Wednesday, April 14, 2010

Mbah Priok, Damailah Engkau Disana

Kemarin dan hari ini, hampir semua media massa heboh dalam memberitakan perang di daerah Tanjung Priok. Perang yang terjadi di dalam negriku tercinta Indonesia bagian Jakarta Utara. Perang antara satpol PP+Satpol anti huru-hara melawan ahli waris dan santri dari Mbah Priok, yang kemudian berkembang menjadi perang antara satpol pp+Satpol anti huru-hara melawan masyarakat luas.

Bentrok yang membesar menjadi perang itu terus berlanjut dari pagi, siang, hingga petang. Tanpa ada yang tahu kapan semua akan berakhir, dan akan berakhir seperti apa. Hanya Tuhan yang tahu nampaknya. Semua mencoba bertahan dan menyerang secara bergantian. Korban mulai berjatuhan dari masing2 pihak, namun justru semakin mengobarkan semangat "perjuangan" mereka.

Awalnya (ketika bentrok baru di mulai) aku merasa sedikit lega. Kenapa? karena setidaknya ada lagi berita yang berhasil meredam berita yang sebelumnya. Beritanya pak Jayus dan mbak Diva akhirnya harus sedikit bergeser ratingnya. Meskipun masih saja Insert Investigasi menampilkan mbak Diva and the gank. Pffiuuhhh.... Namun ketika bentrok berubah menjadi perang, perasaanku berubah menjadi miris.

Warga yang mengaku dirinya sebagai ahli waris dan para santri Mbah Priok terus bertahan dan siap perang sampai mati. Until the last blood.... Lengkap dengan senjatanya masing2. Begitu juga Satpol PP, polisi dan kawan2nya, siap berjuang sampai ada perintah mundur. hahahaa.... Jadi siapa sebenarnya yang bisa menghentikan peperangan ini? ck..ck..ck...

Pagi ini aku membaca berita di Korang Nasional, dan di sana di tuliskan bahwa sebenarnya Mbah Priok sudah di pindahkan ke salah satu TPU di Jakarta sana. Namun setelah kisah panjang perjanjian2 dan kesepakatan2 yang di hiasi dengan surat2 keputusan, ahli waris ingin (dan memang) membangun kembali makan Mbah Priok. (Kata pihak PT. Pelindo) mereka membangunnya tanpa ijin. Dan ketika PT. Pelindo and partner ingin memperluas wilayah pembongkaran peti kemasnya, terjadilah bentrok berdarah ini.

Terlepas dari itu semua (karena aku juga pusing dan cuma bisa miris), aku sih hanya ingin berkata, "Mbah Priok, berbahagialah engkau disana. Semoga engkau tenang dan damai di sisi-Nya..... Dan bantu para umat manusia ini untuk bisa saling menahan diri."

Jadi, intinya yaaaa pengendalian diri tho.... :P

No comments: