Thursday, February 25, 2010

Kita Tertawa Ketika Ada yang Menderita

Siang ini aku menerima sebuah pesan singkat dari salah satu temanku di organisasi, lebih tepatnya dari seorang junior. Sebagaimana biasa, manakala akan di gelar sebuah hajatan di kampoeng (sekret) kami. Kabar berantai yang biasa kami sebut dengan "jarkom".

Bunyi pesan jarkom ini bergaya anak muda sekali, yang di singkat sana singkat sini. Untuk mempermudah aku dalam mengingat dan mengerti arti pesan, aku menuliskan kembali pesan itu dengan utuh di sini. Begini bunyi pesan itu :

"Jarkom.. Kecuali ketua umum. Agenda ikat mengikat ketua umum Lawalata, besok malam habis presentasi. Siapkan segalanya. tali, bawang, air kencing, dll. Mohon kedatangannya untuk Lawalata yang lebih baik. "

Sekilas bayangan mengenai apa yang akan terjadi besok malam, lewat di kepalaku. Ketika acara presentasi selesai, mulai akan ada pergerakan perlahan oleh para anggota aktif yang berbadan kuat. Mereka akan mendekati si korban (besok korbannya si ketua umum), dan akan segera menerkam dan menyeretnya ke tempat yang dekat dengan perapian. Disana, dia akan di ikat dengan menggunakan webbing, dan mulailah acara bar2.

Para ibu2 akan dengan senang hati mengguyur dengan air comberan, menggosok dengan bawang, atau sekedar menggelitiki si korban. Untuk anggota yang bapak2, pasti akan lebih bar2 lagi. Mereka akan segera berkreasi dengan segala macam sampah yang ada di sekitar mereka. Corat-coret, gosok2, hingga puncaknya adalah berkreasi dengan air kencing mereka. Si korban hanya bisa pasrah dan menerima apa saja yang di berikan padanya. Hanya ada 2 pilihan. Menyerah pasrah, atau melawan dan akhirnya badan menjadi lebam. :)

Entah sejak kapan ritual ini dimulai, karena selama aku menjadi bagian dari keluarga itu, aku sudah melihat dan melakukannya sebanyak puluhan kali. Mungkin jika orang di luar keluarga besar kami, akan menilai bahwa kami ini tidak berperikemanusiaan dan kejam. Bahkan mereka yang mengaku masih anggota keluarga kamipun tak jarang mengatakannya. Tidak jarang juga mereka yang masih suka mengaku sebagai anggota keluarga besar kami itu menilai kami bla..bla..bla.. Sepertinya mereka tidak pernah muda, atau mungkin masa muda mereka kurang bahagia seperti kami. Whatever...:P

Ada sesuatu yang cukup membuat aku geli dengan bunyi pesan singkat itu. Mungkin si "tukang jarkom" ini adalah orang yang biasa men-jarkom pesan untuk rapat atau pertemuan2 serius di organisasi kami. Sehingga dia latah dan menjadi kebiasaannya untuk menyertakan kalimat penutup pesan yang serius pula.

"Mohon kedatangannya untuk Lawalata yang lebih baik"

Kalau boleh aku koreksi, mungkin sebenarnya akan lebih hidup lagi pesan ini dengan penutup yang seperti ini :

"Mohon kedatangannya untuk Lawalata yang lebih seru"

Selamat bersenang2 ya you guys...^_*


Keterangan Photo :
Penangkapan L-269 yang kami anggap gila di depan Gedung Graha Widya Wisuda, IPB.
L-269 kemudian di lepaskan setelah beberapa jam di ikat di pohon depan GWW. :P

No comments: