Tuesday, April 27, 2010

Numpang Eksis Alias Penumpang Gelap

Seandainya saja di Indonesia ini di adakan sebuah program "Londho masuk desa" seperti layaknya ABRI masuk desa-nya Pak Harto jaman dulu itu, maka cerita ini tidak akan ada. Karena secara pasti masyarakat di desa atau di kampung tidak akan lagi melihat bahwa londho yang main ke kampung itu aneh dan langka. Namun saat ini, selama program londho masuk kampung belum ada, kita masih bisa mengambil keuntungan, khususnya aku dan beberapa temanku maksudku.

Beberapa waktu yang lalu, aku dan beberapa orang teman melakukan sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Aku yang memiliki rute perjalanan sendiri, bergabung dengan mereka yang juga memiliki rute perjalanan sendiri. Kami menghabiskan separuh dari perjalanan bersama2. Salah satu dari mereka adalah seorang londho dari Holland yang sedang menjalani program intership dari Universitas Wageningen ke Indonesia.

Rute perjalanan kami, bertemu di sebuah kota yang terkenal dengan reog dan satenya, Ponorogo. Disana, kami menghadiri acara akad nikah teman kami. Si londho pun ikut serta dalam acara itu. Keluarga dari teman kami yang menikah sedikit kaget melihat ada londho yang menghadiri pernikahan anak mereka. Suasana bangga sudah pasti menyeruak di tengah2 mereka. Terlebih lagi ketika acara di helat di masjid, hingga semakin banyak tetangga temanku yang melihat londho itu.

Salah satu kerabat dari temanku yang menikah itu (lebih tepatnya budenya), terlihat tidak bisa tidak meluapkan keheranan dan rasa senangnya. Beliau menanyakan pada kami hal ikhwal datangnya si londho itu. Lengkap dengan pertanyaan apakah si londho ini bisa berbicara bahasa Indonesia atau tidak, bicara pakai bahasa apa saja, dll.

Sepanjang acara pemotretan atau sessi photo2, si budhe itu tidak mau jauh2 dari si londho. Bahkan beliau mengatakan pada kami untuk mengambil photonya berdua dengan si londho.
"Mbok aku di photo berdua sama londhonya... Kalau udah nanti mau aku cetak yang besar, terus mau aku tunjukin ke anak cucuku di rumah sana..." hwekekekekekeeee

Inilah yang kami sebut penumpang gelap alias numpang eksis. Dekat2 dengan londho, jadi berasa ikut bersinar bukan budhe??? hahhahaha

Tetapi ternyata itu bukanlah akhir dari kisah para penumpang gelap ini. Aku, dan juga teman2 yang lainnya pun ikut merasakan menjadi penumpang gelap dan numpang eksis sama si londho. Hal itu pastinya karena kami banyak melakukan perjalanan ke kampung2 setelahnya. Si londho selalu duduk di bangku depan mobil avanza hitam itu, di samping driver andalan kami. Bukan apa2, hanya karena memikirkan keselamatan lututnya yang lebih panjang. :)

Sepanjang jalan, kami menyuruh atau memaksa si londho untuk mengucapkan salam pada ibu2 atau bapak2 yang sedang berjalan di pinggir jalan. Bahkan pada segerombolan anak2 TK yang sedang berkumpul di sebuah halaman.
"Monggo.....mari.... monggo.... monggo....." kata si londho.

Orang2 yang di sapa tentu saja terkejut dan bengong sebentar, kemudian tersenyum. Ada juga yang sempat membalas "monggo....". Sedangkan untuk anak2 TK itu, mereka langsung heboh sureboh dan berteriak2 ke arah mobil kami. Kami yang berada di mobil (selain si londho) jadi ikut2an senang karena merasa di perhatikan. Inilah salah satu hal yang kami sebut dengan penumpang gelap yang numpang eksis. hahahahhaa

Ketika rute perjalanan berbelok ke arah rumahku, kami berhenti di kota kecamatan untuk membeli logistik makan malam. Maklum, di kampungku nanti takutnya kami akan kesulitan mendapatkan makanan untuk makan malam, karena jauh dari kota.

Saat itu aku dan Ubo berjalan untuk membeli ayam bakar. Eeehh... si londho ikut2an berjalan. Aku dan ubopun berjalan pelan sambil membahas perihal numpang eksis ini.
"Bo, tau nggak enaknya jalan di kampung deket2 bule?"Tanyaku
"Kenapa emang?" tanya ubo balik
"Di kampung kan jarang2 ada bule, mangkanya kalau ada bule dateng, pasti pada di liatin. Jadi kita bisa numpang eksis kalau berjalan bareng bule."
"Hahahaa.... berasa keren ya?" kata ubo
"Hahahaa.... iya.... Pasti banyak yang mikir...wah... ada bule, temennya mereka itu ya.." kataku
"Mangkanya kita jalannya deket2 ama si bule aja yoo...biar numpang eksis.."
Aku dan ubo pun tertawa ngakak sepanjang jalan, sedangkan si londho hanya melihat kami dengan terheran2.. :P

Ingat slogan sebuah kontes kecantikan yang melibatkan wanita2 (yang katanya) cantik di Indonesia ini? Intinya samalah dengan kami yang menjadi penumpang gelap yang numpang eksis ini.....
"Semua mata.... tertuju padamu...."

hwahahahhahahahahhahahahahahahahhahahhahahahahhahahahahahhhhahaha ^_^

No comments: