Monday, August 23, 2010

Menjadi "Tugu Selamat Datang"

Do you know what i mean?
If you know.... Be silent....
Let's make a silent action for this.
Hope some miracle,
Make everything's gonna be okay

Don't let a lot of tears, energy, power, etc...
Gone for nothing...
Just do your best, don't too demanding
Better don't too expecting
And then everything's gonna be okay

"Ketika mimpimu yang begitu indah,
Tak pernah terwujud... ya sudahlah...
Saat kau berlari, mengejar anganmu,
Dan tak pernah sampai... ya sudahlah... "

Tetaplah percaya bahwa akan ada kenyataan yang terjadi, jauh lebih indah daripada mimpi dan angan-angan kita. Semoga.... dan semoga.... :p

"Satu dari sekian kemungkinan,
Kau jatuh tanpa ada harapan,
Saat itu raga kupersembahkan,
Bersama jiwa, cita, cinta, dan harapan "

Kemungkinan, kemungkinan, dan kemungkinan... Selalu saja ada kemungkinan di depan kita. Bahkan ketika jalan di depan kita bercabang-cabang. Kata guruku sewaktu SD, siapkan dirimu untuk melalui hari, dengan filosofi pohon cabai. Dimana setiap tumbuh, dia akan menjadi 2 percabangan. Setiap apa yang kita pilih, akan selalu memberikan 2 pilihan dan kemungkinan.

"Kita sambung satu persatu sebab akibat,
Tapi tenanglah mata hati kita kan lihat,
Menuntun ke arah mata angin bahagia,
Kau dan aku tahu, jalan selalu ada "

Jika kutengok kembali sebab akibat, terkadang justru membuatku semakin mengkerut. "Sepertinya ini semua hanya berhubungan dengan belas kasihan". Jika kulihat dengan matahati, terkadang justru membuatku semakin takut. "Tidak ada yang bisa aku gunakan sebagai senjata". Namun aku masih selalu yakin dan percaya bahwa mata angin bahagia itu ada di ujung sana....

"Juga kutahu lagi problema kan terus menerjang,
Bagai deras ombak yang menabrak karang,
Namun ku tahu... ku tahu kau mampu tuk tetap tenang,
Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang "

Setidaknya ombak, karang, menerjang, menyerang, membentang, menabrak, dan lain-lainnya itu sudah seringkali kudengar kala ku kecil. Sehingga tidak ada lagi sesuatu yang aneh, sangar, menyeramkan, ataupun mengerikan. Aku rasa, aku bisa cukup tenang dalam mengerti arti "ajal datang". Karena kita semua memang layak dan seharusnya tenang....

"Sempat kuberharap, keramahan cinta,
Tak pernah kau dapat.... ya sudahlah..."

Dalam hal ini, bukan keramahan cinta yang ingin kuraih lagi. Bukan...bukan...dan bukan... Aku hanya ingin bisa meraih "keramahan kalian". Nampaknya itu saja sudah lebih dari cukup mewakili keinginanku.... :)

Sunday, August 22, 2010

Our Special Moment in Holy Ramadhan


Sms masuk,
"Kagak, gw langsung balik ke Jakarta. Ada janjian buka bareng juga. Sekali2 ketemunya di Jakarta donk, jangan gw melulu yang nyamperin ke Bogor."

Waduh, ada yang ngambek nih.... ya sudahlah, mungkin lain kali bisa bertemu lagi ya. Akhirnya akupun memilih menyelesaikan beberapa urusan. Tanpa sadar, ada sms masuk lagi ke handphone-ku.
"Segera meluncur ke markas 269. Buruaaann!!!!"

Aduuh..... merubah jadwal koq seenake dhewe sih? ck...ck...ck.... Akupun meluncur ke tempat itu setelah semua urusan selesai. Ada 269 dan 271 sedang bersantai di depan TV. 271 rupanya tidak puasa, dan dengan santainya makan pisang. Gluk...gluk...gluk....cessss.... Ngecess deh aku.. :p

Masih belum cukup, dia bilang begini,
"Gw tadi donk, di angkot dengan santainya minum dari T*****W***. Ampe di liatin gitu ama mbak2"
"Pake kerudung nggak lu?"
"Pake"
"Lha iya lah...dodol"

Tak lama kemudian, satu penampakan muncul di depan pintu dengan hebohnya. Yak... siapa lagi kalau bukan 270. Rupanya sekarang matanya sudah berganti warna dengan biru. Lumayan lebih mending daripada mata abu2 yang jadi kelihatan kayak perak sebelumnya. hahahhaaaaa

Kami semuapun melepas rindu dan bertukar cerita. Ngobrol di depan kosan karena si Black nggak boleh masuk ke kosan. :P

Dan beberapa waktu kemudian, ada lagi satu personel datang. Yaks, 262. Hwekkeeeee.... Tumben banget yaks, kumpul kali ini semua personel lengkap. Biasanya kan selalu saja kurang satu atau dua orang. Eh, gara2 sms yang mendadak dangdut dari 271, kami semua malah berkumpul dengan lengkap. hahahaaa

Setelah bosan ngobrol di depan kosan, kamipun memutuskan untuk melanjutkan ngobrol sambil ngabuburit di salah satu tempat makan yang cukup baru. Dari penampakannya sih terlihat OK karena menyediakan tempat lesehan. Asyiik....

Sesampainya di tempat makan itu, kamipun langsung menempati satu bangku yang kosong. Ternyata itu adalah bangku kosong terakhir (kayak judul pelem horor ya), karena beberapa bangku kosong yang lain sudah di pesan orang (meskipun tidak ada tandanya, sehingga membuat beberapa orang yang datang kecele).

Pesanan segera di tulis, hmmm.... lumayan banyak booo :p
Sambil nunggu pesanan, kamipun meanjutkan obrolan ngalor ngidulnya. Rumah makan itu cukup ramai, nampaknya ada yang sedang bikin acara buka bersama. Makin mendekati waktu berbuka, suasana semakin ramai. Seorang mbak2 pelayan mengantarkan kendi tempat air minum ke meja kami. *pikir kami* mungkin buat berbuka.....

Waktu berbuka pun tiba. Pesanan kami belum satupun tiba, dan tidak ada informasi apakah pesanan kami masih butuh waktu lama. Dan yang paling parah, kendi yang tadi di antarkan ke meja kami, tidak di beri teman gelas satupun. Jadi maksudnya??? kami di suruh minum langsung dari kendi? Good job... :p

Beruntung kami membawa beberapa bekal seperti jeruk, wafer, coklat, eggroll, dan pisang. Jadi kami membatalkan puasa dengan bekal kami sendiri. Hahahhaaa.... Dan soal gelas, kami baru mendapatkan gelas ketika kami sudah memanggil si mbak2 pelayan,
"Mbak, ini air minum bukan?"
"Iya, ada isinya kan?"
"Koq kita nggak di kasih gelas ya? Minumnya gimana donk?"
"Oh iya, sebentar...."

Beberapa kali kami menanyakan pesanan, dan jawabannya seragam namun tidak ada muatan solusinya "sebentar mbak"..."Sebentar lagi ya mbak"... AKhirnya 271 mendatangi bagian dapur, bertanya pada kokinya dan mendapat jawaban yang rada unik "belum di bikin mbak, soalnya bahan2nya banyak yang habis, dari kemarin banyak pesanan.. bla...bla...bla..." hwekekeeeeee.... Jadi kalau bahan habis karena banyak pesanan, mereka berhak memaksa kita duduk diam berlama2 tanpa kejelasan nasib perut kami buw? yang benar saja...

Beberapa lama kemudian, kami sudah tidak bisa menahan emosi sodara2. Kamipun memilih untuk segera melakukan pergerakan ke tempat lain. Perut yang telah seharian kosong karena puasa, tidak bisa lagi membantu kami mereda emosi.

"Meja 14 batalin aja mbak"
"Lho, kenapa mbak?"
"Kelamaan, udah kenyang sama bekal sendiri"
"Aduh... maaf ya mbak...Kelamaan"
"Nggak ada informasi juga berapa lamanya"
"Padahal sebentar lagi lho mbak...."
"Nggak usah deh mbak, udah pada kenyang koq sama bekal sendiri"

Beruntung satu kalimat pamungkasku berhasil aku telan lagi, karena tidak akan memberikan pengaruh yang baik. Meskipun susah payah, akupun menelan dan menghancurkan susunan kalimat yang sudah berbaris rapi di tenggorokanku,
"Sebentar lagi? sebentar lagi dari Hongkong ya? Lha wong koki sampeyan aja bilang banyak bahannya yang habis koq bisa2 nya bilang sebentar lagi. Minuman saja juga nggak sanggup bikin koq bisa2nya bilang sebentar lagi.." gluk...gluk...gluk... *telantelan buruan* :p

Dan kamipun pindah ke daerah kampus saja. Merasakan kembali sensasi kemahasiswaan, selain 269 dan 262 yang memang masih mahasiswa tapi ya.... :)

Makan, minum, ngobrol lagi, dan akhirnya tiba saat berpisah. Kamipun berpisah di angkot. 262, 268, dan 269 kembali ke kosan. 270 dan 271 melanjutkan perjalanan ke rumah masing2, dan 237 bertahan di percetakan.

Thanks for last day everybody.... there is really a quality time for us. Looking toward for another meeting yaaaa :)

PS : satu info yang nggak penting dari pertemuan ini adalah akhirnya kita tahu bahwa seorang artis terkenal yang tergabung dalam 3 Diva itu memang mendapatkan aliran dana dari orang yang tinggal di negara pecahan NKRI. Rutin dan nilainya milyaran lagi.... hwekekeeeeeeee :p


Tuesday, August 17, 2010

Happy Independence Day Indonesia


Happy Independence Day Indonesia.....!!!
65 years was gone....

Sekali lagi, aku nongkrong di depan TV untuk ikut merasakan deg2an bersama dengan para pengibar bendera Indonesia di Istana Negara. Paskibraka alias Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasti deg2an banget kan harus melakukan kewajiban mulia mengibarkan bendera di depan Presiden Indonesia, pejabar negara, tamu negara, dan di saksikan oleh sekian juta orang di Indonesia melalui layar televisi. Wuidiiihhh....

65 Tahun yang lalu Indonesia juga melakukan hal yang sama. Yaitu menggelar upacara kemerdekaan untuk yang pertama kalinya. Saat itu, terbayang bagimana semangat dari peserta upacara yang benar2 merasakan arti sebuah kemerdekaan. Pasti sangat luar biasa sekali.

Upacara kali ini nampaknya waktunya sama dengan waktu upacara 65 tahun yang lalu. Yaitu dalam suasana puasa. Semoga saja setelah ini, semangat kemerdekaan para pendahulu kita bisa mengalir dan menyatu kepada diri setiap warga negara Indonesia, sehingga negara kita akan semakin membaik dan membaik lagi.

Sedikit perasaan heran selalu menggelitikku ketika peringatan hari kemerdekaan. Beberapa orang temanku mengatakan banyak pendapatnya.
"Kata siapa kita merdeka?"
"Bodoh kalian yang merasa sudah merdeka"
"Merdeka itu cuma untuk mereka yang punya kuasa"
"Kita sekarang ini masih di bawah penjajahan"
"Masih banyak orang2 yang menderita, jadi kata siapa kita sudah merdeka?"

Dan masih banyak lagi pendapat para temanku yang lainnya. Bahkan mereka banyak yang tidak mau mengakui peringatan kemerdekaan di Indonesia. Semua orang memang bisa dan boleh berpendapat sesuka hati mereka. Bahkan itu di lindungi dengan undang2 koq, jadi tenang saja. Selagi pendapat itu tidak melukai orang lain tentunya, kebebasan bertanggung jawab.

Menurutku sih kita wajib memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan adalah lepasnya kita dari kekuasaan penjajah. Kemerdekaan adalah pengakuan atas jasa2 para pahlawan yang telah tiada, pengakuan terhadap pahlawan yang telah meninggalkan keluarganya demi perjuangan bangsa, dan pengakuan terhadap semangat patriotik yang di miliki oleh para pejuang.

Nenekku hanya tahu bahwa dia kehilangan ayahnya untuk beberapa lama. Nenekku hanya tahu bahwa ayahnya pernah harus pergi dari rumah sekian lama demi menghindari penangkapan penjajah. Nenekku hanya tahu bahwa saudara2nya pernah menderita karena perang. Nenekku hanya tahu bahwa dia, temannya, saudaranya, dan banyak orang2 yang hidup di jamannya dulu pernah terluka karena perang. Dan nenekku hanya tahu bahwa penderitaan perang itu berakhir setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Sekarang ini, setiap kali upacara kemerdekaan, nenekku masih juga tahu artinya. Meskipun sebentar, dia masih juga menengok TV untuk sekedar melihat bapak presiden duduk memimpin upacara. Dia, tetap menganggap bahwa Indonesia telah merdeka.

Bukan berarti nenekku sekarang sudah kaya raya, bukan juga karena nenekku punya kuasa. Sekarang ini, beliau di usia senjanya masih juga mencari rumput demi menghidupi sapinya. Beliau juga merasakan betapa harga2 kebutuhan pokok semakin sulit di jangkau. Beliau juga merasakan ketakutan ketika harus menyalakan kompor gas karena beliau banyak mendengar berita buruk karenanya. Beliau juga tahu bahwa ada lumpur Lapindo di Jawa Timur sana, dan lain2 dan lain2.

Nenekku bilang, nggak ada hubungannya merdeka dengan kondisi sulit sekarang ini di negara ini. Merdeka adalah untuk kita bisa mengakui bahwa kita ini "wong indonesah". Kalau kondisi sulit dan banyaknya masalah di negri ini saat ini, adalah bagian dari proses pendewasaan negara kita. Ibaratnya, merdeka adalah lahirnya seorang bocah. Toh kalau si bocah jadi nakal, bukan berarti kita tidak mengakui kelahiran si bocah itu kan? Bagaimana si bocah itu, tumbuh dan berkembang, adalah tugas kita semua yang harus "mengemong" nya.

Kelahiran seseorang sangatlah berarti. Karena sewaktu lahir, seorang bocah memasuki dunia baru. Mungkin saat itu kelahirannya di bantu oleh seorang bidan atau dukun, di tunggui nenek kakek, bapak, tetangga, dll. Meskipun mungkin orang2 itu hanya membantu mengambilkan air minum, tetaplah mereka yang berjasa. Tidak bisa kita lupakan begitu saja. Beruntung aku masih ingat siapa yang menolong ibuku sewaktu melahirkanku, namanya Mbah Marto.

Apakah mungkin karena anak sekarang banyak di lahirkan di rumah sakit, sehingga mereka tidak perlu mengingat siapa2 yang membantunya melihat dunia yang indah ini? entahlah.... :p

Kembali pada kemerdekaan indonesia, sebelum aku terlena dan malah menceritakan perihal Mbah Marto and the gank... Mari kita memaknai hari kemerdekaan dengan bijak (bukan berarti aku bijak lho ya... mungkin nenekku yang bijak. heheeee). Mengakui kemerdekaan bukanlah suatu hal yang hina koq. Bukan pula dengan mengakui kemerdekaan Indonesia, kita menjadi lemah, loyo, dan lesu. Yang membuat kita lemah, loyo, dan lesu itu karena kita sedang puasa. hwekekeeee

Dengan mengakui bahwa kita pernah merdeka, mungkin justru akan bisa meningkatkan semangat bukan? Siapa tahu jiwa patriotisme para pahlawan dulu malahan bisa menempel pada kita semua. Asal jangan sampai ketempelan aja.... hihihihi.... Yang jelas, dengan tidak mengakui kemerdekaan kita yang selalu kita peringati di tanggal 17 itu, kita malah mungkin membuat para keluarga pahlawan merasa pengorbanan mereka tidak di anggap. Biarkan saja kalau ada pihak2 yang tidak mengakui, yang penting kita dan hati kita mengakui. Toh kalau semua orang berfikir begitu, lama2 mereka tidak akan di akui kan? Ngomong opoooo aku ini... ck..ck..ck.. :p

Memang sih, sekarang ini para pemangku kekuasaan yang seharusnya menjadi nakhoda kapal negara banyak sekali yang mbalelo. Maka dari itu kita perlu menentangnya. Tapi tetep saja berbeda antara mengakui kemerdekaan dan mengatasi para penguasa yang bersikap menjajah di negri sendiri. Maap kalau salah yaa... heheee

Seperti kata nenekku (dduuuhh... populer banget sih si nenekku yang satu ini), jalani hidupmu sekarang ini dengan ikhlas. Bekerjalah dengan sepenuh hati agar ekonomi rumah tangga tercukupi, syukur2 bisa memberikan sumbangsih untuk bangsa, tapi tidak perlu melukai mereka2 yang sudah pernah terluka. Nah loh.... ^_^

Entahlah, teman2ku memang memiliki alasan tersendiri untuk apa yang mereka yakini. Tidak apa2.... Toh pada intinya semua orang hanya ingin melakukan yang terbaik bukan? Hanya saja, yang namanya "yang terbaik" itu selalu saja memiliki banyak sisi dengan arah hadap ke beberapa arah. :))

Pokoknya mah Merdeka nyak!!!

Wednesday, August 11, 2010

Time to Say Goodbye


This is time to say goodbye to Cappuccino
As menu of lunch when break time coming
Just for a while
During fasting

We will meet again next month, dude... :)

Urusan perkopian ini memang sedikit rumit di bulan puasa. Terkadang kita minum kopi sebagai alasan (sugesti) agar tidak mengantuk, atau untuk (sugesti) mengusir kantuk yang terlanjur datang. Nah, kalau bulan puasa seperti ini...???

Bisa saja kopi di minum saat melakukan sahur. Tapi kan biasanya setelah sahur dan subuh kita kebanyakan memilih tidur lagi barang sejenak. Rugi donk minum kopi? Atau di minum ketika buka? Yang ada malah jadi begadang, nggak bisa tidur cepat, dan akhirnya bangun sahur kesiangan. Padahal kan kalau bulan puasa bagusnya tidur cepat saja. :p

So, mungkin memang bagus juga untuk kesehatan kita karena bisa2 sebulan tanpa kafein dalam jumlah banyak. Boleh aja sih kadang di minum pas sahur atau buka kalau memang sangat di butuhkan. heheheheeeee

Its Ok my lovely cappuccino....
I shan't forget you... :p
I will drink a cup of cappuccino,
When the right time coming


Ps :
Sekarang siang hari di hari pertama puasa. Daku sedang memerlukan koneksi internet untuk melakukan beberapa hal. Namun apa daya... rupanya antara kecepatan speedy dan kecepatan tenagaku hari ini sedang terjalin hubungan yang sangaaaattt mesra. Mereka berdua bergandengan tangan dan berjalan kaki lambat2. Bahkan terkadang ngesot berjama'ah. Ppffiiuuhhh.... Bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi ini memang semuanya bergerak lambat konsisten sih.... hiks...hiks.... :p

Tuesday, August 10, 2010

Monday, August 9, 2010

Feels Like Home

Sometimes, I feels empty
When its happen to me, I'm here....

This song is my feel about you, you, and all of you


Feels like home
by : Chantal Kreviazuk

Somethin' in your eyes, makes me wanna lose myself
Makes me wanna lose myself, in your arms
There's somethin' in your voice, makes my heart beat fast
Hope this feeling lasts, the rest of my life

If you knew how lonely my life has been
And how long I've been so alone
And if you knew how I wanted someone to come along
And change my life the way you've done

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

A window breaks, down a long, dark street
And a siren wails in the night
But I'm alright, 'cause I have you here with me
And I can almost see, through the dark there is light

Well, if you knew how much this moment means to me
And how long I've waited for your touch
And if you knew how happy you are making me
I never thought that I'd love anyone so much

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way the back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

It feels like I'm all the way back where I belong


This is soundtrack of the movie titled My Sister Keeper.
As you know that this is one of my favorite movie.
Very deep meaning for me

"We must always be happy, where ever we are"

Sunday, August 8, 2010

Kami Datang Kembali


Menginjakkan kaki kembali ke tempat yang sudah lama tidak kita datangi. Melihat seberapa banyak perubahan yang telah terjadi. Merasakan aroma baru yang sedikit berbeda dengan aroma ketika terakhir kali aku di sana. Bernostalgia dengan beberapa teman mengenai masa lalu. It’s been a long time for me not to be here…. Kataku dalam hati. Hmm…. Meskipun kurang dari 2 bulan, tetapi rasanya lamaaa sekali. :)


Tidak banyak yang berubah ternyata. Hanya saja tempat itu rasa-rasanya lebih cerah dan bersih daripada dulu. Kemungkinan besar hal itu terjadi karena sebagian besar penduduknya sedang bedhol desa ke tempat lain untuk sementara. Lihat saja nanti ketika mereka semua kembali pulang, maka semua akan kembali seperti semula. Berantakan… :p


Beberapa cat yang melapisi jendela, telah di hapuskan. Spanduk bekas dengan ukuran raksasa yang dulu di bentangkan di halaman belakang juga telah di gulung. Agar tidak terkesan kumuh, kata mereka. Hasilnya, ruangan belakang menjadi transparan dari luar, dan pemandangan kebun singkong yang sunyi senyap dengan leluasa membayangi tiap orang yang berada di ruang belakang itu. Kesannya lebih menyeramkan, kata salah seorang teman yang pada akhirnya tidak mau di tinggal sendiri di ruangan itu karena kesan seramnya.


Televisi 21 Inch hasil dari kolekan uang 20 ribuan masih duduk mesra di sudut ruangan. Kesepian, berduka dan memantulkan bayangan suram dan berbintik2 karena telah lama di tinggal mati pasangan hidupnya, antenna automatic yang berdiri tegak di depan kamar mandi. Penyebaran informasi mengenai kemajuan teknologi antenna yang tidak merata pada teman2ku lah yang membuatnya mati mengenaskan. Tercekik kabel yang seharusnya tidak di ulur sedemikian kerasnya. Tinggalah si televisi yang dengan pasrah berusaha sekuat tenaga menghibur kami, dengan kemampuan yang terbatas untuk menampilkan gambar sempurna. Dia harus sabar dan tahan banting menghadapi kami yang selalu menuntut sajian sempurna, namun tidak mau berusaha memberinya belahan hati yang baru, antenna.


Kasur busa yang semakin berkurang ketinggiannya, sudah telanjang bulat dan kehilangan baju kebesarannya. Tinggallah dia yang terkadang di selimuti dengan selembar kain, atau selimut tipis-tipis saja. Rupanya ada beberapa penghuni baru yang cukup baik hati dengan merelakan bedcover dan karpetnya di gunakan secara massal di sana. Sehingga kami bisa tidur dengan cukup nyaman dan hangat, berteman gemerisik suara tv.


Sebuah informasi yang cukup menarik di beritakan oleh teman2 yang masih selalu update di sana.


“Iwan Fals mau konser di sini lho…” katanya

“Hah…serius?”

“Semoga saja jadi… sekarang sih masih mengurus perijinan dan segala macam ke rektorat. “

“Lho, koq bisa dia mau manggung di sini?”

“Bukan konser yang pakai ticketing sih… Cuma mau road show di lapangan/jalan gitu. Dia pakai truk gitu kayaknya. “


“Oh, dia tujuannya kota atau kampus?”

“Kampus… 3 kampus dalam 3 hari. 2 Jakarta, 1 Bogor. Managernya Iwan Fals ternyata anak Mapala juga, jadinya dia menghubungi kita. Karena dia tahu perijinan kampus kita kan sulit. Tapi biasanya kalau di tembus pakai jalur mapala sedikit lebih mudah. “

“Oh gitu…. Wah, mantab donk ya… bisa kali kalau gitu mah…”

“Sedang di usahakan. Tapi Mister Jungle Man kan baru pulang dari Luar Negri. Masih melayang2 dia… belum menginjak tanah. Nanti kalau euphoria luar negri-nya sudah hilang, mungkin baru di bicarakan. “


Hmm….. menarik…menarik… Aku jadi teringat konser di kampus ini yang terakhir kali di gelar di dekat gedung GWW. Saat jam sholat zuhur, tiba2 mike dan sound system mati. Rupanya eh ternyata, ada pihak2 yang merupakan anggota kelompok agama garis keras di kampus ini beraksi dan mensabotase aliran listrik ke arena konser. Ppffiiuuhhh…. Bukan cara yang elegan untuk menunjukkan power-nya bukan? :p


Semakin mendekati malam, datang satu teman dengan membawa keripik tempe. Dengan tenang kami menyantapnya. Jarang2 kami bisa merasakan ketenangan dalam menyantap suatu makanan. Itu hanya bisa terjadi manakala sebagian besar penghuni sedang tidak berada di tempat. Kalau semua penghuni lengkap keberadaannya, maka keripik tempe satu kantong itu hanya akan bertahan selama kurang dari 5 detik. Dan berakhir dengan kantong plastic yang terkoyak tak berbentuk.


Tidur dengan posisi malang melintang, bertumpuk dengan mereka adalah sesuatu yang sangat aku rindukan. Terlaksana dengan sukses tadi malam. Akibat dari perdebatan panjang “jadinya kemana kita?” dengan pacar. Rencana awal adalah ke rumahnya di ujung pulau jawa bagian barat sana, namun batal karena dianya sendiri masih ragu2. Dan di sinilah kami berakhir. :)


Tidur pulas setelah heboh saling menakut2i dengan cerita si noni belanda, membuat nyaman dan penuh sensasi. Masih saja tidak heran melihat si TV masih menyala jam 4 pagi karena ada teman yang “insomnia” dan menunggu kantuk dengan olah raga jari memencet remote control. Fiiuhh…. Masih saja sama seperti dulu.


Pagi ini, kami membuka mata dan memiliki keinginan yang sama. “Ngopi pagi2 di warung si emak belakang GOR”. Dan kesanalah kami semua dengan beberapa agenda. Ada yang hanya ingin ngopi2 seperti layaknya aku, pacar, dan seorang teman, ada yang ingin sarapan, dan ada juga yang sekedar mengintil demi bisa meminta pulsa sms. :p


Apa yang paling nikmat dilakukan di pagi hari setelah sarapan bersama teman? Yeepp….. Bengong berjama’ah. Di sofa hitam buluk yang sudah mengalami beberapa kali reinkarnasi dan sudah kembali mengelupas di sana-sini itulah kami semua duduk bengong. Ada juga yang sedikit kreatif dengan menyalakan laptop di meja, tapi kemudian bengong juga memandangi laptopnya. Kasian si laptop yang tak bersalah itu, harus merasa bersalah karena si majikan melihatnya dengan tatapan kosong.


Aku? Bengong dengan melihat beberapa ornament yang ada di sekitar situ. Benda2 purbakala yang sudah ada jauh sebelum aku datang ke tempat itu, dan masih ada sampai sekarang, dan masih akan tetap ada sampai beberapa abad mendatang, yang hanya terkadang berpindah posisi (lebay). Mataku tiba2 berhenti pada sederet benda yang menggantung di dinding itu. Jumlahnya ada 4 yang di deretkan rapi. Salah satunya merupakan gabungan dari 3 kecil2. Jadi kalau di hitung jumlah bendanya ada 7. Tiba2 aku tertarik untuk membahasnya dengan mereka2 yang sedang bengong. Lagipula ada pacar yang sudah sering datang ke tempat asal ke-7 benda itu. Lumayan untuk bahan obrolan di pagi hari.


“Wahai pacarku, aku ingin bertanya sesuatu. Memangnya benar ya, ada orang yang memakai koteka sebesar itu?” jariku menunjuk kea rah 7 benda itu. Salah satu dari 7 benda itu memang sangat besar.


Agenda bengong pagi hari langsung buyar mendengar topic yang aku lemparkan. Semua menjadi focus dan terarah. Mata ke arah 7 benda itu pastinya, meskipun otak berada entah dimana.


“Ya memang ada. Jadi sampai seolah2 di sampirkan di bahu gitu.” Katanya

“Lho, berarti ada juga yang ukurannya sekecil itu?” tanyaku lagi.


Kami semua tertawa. Entah menertawakan apa. Aku sendiri tidak yakin. Mungkin mentertawakan kemungkinan seseorang menggunakan koteka dengan ukuran sedemikian mini. Kataku sambil menatap 3 buah koteka yang di untai menjadi 1 itu. Mungkin…..


“Bukan…. Itu kan Cuma souvenir…” kata dia lagi. Oooooo……. Dan mulut kamipun bergerak sama. :p

“Oh iya, bagaimana jadinya kalau misalkan seorang yang pakai koteka melihat sesuatu misalnya cewek dan kemudian merasa Horny? “ tanyaku lagi.

“Ya kotekanya langsung melesat terbang… wuzzzz” kata dia yang langsung di sambut oleh tawa kami.

“Hahahaaaa….. atau mungkin langsung retak kretek…kretek…. Gitu ya?” kataku.

“Ho oh… bisa juga kayak gitu….”


Puas kami mentertawakan diri kami sendiri. :p


“Tapi kan tingkat penyebab horny-nya mereka sangat berbeda dengan lelaki yang ada disini kali….” Kata salah seorang teman yang pandai menulis dan pintar ber-gitar.

“Lho, masa sih?”

“Iya kan… buktinya disana kan para wanita wira-wiri nggak pakai baju juga biasa aja kan…” katanya lagi.

“Oh iya yaa….. heheheeee”


Dan obrolan mengenai koteka pun selesai. Salah seorang teman yang sedang memperjuangkan cinta nya pada teman yang mantan ketua berkata,

“Ah, aku jadi pengen mendengarkan lagu2 Iwan Fals ah.. siapa tahu nanti dia jadi road show di sini. Aku mau norak2 ah… minta foto dan tanda tangan gitu deh….”


Dan music hari minggu pagi ini akhirnya menjadi Iwan Fals…. Semoga saja Mister Jungle Man sudah tidak terlena dengan euphoria luar negerinya dan melihat niat baik Iwan Fals dengan hati yang lapang, sehingga izin tempat nya bisa terkabul. Amin.


Pagi pun beranjak pergi dengan perlahan. Beberapa orang, termasuk si pacar memilih untuk pergi ke shock market alias pasar kaget di depan sana untuk sekedar melihat2 benda2 unik dan jajanan pasar. Teman yang memutar lagu Iwan Fals sibuk dengan piring dan gelas kotor di belakang sana. Dan Aku??? Berusaha menuliskan apa yang terjadi antara kemarin, tadi malam, dan pagi ini. J

Thursday, August 5, 2010

Down Connection

"Belum kemarin, bukan sekarang, belum tentu besok, mungkin saja suatu saat nanti....."
Amin :)


When i see the reality
When you told me the fact
When you show me the rule
Always exclude me

The luxury is yours
The excellent is yours
The perfect is yours
Everything is yours, and them

Let me laugh loudly
For my self
For my mind
For mine

There is no chance
There is no time
There is no hope
There is nothing

Good for you, not me
Nice for you, not me
Lovely for you, not me
Everything is about you...
Not about me...

Better to bla...bla...bla..., right ?
Soon or slowly ?
Now or later ?
I don't wanna answer

Dan pada akhirnya :
"Si Amien masih di Antartika. Nunggu jemputan nggak dateng2. Doa n ngarep aja terus ampe uzzur yaaa...*EsmosiEsmosiEsmosi* :p "

*OnTheMostBasicFloor,WhenYouAreMoreThanOne*