Tuesday, January 5, 2010

Teman Setiaku Di Akhir Tahun

Tibalah kita di awal tahun baru...tahun 2010. Happy new year all..... wish all be best in this year. :)

Banyak cerita yang akan kutorehkan di tempat ini, seperti biasanya. Tentang tahun2 sebelumnya, tentang tahun lalu, tentang tahun ini, dan tentang apa saja. Saat ini aku terlalu "penuh".....Jadi belum siap untuk mengurai semua untaian benang itu menjadi benang2 halus yang bisa di simpan rapi. Beberapa waktu lagi, mungkin semua akan terasa lebih bagus.

Untuk mengawalai babak baru di tahun ini, aku hanya akan membagi sesuatu terlebih dahulu. Sedikit berbagi tentang apa yang selalu ada di tahun lalu sampai detik pergantian tahun ku. Bukan hal yang penting, tapi tetap ingin aku bagi disini. Karena merekalah yang menemani perjalanan panjangku, dan menemani dalam sepiku di sebuah pulau di Utara Jawa sana.

Handphone kesayanganku, Soery...... Dia memang gembul karena daya serap makan setrumnya kenceng banget, tapi sebanding dengan apa yang dia berikan padaku. update status, ngobrol lewat telp, sms, chating, dengerin music, nyatet agenda, photo2, dll deh. :)

Sewaktu di kereta Argo sindoro, aku menggunakan dia dengan maksimal. Hasilnya, sewaktu tiba di Semarang dan di jemput mantannya temanku, aku segera bertanya, disana bisa nge-charge? hehehe. Kasian si Soery udah kelaparan.

Kamera digital kesayanganku, Si Canny. Kamera kesayangan karena merupakan barang elektronik kebutuhan tersier pertama yang aku beli dengan uang hasil kerjaku. Hurray.....Dia selalu bisa di andalkan untuk arena outdoor. Tapi, tidak begitu bisa di ajak bergaya untuk indoor dan low cahaya. Entah kenapa bisa begitu. Nampaknya daku masih harus belajar mengutak-atik semua tombol yang ada di badan si Canny. Sambil baca buku panduannya ya.... ^_^

Di pulau, si Canny kurang kugunakan secara optimal. Aku tidak memberinya anugrah dengan pemandangan2 yang indah, tetapi justru ku paksa berhadapan dengan wajah2 narsis teman2 baruku. hehehehe....Karena aku pun ikut lupa diri dengan Euforia beraktivitas bersama dengan mereka, aku lupa untuk sekedar hunting pemandangan. its okay beib, sometimes we'll be there again.... :)Selanjutnya adalah laptop kesayanganku "si Lenny". Laptop pinjaman yang sudah setahun ini bertahan denganku. Meskipun baterai sudah soak dan nggak bisa tanpa charger lagi, tapi dia tetap kesayanganku. Meskipun sering ngadat atau nge-hank, tapi dia tetap sangat2 bermanfaat untukku. Dia kubawa serta karena aku berharap akan bisa menambahkan satu atau dua paragraf kedalam file "Mencari Pelangi Di Ujung Senja" ku. hahahaha....

Keberadaan si Lenny membuatku bisa menikmati semua photo dari anak2 yang lain, karena setiap malam kami segera memindahkan foto dari kamera ke si Lenny. Karena itu juga akhirnya aku dapat tugas PR untuk mengirimkan foto2 liburan by email. Tapi akhirnya kukirim by pos karena ampun2an kalau musti upload photo 1,6 Gb. :)

Dan yang paling idola dan juga penting adalah daypack kesayanganku si Karmin. Dia dengan setia menemaniku, memelukku dan diam tak berkutik manakala aku sedang merasa lelah. Dia selalu bertengger di punggungku. Terkadang dia memberiku kehangatan dari punggung, atau melindungiku dari terpaan angin ketika naik motor dari depan. :P

dan sewaktu di Pulau, dia membuatku merasa nyaman dan aman dengan semua barang2ku. Dia selalu menyertaiku kemanapun aku pergi, termasuk juga ketika aku ikut teman2 keliling pulau. Dia kuanggap sebagai yang tertua, dan bertugas melindungi adik2nya. (Jangan pikir aku gila kawan...) hehehe.

Satu lagi yang setia menemaniku. Sendal jepit ini. Dia bukan sendal kesayanganku, tapi dia juga kusayangi. Aku lupa bertanya pada si empunya, siapa namanya. Karena sendal itu mengikutiku tanpa sengaja. Biasa...karena penyakit lupaku yang sangat kronis. Tak sengaja memakai sendal orang, dan baru sadar keesokan harinya. Dengan panik aku mencari sendal jepit merahku "aduuh...siapa sih yang pakai sendal jepit merahku..aku kan mau pakai....." dan mata tak sengaja melihat sendal jepit lapang ini. Ouw..ouw...ouw....mulai curiga deh akyu. jangan2 penyakit lama kumat lagi. Cek n ricek ke Lawalata, benarlah sudah. itu adalah sendal baru OD yang sedianya di bawa ke Arjuno-Welirang. hwahahahaha..... so sorry de...^_^

Selain dengan mereka yang setia dan selalu bersikap manis padaku, aku juga pergi dengan sesuatu yang membuatku sedih. Bahkan membuat aku menangis di kereta. Beruntunglah aku duduk sendirian dekat jendela, jadi tidak perlu malu manakala butuh gerakan menyusut air mata. Dia adalah buku bacaan karya Dewi Lestari yang berjudul Perahu Kertas. Itu adalah buku Dee yang isinya jauh dari tulisan2 terdahulunya. Buku ini lebih ringan dan renyah untuk dibaca. Tentang kisah cinta remaja pastinya. Dee menuliskan dengan gaya bahasa yang sangat ringan dan mengalir, membuatku terlena ke dalam alurnya.

Awalnya aku membawa buku ini untuk kubaca di pantai jika nanti aku mengalami kebosanan. Namun saat berada di kereta menuju Semarang, aku mulai membacanya dengan harapan bisa lebih ngantuk dan tidur. Tapi apa yang terjadi? Karena bukunya menarik untukku, maka jadilah aku tidak tidur semenitpun sampai tiba di Semarang. Di beberapa bagian aku ikut menangis, karena bagian2 itu sempat menyentil perasaanku. hehehe....mellow deh...^_^

Bersama mereka lah aku berkelana sendiri menjadi si bolang.....ke salah satu pulau di Utara Jawa sana.... Its a nice trip guys....:)

No comments: