Dunia ini luas, meskipun kita sering menggunakan ungkapan dunia ini tak selebar daun kelor. Dunia yang luas ini memang sudah di desain oleh Tuhan jauh sebelum manusia di ciptakan. Kenapa bumi di buat luas dan bulat, mungkin karena Tuhan tahu bahwa manusia ini sangat beragam, sangat beraneka rupa, dan juga karena Tuhan ingin agar kita saling terhubung. We are connected... (Kayak tema sebuah festival ajah...)Manusia, adalah makhluk paling ajaib yang di ciptakan oleh Tuhan. Manusia yang berjuta-juta itu, diciptakan dengan detail yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Betapa hebat arsitek dan pekerja seni yang di miliki oleh Tuhan bukan? Tidak ada satupun manusia yang sama persis dengan manusia yang lainnya.
Detail fisik atau hardware-nya mungkin saja sama atau persis. Tetapi bagaimana dengan detail non fisik atau software-nya? Itulah yang sering berbeda dan menjadi pembeda yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Kalau menurut ibunya Khan dalam pelem "my name is Khan", hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini. Yaitu orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat tidak baik. Tidak ada lagi pembeda yang lainnya. Tidak suku, agama, ras atau warna kulit, ataupun golongan apapun. Tidak. Hanya ada orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat tidak baik.
Tuhan memberikan banyak sekali kelebihan2 pada manusia daripada makhluk yang lain. Pikiran, perasaan, dan akal budi. Itu yang sejak aku SD sudah di tanamkan oleh guruku. Dengan pikiran kita bisa menjadi pintar, cerdas, pandai, dan membuat perubahan yang dahsyat pada dunia. Sebut saja Albert Einstein dengan teori E.Em.Ce.Kuadrat-nya, beserta jajaran penemu2 yang lainnya.
Dengan perasaan, kita bisa menjadi orang yang peduli, empati, saling menyayangi, dan juga bisa membuat perubahan yang tak kalah dahsyat di dunia. Sebut sama Lady Diana, Mother Teressa, dan deretan orang2 pengasih dan penyayang yang lainnya.
Dengan akal budi, kita bisa memperoleh banyak teman. Kita bisa melihat, mengenal, berbuat baik, dan menjalin hubungan sebanyak dan sebaik mungkin dengan orang lain. Akal budi akan sangat berhubungan erat dengan etika. Sepanjang akal budi di gunakan, mungkin tidak akan ada anak yang menyiksa atau membunuh orang tuanya, tidak juga teman mengkhianati atau mencederai temannya.
Hidup, berteman baik, bersahabat dekat, dan berkeluarga yang hangat. Adalah sedikit keinginanku yang dengan keras aku usahakan. Mungkin aku sering merasa bahwa aku bukanlah orang yang sempurna. Aku dan juga kita hanyalah manusia biasa. Apa yang bisa kita banggakan sebagai manusia? Selain hubungan baik dan indah antar sesama....
Puji syukur pada Tuhan yang telah meletakkan dan mendekatkan, serta mengenalkan aku pada banyaaaaakkkk sekali orang2 baik di sekitarku. Baik yang sudah lama bertemu, berteman, bersaudara, ataupun yang baru saja bertemu dan saling tolong menolong. Banyak sekali orang2 baik yang telah membantuku untuk semakin mengerti arti penting sebuah hubungan baik antar sesama.
Masalah iman, amal, dan lain2nya yang merupakan hubungan antara manusia dengan Tuhan, bukanlah sesuatu yang perlu di bahas, di bicarakan, ataupun di pamerkan pada orang lain. Toh yang menilai tetaplah Tuhan. Tetapi selagi kita masih hidup di bumi, hanya hubungan baik antar sesama itulah yang bisa kita banggakan.
Beberapa waktu ini, hal yang sudah dari lama di kasak-kusuk-kan orang2 itu, terbuka sudah. Beberapa muka manis yang memang manis itu, mulai berusaha mengeluarkan bisa-nya. Hanya perlu waktu beberapa detik untuk bisa mengetahui bahwa semua yang manis itu ternyata berdalih. hahahhahhaha
Itulah mengapa aku selalu berusaha untuk menghindari pertanyaan2 yang mengarah pada "dimana atau sama siapa atau sejak kapan", Untunglah tidak lengkap dengan "Lagi ngapain". Karena aku tahu pertanyaan2 itu bukanlah terlontar atau di lontarkan untuk wujud rasa simpati pada teman. Namun lebih pada menyelidiki dan membuktikan. Layaknya wartawan impoten, eh bukan... wartawan infotainment maksudku. hwekekekeke
Peta penyebaran informasinya-pun juga sudah aku pegang
berdasarkan analisis beberapa waktu yang lalu. halaaaahhh.... Sehingga dari jauh hari aku sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Namun yang namanya wartawan infotainment, ya pasti saja akan terus melaju dan mencari tahu ataupun mencari tempe.Maaf ya ibu2 wartawan infotainment yang mau berperan jadi detektif conan.... Saya sudah terbiasa menjadi artis... Jadi tolong donk, liput kami....hihihihhihihi.....
Inti dari pembahasan tentang fenomena "wartawan infotainment yang bergaya detektif conan" pagi ini adalah, bahwa kita hidup sebagai manusia memang serba sulit. Kita yang sudah berusaha hidup dengan cara baik dan berteman baikpun, masih saja di nilai tidak baik sama orang lain (yang mungkin tidak lebih baik dari kita). hahahahhhahahha...
Jadi intinya ya .... "Enjoy Ajah"
Untuk dia, dan juga mereka yang ingin lebih banyak tahu, mari2 sini.... kita ngobrol saja...biar kesannya lebih dekat, erat, dan bersahabat. Tidak perlu menyamar sebagai malaikat, wartawan, atau malah detektif.... Bicara saja baik2... kan kita (katanya) berteman.... Daripada kalian habis energi untuk meraba2 dan menerawang, atau malah perlu jasa Mama Lorentz? :p
Just quick note for you : " I Know What You did Last Night......"
Gambar dari sini dan sini
No comments:
Post a Comment