Thursday, April 22, 2010

Hukum Aksi-Reaksi

Hari ini, aku ikut serta dalam sebuah acara ceremonial untuk memperingati Hari Bumi. Namun setelah aku datang kesana, aku kurang merasa bahwa itu adalah peringatan untuk Hari Bumi. Acara itu lebih terasa sebagai acara berkumpul, bergembira, dan ajang silaturahmi outdoor dengan para mahasiswa.

Awalnya, kegiatan yang di suguhkan adalah fun game dan aksi bersih. Secara umum atau keseluruhan sih, acara boleh di bilang berjalan dengan lancar. Namun, jika di perhatikan secara detail, ada hal2 yang kurang mendapatkan perhatian. Hal itu menyebabkan berjalannya acara juga kurang maksimal. Itu saja.

Salah satu hal yang kurang di perhatikan adalah tipikal dasar mahasiswa di kampus yang berslogan pertanian itu. Menurutku yang juga salah satu alumninya, tipikal dasar mahasiswa di kampus itu (yang aku tahu adalah sekitaran angkatanku ke bawah. Nggak tau juga kalau yang angkatan terdahulu) adalah suka jual mahal. Entah kenapa, sikap jual mahal itu melekat erat pada sebagian besar anak2 muda ini. :P

Contohnya untuk hari ini saja. Ada beberapa permainan dan kegiatan yang di sediakan di seputaran danau. Tetapi ketika aku datang (telat banget boo....siang gitu lho...hahaha), suasana koq sunyi sepi.... hanya ada panitia saja. Sedangkan orang berlalu lalang di jalanan, hanya menengok, memandang heran, dan berlalu begitu saja. Beberapa orang aku liat sama seperti itu. Memandang dengan penuh rasa penasaran, tetapi tidak mendekat dan pergi begitu saja.

Akupun bergabung dengan beberapa panitia yang duduk di bawah pohon teduh. Ku perhatikan sekeliling, dan aku mulai mengerti mengapa dan kenapa. Di bawah sana, di danau, beberapa panitia asyik bermain perahu karet. Di atas sana, di bagian operator flying fox, beberapa anak stand by. Di atas sini, di bawah pohon, beberapa anak duduk dan bermalas2an asyik dengan aktivitas masing2. Dan di depan sana, di jalan yang melewati kantin, beberapa orang berlalu lalang dan memandang heran pada sekelompok anak yang bermain2 perahu di danau.

See.... Tidak ada korelasinya kan? Semua dengan kesibukan dan keasyikan masing2. Tidak ada usaha dan upaya untuk membuat mereka saling terhubung. Salah satu dari panitia yang posisinya sama seperti aku, meminta aku untuk membantu menggaet orang2 yang lewat agar mau bergabung bersama kami. Naaahh.... itulah kunci yang aku maksud....

Mereka ini (panitia) mengadakan acara di tempat umum, dan menggunakan fasilitas2 unik adalah untuk menggalang dan mengajak massa agar bergabung kan? Tetapi bagaimana massa dapat bergabung kalau tidak ada daya dan upaya untuk mengajak mereka? Well..... Mungkin karena "mendadak", "tidak terfikir", atau sekedar "PJ nya malas melakukan". hehehehhe.... Selalu banyak excuse untuk hal2 seperti itu sepertinya, dulupun aku pernah mengalaminya. :P

Beruntunglah urat malu yang sudah putus ketika masih menjadi anggota aktif ini belum kembali tersambung. Akupun berusaha melancarkan jurus rayuan maut untuk orang2 yang lewat dan lalu lalang di sekitarnya. PPfffiiuhhh.... Laksana Toa' berjalan saja... hahahhaha

Beberapa orang tertarik dan akhirnya mau mencoba flying fox melintasi danau itu. Setelah melihat ada beberapa orang yang mencoba, akhirnya beberapa orang yang lain ikut mencoba. Begitulah.... cukup banyak juga orang2 yang mencoba flying fox melintasi danau itu, sehingga tidak sia2 peralatan di pasang. :)

Beberapa waktu kemudian, baru di sadari bahwa operator flying fox hanya satu orang dan tidak ada penggantinya. Dan belakangan juga baru di ketahui bahwa operator itu bukanlah dari panitia. Oh my....... Bagaimana bisa? itu kan berhubungan dengan nyawa dan keselamatan orang. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu karena pemakaian alat yang keliru? Bagus sekali bukan? ck..ck...ck...

Panitia rupanya mulai bermalas2an untuk memberikan service pada klien yang ingin mencoba flying fox. Ketika di suruh menggantikan operator yang lama, gerutuan dan alasan mulai di lontarkan. Akhirnya, melalui ketua panitia, agenda flying fox di hentikan sementara sampai ada panitia yang mau mengoperasikannya. Ppfiiuhhh....ppffiiiuuhhh.....

hal2 itu seringkali terjadi dalam sebuah acara yang persiapannya kurang maksimal. Mungkin pembagian tugas kurang jelas, sehingga terjadi saling mengandalkan dan lain sebagainya. Selain itu, aku melihat panitia ini lebih asyik bermain sendiri, sehingga kurang memperhatikan peserta atau mahasiswa biasa yang ingin mencoba ikut serta.

Hubungan aksi reaksi sebenarnya sangat penting dalam acara seperti ini, menurutku. Kalau panitia bersikap ramah, mengundang, melayani, dan memberikan pelayanan yang memuaskan, maka acara akan berjalan sempurna. Namun ketika panitia asyik dengan diri mereka sendiri dan kurang bersahabat dengan mahasiswa biasa, maka acara akan menjadi sepi dan kurang attractive. Dengan sendirinya, kegiatan hanya akan berjalan satu pihak saja.

Apapun dan bagaimanapun acara seremonial hari ini berlangsung, semua tetap merupakan hasil kerja keras dari beberapa orang. Terima kasih sudah mengundangku untuk acara kalian yang cukup meriah ini. Semoga lain kali masih ada acara seperti itu lagi, dan tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan maksimal lagi. Glad to having all of you friend... :)

Selamat hari bumi, semoga bumiku, bumimu, dan bumi kita ini selalu di berkahi damai, aman, tentram, dan panjang umur oleh Tuhan. Amin.

No comments: