... Semua akan terasa indah, pada waktunya......

D'Massiv ~ Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

reff1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

repeat reff1

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa


***

Yaaa.... Untuk kalian yang sedang sedih karena terkena masalah, tetaplah sabar dan tawakal. Kesalahan adalah guru terbaik untuk kita belajar menjadi lebih baik. Tetaplah ingat bahwa semua badai pasti akan berlalu. Masih banyak orang2 di sekeliling kalian yang akan selalu mendukung, menyayangi dan mencintai kalian sepenuh hati. :)

Pesan sponsor :
Kalau kita mengidolakan sesuatu, maka kita harus berbesar hati. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap hal atau setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, jangan mengharapkan kesempurnaan dari seseorang atau sesuatu yaaa.... Terima juga kelemahan2nya donk... :)


Sunday, June 13, 2010

Onion's Children

Pernah denger istilah anak bawang? Aku pernah, tapi aku belum mengerti benar mengenainya. Mungkin, aq akan segera bertanya pada pakdhe google.

Tapi, tidak sekarang... Setelah ini saja mungkin... :p

Lets make a quick note about that...
Bawang itu sebuah bumbu wajib untuk membuat beraneka masakan. Di Indonesia terutama (toh istilah anak bawang itu sendiri juga hanya dikenal di Indonesia).
Anak bawang itu, apakah bawang yang ukurannya kecil yang selalu menempel mesra di sebelah bawang yang besar? Mungkin saja...

Kalau begitu, mungkin istilah anak bawang muncul karena orang seringkali malas menggunakan bawang2 mungil itu sebagai bumbu. Disamping ukurannya yang terlalu mungil sehingga menyulitkan penggunanya mengupas kulit, mungkin juga rasa atau kualiasnya jauh berbeda dengan bawang2 tua. Mungkin juga...

Kasian ya si anak bawang itu.... Mungkin kalau dia boleh memilih dan meminta pada Tuhan, dia akan minta di ciptakan sama besar dan sama bagus dengan bawang2 tua. Mungkin juga dia akan minta diciptakan berbeda seperti layaknya cabe rawit, yang tidak harus minder karena ukuran dan kualitas... Mungkin saja...

Tapi dia juga pasti tau bahwa untuk menjadi tua, dia harus melewati masa kanak2 dulu layaknya manusia... Hehehe
Dia hanya perlu menjadi anak bawang yang manis saja sepertinya... Sambil mengantri dan menunggu hingga tiba waktunya dia tumbuh besar sesuai kodratnya...

Wahai anak bawang, tetaplah semangadh dan bergembira. Semua ada waktu dan tempatnya... Tentu kamu juga masih ingat dan yakin pada apa yang biasa kamu katakan bahwa "Semua akan terasa indah pada waktunya" bukan??? :p


Thursday, June 10, 2010

Gebyah Uyahnya Indonesia

Indonesia,

Negaraku, tanah airku, tanah tumpah darahku, dan juga negri tempat tinggalku.
Luas, kaya, indah, makmur, merata, dinamis agamis, dan blablabla.... Terlalu banyak slogan2 yang di gunakan untuk memuja dan memuji negri ini, tak terbatas jumlahnya. Slogan, jargon, penyemangat, dan lain2. Banyak sekali makna dan tujuannya.

Aku hanya ingin berbagi sesuatu yang beberapa hari ini nyangkut di mataku, nempel di telingaku, menggelitik otakku, dan akhirnya mengusik kesedihanku. Hiks..... aku sedih. Ya... aku sedih untukku sendiri, untuk dia, untuk mereka, dan untuk semua orang di Indonesia ini.

Detik ini, saat ini, dan kali ini juga, berbagai macam kata yang dengan kata dasar sedih bertebaran dimana2. Sedih, bersedih, tersedih, sedihnya, sedihpun, sesedih-sedihnya, sesedihapapun, sesedihpun, dan juga menyedihkan. Intinya untukku tetap saja sedih. Sekali lagi hiks....hiks....

Aku sedih untuk dia yang sedang mendapat masalah, cukup bahkan terasa sangat berat. Dia terlibat masalah mengenai sebuah tindakan yang (memang) tidak terpuji. Banyak yang mengatakan bahwa dialah yang telah melakukan hal2 yang tidak pantas itu. Orang lalu berbondong2 menyalahkan, menghakimi, mengutuk, dan membombardir dia dengan segala macam sumpah serapah.

Pihak2 yang sudah lebih dulu tidak suka padanya (terutama kalangan infotainment) pastinya bertepuk tangan riuh dengan munculnya berita ini. Mereka dengan berlomba dan saling (sok) akurat mengundang para pakar, meminta pendapat sana-sini, menilai sana-sini, menyimpulkan sana-sini, dan menilai sana-sini. Sesuka hati mereka. Karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati (beralaskan dendam mungkin). ck..ck..ck...

Kemudian banyak pihak yang muncul dengan (lagi2 sok pahlawan) acara baru. (Sok) mewakili kalangan tertentu ingin memeja hijaukan kisah ini. Padahal di lihat pakai mata kaki pun sudah terlihat jelas bahwa pengacara (yang kurang laku) itu hanya ingin (sok populer dan numpang tenar) mendompleng. PPffiiuuhhh.....

Aduh, hilang sudah kata2ku karena konsentrasi selalu terganggu oleh berita2 di Tv. Sesuatu hal yang langka untukku, yang hari ini aku lakukan adalah mendengarkan musik dari laptop dengan headset. Semua aku lakukan demi menghindari suara2 sumbang di Tv tentang mereka yang sedang bermasalah. Next time aja deh tulisanku ini di lanjut. hehehehee

Friday, June 4, 2010

3 Kera Bijak

Beberapa waktu lalu, aku merubah photo profile di account facebook-ku. Dari yang awalnya adalah salah satu photo kebanggaanku ketika sedang khusyuk memandangi laut, menjadi photoku yang sedang menutup mata dengan latar Candi Prambanan. Photo yang di ambil ketika aku dan Ijah melakukan wisata kilat ke Candi Prambanan itu.

Beberapa waktu setelah aku merubah photoku itu, seorang teman mengirimkan sesuatu ke wall-ku. Ketika notifikasi yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang di tulis di wall-ku itu aku klik, maka munculah sebuah penampakan seperti ini,
"Betta Wahyu prof pic mu kaya 3 kera bijak...tapi kurang 2....xixixixixi"

Rupanya temanku betta yang menuliskannya. Membaca tulisan Betta itu, aku menjadi sedikit bingung. Karenanya, kami menuliskan beberapa diskusi mengenai tulisannya itu.

Wilis Juharini Heh??????Apa maksud maneh dengan "3 kera" ? Kalau "Bijak"-nya sih memang iya....hahahahhaha
Betta Wahyu heh...???masak maneh g tahu 3 ker bijak seh....hadoooohhhh..
Wilis Juharini Hehehe... emang itu istilah umum ya bett? Suertekewerkewer eyke nggak ngarti... Coba jelaskan padaku.... :)
Betta Wahyu Mizaru, Kikazaru dan Iwazaru. "See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil."
Wilis Juharini Ouh.... barusan gw nanya asisten gw yg lagi nganggur (google_red). Ho oh yaa... Aku adalah si Kikazaru. Thanks Bet, sudah memberikan sedikit inspirasi....hehehehhehehe

Itu adalah sekelumit obrolanku dengan seorang teman mengenai asal mula tulisanku ini. Thanks to you Betta/L-242 yang telah menjentikkan jari ke arahku dengan sebuah "cerita" sehingga aku bisa kembali punya alasan untuk menulis di sini. :p

Bukan tanpa alasan aku mengganti photo profilku, melainkan karena memang aku sedang mencoba untuk bisa menutup mata untuk beberapa hal. Tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak berkata untuk beberapa hal. Hanya saja setelah aku mengubek2 koleksi photoku, ternyata aku hanya menemukan photo itu sebagai perwakilan. :)

Kembali kepada 3 kera bijak. Setelah meminta bantuan kepada si raja tahu "mbah google", aku menemukan beberapa informasi mengenai "3 kera bijak", termasuk juga dengan gambar. Aku tidak punya gambaran untuk menuliskan tentang cerita 3 kera ini. Aku hanya merasa suka, terlalu suka, dan juga sangat suka dengan gambar dan cerita ini.


Three Wise Monkeys
Mizaru, Kikazaru dan Iwazaru.
"See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil."

Three wise monkeys ini adalah sebuah ukiran yang yang terdapat di Kuil Tosho di Jepang yang sangat terkenal. Ukiran itu adalah Sanzaru (3 kera). Masing-masing kera dalam ukiran itu menutup telinga, mata, dan mulutnya. Menurut kepercayaan, itu melambangkan sebuah ungkapan "Jangan mendengar, jangan melihat, jangan bicara". Ketiga hal itu di percaya berasal dari ajaran Agama Tendai yang menyebar secara luas di Jepang pada Abad ke-8.


Untuk saat ini, nampaknya di samping aku harus lebih mempelajari ajaran agamaku sendiri, mungkin ada baiknya juga mempelajari ajaran agama ini. :p


Thursday, June 3, 2010

Closed your eyes and lay down your body

Jurus andalan yang perlu di pelajari dan lebih di dalami adalah :




















Posisi Menentukan Prestasi

Masih bicara tentang "stop" yang sedikit bersambung


Rupanya, menjadi orang yang tidak perduli atau cuek beybeh itu gampang2 susah dan untung2 rugi ya.... gampang karena kita tidak perlu memikirkan orang selain kita sendiri. Sayangnya, bukan dengan cara itu aku di besarkan hingga gede tua bongsor begini makanya itu menjadi hal yang susah. :p

Untung karena kita tidak perlu sibuk dengan perasaan kita dan perasaan orang lain. Namun semua kembali lagi bahwa bukan dengan cara itu aku di besarkan sampai dengan bantat begini, makanya membuatku rugi bandar. Energi untuk kesana jauh lebih besar. Namun semua memang layak di coba, daripada menjadi penasaran semata. Adam dan Hawa saja sampai makan buah terlarang hanya karena penasaran juga bukan?

Aku tidak yakin ini akan berhasil, namun tidak ada salahnya mencoba dan mencoba. Toh yang nggak boleh di coba2 itu kan kalau buat anak, jadi kalau untuk yang sudah bukan anak2 sepertinya tidak apa mencoba2 (kayak iklan banget ya). Mari kita mencoba menjadi bebal dan lebih bebal lagi. ^_^

Tidak ada yang hilang begitu saja, semua masih tersimpan rapi. Sehingga suatu saat nanti aku bisa kembali menilik, seberapa berhasil atau seberapa besar kegagalan yang sudah aku lakukan. Saat ini, aku tidak ingin memprediksi ataupun sekedar mengira2. Tidak perlu, karena tidak akan ada hadiah atau penghargaan atas itu.

Posisi. Sepertinya semua hanya bermasalah pada "bagaimana kita menempatkan diri", yang kemudian bersambung dengan "bagaimana kita membawa diri", dengan harapan agar tidak ada pihak2 yang dirugikan. Jangan sampai ada yang rugi atau di rugikan, karena memang mereka tidak layak untuk mendapatkan kerugian yang di sebabkan karenaku. hahahahha

Sepertinya, satu alasan yang baru saja aku temukan dan tambahkan dalam daftarku, mengapa aku begitu suka dengan Bella Swan (Twilight Saga). Karena dia sering bermain dengan pikirannya sendiri, memikirkan apa yang bisa dan mungkin terjadi jika begini atau begitu, dan selalu berusaha membentengi dirinya sendiri agar tidak membuat orang lain merugi atau di rugikan karenanya. Berasa familier dengan kebiasaan si Bella itu bukan? (thanks to Stephanie Meyer sebagai penciptanya, i'm promise to buy the original Twilight Saga) :p

Kepada mereka yang selalu aku hormati dan banggakan, cuma satu harapan yang bisa aku simpan. Just say what you have to say, when I make mistakes...and also when I was right... Just Let Me Know Anything... Please... :)