Situasi dunia dan semesta kali ini, sungguh luar biasa. Kita semua sedang disadarkan dengan keras betapa perlunya kerjasama, saling menjaga, empati, dan kerja keras demi kepentingan bersama. Semua adalah karena hal yang diluar kontrol kita, Pandemic Covid 19.
Pandemic Covid 19 memaksa kita semua untuk berada dirumah jika tidak ada hal super urgent, membuat suami, istri, anak, saudara, dll beraktifitas di rumah. Ini juga di luar kontrol kita.
Setiap pagi emak harus menemani anak-anak mengerjakan tugas, mengajari, mendorong, mendesak, memaksa, hingga akhir nya mengancam anak-anak mereka karena anak-anak mulai malas. Belum lagi anak menjadi tantrum dan ngamuk-ngamuk karena alasan kurang sebab. Atau dalam kasus anak saya, dia kurang lelah disiang hari hingga akhirnya jam tidur malamnya pendek sekali. Selepas tengah malam, dia pasti terbangun. Mengajak saya untuk bangun juga. Melek jam 1. Untuk bisa tidur lagi tetapi dengan catatan bangun jam 3 untuk memasak sahur, bukan hal yang mudah. Saya lebih memilih langsung bangun saja. Dan masak sahur. Diluar kendali kita.
Ketika semua hal yang berada diluar kendali kita seolah menekan dan mendesak saya, saya merasa sempit. Saya membutuhkan sesuatu yang bisa saya kontrol, saya kendalikan. Dan saya memilih menyupir motor untuk melepaskan nya. Menyetir motor adalah kegiatan yang bisa saya kendalikan. Sepenuhnya kontrol ada disaya. Jadi saya merasa waras kembali.
#salamwaras
Tuesday, April 28, 2020
Saturday, April 25, 2020
This Apple Does Fall Far From The Tree
Kalau biasanya orang selalu bilang bahwa an apple doesn't fall far from the tree, maka ada hal yang sangat out of the box untuk apple di rumah ini. K maksud nya.
Foto diatas ini bukan pas kami di daerah salju (karena memang belum pernah bersama ke negara bersalju), ataupun ketika camping. Bukan. Ini hanya costu menjelang tidur. Duh!
Dalam hal apa?
Dalam hal feminim, fashion, dan per make up an. Oh yess. It's true.
Denok deblong semata wayang ini memang sudah menunjukkan kelihaiannya dalam berdandan ketika usianya masih sangat dini. Kalau tidak salah sekitar umur 1,6 tahunan. Ketika bicara saja masih banyak terbata-bata, dia fasih sekali memegang cermin, lipstik, dan brush.
![]() |
| Ya Ampun Sis... Belom Juga 2 Tahun lhooo... |
Hari berganti, waktu berselang, hobinya yang semakin ke-incess-incess-an ini semakin banyak membuat orang bertanya-tanya. Koq bisa?
Iya, saya dan suami juga sudah sering bertanya-tanya koq bisa sih? Belajar dari mana?
Jika orang tua atau keluarga atau penghuni rumah yang memang hobby dandan, berpakaian feminin, atau semacamnya, mungkin kami tak akan heran. Ini enggaaaaaaak... ahhaaa.
Yo wes lah mbuh... Yang penting kamu senang ya nduk... Bahagia... Jadi anak baik, pinter, berbakti, dan berkurang marah-marahnya gitu... Aaaaaamiiiiiiiinnnnn.... (Panjang banget aminnya).
![]() |
| Berasa Mau Main Salju |
Jadi ada masanya ketika Mbak K ini hobinya memakai baju tidur. Nggak peduli pas tidur, atau pas main siang. Pokoknya pakai piyamaaaaa terus. Atau dasteeeeerrrr terus. Dan pernah ada masanya dia hanya mau pakai 2 piyama. Karena gambarnya Unicorn favoritnya. Benar-benar nggak mau pakai yang lain. Alhasil bajunya benar-benar cuci kering pakai. Akhirnya saya bilang ke tetehnya, dicucinya kalau udah 2 hari pakai aja teh. Malah ambyar nanti itu baju tiap hari dicuci. ahahahaha
Dan kemudian, sepertinya terjadi goyangan internal dalam dirinya. Trend berubah. Dia tidak lagi mau pakai piyama/daster kalau tidur. Maunya baju main. Mau tidur, nggak tidur, baju main pokoknya. Dan baju mainnya, hanya dia yang boleh milih. From head to toe. No one can decide for her. Kalaupun boleh decide, hanya celana dalam. Pun karena dia tidak perduli mau pakai celana dalam yang mana aja. Asal nggak pakai kaos dalam. Duh! Duh!
Dan sering malam dari beribu malam, itulah pilihan baju tidurnya. Ketjeh kan?
Saya sering menggodanya "Emang kamu khawatir nanti ketemu handsome prince gitu ya di dream land K? Koq pake bajunya cantik banget mau tidur aja?" Dan dia akan mengeluarkan jurus mesam-mesem cah jowonya...
Nah, kalau pemandangan seperti pada foto diatas ini, adalah pemandangan biasa yang kami lihat setelah mandi pagi, dan kadang mandi sore. Seolah belum afdhol untuk menjalani hari, jika belum melakukan touching kepada muka imutnya, maka setiap selesai sisiran, dia akan mengambil cermin dan perlengkapan make up nya.
![]() |
| Watch Out, MUA... New Junior MUA is on the making! |
Nah, kalau pemandangan seperti pada foto diatas ini, adalah pemandangan biasa yang kami lihat setelah mandi pagi, dan kadang mandi sore. Seolah belum afdhol untuk menjalani hari, jika belum melakukan touching kepada muka imutnya, maka setiap selesai sisiran, dia akan mengambil cermin dan perlengkapan make up nya.
Temanya pun berganti. Dia sendiri yang memilih dan menentukan. Herannya, it's all suit her best! ahahaha. Hasilnya selalu membuat dia tampil kece, seolah didandani orang dewasa lho. Beneran.... Dan dari umur 3 tahun seperti yang saya sebutkan diatas itu, dia sudah sangat fasih menggunakan eyeshadow, blush on, bedak, lipstik. Duuuuh mbaaaak...
Oh iya, itu kacamata sangat-sangat maksa banget sebetulnya. Kacamata dari bayi. Dan kacanya sudah tidak ada. ahahaha. Seriusan. Itu bolong melompong dua-duanya karena kacanya lepas sudah lama sekali. Tapi dia masih suka pakai untuk aksesories. And it looks good to her. ahahahaha.
Sudah berapa banyak make up set mainan yang dia beli dan gunakan, dan berapa banyak kutek yang dia pakai sampai dengan umur 6 tahun 8 bulan ini. Kalau memang dia passion nya disitu, ya nggak papa. Saya mendukung saja :-)
Oh iya, mungkin karena saya juga suka iseng, maka melihat anak saya senang dandan begitu, saya suka juga beliin dia mainan make up. Saya pernah bela-belain beli dari A****n online, make up set untuk anak. Memang lucu-lucu bangetttttt siiiiih.... ahahaha. MonMaklum yaaaaa :-p
#udahgituaja
#receh
Thursday, April 23, 2020
Ketika Kebencian Merasuk di Dada
Well...
Maju mundur sebetulnya mau menulis ini. Antara iya dan tidak. Setelah iya, antara dipublish atau tidak. Tapi gemash nya semakin meningkat hari ke hari. Mari kita draft kan terlebih dahulu...
Sebelum mulai menulis, mungkin pembukaannya sebaiknya "Mungkin saya yang bermasalah". Fair enough? :-)
Ini masalah orang-orang pintar, dan grup whatsApp.
Saya bukanlah orang yang banyak memiliki Grup WA di HP saya. Group saya sangat sedikit. Hanya grup lingkungan, grup sekolah anak, grup kantor, beberapa grup alumni, dan beberapa grup arisan. Beberapa grup temporary ada juga, tapi biasanya langsung bubar setelah kegiatan selesai.
Karena saya hanya ikut beberapa grup ini, mungkin jadi saya sering menyempatkan diri membaca isinya ketika senggang. Manatau ada yang penting dan perlu dijadikan periksa. Lama kelamaan, koq sepertinya saya bisa memetakan pemanasan lokal maupun global yang terjadi dimasing-masing grup. Masing-masing grup memiliki pola tersendiri, jenis anggota yang bervariasi, namun selalu memiliki peta yang serupa.
Contoh yang saya rasakan:
1. Grup Kantor: ini grup favorit saya karena dari sini saya hidup juga sih. ahahaa. No, I mean grup ini memang jarang sekali membicarakan hal-hal diluar pekerjaan atau hal-hal menyangkut rekan-rekan sekantor. Ulang tahun, kondisi prihatin (sakit, kedukaan, dll), lahiran, makan-makan, meet up, meeting, dan seterusnya.
2. Grup Lingkungan: Grup ini akan memanas suhunya ketika ada masalah yang menimbulkan benturan antar tetangga. Misalkan saja sampah, petugas kebersihan, keamanan, dan gangguan berisik. Pemanasan lokal biasanya meningkat jika ada benturan dengan logika, seperti misalnya masalah perkucingan. Ini pemanasan lokal yang akan mencapai titik kulminasi dan mendingin sendiri, tapi tidak terselesaikan. Karena logika orang-orang nya berbeda.
3. Grup Sekolah Anak : Sekolah anak saya yang baru ini, grupnya anteng bahkan tergolong sepi. Karena saya anak baru banget, dan nggak bisa ikut serta berkumpul bersama para orang tua lainnya yang sehari-hari bersama disekolah. Jadi nyaris tidak ada kenaikan suhu.
4. Grup arisan : Grup ini suhunya netral sekali. Aktifitasnya juga hanya terjadi disekitaran tanggal pembayaran dan pengocokan arisan malahan. Peserta arisan nya juga Masya Allah manis-manis nggak aneh-aneh. :-)
5. Grup Alumni:
Nah, grup alumni ini ada beberapa pola. Grup alumni SMP saya, anteng sangat. Mungkin karena sudah pada lupa juga sama orang-orangnya. Secara dulu belum banyak foto, kegiatan, medsos, dll gitu. Ketika MukaBuku baru in dulu, sudah sampai habis dibabat semua kenangan lama. Jadi sekarang selow aja. Ramai sesekali. Sedihnya, beberapa kali ramai karena ada teman yang berpulang lebih dulu ke sisi Allah SWT. :-(
Alumni SMU: Grup ini adalah penyelamat saya dari keedanan dunia. Setiap teman-teman SMU saya berlomba posting, ngobrol, bercanda, dan saling goda, saya serasa kembali lagi ke Jaman SMU. Tidak ada yang berubah dari cara mereka bercanda dan bercengkerama. Dan mereka tidak pernah posting hal-hal yang mainstream yang dishare oleh grup2 lain. Kita semua tidak ingin membuat grup menjadi suram. Terima kasih teman-teman SMU ku... Kalian semua luar biasa!!!
Alumni Kuliah: Ini adalah grup yang menurut saya ajaib. Kesemuanya. Saya tergabung dalam 4 grup alumni kuliah (2 grup yang lain tidak ikut disini karena mereka grup sayap-sayap patah dan berbeda dari yang 3 grup ini). Saya bagikan 3 grup yang alumni banget dulu ya. Maksudnya yang anggotanya mulai dari angkatan lama sampai dengan angkatan baru. Saya tahu anggotanya itu banyak sekali orang-orang hebatnya. Orang hebat yang title nya mungkin panjang sejuta depa, pengalaman hidupnya bagaikan warna pelangi dan permen nano-nano. Saya tahu tidak ada yang tidak hebat lah. Saya yakin itu. Namun, saya heran. Grup ini seringkali mengalami pemanasan global. Apalagi jika sudah menjelang Pilkada/Pilpres/ngomentari masalah politik. Mereka tidak takut membagikan info-info hoax, asal, provokatif, bahkan yang tak berdasar sekalipun. Mereka sering bersuara keras mengungkapkan kejelekan pemerintah, bahkan sering dengan cara tidak santun. Heran saja saya.
Alumni yang isinya seangkatan dengan saya? Well... Grup ini sih sebetulnya anget-anget tahi ayam. Orangnya sudah bisa dipetakan, siapa yang benci sekali kepada pemerintah hingga terbutakan, siapa yang senang memancing keributan dan pergi, siapa yang senang mengomentari semua postingan, siapa yang senang memelencengkan topik, dan siapa yang bodo amat.
Dari semua grup alumni diatas, sehubungan dengan adanya Pandemic Covid 19, saya bisa katakan bahwa mereka-mereka yang memang sudah terbiasa memelihara kebencian pada pemerintahan saat ini, tidak bisa membedakan mana Pandemic, dengan Pilkada/Pilpres. Itu saja.
Untuk kita semua, semoga kita dijauhkan dari kebencian, kedengkian, dan nafsu angkara murka yang mengeraskan hati kita. Hingga suara hati nurani menjadi kecil sekali dan tak terdengar. Semoga kita semua menjadi manusia yang penuh kasih, welas asih, empati, dan kasih sayang. Semoga kita menjadi manusia yang jauh dari sifat tinggi hati, ingin terlihat benar sendiri, dan senang menyalahkan. Aamiin.
Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 2020 ini, saya memohonkan maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf yang melukai. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ibadah Puasa kita lancar dan diterima oleh Allah SWT. Ditengah musibah wabah Virus Covid 19 ini, semoga semakin banyak waktu kita gunakan untuk hal yang manfaat, dan bermuhasabah diri. Aamiin Aamiin Aamiin.
Maju mundur sebetulnya mau menulis ini. Antara iya dan tidak. Setelah iya, antara dipublish atau tidak. Tapi gemash nya semakin meningkat hari ke hari. Mari kita draft kan terlebih dahulu...
Sebelum mulai menulis, mungkin pembukaannya sebaiknya "Mungkin saya yang bermasalah". Fair enough? :-)
Ini masalah orang-orang pintar, dan grup whatsApp.
Saya bukanlah orang yang banyak memiliki Grup WA di HP saya. Group saya sangat sedikit. Hanya grup lingkungan, grup sekolah anak, grup kantor, beberapa grup alumni, dan beberapa grup arisan. Beberapa grup temporary ada juga, tapi biasanya langsung bubar setelah kegiatan selesai.
Karena saya hanya ikut beberapa grup ini, mungkin jadi saya sering menyempatkan diri membaca isinya ketika senggang. Manatau ada yang penting dan perlu dijadikan periksa. Lama kelamaan, koq sepertinya saya bisa memetakan pemanasan lokal maupun global yang terjadi dimasing-masing grup. Masing-masing grup memiliki pola tersendiri, jenis anggota yang bervariasi, namun selalu memiliki peta yang serupa.
Contoh yang saya rasakan:
1. Grup Kantor: ini grup favorit saya karena dari sini saya hidup juga sih. ahahaa. No, I mean grup ini memang jarang sekali membicarakan hal-hal diluar pekerjaan atau hal-hal menyangkut rekan-rekan sekantor. Ulang tahun, kondisi prihatin (sakit, kedukaan, dll), lahiran, makan-makan, meet up, meeting, dan seterusnya.
2. Grup Lingkungan: Grup ini akan memanas suhunya ketika ada masalah yang menimbulkan benturan antar tetangga. Misalkan saja sampah, petugas kebersihan, keamanan, dan gangguan berisik. Pemanasan lokal biasanya meningkat jika ada benturan dengan logika, seperti misalnya masalah perkucingan. Ini pemanasan lokal yang akan mencapai titik kulminasi dan mendingin sendiri, tapi tidak terselesaikan. Karena logika orang-orang nya berbeda.
3. Grup Sekolah Anak : Sekolah anak saya yang baru ini, grupnya anteng bahkan tergolong sepi. Karena saya anak baru banget, dan nggak bisa ikut serta berkumpul bersama para orang tua lainnya yang sehari-hari bersama disekolah. Jadi nyaris tidak ada kenaikan suhu.
4. Grup arisan : Grup ini suhunya netral sekali. Aktifitasnya juga hanya terjadi disekitaran tanggal pembayaran dan pengocokan arisan malahan. Peserta arisan nya juga Masya Allah manis-manis nggak aneh-aneh. :-)
5. Grup Alumni:
Nah, grup alumni ini ada beberapa pola. Grup alumni SMP saya, anteng sangat. Mungkin karena sudah pada lupa juga sama orang-orangnya. Secara dulu belum banyak foto, kegiatan, medsos, dll gitu. Ketika MukaBuku baru in dulu, sudah sampai habis dibabat semua kenangan lama. Jadi sekarang selow aja. Ramai sesekali. Sedihnya, beberapa kali ramai karena ada teman yang berpulang lebih dulu ke sisi Allah SWT. :-(
Alumni SMU: Grup ini adalah penyelamat saya dari keedanan dunia. Setiap teman-teman SMU saya berlomba posting, ngobrol, bercanda, dan saling goda, saya serasa kembali lagi ke Jaman SMU. Tidak ada yang berubah dari cara mereka bercanda dan bercengkerama. Dan mereka tidak pernah posting hal-hal yang mainstream yang dishare oleh grup2 lain. Kita semua tidak ingin membuat grup menjadi suram. Terima kasih teman-teman SMU ku... Kalian semua luar biasa!!!
Alumni Kuliah: Ini adalah grup yang menurut saya ajaib. Kesemuanya. Saya tergabung dalam 4 grup alumni kuliah (2 grup yang lain tidak ikut disini karena mereka grup sayap-sayap patah dan berbeda dari yang 3 grup ini). Saya bagikan 3 grup yang alumni banget dulu ya. Maksudnya yang anggotanya mulai dari angkatan lama sampai dengan angkatan baru. Saya tahu anggotanya itu banyak sekali orang-orang hebatnya. Orang hebat yang title nya mungkin panjang sejuta depa, pengalaman hidupnya bagaikan warna pelangi dan permen nano-nano. Saya tahu tidak ada yang tidak hebat lah. Saya yakin itu. Namun, saya heran. Grup ini seringkali mengalami pemanasan global. Apalagi jika sudah menjelang Pilkada/Pilpres/ngomentari masalah politik. Mereka tidak takut membagikan info-info hoax, asal, provokatif, bahkan yang tak berdasar sekalipun. Mereka sering bersuara keras mengungkapkan kejelekan pemerintah, bahkan sering dengan cara tidak santun. Heran saja saya.
Alumni yang isinya seangkatan dengan saya? Well... Grup ini sih sebetulnya anget-anget tahi ayam. Orangnya sudah bisa dipetakan, siapa yang benci sekali kepada pemerintah hingga terbutakan, siapa yang senang memancing keributan dan pergi, siapa yang senang mengomentari semua postingan, siapa yang senang memelencengkan topik, dan siapa yang bodo amat.
Dari semua grup alumni diatas, sehubungan dengan adanya Pandemic Covid 19, saya bisa katakan bahwa mereka-mereka yang memang sudah terbiasa memelihara kebencian pada pemerintahan saat ini, tidak bisa membedakan mana Pandemic, dengan Pilkada/Pilpres. Itu saja.
Untuk kita semua, semoga kita dijauhkan dari kebencian, kedengkian, dan nafsu angkara murka yang mengeraskan hati kita. Hingga suara hati nurani menjadi kecil sekali dan tak terdengar. Semoga kita semua menjadi manusia yang penuh kasih, welas asih, empati, dan kasih sayang. Semoga kita menjadi manusia yang jauh dari sifat tinggi hati, ingin terlihat benar sendiri, dan senang menyalahkan. Aamiin.
Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 2020 ini, saya memohonkan maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf yang melukai. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ibadah Puasa kita lancar dan diterima oleh Allah SWT. Ditengah musibah wabah Virus Covid 19 ini, semoga semakin banyak waktu kita gunakan untuk hal yang manfaat, dan bermuhasabah diri. Aamiin Aamiin Aamiin.
Sunday, April 19, 2020
Expectation Vs Realita (Sabbatical)
Setelah satu minggu menggunakan waktu untuk mengurusi segala macam administrasi seperti SIM, dan perbankan, minggu kedua saat nya sedikit menilik kembali niatan dan rencana Sabbatical yang ideal.
Niat mulia nya sih menghabiskan semua barisan buku yang masih menunggu, menyelesaikan semua rajutan yang terbengkalai ataupun benang-benang yang masih utuh dengan plastik nya, membersihkan setiap rak hingga gudang dari barang-barang yang tak lagi punya kepentingan, berkebun agar halaman tak hanya penuh oleh rumput dan krokot, menyelesaikan semua niatan yang berhubungan dengan PKK RT di komplek, Ikut kursus apalah apalah biar ada peningkatan skill, dan masih banyak lagi lah niat niat mulia yang lainnya yang masih otewe ke pikiran.
Sekarang, setelah Sabbatical officially over, adalah saatnya mengevaluasi dan melihat sejauh mana rencana dan hasil tercipta. Apakah wacana yang hanya tinggal wacana masih sama, ataukah wacana berubah menjadi nyata?
1. Membaca Buku
Well, sebetulnya ya masih buruk sih skornya. Karena dalam waktu 7 minggu, tidak sampai 7 buku terselesaikan. Dan waktu membaca bukunya pun, hanya ketika nongkrong di kamar mandi. What a shame... Buku cetak yang selesai hanyalah Into The Water dan Eleanor & Park. Tapi kedua buku ini bagus juga isinya. Recommended lah untuk dibaca. Di bagian ebook, ada bukunya Mamba Mentality yang rela-rela dibeli karena merasa sangat kehilangan sekali atas meninggalnya Kobe Bryant dan Gigi Bryant. Udah. Itu aja kayaknya. Tapi kalau waktu untuk hunting bukunya Kobe dihitung, banyak juga waktu yang terpakai sehubungan dengan Buku. Sayang, Covid 19 membuat pengiriman Am***n ke Indonesia terhenti. Buku barunya Kobe belum bisa dibeli.
Oh iya, kalau buku anak di hitung, tetep banyak koq. Karena hampir setiap malam Kiran pasti minta dibacain buku. Meskipun ya itu lagi itu lagi. Dr Seuss lagi, Curious George lagi. Sampai gemasssshhhh.... Ada satu tambahan yang belum berhasil dimasukkan dalam agenda baca buku malam nya K, yaitu Peddington. Hasil belanja lewat jastip dari BBW kemarin. Tapi kalau siang dan K tidak tahu harus apa, dia sudah mulai membuka-buka sendiri sih bukunya itu. mayan laaaah....
![]() |
| Mamba Mentality Ebook |
![]() |
| Dedek Park & Dedek Eleanor ini ucuk-ucuk emesh |
![]() |
| Serius tapi santai |
![]() |
| Ensiklopedi Anak |
![]() |
| Warga H9/19 yang Baru |
2. Merajut
Ini termasuk proyek yang berhasil karena hasil karyanya lumayan banyak. Ya meskipun belum cukup banyak mungkin untuk yang sudah pro. Dan hasilnya juga belum terlalu bagus. Karena targetnya hanya menghabiskan benang yang sudah lama dibeli dan belum dikerjakan. Jadi ya cenderung sekadarnya. hiks... Should be better next. Berikut adalah beberapa karya yang dibuat selama Sabbatical. Oh iya, masih ada sekitar 5 tas lagi yang belum difoto karena masih menunggu finalisasi furing nya... Jadi belum ditetapkan sebagai barang yang selesai dikerjakan :-)
![]() |
| Bergeser ke Basket-Basketan |
![]() |
| Belum selesai di Furing siiih, tapi Gemash |
![]() |
| "Me" - Made for our lovely Budhe Sari |
![]() |
| Mini |
![]() |
| It's the Perfect One_MenurutSaya |
![]() |
| Big One |
![]() |
| Warnanya emesh Pink-Coklat |
![]() |
| RadaGagal |
![]() |
| Kindle Cover |
![]() |
| Tempat Charger |
![]() |
| Kurang Benang |
![]() |
| Kurang Handle |
![]() |
| Easy Go |
Semoga semakin semangadh menggunakan waktu luang untuk menemukan fokus nya kemana... Aamiin.
3. Deep Cleaning House
Ini juga lumayan sih. Rak buku sudah dirapikan kembali, rak Kiran sudah dibersihkan meskipun hanya bisa mengosongkan satu rak setelah seleksi yang alot sekali. Lumayan. Gudang sudah 75% terbersihkan dari barang-barang yang sangat tidak berfaedah. Beberapa mainan lama Kiran yang masih bagus sudah dicuci dan dipinjamkan ke bayi dirumah sebelah. Agar lebih bermanfaat. Sampah, kardus, kabel, sepatu, dan semua benda-benda purbakala sudah diangkut oleh Bi Enih untuk disatukan dengan Bank Sampah nya beliau. Aaaaaah... legaaaaa...
![]() |
| Bongkar-Bongkar Box |
![]() |
| Bongkar Koper |
4. Berkebun
(menyusul)
5. RT Komplek
![]() |
| Rapat Emak-Emak |
![]() |
| Taman Selamat Datang Jadew |
6. Kursus
Karena adanya Virus Covid19, jadi kelas SAE Batch 2 dirumahkan juga. Jadi tidak ada lagi kumpul rutin Hari Senin di Imah Kreasi. Tapi ada Mbak Fa yang dengan baik hari memberikan pelatihan gratis tentang PixelLab. Lumayan banget ini buat memper-ciamik perpoto dan periklanan. Masih harus belajar lagi dan lagi dari materi yang sudah diberikan.
Satu kursus lagi yang daftarnya pas Sabbatical period, tetapi kursusnya pas sudah balik kerja. Malam hari sih jadi aman. Kursus pelatihan menulis bersama Dee Lestari. Ini saya semangadh banget daftarnya. Meskipun dibelakang disemprot dikit sama suami gegara main daftar main bayar saja. Tapi namanya sudah menunggu lama jadi ya gimana yakaaan bapaaaak... :-)
Bismillah... Semoga hasilnya menyenangkan, dan meningkatkan motivasi untuk mengeluarkan uneg-uneg kepala dengan lebih ciamik lagi. Karena uneg-uneg kepala itu, jika dikeluarkan dengan ciamik akan lebih menghibur, tetapi jika dikeluarkan sembarangan, bisa membuat ambyarrrrr.... Itu aja misinya sih :-p
![]() |
| See You Soon, Mbak Dee |
7. Lain-Lain
(menyusul)
Friday, April 17, 2020
Tugas Sekolah - Iklan Layanan Masyarakat Tentang Virus Corona
Jadi, tugas Kirania hari ini adalah membuat sebuah video ajakan untuk hidup sehat, dan menjauhi Virus Corona.
Materi nya boleh memilih salah satu dari yang ditawarkan oleh guru. Berikut adalah tugas yang diberikan oleh sekolah K:
"Ayo Kita Lawan Virus Corona"
Durasi video maksimal 5 menit
Beberapa contoh subtema yang dapat dipilih:
- cuci tangan
- jaga jarak
- bersalaman
- menggunakan masker
- cara batuk/bersin
- makanan sehat
- di rumah aja
- dan lainnya yang berhubungan dengan pencegahan virus corona
Secara emak adalah mantan calon penulis skenario yang gagal, dan bapak adalah Kameramen handal, jadilah kami meluangkan sedikit tenaga dan pikiran kami untuk membuat satu gabungan cerita yang singkat namun sarat makna.
Saya ingin sebanyak-banyaknya memasukkan point yang diminta oleh pihak sekolah, namun karena pembuatannya secepat kilat sebelum si artis ngadat, akhirnya beberapa tidak terikutsertakan.
Setelah konsep cerita selesai disusun emak, segeralah terjadi brief meeting bersama dengan Kameramen yang sekaligus Editornya, hingga tercapai kesepakatan. Sedikit was-was gimana cara mengarahkan artisnya, namun ternyata kami terlalu meng-underestimate-kan si denok deblong. Ternyata dia lebih bersemangat dan pandai berimprovisasi. Bahkan beberapa kali dia minta ditambah shoot adegan untuk ini itu. Saya dan ayahnya tertawa ngakak dibuatnya.
Setelah take adegan selesai, tinggal urusan bapaknya lah ya yang bekerja. Emak harap-harap cemas dan bersemangadh, dan anak tidak perduli lagi. ahahahhaa
Daaaan, this is it!
Hasil iklan layanan masyarakat yang dengan bangga dipersembahkan oleh Nala Family. Selamat menikmati yaaa...
#TKBRecisBogor
#LawanCorona
#dirumahaja
Materi nya boleh memilih salah satu dari yang ditawarkan oleh guru. Berikut adalah tugas yang diberikan oleh sekolah K:
"Ayo Kita Lawan Virus Corona"
Durasi video maksimal 5 menit
Beberapa contoh subtema yang dapat dipilih:
- cuci tangan
- jaga jarak
- bersalaman
- menggunakan masker
- cara batuk/bersin
- makanan sehat
- di rumah aja
- dan lainnya yang berhubungan dengan pencegahan virus corona
Secara emak adalah mantan calon penulis skenario yang gagal, dan bapak adalah Kameramen handal, jadilah kami meluangkan sedikit tenaga dan pikiran kami untuk membuat satu gabungan cerita yang singkat namun sarat makna.
Saya ingin sebanyak-banyaknya memasukkan point yang diminta oleh pihak sekolah, namun karena pembuatannya secepat kilat sebelum si artis ngadat, akhirnya beberapa tidak terikutsertakan.
Setelah konsep cerita selesai disusun emak, segeralah terjadi brief meeting bersama dengan Kameramen yang sekaligus Editornya, hingga tercapai kesepakatan. Sedikit was-was gimana cara mengarahkan artisnya, namun ternyata kami terlalu meng-underestimate-kan si denok deblong. Ternyata dia lebih bersemangat dan pandai berimprovisasi. Bahkan beberapa kali dia minta ditambah shoot adegan untuk ini itu. Saya dan ayahnya tertawa ngakak dibuatnya.
Setelah take adegan selesai, tinggal urusan bapaknya lah ya yang bekerja. Emak harap-harap cemas dan bersemangadh, dan anak tidak perduli lagi. ahahahhaa
Daaaan, this is it!
Hasil iklan layanan masyarakat yang dengan bangga dipersembahkan oleh Nala Family. Selamat menikmati yaaa...
#TKBRecisBogor
#LawanCorona
#dirumahaja
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...


























