Beberapa hari ini, tepatnya 2 hari ini, aku melewati acara sarapan pagi sambil bercengkerama dengan temanku. Inisialnya I.J.A.H. Karena sudah 2 malam ini dia menginap di rumah ini. Kami sarapan sambil membicarakan banyak hal. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Namun rujukannya adalah sebuah kota yang bernama Yogyakarta.Kami sering bertemu, dan sering juga melewatkan waktu bersama. Namun selalu dan selalu saja, tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita. Sampai2 membuat beberapa orang bertanya2 mengenai apa saja yang kami bicarakan setiap bertemu.
Jadi, apa yang kami bicarakan 2 pagi belakangan ini? Kami hanya membicarakan hal2 yang sudah kami bicarakan berpuluh2 kali. Kami mengulang dan mengulang cerita itu, dengan gaya, dengan sudut pandang, dan dengan intonasi yang berbeda saja. Topiknya masih saja sama. Tapi tolong jangan bilang kalau kami ini tidak kreatif yaaaa....:)
Kenapa berjudul tanggap darurat? Karena kami (lebih tepatnya si I.j.a.h) memiliki masalah dengan persiapan, perencanaan, managemen (tempat, waktu, dan faktor lingkungan) dan antisipasi terhadap sesuatu. Kami sedang sharing tentang bagaimana pentingnya sebuah managemen akan hal2 itu. Kalau kita bisa me-manage dengan baik hal2 itu, maka aku bisa pastikan bahwa tidak akan ada masalah dalam setiap hal yang kita lakukan.
Belakangan ini dia mendapat masalah karena sebelum melakukan sesuatu hal, dia tidak memikirkan kemungkinan2 yang bisa dan mungkin terjadi. Hasilnya ya memang banyak hal yang terjadi kan? :p
Aku sendiri sendiri selalu berusaha mengendalikan diri dengan jurus andalan itu. Dan aku menyimpulkan bahwa apa yang bisa aku nikmati sampai saat ini adalah akibat dari itu semua. Aku hanya sekedar menjalankan prinsip tanggap darurat saja.
Tanggap darurat yang aku maksud adalah menyadari sejak dini hal2 yang bisa membuat kondisi menjadi gawat dan darurat. hehehehe
Jaman sekarang ini, banyak hal2 kecil yang bisa membuat suasana menjadi gawat dan meningkat menjadi darurat. Hal remeh temeh yang kemudian menyusahkan kita. Hal sepele yang kemudian membebani langkah kita selanjutnya.
Bersyukur dan berterimakasihlah pada penemu analisis SWOT yang sering di gunakan oleh orang2 pintar di luaran sana. :p
Ayo kawan, kita harus bisa menggunakan prinsip tanggap darurat ini dalam segala hal yang akan kita lakukan. Smangadh yaaaa ^_*
No comments:
Post a Comment