RokokBanyak yang suka, tapi banyak juga yang nggak suka. Bagi yang suka, pasti di bilang merokok itu enak, membuat tentram, membuat santai, membuat hangat, membuat semangat, atau sumber inspirasi. Terkadang, mereka mengatakan bahwa orang yang tidak merokok itu nggak keren. Atau ada juga yang mengungkapkan alasan bahwa dengan merokok, mereka sudah ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama kalangan petani tembakau. Pokok'e, "bar mangan ora udud eneg.... " katanya. hahaha
Tetapi, banya juga yang tidak suka atau justru membencinya. Bagi mereka yang tidak suka, pasti dibilang rokok itu mengganggu kesehatan, bisa menyebabkan kanker, mengganggu orang yang ada di sekitarnya, membuang2 uang, membakar uang, dll. Terkadang mereka mencibir orang2 yang merokok. Pokoknya, merokok itu merugikan. hehehe
Aku? dimana posisiku ketika harus membahas tentang rokok? Entahlah.... netral saja nampaknya. Aku memang tidak suka rokok, meskipun aku pernah juga merokok. Aku tidak menjadikan rokok sebagai hobi, atau malah sebuah kebanggaan yang bisa digunakan untuk pamer. Tidak.
Tetapi, aku juga tidak membenci rokok. Aku tumbuh dan besar bersama dengan asap rokok, karena ayahku adalah perokok handal dari jaman beliau muda. Dan kakakku menyusul kemudian ketika dia menginjak bangku SMP. Di rumahku juga tidak pernah ada larangan yang bisa berlaku tanpa ACC dari ayahku, sehingga nampaknya tidak akan pernah ada larangan untuk merokok. :P
Belakangan ini di Indonesia masalah rokok menjadi masalah besar yang di perbesar dan semakin di perbesar saja. Rokok di haramkan. Artinya yang merokok akan berdosa. Mulai banyak pro dan kontra yang muncul menanggapi keputusan itu. Beberapa demo ataupun penggalangan massa melalui jejaring sosial mulai bermunculan.
Para pro-rokok yang memiliki satu visi dengan petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan sebangsanya mengklaim bahwa peng-haraman rokok itu tidak bisa di tolerir. Akan menyebabkan banyak sekali kerugian kepada banyak pihak dan bla..bla..bla..
Para kontra-rokok semakin bahu-membahu menunjukkan bukti2 betapa rokok itu merugikan, menggalang massa dan lain sebagainya. Seru, heboh, gonjang-ganjing, dan semakin liar. hahahaha.....
Menurutku sih, memang tidak wajib kita meng-haramkan rokok. Sejauh para perokok bisa merokok dengan lebih bijaksana (halah..). Misalnya saja mbok yao kebiasaan merokok di tempat umum (yang belum tentu orang2nya suka merokok) itu di kurangi dan dihilangkan. Merokoklah pada tenpat yang telah di sediakan. Atau merokoklah pada tempat yang tidak akan di komplain atau (minimal) di cibir dan di pelototin orang.
Dan yang paling penting, jangan sampai deh merokok di tempat yang ada anak kecilnya. Kasian lho.... Mereka kan belum bisa protes. Kalau merokok didekat ibu2 atau emak2 sih, paling juga di timpuk konde kalau memang tidak mempan dengan pelototan. :P
Aku tidak bermaksud apa2 lho ketika menulis ini. Hanya saja aku sedikit tergelitik ketika tiba2 si londho yang belakangan ini eksis di rumah ini, mendadak dangdut jadi perokok (lagi). Padahal ketika dia datang, dia mengatakan sudah berhenti merokok dan belum ingin merokok lagi. Tapi sekarang, rupanya dia sudah kembali jago dan ahli dalam merokok.
Ketika secara iseng aku tanyakan padanya "Ngopo koq kowe mutuske ngrokok meneh le?" dia menjawab "Lha jarene F***N nek kanggo peneliti, ngrokok kui salah sijining perkoro sik paling penting di lakoni" hahahaha..... Bahaya nih si Tukirin... Sudah berhasil memberikan bad influence pada si londho. :P
ck..ck..ck..ck..
No comments:
Post a Comment