Monday, April 23, 2018

Talking About Insurance


Saya sepertinya layak menjadi member manusia galau. Dalam setiap hal yang melibatkan 'memilih' selalu membuat galau dan maju mundur syantiek cukup lama. ahahaha

Salah satu hal yang sudah membuat saya maju mundur syantiek selama kurang lebih setahun ini adalah masalah health insurance. Yup. Asuransi kesehatan. Berapa orang yang sudah saya jadikan narasumber untuk membantu saya meyakinkan diri sendiri. Mungkin mereka sudah mual juga kalau saya sudah mulai nanya"
"Kamu pake asuransi kesehatan enggak?"
"Menurut kamu, BPJS aja itu udah cukup apa belum?"
"Perlu nggak sih kita bikin asuransi kesehatan selain BPJS?"

Dan masih banyak pertanyaan lain yang sejenis. Hampura nyaakkk....

Dulu saya pernah punya asuransi kesehatan dari lembaga yang map nya warna hijau tua. Tapi saya matikan setelah umur sekitar 3 tahunan karena saya malas membayar premi nya. Sayang duitnya. ahahahaha

Kemudian ketika kantor saya berganti kebijakan, akhirnya semua staff di daftarkan BPJS, dan ditambah dengan asuransi pribadi dari BUPA. Sayangnya, asuransi pribadi ini hanya menanggung satu orang, tidak termasuk keluarga. Untungnya kantor saya berbaik hati dengan mengijinkan kami untuk memilih opt in atau opt out dari program asuransi itu. Kalau kita tidak ingin menggunakannya, kita dapat allowance atau pengganti yang nilainya sekitar Rp. 1,300,000. Lumayan juga kan. Sejak dimulainya masa penggantian kebijakan kantor saya itu, saya sudah mulai ragu-ragu. Apakah sebaiknya saya daftarkan lagi allowance insurance ini untuk asuransi lain yang bisa meng-cover saya, suami, dan anak saya? Ataukah cukup dengan BPJS saja? (untuk BPJS ini sampai saat ini juga masih belum bisa meng-cover suami dan anak saya karena pas nyabut kesertaan nama saya dalam BPJS fakir miskin di Jogja, saya lupa mencabut kesertaan mereka sekalian. Eeerrrrrr). Atau uang allowance nya untuk jajan saja? Hiiiissssshhhh

Sambil galau, seperti biasa saya searching dan browsing dan nanya tentang produk asuransi yang bisa meng-cover yang saya inginkan. Sambil mencari dan mencari, uang allowance nya saya pakai untuk jajan. Ahahahhahaha

Beralih sebentar ke asuransi saya yang lain, sebelum nanti di lanjut ke asuransi kesehatan ini ya...

Jadi, sekitar 2 tahun lalu mengikuti metodenya darina juga saya mendaftarkan Mas Bojo saya sebuah asuransi jiwa syariah, yang logo map nya hijau muda. Menurut tips perencana keuangan keluarga di internet hasil pencarian saya, sebaiknya keluarga itu memiliki asuransi jiwa bagi pencari nafkah utama, dengan UP yang jumlahnya lumayan. Agar jika terjadi sesuatu dengan si pencari nafkah utama, anak dan istri masih bisa bertahan dan melanjutkan hidup. Katanya juga, lebih baik asuransi jiwa nya yang pure asuransi jiwa seperti Term Life gitu. Biar bisa dapat UP maksimal dengan premi yang tidak terlalu besar. Memahami ini saja, kalau tidak salah saya juga harus browsing dan baca selama setahunan. hahahaha

Akhirnya saya mendaftarkan Mas Bojo ke asuransi jiwa term life itu. Namanya term life, itu seperti kita sewa hidup. Kalau terjadi sesuatu dengan si pencari nafkah utama, maka kita dapat UP senilai 1 M. Tapi kalau kita diberi umur dan jodoh panjang, maka uangnya menguap dan hilang begitu saja. Ya nggak papa kan. Dengan premi 5 jutaan setahun, menurut saya it worth every penny.

Nah, sejalan dengan kegalauan dalam asuransi kesehatan tadi. Akhirnya saya bertemu dengan sesama wali murid di sekolah anak saya. Dia adalah agen salah satu Asuransi yang berasal dari Italia. Saya banyak sekali bertanya ini itu kepadanya. Untungnya orangnya santai kek dipantai. Mau ditanya hal yang sama berapa hari berturut-turut juga dia ketawa aja. Akhirnya saya minta dia buatkan banyak ilustrasi deh. Misalkan premi sekian, kamar sekian untuk sendiri. Premi sekian, kamar sekian untuk keluarga. Untuk keluarga, yang kamarnya sekian, preminya berapa. Dan semacam itulah permintaan saya. Dibuatkan donk sama dia... Duh, lu baik banget ya vit. Ahahahahaha

Setelah dibuatkan ilustrasi nya, saya semedi lagi selama beberapa bulan. Ada kalik setengah tahun. Memelototi ilustrasi, nyoret sana sini, nambah note sana-sini, nyolekin Vita untuk ditanya spontan kapan aja saya nemu pertanyaan. Ahahahaa... Idih banget pokoknya klien yang satu ini.

Singkat kata, saya akhirnya fokus pada ilustrasi yang untuk 3 orang (Saya, Mas Bojo, dan Anak), dengan harga kamar standar (Rp. 500 rebu, sepertinya untuk ukuran Bogor masih bisa dapat kamar bagus dengan harga segini), dan UP nya 1 M juga. Preminya masih tidak terlalu jauh dari allowance yang saya dapat dari kantor. Tinggal nambah beberapa ratus ribu. Masih bisa lah ya mengurangi jatah jajan kopi. Toh sekarang saya ngopi di pangkalan, bukan di kafe. Jadi instead of 50-70rebu sekali ngopi, saya hanya perlu 10rebu (kopi dan air mineral sebotol) sehari. hehehehehe

Nah, kemudian saya kembali berfikir dengan rumus bego saya. Kan ini UP nya 1 M. Yang Asuransi Jiwa juga 1 M. Sepertinya saya akan menutup asuransi jiwa suami saya yang syariah itu saja. Ahahahaha... Bayar premi nya kalau doble sayang juga. Meskipun sebetulnya juga nggak terlalu mahal, tapi koq tetep aja ya. Sayang kalau berdoble-doble. Padahal kata consultant keuangan, beda lho antara Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Proteksi yang wajib keluarga punya itu sebetulnya. Entahlah... Nanti saya pikir lagi ya... Semoga ada rejekinya jadi nanti saya bisa lanjutkan lagi itu asuransi jiwa... Sedikti ragu sih sebenernya.... hehhehehehe

Jadi begitulah. Akhirnya saya mendaftar pada Asuransi Kesehatan untuk keluarga saya ke Asuransi yang dari Italia itu. Semoga saja saya bisa membayar preminya dengan lancar, semoga bisa membantu keluarga saya jika nanti terpaksa butuh, dan semoga berkah semuanya. Aamiin.

Akhirnya saya nulis sesuatu yang berbau planning dan planner... Ahahahaha...
Sekian cerita mengenai insurance dari saya. Asuransi pendidikan nggak usah dibahas. Udah mau ditutup bulan depan. Kekekekekekkekee

Sunday, April 22, 2018

Kepo Itu Baik





Pertama:
Homaigat, gw nge-tweet lageeeee!!! #sumpahalay #alaybanget #lebaybanget
Ahahahaa... Iya, gara-garanya gatel sekali tangan ini untuk mengetik. Tapi karena topik sekolah belumlah menjadi hal favorit yang ingin saya diskusikan dengan orang (atau sudah terlalu banyak diskusi dink), jadi saya pilih tweeterland aja buat nyampah. Dan akhirnya diumumin dimari. Errrrrr...

Kedua:
Gw kepo banget!!!!! #alaylagi #demamalay
Jadi ceritanya, saya ini kan punya level curiosity level enough to kill an elephant. Jadi bawaannya kalau pengen sesuatu, saya suka jadi sering browsing dan mencari bahan/literatur guna mengetahui lebih lanjut perihal yang saya pengen itu.

Contohnya dulu ketika K masih bayi baru brojol. Karena sebelum punya anak saya sudah naksir dengan sekolah K yang sekarang ini, maka begitu K lahir, saya mulai rajin searching informasi mengenai sekolah itu. Namun sayang, keberadaan sekolah itu di dunia maya sangatlah minim info. Googling sampai halaman akhir juga, minim data yang bisa didapat. eeerrrrrrrr deh...

Putus asa? oh, bukan saya...
Akhirnya insting emak jaman now mungkin yang mengarahkan saya untuk kepo ke medsos orang-orang. Sasarannya? FB dan instagram lah yesss....
Meskipun saya adalah orang yang mem-private kan semua medsos, namun saya yakin dan percaya bahwa banyak orang di luar sana yang tidak membuat medsos mereka private. Berbekal keyakinan itulah maka kursor saya arahkan ke instagram dan facebook, dengan berbagai macam kata kunci yang di cari. Ahahahaa... So persistent lah pokoknya...

Akhirnya saya menemukan banyak sekali beberapa gambaran foto, kegiatan, fasilitas sekolah, dan lain-lain dari medsos orang-orang disana. Selain itu juga saya buka-buka halaman demi halaman obrolan orang di web nya urbanmama. Lumayan mendukung lah hasil pencariannya... Akhirnya membuat saya bertekat bulat untuk menyekolahkan K disana jika nanti umurnya cukup...

Saat saya menunjukkan hasil pencarian saya kepada Mas Bojo, beliau komentar nya cuma satu :
"Kamu yakin kamu nggak minder nanti kalau harus bareng sama ibu-ibu itu?"

Saya dengan mantap bilang "Enggak lah... Nggak harus ikut-ikut begitu... Kan kerja...." --> It turn be something akward in the end of story, because me being stupid... ahahahaha

Kepo yang sekarang gimana?
Kepo saya yang sekarang juga masih seputar hal yang sama dengan kepo waktu itu. Yaitu kepo tentang sekolah anak. Mungkin saya ini terlalu semangadh menentukan mencari sekolah untuk anak saya. Tapi mau gimana lagi. Hidup di Kota Bogor bagian Dramaga ini membuat banyak keterbatasan dalam hal satu ini... Tidak apa-apa... Semoga ikhtiar ini diridhoi oleh-Nya. Aamiin...

Nah, kembali ke kepo emak jaman now. Di waktu senggang saya sekarang-sekarang ini, saya mulai meng-kepo-in sekolah incaran saya untuk K. Informasi di internet jauh lebih banyak daripada sekolah K yang sekarang. Web resmi sekolahnya juga cukup up to date. Instagram dan Facebook nya juga up to date. Dan saya punya beberapa teman yang anaknya sudah ada disana. Mungkin mereka sudah mulai bosan dan mual kalau saya mulai bertanya-tanya tentang sekolah anaknya. Karena terkadang pertanyaan nya diulang lagi dan lagi, karena saya lupa pernah nanya. ahahahhaa

Cukup infonya? Belum.... ahahahhaa
Untuk sekolah yang sekarang saya cari, saya tidak sekedar mencari informasi seputar sekolah, kegiatan, dan fasilitasnya. Kalau info itu sih dengan mudah bisa ditanyakan ke teman-teman saya atau tinggal di tengok ke sekolahnya. Tapi kali ini saya banyak mem-browsing mengenai bagaimana para muridnya, alumninya, dan semacam itulah. Karena sekolah SD (mungkin SMP dan SMU) kan jangka panjang. Banyak menentukan arah kehidupan kita nantinya...

Somehow, pencarian saya mendarat ke sebuah blog milik salah satu alumni sekolah itu. Anak ini lulus dari SMU sekitar 4 atau 5 tahun lalu. Saya terkesima sekali dengan anak ini.
1. Anak ini bahasa inggrisnya bagus banget... Dan dia nulis blog kebanyakan dalam bahasa inggris. Menurut saya sih WoW banget... hehehe
2. Anak ini pinter banget. Mengingat dia SD dan SMP nya di sekolah negri paling favorit di Kota Bogor ini.
3. Anak ini out of the box dan sealiran banget sama saya. Ahahahaha. Kembali lagi, mengingat dia ini SD dan SMP nya favorit di kota ini, tapi SMU milih sekolah inceran saya karena alasan yang sama dengan alasan kenapa saya pengen anak saya sekolah disekolah ini. Ahahahhaa
4. Anak ini kece badai banget. Dia (dan keluarganya) seneng travelling banget. Setiap ada libur atau kesempatan, selalu berburu tiket murah untuk liburan ke daerah/negara lain. Menurut hasil kepo saya, dia sudah terbiasa menabung dari kelas 2 SD, jadi sekarang dia memiliki kebebasan financial untuk berjalan-jalan.
5. Anak ini Super banget! Karena dia lulus dari SMU, keterima kuliah di UGM. Tapi dia tinggalin setelah semester 3 (kalau nggak salah) karena merasa kuliah di UGM nggak ada tantangannya. Terlalu santai. Sedangkan dia anaknya suka tantangan, nggak suka kalau kurang kegiatan, dan nggak suka kalau kuliah hanya untuk formalitas. Akhirnya dia tinggalin dan pindah kuliah ke Korea. Dia dapat beasiswa full, sering ikut kegiatan voluntary lintas negara, sering ikut kegiatan macam-macam pokoknya. Luar biasa!!!
6. Anak ini genius menurut saya. Semoga nanti anak saya bisa mengikuti jejak dan semangadh anak ini dalam menjalani masa remajanya. Bersenang-senang dan berprestasi sehingga masa mudanya seems to the fulest bener... kekekekekek

Melihat si anak ajaib ini, membuat saya bertanya-tanya. Gimana itu orang tuanya mendidik dia ya? Kepercayaan semacam apa yang diberikan oleh orang tuanya sampai anak ini bisa begini... Saya mau banget belajar sama orang tuanya lho....  :-)

Saya bukannya pengen memaksa anak saya untuk begini atau begitu sehingga bisa begini atau begitu. Tapi melihat bagaimana banyaknya peluang untuk berbuat banyak hal positif di masa remaja (yang dilakukan dan dibagikan anak ini), membuat saya semangat untuk nanti memberikan wacana dan wawasan kepada anak saya. Dulu saya sewaktu remaja, tidak punya banyak informasi untuk bisa begini atau begitu. Masa remaja saya habiskan dengan galau, banyak menangis tanpa sebab, sambil mengerjakan LKS atau membaca dimanapun saya berada (ke Toilet pun saya membaca dan mengerjakan LKS karena galau). Saya tidak ingin nanti pada saatnya anak saya memasuki masa remaja, dia melihat dunia sebagaimana saya melihat dunia dulu. Saya ingin bersiap diri, hingga pada saatnya nanti, saya siap membuka wawasan anak saya mengenai dunia yang teramat sangat luas, yang menawarkan banyak sekali kesempatan untuk berbuat lebih demi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Semoga rencana dan doa saya didengar Allah SWT, dikabulkan dan dilancarkan. Aamiin.

Sekolah Dasar Pilihan

Gambar dari Sini

Saya mulai memasuki saat-saat dimana kegalauan melanda (sebetulnya sudah mulai dari tahun lalu sih, tapi belum selesai sampai sekarang. ahahaha).

Kegalauan memilih anaknya nanti mau masuk sekolah mana?

Dari tahun lalu saya sudah mulai lirik kanan-kiri karena saya tahu pasti waktu berjalan dengan cepat, dan pasti tak terasa tiba-tiba sudah didepan mata saja itu saat mendaftarkan anak ke SD. Dan saat itu adalah sekarang-sekarang ini.

Memang sih anak saya masih TKA baru mau naik ke TKB. Tapi kan kalau nantinya sekolahnya adalah sekolah swasta, maka akhir tahun ini (Biasanya mulai Bulan October/November) juga sudah pada mulai buka pendaftaran... Jadi efektif tinggal setengah tahun saya boleh galau. Tidak boleh lebih. T I T I K

Pada awalnya dulu saya adalah penganut Negri Minded. Pengennya anaknya sekolah di sekolah negri saja, seperti emak dan bapaknya. Tapi melihat sekolah negri jaman now, beserta faktor disekelilingnya, sepertinya saya mundur teratur dan nggak terlalu terobsesi dengan negri.

Berarti Swasta donk? He eh... Dimana? Embuh....

Sampai saat ini, baru satu hal yang disepakati emak dan bapak nya K tentang sekolah K nantinya. Kami sepakat untuk tidak memasukkan K ke sekolah yang diambil oleh kebanyakan tetangga kami. Bukan karena kami sentimen dengan tetangga, sama sekali tidak. Tetapi lebih kepada "kami belum ingin anak kami belajar agama sejauh anak-anak tetangga kami, di usia dininya". Memang sih banyak yang berfikir bahwa pendidikan agama itu penting dari sedini mungkin, atau ada juga yang berpendapat bahwa sekolah yang basic agamanya kuat itu bagus karena anak mendapat semua pelajaran (umum dan agama) di sekolahan, jadi dirumah tinggal tidur. Tidak apa-apa. Itu pendapat banyak teman saya. Saya mendukung keputusan mereka untuk menyekolahkan anak mereka disekolah pilihan mereka. Kami? Ingin anak kami lebih banyak mengenal keberagaman, lebih mengedepankan toleransi, perbedaan, keberagaman, dan lain-lainnya. Kami meyakini bahwa pelajaran agama itu sebagian besar adalah tanggung jawab orang tuanya, bukan hanya tanggung jawab sekolahnya. Bismillah... Namanya juga ikhtiar yekaaann....

Dulu, kami naksir sebuah sekolah Yayasan Katolik Marsudirini (Whatttttt? Emang lo udah ngerasa jago agama? Udah yakin anak lo imannya kuat? dan lain-lain dan lain lain... Itu sih ekspresi beberapa orang yang mendengar rencana saya. Saya senyumin aja....). Tetapi semakin kesini, sepertinya niat kami urungkan kesana. Karena jaraknya jauhnyaaaaaaaaa.... Mantab Jiwa! Mas Bojo menyerah ketika melakukan uji coba jarak. Sampai tak sanggup berkata-kata, beliau hanya mengangkat bahunya ketika saya bertanya "Gimana?" Ahaahhahahaa...

Setelah mundur dari pilihan sekolah itu, sampai saat ini, kami baru memiliki satu pilihan yang lain. Sekolah Regina Pacis Bogor. Masih sama Yayasan Katolik juga... Tapi secara prestasi, sudah tercatat lah dia. Tapi koq gosyip-gosyip tetangga, tugas dan PR nya banyak ya disana... Dan katanya masuknya harus sudah 6 tahun betul. Dua hal itu yang masih membuat saya ragu apakah anak saya bisa masuk ke sekolah itu. Tapi secara niat, kami sudah lebih dari 80% pengen masukin K kesana. Bismillah... Semoga dimudahkan nantinya... Aamiin.

Kenapa nggak disekolah K yang sekarang saja sih?
Ahahaha.... SD nya mahal bo'! Tahun ini saja masuk SD di situ sudah mencapai angka 29 juta. Bagaimana tahun depan? Pasti di atas 30 juta deh. Belum lagi SPP bulanan nya juga diluar budget saya untuk bayaran SPP SD. Yang masuk SD tahun ini, mereka harus membayar 2.2 juta sebulan. Yassalaaaammmm....

Secara ngeles sih saya suka dengan jawaban saya sendiri "Kalau untuk PS, TKA, dan TKB, sekilah disitu masih boleh lah... Tapi kalau untuk 6 tahun SD di sekolah yang besarnya segitu, sepertinya saya kasihan sama anaknya... Biar dapet lingkungan yang lebih besar lah...." --> Ini adalah murni jawaban ngeles karena duitnya nggak cukup untuk sekolah disitu. Ahahahahaa  :-p

Tapi, meskipun biaya untuk PS, TKA dan TKB juga termasuk cukup tinggi, saya masih berharap ketika anak saya selanjutnya nanti usianya cukup untuk sekolah, saya bisa menyekolahkan nya di sekolah K yang sekarang ini. Aamiin...

Sekian curhat masalah sekolah anak kali ini. Pengen curhat masalah biaya pendidikan jaman now, tapi koq belum tau mau mulai dari mana. Ahahahahaha.... 

Fokuslah Pada Hal Baik

Everything... Everyday... I fell blessed...

Tidak terasa, kita sudah ketemu dengan ujung minggu lainnya... Time flies!!!

Minggu ini, rasanya adalah Minggu yang luar biasa buat saya... Sangat luar biasa... Benar-benar luar biasa... #haiyah

Berawal dari minggu lalu sebetulnya. Ketika Mas Bojo sedang nguli keluar kota, bersamaan dengan si Teteh yang harus pulang karena mau syukuran rumah baru nya. Jadi tinggal siapa dirumaaaahhh? Yak... Emak galak dan Anak unyuk semata wayang.... Jreng jreng...

Hari itu Hari Sabtu...
Karena hanya ada kami berdua dan godaan untuk ke BBW yang hampir berakhir itu terasa demikian menggoda, akhirnya godaannya yang menang. Setelah rayu kanan-kiri tak ada yang berhasil diminta menemani, akhirnya Emak galak berhasil merayu satu brondong dari kampus untuk nemenin ke BBW. Hooorrraaayyyyy!!!!

Long short story setelah bermacet-macet lamanya, kami berhasil sampai di BBW dengan selamat, menemukan hampir semua buku yang kami cari, berbelanja dengan sangat bijakkarena menghabiskan semua jatah belanja-asuransi-lain2 , dan menyempatkan diri update parameter dengan salah satu teman tercinta yang sekarang tinggalnya jauh di Tigaraksa sana... Semua tidak lepas dengan drama nya pasti... ahahahhaa

Kami sampai di rumah sudah hampir tengan malam. Sungguh perjuangan yang luar biasa menguras segalanya ....

Minggu - Senin - Selasa, waktu berjalan seperti biasa dengan Emak yang mengantar Anak ke sekolah dengan Motor. Si Anak senang sekali bisa duduk didepan, berjanji tidak mengantuk asalkan pulang selalu ambil jalan yang memutar jauh.... Haiyyaaaaahhhh.... Double stress dan double lelah hayati...

Hari Selasa, si Teteh pulang akhirnya...
Entah bagaimana, the minute saya masuk rumah, K diambil alih sama teteh, badan saya langsung terasa lemas. Tak ada energi bersisa. Saya seperti onggokan daging diatas sofa. Akhirnya saya tak mampu melanjutkan bekerja. Baru malamnya saya bisa bekerja. Saya sudah mulai merasa, badan yang lelah tak dirasa beberapa hari ini, kemudian langsung drop begitu tahu kalau sudah ada pemain pengganti di rumah. #AlarmBunyi.

Rabu - Kamis, saya masih bisa mengantar dan menjemput K ke sekolah dan bekerja seperti biasa, meskipun terkadang badan terasa kurang enak. Kamis Sore Mas Bojo Pulang... Senangnyaaaaaa.... #JingkrakJingkrak

Jumat Subuh: Saya bangun dengan rasa sakit kepala yang sangat hebat. Seingat saya, saya belum pernah merasa sakit kepala seperti itu. Setiap kali saya bergerak, kepala saya seperti dicengkeram semakin keras, sampai saya ter-nungging nungging sangking sakitnya. Saya serahkan tugas antar jemput sekolah anak saya hari itu kepada Mas Bojo. Saya lunglai di rumah, hanya mampu ikut skype call sekali. Selain itu, saya adalah kembali - onggokan daging diatas sofa. Saya mengundang tukang pijat langganan, namun sakit kepala tak kunjung hilang. Malah mulai demam...

Saya rasa, tubuh saya Njeglek

Jum'at Sore saya ke Dokter diantarkan oleh Mas Bojo sangking tidak kuat menahan sakit kepala dan demam yang meninggi. Namun kata Dokter, karena baru hari pertama, harus menunggu sampai hari ke-tiga. Dikasih obat saja bu... Baik.

Sabtu - Minggu - Senen, Saya adalah onggokan daging yang berkeringat di sofa.
Minggu, rahang saya mulai sakit dan membengkak besar. Saya mulai mengira-ira. Jangan2 gondongan. Hasil ngobrol lewat WA dengan beberapa teman juga mengindikasikan kalau saya kena gondongan. Saya pun bertanya kepada Bapak di kampung:

Saya : "Kung, menawi gondongan/gambloken niku obate nopo nggih?"
Bapak: "Biasanya godong belimbing wuluh, diulek karo bawang, njuk di usar-usarke nenggone sik loro nduk"
Saya: "Oh nggih... mangkih tak cobane..."

Akhirnya teteh meluncur ke rumah tetangga, minta daun belimbing wuluh. Segera dibuatlah ramuan daun belimbing wuluh dan bawang putih. Setelah jadi, saya tempelkan di kedua rahang kanan dan kiri. Rasanya celekit-celekit enaaaakkk... Semalaman saya tidur dengan ramuan tersebut. Paginya, saya bersihkan sisa ramuan, dan saya mendapati apaaaa???? tetttottttt.... Muka saya bagian yang tadinya ada ramuan itu, hitam terbakar di kanan dan kiri rahang. Rahang kiri sih hanya sedikit karena ramuannya terlepas ketika saya tidur. Rahang kanan...? Huwowwwww....

Kebakaran Akibat Salah Sasaran

Saya sedih sekali. Sedih karena rasa sakit dirahang semakin menggebu-gebu... Setiap kali mulut/rahang saya gerakkan, sakit sekali rahang dan kepala saya berdenyut-denyut... Rasanya kepengen nangis, tapi malu ah sama anak. hiks... Onggokan daging, sangat kesakitan....

Saya: "Kung, koq malah sajake kobong melepuh ngeten nggih?"
Bapak: "Lho, koq iso nduk? Kakean leh mu ndekeki po?"
Saya: "Kulo templek ke campurane ten nggen sek aboh niku, enjinge malah kados mekaten..."
Bapak: "Weee laaaahh... Rak tak kandani diusar-usarke wae to nduk... Koq malah tok templekke ki piye... "
Saya: " Oh enggih nggih... Salah mireng kulo kung....ahahahaha"
Bapak: "Yowes rapopo... Sabar-sabar yo nduk... Mugo2 lek mari... Ilang kabeh lelarane... Aamiin"

Hari Senin sore saya merasa tidak tahan lagi, dan kembali ke dokter. Toh sudah 3 hari kan. Saya melakukan cek darah menggunakan form dari dokter minggu lalu. Hasilnya normal sis... Eeeaaa...
Pas ngobrol sama dokternya, dengan yakin dokter bilang bukan gondongan karena kedua rahang bengkak. Dokter bilang karena ada infeksi kelenjar getah bening jadi bengkak begitu. Baik. Kebakaran yang sungguh tidak diperlukan....

Entah bagaimana ceritanya bermula, saya lupa. Tapi ada teman saya dari sesama wali murid tiba-tiba telpon saya dan bertanya kabar, jadi saya ceritakan lah itu kondisi sampai dengan infeksi kelenjar getah bening.

Saya: "Kata dokter ada infeksi kelenjar getah bening gitu deh..."
Dia: "Oh gitu... duh, kamu yang sabar ya... Jangan terlalu mikir yang aneh-aneh. Pasti masih bisa di obatin..."
Saya: (Bingung) "Emang bahaya ya?"
Dia: "Mama gw juga dulu gitu... Sakit gitu... tapi udah meninggal akhirnya..."  (Whaaaatttttt???)
Saya: "Yang bener donk lu... Jadi gw harus khawatir apa enggak ini?"
Dia: "Berdoa aja... sambil nanti berobat lebih lanjut aja. Semoga nggak kenapa-kenapa ya...."

Dih... Saya jadi mau tidak mau kepikiran sama omongan teman saya itu. Tapi karena sakit nyut-nyutnya luar biasa, jadi ingatan saya tentang kekhawatiran itu lambat laun menguap.

Oh iya, karena saya sakit, saya jadi tak sempat ngurusin baju untuk perform anak saya. Hiks... Saya pesan kolektif saja dengan teman-teman di kelas nya... Tapi hasilnya cukup bagus (setelah saya minta revisi ulang. ahahaha). Hanya saja, karena sepatunya sedikit longgar, K tidak berani loncat-loncat narinya.

Saya: "Mbak K, koq tadi Mbak K narinya diem ditempat nggak loncat-loncat kayak Vinie?"
K: "Kan sepatu aku kegedean... Kalau aku loncat, nanti sepatu aku copot...." Baik... :-p

Akhirnya selama beberapa hari kemudian, saya kembali menjadi onggokan daging. Saya cuti beberapa jam setiap hari nya dalam satu minggu itu. Yassalaaammm... Baru di minggu setelahnya, rasa sakit dirahang yang bengkak berkurang, dan saya bisa makan tanpa harus menahan air mata meleleh...

Dan datanglah saat yang ditunggu anak saya datang. Performance day... Saya hadir dengan muka bulat karena bengkak dan sedikit nyut-nyutan. Ada beberapa teman yang bertanya "itu kenapa?" saya hanya bisa bilang "Kebakarrrr" :-p

Badan saya Bulat juga, jadi Muka Bulat make it perfect :-p

Tuhan sedemikian baik sama saya... Mengingatkan saya akan pentingnya kesehatan... Mengingatkan saya bahwa badan saya juga perlu istirahat... Tuhan memberikan saya banyak waktu untuk berdiam diri sambil mendata berapa banyak berkah yang sudah di berikanNya, yang mungkin lupa saya syukuri... Tuhan memberikan saya banyak waktu untuk merenungi perjalanan saya selama ini. Memilah dan memilih, kemudian menentukan. Setiap hal di dunia ini adalah mengenai urutan prioritas saja. Semua adalah hal yang harus diterima, dijalani, disyukuri, dan dilewati sebaik mungkin. Jika ada yang tidak menyenangkan untuk kita, ya tetap harus disyukuri dan dijalani... Ketika kita ikhlas, maka tidak ada yang luput dari perhitungan-Nya.

Energi yang dihabiskan sama...
Tapi outputnya beda...
Trust me, it works! :-)

Saya bersyukur sekali atas apa yang sudah Tuhan berikan pada saya... Allah SWT sungguh-sungguh maha baik... Tak ada yang layak untuk saya keluhkan, tidak satupun. Saya diberikan apa yang selama ini saya inginkan dan pintakan, saya diberikan orang-orang yang baik disekeliling saya, saya diberikan ladang untuk menggugurkan dosa-dosa saya melalui sakit saya, dan saya dititipi amanah gadis kecil lucu pinter dan menenangkan hati dengan penghiburannya ketika saya sakit. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan, Anak Muda?

Recovery Booster ^_^

And all the pain is gone, when I sat in the back seat row in Braja Mustika Convention Center. Watching her dance following the music... My Sweet Little K dancing as Sailor Pluto... My heart was melted to the floor... I am (and I know her Ayah too) soooo proud of you K!!! xoxo

KGA 2 - 2018 Mid Year Performance

Terima kasih Tuhan... Allah SWT... 

Monday, April 9, 2018

Ayah, Bunda Galak


Fly high... higher... higher dear.... :-) 

Si anak ini, bulan ini umurnya 4 tahun 7 bulan.

Hanya sebagai pencatat dan pengingat saja bahwa saat ini, dia sedang dalam masa memaksa emaknya belajar mengendalikan diri. 

Bulan ini, dia menemukan irama puisi yang sangat indah didengar ketika dia merasa kecewa atau sedih atau marah karena emaknya melarang atau tidak mengabulkan keinginannya. 

Contohnya: 

#Contoh Syair Pertama:

Di acara bazaar buku terbesar se - Indonesia, emak - bapak - anak pergi bersama. Namanya juga anak-anak, kalau melihat buku yang warnanya unyuk-unyuk, atau ada activitynya, atau yang lainnya, pasti bawaannya pengen punya. Dan seperti biasa, emak dan bapak kemudian menimang dan memutuskan iya dan tidak nya. Jika selera dan kebutuhan anak sama dengan emak dan bapak, maka buku berpindah ke dalam trolley. Dan jika tidak sama? Uhukkkk...

Anak: Aku kan mau buku itu jugaaa...
Bapak: Ih ngapain buku kayak gitu...
Anak: Itu bagus... aku mau jugaaa....
Emak: K, itu bukunya sama seperti punya K yang di rumah... Yang cerita nya ini dan itu lhoo... inget nggak? 
Anak: #pasangmukahoror #matamulaiberair #bibirmulaimiwik Bunda mah gitu... Ya udah bunda mah... Bunda gitu... Nggak mau beliin aku buku.... #tanganucekucekmata #suaramulaimeninggi
Bapak: Ih K mah mewek lagi mewek lagi....
Anak: #makinkejer Tuh kan ya udah... hwaaaaa.... bunda mah nggak mau beliin aku buku.... (lah, tetep aja yang salah bundanya. Padahal yang ngomong bapaknya).
Emak: K, dengerin bunda... Stop crying. Tarik nafas... Tarik nafas... Nih lihat... Ini buku judulnya ini... Isinya seperti ini... K kan udah punya buku seperti ini di rumah... Yang itu lho... Inget kan? sama kan? Lebih baik kita beli yang lain aja... Masih banyak yang lucu dan bagus kan... Ok?
Anak: #ngangguk #hapusairmata #mulaijelalatanlagi Itu bagus bunda bukunya...

Eeeaaa Eeeaaa Eeeaaa

#Contoh Syair Kedua:

Ayah sedang keluar kota, teteh lagi pulang kampung. Hanya ada emak dan anak. 
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, si Anak mau ikut pulang dan main ke tetangga. 

Emak: K, mandi dulu, nanti abis mandi baru main lagi...
Anak: Tuh kan bunda galak... Nggak mau... Mau main lagi...
Tetangga: Ya udah ayok main dulu sebentar...
Emak: Jangan mbak, biar mandi dulu aja nanti baru main...
Anak: #mataberair #mulutmiwik #tangannutupmata #larikehalamansamping #teriak Ayah, bunda galak... hwaaaa.... Ayah, bunda galak.... hwaaaaa.... Ayah, bunda galak... 
Emak: #keki Iya memang.... Ayah nggak bisa denger... 
Anak: #lanjut Ayah, bunda galak... 
Emak: Masih mau main enggak?
Anak: #diem Mau... 
Emak: Ya ayok mandi dulu, nanti abis mandi main lagi...
Anak: #larilagi Ayah, bunda galak...
Emak: Emang... Mau main enggak? Semakin cepat mandi, semakin cepat main... 

Emak - Anak berdebat dan bernegosiasi penuh drama, lengkap dengan gegulingan direrumputan anaknya.

Akhirnya si anak mau mandi, makan, another drama yang tak terlalu lelah untuk diceritakan, kecapekan, dan leyeh-leyeh saling menyandar di kursi sambil nonton tivi sampai tidur. 

Uhukkkk banget kaaannn....

#Seperti itu
#Daughtertalk
#Motherhood

Sunday, April 1, 2018

Karena Keinginan Harus Di Sampaikan

Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan...

Saya juga selalu percaya bahwa Tuhan mendengar doa dan harapan manusia, dengan cara-Nya sendiri...

Saya juga percaya bahwa semua doa dan harapan kita, selalu didengar oleh-Nya. Masalah kemudian doa dan harapan kita itu dikabulkan atau belum, itu adalah hak prerogatif-Nya juga. Kita nggak bisa menuntut harus begini dan begitu... Pasrah ajaa...

Eh, tadi mau nulis apa ya... Zzzzzz

Oh iya... Mau nulis salah satu harapan of this year... Hahahaha

Ceritanya, saya memang selalu pengen bisa punya home library nanti di rumah saya... Menurut saya, rumah saya nanti harus banyak buku nya. hehehe... Maklum, waktu kecil saya sangat suka membaca buku cerita tapi tak mampu membelinya. Jadi saya pengen kapanpun saya punya waktu luang, saya bisa leyeh-leyeh membaca saja... Hemat kan beibh...

Nah, sebagai gabungan atas keinginan untuk punya home library ini, saya juga pengen punya tempat leyeh-leyeh di dekat jendela gitu... Yang ada tempat duduk panjang, dilapisi lapisan empuk, dan lengkap dengan jendela kaca besar untuk merenung memandang ke luar. Duuuuhh... Kece banget kaaaannn.... ahahahha

Beberapa bulan lalu saya ada meeting di Bali. Saya dan teman saya memutuskan untuk bekerja di salah satu co-working space di daerah Denpasar. Hari pertama meeting saya senyam-senyum sendiri. Karena ruangan meeting nya punya tempat duduk leyeh-leyeh di jendela nya. Meskipun sage jendelanya nggak bisa di buka, tapi tidak mengurangi rasa bahagiaku... eeeaaaa

Mas, nanti bikinin aku beginian yaaaa.... #kode
Bayangan saya, nanti di dinding sekitar nya itu adalah rak buku yang penuh dengan buku. Itu cita-cita saya... Kenyataannya ya kita lihat saja nanti... kekekekek

Semoga doa harapan saya ini bisa terkabul tahun ini Ya Allah... Aamiin... 

Yang bilang Aamiin, Insya Allah dapet pahala lhooo....  :-)