Tuesday, February 16, 2010

Gong Xi Fa Cai and Valentine Eve


Merah, berpadu dengan pink. Kue keranjang, bersanding dengan coklat. Angpaw, bersamaan dengan bunga. Adalah beberapa barang yang beberapa hari ini memenuhi setiap sudut pasar swalayan. Mall juga tidak mau kalah dengan memberikan beberapa pertunjukan. Barong sai, fashion show, dan dekorasi2 mengundang di pajang di sana-sini.

Ya… Hari minggu ini adalah hari diperingatinya Tahun Baru bagi warga keturunan China dan Tionghoa. Selain itu, tahun baru China jatuh pada tanggal 14 Februari, sehingga tepat bersamaan dengan perayaan Hari Valentine atau biasa di sebut hari kasih sayang.

Tanggal 13 Februari 2010, aku mendapatkan sebuah pesan lewat handphone yang berbunyi “dear beloved lawalata’ers………” Dan akupun memutuskan untuk mengikuti pesta yang di buat oleh para anggota aktif Lawalata. Aku datang hanya dengan membawa kamera, bersamanya.

Sesampainya aku dan dia di kampong lawalata, aku cukup terpana dengan pemandangan yang ada di dalam ruangan lawalata. Pita2 warna pink merumbai-rumbai di langit2, balon berwarna-warni berserakan di lantai, dan ada beberapa topeng kupu dan kelinci di meja. Rupanya para anggota yang ada di secret malam itu sedang menderita penyakit kronis, aneh.

Mungkin hanya kebetulan saja, atau mungkin juga justru merupakan inti acara. Mayoritas anggota pesta adalah anak2 yang masih jomblo atau single happy. Hanya beberapa orang, including me, yang tidak jomblo. Aku langsung berfikir ini adalah pesta untuk menghibur teman2 kami yang single happy, agar tidak merasa lonely di malam valentine. Boleh saja alone, tapi nggak boleh ada yang merasa lonely. Itulah semangat pesta kami malam itu. Sabar ya teman2…mungkin cupid2 kalian meleset dalam menembakkan mata panahnya, atau mungkin juga panah si cupid justru berbalik memanah dirinya. Kalau panahnya berbalik dan menusuknya sendiri, maka kalian harus cepat2 mencari dan mengangkat cupid baru sebagai pencari pasangan kalian. ^_^

Kamipun bergabung meramaikan acara yang cukup ajaib itu. Sepanjang malam kami mengenakan topeng, meniup terompet kecil, dan juga memotong kue… semuanya berjalan seperti biasa, sangat menyenangkan. Kebersamaan, persaudaraan, dan kekompakan yang tidak hanya muncul sesekali. Kami semua bergembira ria. Tidak semata2 untuk merayakan tahun baru imlek ataupun untuk merayakan hari valentine. Tetapi hanya demi kebersammaan.



Namun tak lupa juga aku ucapkan :

“Selamat tahun baru Imlek untuk yang merayakan (begitu juga yang merayakan valentine). Semoga kekuatan cinta dan semangat tahun barunya bisa dirasakan oleh semua orang di Bumi. Amin. “



No comments: