Aku selalu berada dan memilih untuk berada di luar bangunan itu. Meskipun banyak yang menyuruhku masuk kedalam sana, aku selalu menolaknya dengan tegas. "Tidak...Itu bukan rumahku. Dan aku tidak ingin mengetahui apa yang ada di dalam sana"
Awalnya, bangunan itu memiliki banyak sekali pintu. Sehingga aku bisa mengintip melalui pintu yang sekali2 terbuka, jendela yang sekali2 tidak tertutup gordennya, atau melalui lubang angin yang sekali2 menarik perhatianku.
Namun sekarang, sepertinya satu persatu lubang itu mulai tertutup. Entah sengaja ditutup untukku, ataukah di tutup untuk alasan yang lain. Yang jelas, pintu itu tertutup. Semoga saja pintu ini hanya tertutup untuk sementara, dan akan di buka kembali suatu saat nanti. Seperti halnya pintu rumah yang di buka-tutup sesuka hati oleh yang punya rumahnya.
Bagaimanapun, aku merasa kehilangan.... :P
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...

No comments:
Post a Comment