Monday, December 19, 2011

It's About Working

Ketika kecil, kita selalu di tanya orang seputar 'nanti besar mau jadi apa?'. Dan sebagian besar dari kita (aku yakin) akan menjawab dengan jawaban 'dokter', atau 'presiden', atau 'pilot', atau 'astronot', dan lain2. Itu yang biasanya dibilang dengan 'cita-cita'...

Seiring dengan berjalannya waktu, maka cita-cita dan impian kita untuk jadi apa itu akan banyak yang berubah dan beralih ke bidang yang lain, yang mungkin dulu (ketika kecil) belum masuk ke ranah anak kecil. Anak kecil kan tidak pernah berfikir bahwa ada pekerjaan yang bernama peneliti, wartawan, photografer, bussinesman-bussiness woman, pekerja bank, sekretaris, bahkan mungkin anak kecil juga belum pernah berfikir bahwa ada pekerjaan yang bernama PNS. Anak kecil adalah dunia dengan pemikiran yang hebat2 sedunia, namun dunia yang masih terbatas ruang lingkupnya.

Terlebih lagi, ketika kita sudah benar2 memasuki dunia kerja, maka tidak jarang apa yang dulunya menjadi cita2 masa kecil kita itu, akan semakin jauh dan jauh saja. Hingga akhirnya realita dunia membawa kita pada apa yang ada di depan mata kita saat ini, di Hari Senin ini. Inilah kita sekarang.... Kalau aku tinjau lagi ke belakang sana, ketika aku masih bergelantungan di pohon jambu dikebun bapakku bersama dengan teman2ku, atau ketika aku dan teman2 SD ku berlompatan kesana kesini di miniatur Peta Indonesia di belakang sekolah kami, maka apa yang ada di depan mataku sekarang ini adalah dunia lain dari apa yang kami impikan kala itu. :p

Tapiii.... Aku menyadari betul kenapa, mengapa dan bagaimana bisa semua itu bisa berlalu. Aku menikmati semua proses yang terjadi, dan menyadari sepenuhnya setiap pilihan dan konsekuensi yang muncul setelah pilihan2 itu. Sehingga, semua yang pernah kami ungkapkan saat itu, menjadi kenangan indah yang tetap menjadi kenangan indah, tanpa terlukai oleh akhir yang tidak sejalan ini. Dan apa yang ada didepan mataku saat ini, adalah kenyataan yang indah, yang akan menjadi kenangan indah pula suatu saat nanti... ehehehe

Pekerjaan, bekerja, mengerjakan, dan dipekerjakan...

Menurutku adalah kata2 yang terpisah, namun menjadi satu paket ketika kita berada di dalamnya. Tidak bisa dipisahkan oleh perasaan, emosional, egoisme, ataupun idealisme.

Meninggalkan bangku kuliah (atau sebelumnya), membuat kebanyakan dari kita diharuskan menerima kenyataan bahwa tibalah saatnya kucuran dana dari pusat moneter keluarga di hentikan. Dan tiba saatnya pula bahwa kita harus segera membuka mata, telinga, dan pikiran untuk berdiri tegak, dan melangkah tegap kedepan, menyongsong hidup dengan tanggungjawab sendiri. Dan mau tidak mau, langkah pertama yang harus di ambil adalah mencari pekerjaan.

Banyak di antara kita yang beruntung dengan langsung mendapatkan pekerjaan, namun banyak juga di antara kita yang kurang beruntung dalam hal mencari pekerjaan ini. Keberuntungan dan ketidakberuntungan inipun masih saja bisa digolongkan kedalam berbagai macam tingkatan, tergantung dari bagaimana orang menikmati semua proses dalam memanen hasil kerjanya. hehehe...

Dan aku, alhamdulillah termasuk orang yang sangat-sangat beruntung dalam hal mencari pekerjaan. Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan, dan terima kasih tiada terhingga untuk semesta atas apa yang aku lalui, yang aku dapat, dan yang aku jalani hingga saat ini. I am very lucky...

Untuk yang sudah mendapatkan pekerjaan, maka langkah yang kemudian dijalankan adalah bekerja. Kita bekerja di tempat kita mendapatkan pekerjaan. Di dalam bekerja ini, kita akan mengerjakan berbagai hal yang bermacam2 dan berbeda2 untuk setiap orang dan setiap tempat pekerjaan. Yang jelas, kita akan bekerja dan melakukan pekerjaan yang ada.

Terkadang, bagaimana kita mengerjakan pekerjaan juga menjadi sesuatu yang unik. Karena terkadang ada orang yang memang terbiasa dengan idealismenya, sehingga hanya mau mengerjakan apa yang tertulis di kontrak kerjanya, dan hanya mau berhubungan kerja dengan orang yang namanya ada di surat perjanjian kerjanya. Tidak dengan bagian2 yang lainnya.

Aku pernah berbincang dengan teman seperjuangan yang sudah bekerja dalam satu bidang pekerjaan. Sebut saja namanya "bunga". :)

Malam itu kami saling menceritakan pengalaman2 kami dalam bekerja di tempat pekerjaan kami, dan membicarakan apa yang kami kerjakan. Temanku menceritakan bahwa dia mendapatkan request pekerjaan dari beberapa atasannya akhir2 ini. Dan dia merasa tidak suka dengan itu, karena menurutnya dia hanya bertanggung jawab pada satu orang saja. Kamipun mendiskusikan perasaan terganggunya itu.

Menurutku, temanku itu berhak untuk merasa tidak suka di perintah atau diminta mengerjakan pekerjaan orang lain, jika dia sudah memiliki job description sendiri. Banyak orang melakukan hal yang sama dengannya, yaitu hanya akan mengerjakan apa yang menjadi bagiannya saja. Sah2 saja dan tidak melanggar peraturan koq. Hanya saja itu berbeda dengan paham yang aku anut. Aku yang menganut paham akan kukerjakan selagi bisa, dan akan aku kerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan tempat kerjaku, karena aku tidak hanya bekerja untuk orang, melainkan untuk tempat kerjaku. Secara otomatis aku menganggap semua pekerjaan orang2 di tempat kerjaku adalah untuk tempat kerjaku, jadi memang sudah sepantasnya aku mengerjakannya. Itu pahamku.... bagaimana dengan pahammu? Hehehehe.... korban iklan deeehhh.... :p

Belakangan ini aku menemui teman yang lebih berbeda dariku dan dari temanku yang sebelumnya. Temanku ini kelihatannya sangat tahu pasti apa yang di inginkan nya, tahu pasti bagaimana cara untuk meraih impiannya, dan tahu pasti apa yang harus di lakukan dan tidak dilakukan untuk membuat apa yang diimpikannya itu tercapai. Hanya saja dari kacamataku, dia melupakan kenyataan bahwa selalu ada kekuatan selain jabatan di suatu lingkungan kerja.

Sepertinya temanku ini memiliki cita2 yang lebih tinggi untuk perjalanan karirnya. Ya memang seharusnya begitu kan... Namun dia menjadi lepas kendali dan hanya bersedia mengerjakan sesuatu yang menurut dia menjadi porsinya, dan menolak mentah2 tugas lain, meskipun sebenarnya dilihat dari kaca mata kudapun adalah tanggung jawabnya. Temanku yang percaya diri ini justru menganggap harga dirinya akan turun jika dia mengerjakan tanggung jawabnya itu. *tepok jidat* Pelik sekali dunia pekerjaan bukan? Hahhahaa....

Yaaa.... seperti yang sudah aku bilang, semua itu hanya tergantung pada bagaimana kita merasakan, mencintai dan menjalankan roda kehidupan kita. Yang dipekerjakan tidak akan merasa dipekerjakan jika kita mencintai pekerjaan kita. Yang ada hanyalah kita yang mengerjakan pekerjaan yang kita cintai... hohohoho....

Jadi, antara cinta dan pekerjaan janganlah di kotak2an.... Betul? Betuuullll..... :p

Friday, December 16, 2011

Misscomunication

*Jedotin kepala ketembok*

Sepertinya, kelamaan bergaul dengan komputer, dan jarang bergaul dengan manusia nyata, membuat kemampuan berkomunikasiku semakin memburuk. Apa yang ada di kepalaku, aku sampaikan (rasa2nya) dengan cara biasanya, namun ternyata diterima dengan sudut pandang lain sama orang. Dduuhh....

Apa sense of humorku sudah menghilang ya? ck..ck..ck..

*buru2bongkarbukunya raditya dika*


Wednesday, December 7, 2011

Happy 5th Birthday SFP !!!

5th Birthday....
Become bigger and stronger...
Become homey to everybody...
Happy birthday SFP...!!! ^_^

******

Yuuhhuuu.....

Setiap tahun, umur selalu bertambah. Umur siapapun, dan umur apapun. Umurku, umur kita, dan umur SFP!!!. :)

Tahun lalu, perayaan SFP dilakukan di Bali, dan tahun ini dilakukan di Hawaii... Ppffiuuuhhh.... (Kalau melihat pemilihan kawasan yang mempunyai 'pantai yang indah dan terkenal', mudah2an tahun depan perayaannya dilakukan di Maldives). Let's cross our fingers friends... ^_*

Di ulang tahun yang kelima ini, rupanya terlihat bahwa kantorku tercinta ini sudah sangat berkembang dan beranak pinak. Pertambahan orangnya semakin cepat. Ciihhhuuyyy.... Senangnyaaa... :)

Acara ulang tahun pasti akan terasa sangat kurang kalau tidak ada potong kue atau potong tumpeng. Dan di Hawaii nampaknya sangat sulit menemukan toko tumpeng, karenanya kita akhirnya melakukan pemotongan kue. Assyiikk.... Eh ternyata, bukan hanya 1 kue yang harus dipotong, tetapi 5 kue. Astaga.... sedikit lebay dan alay nggak sih? Jangan2 nanti kalau ulang tahun ke seratus, kita akan potong 100 kue juga? Tapi nggak papa, kue nastar aja kalau gitu. hwekekeke.....

Pemotongan kue dilakukan di rumah pak bos besar yang elok sekali (hahaha, elok? kayak orang malaysia banget yaks). Rumahnya menghadap Diamond Head donks. huhuhu.... so envy... Pertama kali memasuki pekarangan rumahnya pak bos besar, yang terucap cuma satu kalimat... "Wah, rumahnya sangat Indonesia sekali...!!!" Tak lupa dengan mata berbinar dan takjub.

Kenapaaa? Karena halaman rumahnya pak bos besar ini ditanami tanaman2 tropis yang dulu ada di kampungku semua. Sebut saja yang namanya tetehan, kembang mangkok'an, keris2an, palem, kembang sepatu2an, dan masih banyak lagi tanaman2 Indonesia banget itu. Dan setelah masuk ke bagian dalam rumah? Hehhee.... berasa masuk ke mirota batik. Perabotannya dari kayu, taplak - gorden - sarung bantal kursi nya dari batik. Souvenir2nya dari kayu dan motif batik. Hiasan2 yang ada di lemari pajangan juga kebanyakan barang2 etnik dari Indonesia. Oohhh..... *Sing* It feels like home, to me.... it feels like home....


Dengan sibuknya kami (aku dan beberapa orang doank) main jepret sana jepret sini mengambil sudut2 rumah untuk dijadikan tempat berphoto. Background Diamonhead, birunya pantai, dan jernihnya langit membuat kenyamanan yang tak terhingga. Pantesan pak bos besar dan bos nyonyah ini membatalkan niatnya tinggal di Indonesia. Persaingan yang tidak terlalu sulit untuk di pilih kalau begitu. Indonesia dan Hawaii. Berasa hidup di surga dunia... syalala....lala...lala....


Sambil menunggu makanan siap dan orang2 berdatangan, kami berkeliling rumah, melihat sana-sini, mengobrol sana-sini, dan menjepret sana-sini. Aku sangat terobsesi untuk bisa mendapatkan photo yang bagus dengan background Diamond head. Karenanya aku banyak berphoto di bagian samping rumah pak bos besar. Tapi rasanya, sessi pemotretanku itu kurang maksimal karena aku jadi demam panggung. Lokasi pengambilan gambarnya berdampingan dengan lokasi pusat orang2 ngobrol. Jadinya aku mirip seperti topeng monyet yang sibuk berlenggak-lenggok yang ditonton gratis oleh masyarakat. Ck..ck..ck... Pasti dalam hati mereka berkata "penyakit macam apa ya yang diderita anak ini? photoooo melulu kerjaannya". hahahhaa.... Maaf pak, ini namanya penyakit noraknya orang Indonesiah... :))))

Makanan yang disediakan bos besar
dan bos nyonyah juga mantabs sekali. Makanan 4 sehat 5 sempurna plus 1 lagi perkasa deh. hahahaa. Semua makanan yang disuguhkan enak rasanya, kecuali 1. Lidahku rada susah menerima olahan ikan yang kurang berasa itu. Maklum, di rumah biasa dihajar pakai cabai dan bumbu2 yang rasanya luar biasa, terus musti makan makanan yang rasanya cuma bau ikan aja? *tepok jidat* addoohh....

Nah, untuk acara makan ini, ada lagi kisah klasik yang terjadi. Ck...ck...ck.... (*Guardian Angelku langsung bilang: Wils, bisa nggak lu menghindari sesuatu yang rada2 aneh? be safe, be nice, dan be cool gitu?) hehehe. Jadi kali ini ceritanya adalah seputar daging. Pengennya sih diceritakan detailnya, tapi menimbang dan memperhitungkan kelebihan dan kekurangan yang bisa terjadi sepertinya lebih baik di keep aja. Intinya adalah please, let me eat everything without regrets, don't speak anything about everything before eating. :)))))

Setelah lelah berphoto dan makan,
akupun bergabung dengan orang2 yang sibuk berbincang2 di sudut halaman. Spot yang sangat sempurna untuk mandi sinar matahari sore. Kami semua mentertawakan hobi berphoto orang2 narsis jaman sekarang, terutama kaum muda2 (seperti sayah...hueekk...cuiihh...).

Temanku Jack, yang juga bekerja sebagai pengajar, mengatakan bahwa dia juga punya mahasiswa bimbingan yang hobinya photo. Diapun menunjukkan beberapa photo yang pernah dikirimkan mahasiswanya itu. Oh no...

ternyata mahasiswanya itu sama narsisnya dengan anak2 Indonesia jaman sekarang. Hobinya photo di depan laptop dengan berbagai posisi dan raut muka. Yang membuat aku heran adalah, ngapain juga itu mahasiswa kirim2 photo begituan ke dosennya? hahaha, ada2 aja.

Semakin sore, semakin ramailah spot tempat kami berbincang2. Kejadian yang mengharubirukan hatikupun terjadi disitu. Kenapa? Karena tiba2 ada 1 teman kerjaku yang orang Russia, mendatangi kami dan berkata "Tolong dong, ambilkan photoku bersama dengan Wilis.." Gubrakkkk..... Rasa terharu yang mendayu2 langsung menyusup ke jantung hatiku. Tumben ada orang minta photo sama aku? Biasanya, aku yang sibuk minta photo sama orang... huhuhu... pengen ngurek2 tanah nih jadinya... hahahhahaa....

Dan ternyata, ada lagi satu orang Portugal yang datang dan minta photo juga sama aku. Addduuhhh..... mimpi apa aku yah.... kataku dalam hati. Mungkin mereka merasa sangat jarang ada kemungkinan dan kesempatan photo bersama orang gila tanpa takut diserang, dan yang bisa berkomunikasi dengan baik begini. hweekekkkekkekee.....

Oh iya, satu lagi kejadian mengharukan yang membuatku senang, masih berhubungan dengan photo. Akhirnya aku bisa photo bersama dia yang namanya tak boleh di sebut (halaaahh... lebay!!!). Keinginan untuk photo bareng sudah ada sejak awal, tapi malu dan ngeri dibilang norak membuatku undur diri. Eh ternyata, malam itu ada saja jalan menuju ketujuan yang muncul secara tak sengaja. :))))

Karena banyaknya orang yang pegang kamera, jadi memang acara makan malam itu dengan cepat segera berganti menjadi acara photo session. Siapa saja di photo, apa saja di photo, banyak yang minta diphoto begini, begitu, begini, begitu, okelah pokoknya. Daaaannn.... jerengjreeng.... Si Bos nyonyah mendadak muncul dan bilang ke whosoever yang pegang kamera "can you please take my picture with tttuuuutttt.....(sensor_red)". Ow...ow.... kesempatan nih.... kudu cepet disamber.... *kataku dalam hati. :p

"Ehm.... Wendi.... after you....(kataku sambil menunjukkan jari kadadaku sendiri dan ke arah dia yang namanya tak boleh di sebut)".
"Oh my god wilis.... again? ok then...."

Hahahhaa.... Dan setelah bos nyonyah selesai photo bersamanya, aku langsung maju mengambil posisi. Karena ini termasuk kesempatan yang rada langka, akupun bersiap untuk berpose semanis mungkin. Eeeehhh.... belum juga pose pertama selesai dilakukan, teriakan bergemuruh sudah terdengar dari dalam rumah. Seriously???? Walaahh, ternyata teman2ku yang mengetahui akal bulusku untuk berphoto dengan dia yang namanya tak boleh disebut, dengan semangadhnya menyorakiku....
"Hahahhaa.... wilis... ok... dasar.... bla...bla...bla..."

Pppffiiuuuhh..... Jadinya aku grogi dan ti dak lagi khusyuk melakukan sessi photo itu kan? ck..ck...ck... sayang sekali.... Ya sudahlah, tidak apa2. Masih ada beberapa photo bersama yang bisa aku crop bagianku bersamanya koq... heheehehhee.... :p

Akhirnya, sampailah pada penghujung waktu yang mengharuskan kami pulang kembali ke hotel di Kampus University of Hawaii. Tappiii.... dari sekian banyak photo yang dihasilkan, ada 2 photo yang paling terfavorit pilihanku sendiri. hehhehee.... Yaitu photoku bersama dengan beberapa board member yang sedang terjangkiti virus 'narsistis ala wilsss'... ^_*



Tuesday, December 6, 2011

The Place Is Doesn't Matter

Kalau kata sebuah iklan komersial di tipi :
"Apapun, kapanpun, dimanapun...."
"Apa saja, kapan saja, dimana saja...." ^_*


******

Selama kegiatan annual meeting waktu itu, sebetulnya aku merasa sangat sedikit bergerak. Terlebih bergerak dalam artian gerakan gaya ketika narsis. hehehe....

Berada di lingkungan orang2 serius, membuatku sedikit merinding disko dan sungkan bergerak. Meskipun terkadang masih saja rasa 'tidak tahu malu' ku lolos, berhasil kabur, dan menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang norak2 bergembira itu. :p

Kenyataannya, banyak di antara teman-temanku itu yang membawa gadget alias alat2 yang bisa mem-photo. Mulai dari kamera betuuull, kamera pocket-an, kamera hp, dan mungkin kamera2 yang lainnya. Namun banyak juga di antara mereka yang seolah2 malu untuk mulai membidik dan menjepretkannya. Atau mungkin memang begitulah seharusnya? Tidak terlalu mengumbar kenarsisan? Hehehe... bisa saja....


Tapi menurutku, itu disebabkan tidak adanya pemicu atau penyulut. Setiap orang merasa sungkan, jadinya sama2 diam dan tak beraksi. Ppffiiuuhh.... ppffiiuuhhhh....
Sulit sekali menerima keadaan ini, ditengah perasaan dan keinginan untuk banyak di photo. hwekekeke...

Salah satu waktu dimana aku kecolongan (sikap cool) adalah ketika tiba saatnya pengambilan photo group.
Adduuhh....

Seolah2 ada pemantik yang dinyalakan di dekat kompor bensin, meledaklah hasrat yang telah lama terpendam ini. Menggila dan pethakilan tiada tara.

Siang itu, sebuah pengumuman yang terdengar seperti nyanyian surga (lebayyyyy....) di lantunkan temanku Lani. Dia mengatakan bahwa "people... group picture after lunch... group picture after lunch.... ".

Dzing...dzing... rasanya, sel2 otak yang sudah beberapa lama membeku ini, kembali diserbu aliran darah dengan cepatnya. Segaaarrrrr.... :)))

Dan long short story, group picture pun segera dilaksanakan. Pengambilan gambar ini dilakukan di taman belakang bangunan Lincoln Hall. University of Hawaii ini ternyata memiliki banyak sekali taman, yang mengangkat tema berbagai negara. Taman Korea, Taman Cina, Taman Jepang, dan lain2.

Nah, taman yang kami gunakan untuk pengambilan photo group adalah taman Jepang. Entah mengapa taman tersebut disebut taman Jepang. Karena aku tidak menemukan bunga sakura, patung orang2 sipit, ataupun hal2 lain yang berbau jepang2an.

Yang aku temukan di taman itu hanyalah kolam dengan ikan hias yang cukup besar, dialiri air yang mengucur dari bebatuan, dan dinaungi pepohonan kamboja. Berasa di Gunung Bunder gitu deh.... :p

Setelah beberapa kali jepret, akhirnya kami semua bubar. Beberapa orang di antara mereka masih saja berdiskusi. *Tepok jidat* Adddooohh.... Orang2 ini, nggak ada kerjaan lain apa ya selain membicarakan pekerjaan? Hehehe...

Dan diantara sekian banyak orang itu, terlihatlah 2 orang bocah perempuan (Bocah??? kakakkaa...) yang kasak-kusuk, terlihat sedang menggoda seorang bocah lelaki.

Ouch...ouch... ternyata kedua bocah itu sedang berusaha membujuk si bocah lelaki untuk mem-photo mereka. Udah tau kan siapa kedua bocah perempuan itu? :)))))


Yuppss... Siapa lagi kedua orang yang pethakilan dan narsisnya minta ampun itu selain Wilis dan mbak Dessy? hhahaha.... Nggak ada lagi. Mereka doank lah pastinyah. Daaann.... siapa lagi orang yang bisa diminta sebagai korban untuk menuruti keinginan kedua orang itu selain Jack? hehehe... Nggak ada juga. Cuma Jack yang mau dan pasrah harus mau kayaknya.... :p

Dengan semangadh, merekapun segera mendaki bukit kecil di belakang dan sibuk berlenggak-lenggok dengan banyak gaya. Laksana berada di catwalk saja. Tengak sana - tengok sini, geleng kanan - geleng kiri, angkat tangan,
menawarkan perdamaian, bungkuk, miring, nungging, dan masih banyak lagi gaya2 yang 'sesuatu banget...'. :)))

Sebetulnya, photo group ini dilakukan 2 kali dalam 2 minggu masa annual meeting. Hal itu dikarenakan ada satu teman yang baru datang beberapa hari setelah annual meeting di mulai, dan beberapa teman yang akan pulang ketika annual meeting belum selesai.

Namun karena satu dan lain hal (yang sangat tidak bisa aku ceritakan) aku harus alpa pada sessi photo kedua. Hikss.... sedihnyaaa....

Yang aku ingat dengan pasti adalah bahwa saat itu pikiran dan hatiku menjadi bulat sebulat2nya mengenai pernikahan. Aku bakalan menikah, aku akan menjadi orang yang menikah dan berbahagia dengan pernikahanku nantinya. Amin. Memang benar kata orang bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Karenanya aku cukup mendapatkan pelajaran dari pengalaman2 yang kudapatkan. Mari kita menikah!!!!. Huuuyyeaaahhhh.... ^_^


Hanya satu peringatan yang bisa aku berikan untuk kalian, setelah belajar dari pengalaman ini. "Don't try this at home....!!!!!!" ^_^

Friday, December 2, 2011

Meet And Greet, Working, and Make a Story

Senang sekali rasanya diberi kesempatan untuk bisa jalan2. Meskipun jalan2 dalam rangka pekerjaan, tetapi rasanya lebih ke jalan2 betulan. Dan yang lebih membuat senang adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan teman2 kerja yang (kebanyakan) hanya bisa bertemu setahun sekali ini. Waahh.... Bisa ketemu sama mas2 yang itu lagi? hahahaha.... (eitz.... nakal sekali...) :p



Disiplin yang sangat tinggi....

Itulah satu hal yang sangat aku rasakan ketika berada di University of Hawaii. Sangat berbeda dengan Indonesia. Bukan berarti Indonesia memiliki semua keburukan di dunia ini, namun untuk hal kedisiplinan, Indonesia memang kalah jauh. Namun begitu, jika kita lihat dari sisi positifnya (see, selalu saja ada keuntungan di balik ketidakuntungan), akan terasa banyak sekali keuntungan tinggal di Indonesia dengan segala ketidak disiplinannya lho....

Salah satunya ketika kita harus memulai acara (meeting) jam 8 pagi. Kalau di Indonesia, meeting Jam 8 pagi, kita bisa mulai masuk ruangan jam 7 bahkan kurang. Tinggal bilang ke bapak2 yang pegang kunci, dan jreng2.... Kapanpun kita mau, kita bisa pakai ruangan itu. Begitupun dengan waktu pulangnya. Kalau kita masih perlu ruangan, kita tinggal bilang aja mau pakai sampai larut. Note : Tinggal bilang = Uang rokok dan senyum paling lebar nan menawan.

Di Amerika ???

Hahaha.... It's not gonna happen. Bisa sih terjadi, tapi invoice tambahan yang angka hitungnya dimulai tepat 1 detik sebelum jam buka atau 1 detik setelah jam tutup akan segera dikirim ke bagian admin/logistik kita. Setiap kelebihan detik atau menit, akan menjadi tagihan kelebihan 1 jam kita. Tidak ada kata 'toleransi' untuk ini. Awalnya, aku yang harus bersiap2 dan mempersiapkan beberapa logistik untuk keperluan meeting tidak menyadari hal itu. Dan ketika petugas kebersihan/cleaning service membuka pintu dan melakukan pekerjaannya di ruangan, aku ikut masuk dan langsung setting ini-itu saja. Tapi sore harinya, aku mendapat teguran dari bagian logistik "Kamu tadi pagi masuk sebelum jam 8 ya? Kita jadi dapat tagihan lebih untuk penggunaan ruangan... "

Hehehe.... ya maap. Maklum, saya sangat Indonesia sekali dalam hal ini. hahhahahaa

Akhirnya, untuk waktu2 setelahnya, aku memilih untuk mencicil setting ini/itu di lorong saja. Lumayan juga. Paling tidak bisa menyalakan laptop dan memastikan pekerjaan2 yang kecil2 bisa selesai duluan, atau paling tidak bisa segera siap digunakan ketika waktu menunjukkan 'saatnya masuk'. :)


Seperti biasa, bukan wilis namanya jika tidak melakukan sesuatu yang konyol dalam tanda kutip norak. Scara kan salah satu semboyanku yang cukup terkenal adalah "norak-norak bergembira alias biar norak asalkan gembira selamanya". Hahaha....

Salah satunya adalah ini.... Kejadian norak-norak bergembira ini terjadi disebuah sore yang seharusnya khusyuk dan syahdu. Ketika Bos Besar sedang mengadakan presentasi penutupan yang mengutarakan perkembangan dan keberhasilan organisasi, aku sedang berusaha keras mendapatkan photo seluas mungkin di ruangan itu. Kenapa? karena aku dan salah satu rekan kerjaku baru menyadari bahwa koleksi photo 'yang benar2 meeting' kami sangat sedikit. Karenanya aku berusaha mengambil photo sebisa mungkin.

Di saat aku sedang khusyuk2nya cari angle dan posisi yang ok untuk menjepret, aku lihat dari kamera yang sedang ku bidik semua orang bertepuk tangan. Kemudian mereka semua memalingkan mukanya kearahku, sambil masih bertepuk tangan. Dan telingaku dengan salah dan seenaknya saja mendengar suara Big Boss bilang "....Clapping to Willis.... take a photo.... ". Jadi secara reflek, aku langsung menurunkan kameraku dan bergaya seperti orang dari Kerajaan korea yang memberi hormat. Tau kan? Posisi dua telapak tangan membuka di samping kepala, dan bergerak menunduk-berdiri beberapa kali? Plus tidak lupa mulutku mengeluarkan kalimat ajaib "thank you.... thank you..... " (hahaha... Pinterrrrr.....)

Dan semua orang dengan semangatnya langsung tertawa terbahak2 sambil terus bertepuk tangan. Ouw....ouw.... Baru deh aku sadar kalau 'something wrong' dengan telingaku. Rupanya pak Big Boss memintaku mengambil photo mereka semua yang sedang bertepuk tangan.... hwekekekeke..... Amazing kan? ck..ck...ck... Untung rasa maluku sudah terkebiri dari jauh2 hari, jadi semua tetap merasa happy... hwakakkaa. Dan ternyata photo yang aku dapat justru lebih lumayan lho.... semua orang bertepuk tangan sambil tertawa... Nah, terlihat semakin meriah kan? :p


Satu lagi cerita konyol yang terjadi adalah yang mengenai kegiatan download pelem illegal. Tapi cerita itu sudah pernah aku ceritakan sebelumnya. Jadi aku tidak akan menceritakannya lagi. Hanya akan menguak duka lama saja... hwekekekkee..... :p

Begitulah ceritaku dalam edisi pekerjaan. Banyak hal menarik, namun belum terungkapkan. Beberapa mungkin hanya akan menjadi kisahku sendiri, beberapa di antaranya akan mucul ke permukaan suatu saat. Believe me or not... :)

I wanna thank to Mbak Amal yang sudah dengan gigih mendorong dan memaksaku untuk berphoto di phodium. Salah satu adegan yang membuat aku terharu, disamping beberapa adegan yang lainnya. Hehehe.... Mengingat jarang sekali ada orang yang mendesak dan memaksaku untuk di photo dengan kamera profesionalnya. Kebanyakan dari cerita yang ada, akulah yang biasanya memaksa para photografer untuk memoto diriku ini. Ppffiiuuhhh.... Mbak Amal, engkau membuatku terharu sampai2 kepengen garuk2 tanah saja.... :)))


Mudah2an suatu saat nanti aku bisa kembali lagi ke ruangan itu (atau ruangan yang mirip dengan itu tetapi berada di negara yang sama) untuk benar2 bersuara. Bukan sekedar bergaya memonyongkan bibir, memegang mic, tersenyum, atau berteriak merdeka saja. Insya Allah, Amin ^_^


It was a great time in my life.... :)
Thanks for the opportunity....

Sunday, November 27, 2011

Welcome To Honolulu - Hawaii

Setelah beberapa lama waktu berselang, rasanya menyenangkan sekali ketika membayangkan setiap hal yang pernah terjadi dalam hidup kita. Kenangan... Tak jarang aku kembali jatuh cinta pada kenangan. Terlebih lagi saat2 sekarang dimana kamera sudah menjamur dan menghasilkan ratusan bahkan ribuan photo dari setiap momen yang terjadi.

Hari ini, ditengah2 kegalauan dan kepanikan dalam menyelesaikan pekerjaan, dan kejengkelan karena menunggu internet loading yang berjalan seperti keong, aku kembali menjatuhkan cintaku pada salah satu kenangan. Kenangan yang belum terlalu lama berjalan, sehingga masih terasa hangat di ingatan. Hawaii...

Beberapa photo pernah aku upload disini juga, tetapi hanya beberapa. Beberapa lagi akan aku upload sekarang, beberapa lagi akan aku upload besok, dan beberapa lagi akan aku simpan baik2 untuk kujatuhi kembali dengan cinta suatu saat nanti. :p

Rasanya, setiap kali membuka sebuah photo, ingin sekali segera menorehkan tulisan dibawahnya. Karena aku selalu punya cerita di balik photo2ku. Namun, terkadang rasa malas, kantuk, lapar, lelah, dan kurang bertenaga mengalahkan segalanya. Hingga akhirnya berlalu begitu saja. Mudah2an tidak akan banyak lagi momen yang terlewat itu, karena aku mulai kembali menata niat. Meskipun dari dulu niat melulu, yang terpenting kan sudah niat... hahahaha

***

Welcome to Hawaii....!!!

Teriak teman baruku kepada rombonganku dan teman2 waktu itu. Wajahnya yang sumringah mampu menghilangkan mendung di muka kami karena khawatir salah turun dan sulit bertemu dia yang akan menjemput kami. Ternyata kami sudah berada di tempat yang tepat, dan diwaktu yang tepat pula.

Janean... Teman baru kami yang memang tinggal di Hawaii, tepatnya di Honolulu segera menghampiri kami dengan riangnya. Sambil berkenalan, dia membagi dan mengalungkan kalung2 bunga untuk kami yang baru pertama menginjakkan kaki di Hawaii. Alooohaaa....!!!!

Satu persatu dari kami di salaminya, di kalungi kalung bunga, dan di cium 2 kali di pipi kanan dan pipi kiri. Katanya sudah tradisi... Asyyiikk... Di antara kami semua, hanya satu orang yang tidak mendapatkan kalung bunga. Karena rupanya beliau sudah pernah ke Hawaii... Jadi yang lainnya ini kompak belum pernah ke Hawaii... :p

Setelah sibuk dengan penyambutan kedatangan, kami semua segera mengambil posisi untuk photo bersama... Hahaha.... Tipikal Indonesia banget nggak sih? Nggak papa... Namanya juga pertama, jadi pasti di maklum laaahhh.... :p


Alohaaa....!!!
Selamat datang....!!!
Have fun and Enjoy Hawaii....!!!
Mahalo for choosing Hawaii....!!!

Heheheee....

Thank you Janean, you're very kind person... ^_^

Wednesday, November 16, 2011

No Time


When you ask me 'come on'....
I said 'later'....

When you ask me 'now?'....
I said 'not now'....

When you ask me 'when?'....
I said 'soon'....

Then you stop asking me
You let me free....
Free like a bird

And now....
It's my turn....

When i ask you,
Can we do now?
You said that 'no, we can't'

When i ask you,
Can we start now?
You said that 'sorry, we can't'

When i ask you,
Why we can't do now?
You said that ' we have no time'

Yess...
So the problem is how difficult to make a time
How difficult to find a free time
How difficult to get together for a fiew time

But.....
We have to keep our faith
Someday would come...
That day would come soon...
We'll make it soon...

One step a head to become countable to the world....
Hwekekekkeeeee

Life is beautifull, just the way they are

Terrible Day

"I had a terrible day"

We say it all the time....

A fight with the boss,
The stomach flu,
Traffic...
Doing nothing...
Bored day...
Etc...

That's what we describe as terrible....
When nothing terrible is happening.

When the really terrible things happen,
We start begging...
A God we don't believe in...
To bring back the little horrors,
And take away this.

If we could see what else was coming?
Would we have known,
That these were the best moment of our lives?


Tuesday, November 15, 2011

The Beast

Hey look....
Someone called me the beast....

Thanks God,
Finally...

I can hear you said that word
I just wondering that you've said that on my back
But last day,
I clearly heard you said that word,
Besides me...

Hahhaa....

Even though those are look like the same way,
But i am happy to hear that
Which mean my thought was right
That you called me the beast

The way you say,
It doesn't matter

Actually,
If you ask me which way i would love to hear,
I'll say that 'oh come on... Just say so in my face...'
But it's ok

Like i said before
The way you say,
It doesn't matter

Thank you again,
Have a wonderful day!!!

Tuesday, November 8, 2011

Up To You


I know what's that look is
I know... I understand...

Don't worry,
I've no big deal with that...

You can ask if you want,
You can ask if you need...

You can shut your mouth up if you want
You can left it behind if you want...

You can pretend that it doesn't exist if you want,
You can pretend that you don't see it if you want...

You can do everything you want,
You can also do not do everything you won't...
All of you... can do that...

I'll let you know, when you ask
I'll let it go, when you chicken out

That's a simple thing
No big deal, huh?

Have a nice day, then....

Saturday, November 5, 2011

Keeping The Faith

It's true

Setahun yang lalu, tepatnya beberapa jam sebelum sekarang, aku mengalami hal yang sangat2 luar biasa. Hal yang belum bisa terurai dengan kata, dan masih membeku di sebuah organ di balik tulang rusukku. Masih belum bisa teruraikan menjadi sebuah kisah, kenangan, dan nostalgia yang bisa di baca dan dirasakan oleh orang lain. So shame on me on that... I never try harder to called my memory about that... Maybe because i am still too fragile....

Anyway....
Setahun sudah berlalu, banyak hal terjadi seiring pergantian waktu itu. Seperti yang sudah seringkali kita dengar, pepatah akan selalu berkata 'hidup bagaikan sebuah roda yang berjalan. Terkadang di atas, terkadang di bawah'. Indahnya hidup ini jika selamanya bisa bersama2 dengan pepatah... Semua selalu indah, selalu ada yang indah di setiap ketidak indahan, dan selalu ada keberuntungan di setiap ketidak beruntungan. ~A Blessing in Disguise~

Beberapa teman menuliskan kenangannya, harapannya, doanya, dan kesan2nya mengenai kejadian setahun yang lalu. Banyak yang menyiratkan keoptimisan untuk menatap masa depan, dan harapan agar tidak pernah ada kejadian serupa dimasa yang akan datang. Akupun melakukan hal yang sama. Aku menyampaikan sekelebat kenanganku, penyemangat diri, dan rasa terimakasih kepada mereka yang kemudian banyak membantu kami... Tidak ada salahnya mengenang sesuatu, meskipun sesuatu itu adalah hal yang buruk. Suatu saat, hal yang buruk itu tak akan lagi terasa buruk, dan akan berganti menjadi kenangan penting yang tidak bisa dilupakan.

Ada satu hal penting yang menurutku adalah penyokong utama untuk mereka, dan tentu saja aku, untuk bisa berdiri sampai dengan hari ini. Keyakinan. Ya... hanya itu yang bisa dimiliki selamanya, tanpa harus takut terenggut oleh orang lain ataupun juga oleh alam. Hanya keyakinan yang bisa membuat semua orang kembali berjuang melanjutkan hidup. Keyakinan.... ya, keyakinan....

Keyakinan yang kita punya, akan membawa kita kepada alasan mengapa dan mengapa.....

Keyakinan bahwa kita masih hidup, masih diberi kesempatan hidup, dan harus hidup untuk kehidupan ini.
Keyakinan bahwa kita masih hidup, masih harus berjuang untuk membuat kita hidup selama mungkin.
Keyakinan bahwa kita masih hidup, dan hanya kita yang bisa menghidupi diri kita sendiri.
Keyakinan bahwa kita masih hidup, dan kita masih punya hari esok untuk terus di jalani.
Keyakinan bahwa kita masih hidup, dan keyakinan bahwa kita harus tetap hidup.

Jangan biarkan keyakinan itu lepas dari diri kita,
Karena hanya itu yang kita miliki dengan pasti.

~ Selagi matahari masih tetap bersinar, akan selalu ada pelangi selepas hujan... ~

Hidup ini indah, apa adanya....

Thursday, November 3, 2011

We Can't Become A Baby Forever


******

As babies...
We went easy...

One cry meant you were hungry...
Another,
You were tired...

It's only as adults,
That we become difficult...

We start to hide our feelings,
Put up walls...

It gets to the point,
When we never really know...
How anyone thinks...
...Or feels...

Without meaning to,
We become masters of disguise...

******

Become older is a sure,
But become adult is a choice

******

Mer on GA S08E06

Tuesday, November 1, 2011

Yang Mudah Yang Bercintah

Pagi2 melihat berita yang sama, berita seru mengenai hubungan asmara sepasang kekasih yang unik. Di tv, di media online, semua memberitakanhal yang sama. Bahwa hubungan asmara si cowok yang inisialnya R.A.F.F.I dengan si cewek yang inisialnya Y.U.N.I tengah renggang, tengah break, tengah bermasalah, tengah dihantam gelombang, tengah menuai bencana, tengah dihajar ombak badai dan segala rupa... hohoho... dahsyatnya segala sesuatu yang berhubungan dengan para artis di negri ini.... Karena pemberitaannya pastinya...

Tapi kalau dilihat, memang pasangan ini sangat unik dan menarik untuk dijadikan bahan gosip antar sesama anak kosan yang kurang kerjaan. hehehe. Pasangan ini juga paling enak dijadikan bahan celotehan ketika obrolan mulai menipis materinya. Pasangan ini yang mengundang orang berbuat dosa dengan menggunjingkannya. Maklum, kami adalah penggemar infotainment dan gosip belaka. Rasa kegemaranku kepada infotainment hanya sedikit libur ketika mereka memberitakan Mas Ariel dan Mbak Luna secara membabi buta. hahhahaha....

Oh iya, tulisan ini bukan untuk menghakimi, bukan untuk menggurui, bukan untuk mengajak bergunjing, dan bukan pula untuk menambah dosa lho ya.... Hanya sekedar nostalgia senja pada saat2 dahulu kala, dimana semboyan 'yang muda yang bercinta' masih membara di dalam dada. Halaaahhh.... Ini hanya pandanganku semata, tak ada niat untuk memanas-manasi suasana, ataupun niat untuk menjadi pihak ketiga. Hahhahaha.... GR*mode on.

Tanpa harus mengikuti setiap pemberitaannya, sepertinya memang semua prahara pra-rumah tangga kedua artis itu terpicu oleh hadirnya si kuning sexy tapi mahal sekali yang punya roda 4 alias mobil mewah yang konon harganya mencapai 2 milyar.... (ouch...ouch... mas, uangnya kasih aku aja buat modal buka lapak daun pisang). :p

Hubungan yang sudah unik dari awalnya karena pautan umur yang sangat jauh itu, pastinya membuat banyak orang pro dan kontra. Untuk mereka yang pro, pasti mereka akan mendukung dengan semboyan 'umur bukan masalah, yang penting cinta dan kasih sayangnya'. Tapi untuk yang kontra, pasti semboyannya berbunyi 'Kayak nggak ada cewek lain aja sih...'. hehehe. Kurang lebih begitu bukan? Namun seperti layaknya anak muda yang sedang mabok asmara, banyak perbedaan remeh temeh menjadi lebur, dan perbedaan yang besar bisa dikesampingkan. Semua yang terlihat didepan mata adalah daun berwarna pink yang berdenyut2 dengan bunyi 'cinta...cinta...cinta...'. :)))

Begitu si kuning sexy 2 milyar muncul, mulailah jelas terlihat bahwa 'memang' ada perbedaan yang awalnya dikesampingkan, ternyata belum hilang dan menampakkan dirinya. Perbedaan pemikiran lah pastinya. Seperti layaknya anak muda yang pacaran pada umumnya. Ketika yang satu sudah memikirkan 'kemapanan hubungan' atau 'hubungan yang serius', maka kadang2 orang bisa menjadi sangaaaattttt teliti, sangaaaaattt hemat, sampai2 kadang2 menjadi sangaaaaaattttt pelit. Semua pengeluaran yang diluar pengeluaran sehari2, terlebih jika nolnya sudah lebih dari 4, biasanya harus berfikir berkali2. Alasannya? 'Lebih baik di tabung untuk masa depan'. ck..ck...ck...

Untuk pasangan yang masih muda? Pasti beda lagi ceritanya. Dia pasti akan berfikir 'Gw kan masih muda, gw kerja keras setiap hari, apa salahnya gw menikmati hasil dari jerih payah gw?' Nah, loh.... Namanya juga anak muda, kan nggak bisa dipaksa toh.... Dibilangin aja susah, apalagi dipaksa. Malah jadi bubrah yang ada... huhuhuhu

Jadi inget sepasang temanku yang akhirnya tidak jadi menikah juga karena perbedaan yang cukup banyak, nyaris sama dengan artis2 itu. Bedanya, yang satu sudah siap untuk melangkah ke jenjang serius dan yang satu sedang hot2nya menikmati masa muda dan segala aktivitasnya. Akhirnya, hubungan yang sudah lama terjalin menjadi satu ikatan dan berjalan searah, harus terpecah dan bercabang 2 arah. Hingga akhirnya terlepas sama sekali. Hiks... sedih jika mengingat mereka... Tapi ujungnya, tetap saja mereka menemukan kebahagiaan dijalan masing2. Horay....

Aku juga ingat masa2 ketika aku dan dia masih hobi berdebat dan berdebat sampai subuh, bahkan kadang dari subuh hingga subuh lagi. Perdebatan yang dipicu satu hal (yang mungkin) remeh-temeh, tetapi berujung pada perdebatan sengit panjang lebar. Kenapa? karena rupanya sudah menjadi tabiat manusia yang sangat mencintai sejarah, terutama sejarah buruk yang pernah terjadi. Hobi mengungkit2 masalah yang telah lalu, hingga perlu energi lebih untuk menjentrengkannya kedalam barisan2 kata yang beruntun tiada henti. Biasanya kalimatnya akan dimulai dengan "Kamu tuh sukanya begitu....." atau "Dari dulu selalu saja begitu...." atau juga "Berapa kali aku bilangin...." bisa juga "Kamu tuh nggak perah mau dengerin aku...." dan banyak lagi kalimat2 ajaib yang bisa membuat semua masalah masa lalu muncul kembali. Masalah kecil yang awalnya terpantik, berujung pada ribuan kesalahan yang (padahal) sudah berlalu. Ck...ck...ck....

Begitulah.... Perjalanan asmara manusia, pada umumnya sama. Secara garis besar nyaris sama. Hanya lama waktu, dan cara mengatasinya saja mungkin yang berbeda. Itulah gunanya berdiskusi, kompromi, dan penyesuaian diri.

Mudah2an semua orang dimuka bumi ini, bisa tersenyum bahagia tanpa harus ada yang terluka secara permanen. Terluka dan tersakiti sepertinya adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi karena kita berhubungan dengan orang lain. Tetapi jangan sampai luka yang terjadi membuatnya menjadi permanen. Life is too short.... We all deserve to be happy... ^_^

Monday, October 31, 2011

Teriakan Melalui Asap Rokok yang Mengepul

Melihatnya termangu dibangku kayu depan rumah. Asap mengepul dari ujung rokok yang bertengger dimulut,disanggak oleh tangan yang bertelekan di lutut. Matanya menerawang jauh ke arah kota yang jelas terlihat tanpa tertutup apapun. Duduk diam, diam, dan diam.... Sesekali beliau menghela nafasnya dalam2, dan dikeluarkannya desahan kecil seiring dengan putaran2 asap rokok itu....

Usia dan juga permasalahan yang menggerogoti kulitnya. Beban yang harus ditanggungnya bukanlah sesuatu yang ringan. Semua terlihat jelas dari kantong mata, keriput, dan ubannya yang mulai banyak.

Tanpa kata, pandangannya meneriakkan harapan. Benarkah orang2 di kota sana peduli padanya? Pada rakyatnya? Pada keberlanjutan beberapa generasi dari ratusan manusia terpinggirkan ini?

Dia sadar bahwa dia hanyalah rakyat kecil yang tidak memiliki harta dan tahta. Dia tidak pula punya daya untuk menuntut ini dan itu. Namun dia menjadi tumpuan banyak kepala manusia untuk bisa bertahan dalam keyakinan. Keyakinan untuk apa? Keyakinan untuk bisa kembali meneruskan generasinya di tanah tumpah darahnya. Dia, bukan siapa2 dimata negara, tetapi dia adalah seseorang di mata warganya, dan yang paling penting, dia adalah seseorang yang sangat2 berjasa untuk keluarganya.

Sekarang? Setelah semua daya upaya dilakoninya dengan susah payah, sepertinya hasilnya mendekati nihil. Dia dan juga orang2 yang dicintainya harus hengkang dari tanahnya. Tak ada lagi yang bisa dilakukannya, selain diam, menikmati rokoknya, sambil sesekali menghela nafas dalam2....

Rasa marah ini muncul manakala melihatnya seperti itu. Lebih tenang rasanya melihatnya marah kepada siapapun, daripada berdiam diri seperti itu. Rasa marah ini tertuju pada bangsa yang selalu mengagungkan kejayaannya, namun tak pernah belajar dari rakyatnya ini.... Marah ini karena terlalu banyak orang pintar yang ingin membodohi rakyat miskin dan bodoh.... Rasa marah ini, karena ketidakmampuanku melakukan sesuatu halpun untuk membuatnya kembali tertawa.... Rasa marah ini karena kesedihan yang tiada tara....

Dia yang berdiam diri di bangku kayu, menikmati rokok sambil sesekali menghela nafas dalam2 itu adalah.... Bapakku...

Mudah2an Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan untukmu di hari tuamu ini pak.... Doa kami selalu bersamamau. Amin

Wednesday, October 26, 2011

Rest in Peace my Beloved Aunty

I wish i were there
To see you... For the last time
I knew that i wasn't a good person
I am so sorry for that

I wish i were there
To see you... For the last time
But i can't do that
I can't manage the time to make it happen

I wish i were there
To see you... For the last time
I really want to and I know that you'll understand
I really would if i could

I love you
You're my parents who understand me the way i am
You and your family are very understand me very well
You understand how hard to be me
And you always support me to be better and to be better again

And now,
I know that you weren't there anymore
You're on your way to heaven
God makes you free from your suffer
Now you won't feel any pain anymore

And now,
I know that there is a big hole because you left
We lost you for a long time
Until we meet again in heaven

I am sorry i can't be there when you're gone
But i know that you go with peacefull

Rest in peace my beloved aunty
I love you so much

Tuesday, October 25, 2011

Have to Deal with Confusing Thing

Kenyamanan....

Sesuatu yang menyenangkan, menggiurkan, menenangkan, memuaskan, namun sekaligus mematikan. Siapa sih yang tidak menginginkan kenyamanan? Siapa sih yang tidak menginginkan tiba dizona nyaman? Siapa sih yang menolak diberikan proses yang membuat kita merasa nyaman? Jarang2 deeehh....

Kebanyakan dari kita, berjuang agar bisa mendapatkan rasa nyaman. Kebanyakan dari kita, berlomba2 agar cepat tiba di zona nyaman. Kebanyakan dari kita mau dan mampu melakukan apa saja untuk bisa menikmati area nyaman. Dan kebanyakan dari kita akan menerima segala konsekuensi agar dapat merasa nyaman.

Ketika sudah sampai di zona nyaman?
Apa yang terjadi?

Mungkin kita akan merasa merdeka. Mungkin kita akan merasa di surga dunia. Mungkin kita akan merasa jauh dari marabahaya. Mungkin kita akan merasa bebas dari segala derita. Mungkin kita akan merasa tak akan pernah sengsara.

Ups.... tunggu...tunggu....!!!

Sepertinya itu adalah rumus jaman dahulu yang belum di update oleh perkembangan Jaman. Rumus yang berlaku ketika jaman, waktu, dunia, dan semesta belum memunculkan banyak pilihan didepan mata kita. Rumus dimana kaki kita masih saja diganduli dengan beban masa depan suram karena tidak adanya kepastian. Rumus dimana kita masih mempunyai pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya atas diri sendiri dimasa senja.

Sekarang? Oh no.... It have to left far behind....

Kenyamanan adalah titik awal ancaman. Kenyamanan adalah titik awal kewaspadaan. Kenyamanan adalah titik awal perubahan. Kenyamanan adalah titik awal sesuatu yang baru. Laksana orang naik gunung, titik nyaman adalah puncak, dimana semua orang harus segera bersiap dan bergegas untuk turun kembali ke dasar.

Ketika kenyamanan sudah berlalu, dan saatnya turun telah mencapai dasar, maka tibalah saatnya untuk kembali melanjutkan detak langkah. Bisa mendatar dan lurus tanpa liku, bisa datar dan berliku, dan bisa pula kembali menanjak. Terlalu banyak pilihan untuk diciptakan dan dijalani.

Sekarang, sepertinya sedang berliku saja. Jauh didepan sana, terlihat sebuah garis mendatar meskipun samar. Oh, sepertinya itu adalah garis puncak yang lain. Tidak perlu terburu2 untuk mencapainya, sudah cukup dengan berjalan saja, asalkan tidak berhenti melangkah.

Lebih sulit? Mungkin....
Tapi belum yang tersulit koq... :p

'Lain ladang lain belalang, Lain lubuk lain ikannya'

Thursday, October 20, 2011

How Change My Life Has Been


Here is the thing....
My life has been changed
A lot of thing
Sometimes i felt,
Don't know exactly who i am
Don't know exactly where i am
Don't know exactly what i supposed to be

But it's ok...
I changed,
Life changed,
World changed,
Universe changed,
Change is good.... :))

Tapiii....
Ada juga beberapa perubahan yang rupanya tidak bagus
Atau paling tidak, menurutku kurang bagus
Satu perubahan yang aku sadari belakangan ini,
Dan aku yakini betul pagi ini....

Dulu,
Aku ingat betul bahwa aku gemar sekali membaca buku
Setiap ada waktu luang, aku pasti membaca buku
Setiap ada uang luang, aku pasti membeli buku
Dan koleksi bukukupun selalu bertambah setiap bulan-nya

Dulu,
Aku pasti akan segera merangkum cerita itu kedalam tulisan lain
Aku pasti bisa membuat satu cerita setelah membaca satu buku
Aku pasti bisa menulis setelah aku membaca
Otak ini akan bergerak setelah membaca buku

Sekarang?
Aku tidak lagi terlalu menyukai buku
Aku lebih menyukai film atau video
Sebelum tidur,
Bukannya membaca buku, tapi aku menonton sampai mengantuk
Ketika waktuku senggang,
Bukannya membaca buku, tapi aku menonton sampai waktu senggang berlalu

Sekarang?
Aku sudah teramat jarang menulis
Sulit sekali merangkai satu kalimatpun
Bukuku tak lagi bertambah
Kalaupun bertambah, beberapa bulan sekali
Menyedihkan.... :(

Sekarang aku hanya mau membaca buku ketika nongkrong di kamar mandi
Lumayan daripada tidak sama sekali
Ketika perutku bergejolak menerima panggilan alam,
Maka akupun dengan sigap meraih buku
Berlari sambil berteriak :
"Waktunyaaaa.... membacaaaaaa...."

Ironis sekali bukan???

Betapa banyak hal yang berubah baik kekanan ataupun kekiri

Jaman terus berganti, begitu pula aku dan segala hal disekitarku


~Mari gemar membaca~


How Change My Life Has Been - Change's Song

The second thing, is song about change...

This is art

Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes)

This song is good

We can see on the tittle, "Change Is Good"


Enjoy it!!!! ^_^


"Change is Good"

Change is then, change is now
Change is what, change is how
Change is this, change is that
Change is where, change is at
Change is good

Change is yes, change is no
Change is everywhere you go
Change is right, change is wrong
Change is here, change is gone
Change is good

You can change your life
Find a new way to go
You can change your world
You don't even know
Life's a long road
Lighten up your load
Change is good

You can run but you can't hide
From the things you feel inside
You can laugh or you can cry
Kiss all your tears goodbye

All you got to do
Is try and try you should
Change is good

Change is high, change is low
Change's come and change's go
Change is this and change is that
Change is where and change is at
Change is good

You can pine you life away
Let others pass you by
You can climb a mountain high
Like an eagle in the sky
All you got to do
Is try and try you should
Change is good

Change is never done
Something better has begun
A change is gonna come
Change is good

******

[From : http://www.metrolyrics.com/change-is-good-lyrics-band.html]

How Change My Life Has Been - Quotes First

Firstly before i let you know what's going on,
Let's see some quotes about change below
A good quotes though... :

He who rejects change is the architect of decay. The only human institution which rejects progress is the cemetery. ~Harold Wilson

If you don't like something change it; if you can't change it, change the way you think about it. ~Mary Engelbreit

It is not necessary to change. Survival is not mandatory. ~W. Edwards Deming (Thanks, Michelle)

All changes, even the most longed for, have their melancholy; for what we leave behind us is a part of ourselves; we must die to one life before we can enter another. ~Anatole France

When we are no longer able to change a situation, we are challenged to change ourselves. ~Victor Frankl

Without accepting the fact that everything changes, we cannot find perfect composure. But unfortunately, although it is true, it is difficult for us to accept it. Because we cannot accept the truth of transience, we suffer. ~Shunryu Suzuki

If you're in a bad situation, don't worry it'll change. If you're in a good situation, don't worry it'll change. ~John A. Simone, Sr.

When you are through changing, you are through. ~Bruce Barton

Faced with the choice between changing one's mind and proving that there is no need to do so, almost everyone gets busy on the proof. ~John Kenneth Galbraith

What can we take on trust in this uncertain life? Happiness, greatness, pride - nothing is secure, nothing keeps. ~Euripides, Hecuba

Just because everything is different doesn't mean anything has changed. ~Irene Peter

Stubborness does have its helpful features. You always know what you are going to be thinking tomorrow. ~Glen Beaman

We did not change as we grew older; we just became more clearly ourselves. ~Lynn Hall

It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change. ~Author unknown, commonly misattributed to Charles Darwin

If you would attain to what you are not yet, you must always be displeased by what you are. For where you are pleased with yourself there you have remained. Keep adding, keep walking, keep advancing. ~Saint Augustine

A good question is never answered. It is not a bolt to be tightened into place but a seed to be planted and to bear more seed toward the hope of greening the landscape of idea. ~John Ciardi

And many more quotes in this world.....
It's enough for my example... :)
Let's continue with the next Story of Change ^_^