Hari ini, aku hanya ingin berusaha menjabarkan perbedaan ketrampilan yang di miliki oleh 2 montir langgananku. Bukan hal yang penting bukan? Tapi menurutku itu penting sekali. Karena itu akan menentukan langkah yang akan ku ambil seputar perawatan onderdil yang aku punya.
Sudah lama aku punya langganan montir yang bertugas mengurus segala macam tetek bengek per-onderdilan. Sebut saja dia montir A. Dia memang montir yang biasa saja. Bukan montir elite dan juga bukan montir kelas atas. Montir biasa, yang menikmati pekerjaannya, menghargai pekerjaannya, dan menghormati kliennya. Dia menganggap bahwa pekerjaan montir ini adalah pekerjaannya yang akan terus dilakukan sepanjang masa, tentunya dengan pekerjaan2 pokok yang lainnya pula.
Montir A selalu memperlakukan barang2 yang menjadi milik kliennya dengan hati2. Menge-cek keseluruhan bagian dengan teliti, pelan2, memperhatikan fungsi dan bentuk, serta keindahan/estetika. Dia tidak ingin melukai dengan sedikit goresanpun barang2 milik kliennya. Dia bekerja dengan sangat rajin, telaten, teliti, tekun, dan terampil.
Setiap bagian kecil dari apa yang Montir 1 kerjakan, akan terlihat enak di lihat, dan nyaman dirasakan. Benar2 sebuah kerja keras yang layak di acungi jempol sebanyak2nya. Tentu saja, hasil akhir yang dirasakan oleh para pelanggannya, terutama aku adalah “kepuasan”. Rasa puas terhadap suatu pelayanan adalah nomor satu dalam setiap usaha. Good job mister…. ^_^
Montir yang satu lagi adalah montir yang bisa kita sebut dengan Montir B. Montir yang satu ini memang tidak bisa di sepelekan juga kemampuannya. Dia sudah memiliki jam terbang tinggi untuk urusan per-onderdilan. Sudah banyak klien yang dia tangani. Namun entah mengapa, ada sesuatu yang kurang sesuai dengan ku.
Cara kerjanya sedikit kacau. Dia kurang rapi, kurang berhati2, dan kurang teliti. Dia mengerjakan pekerjaannya sesuka hati dia, dan sekendaknya saja. Dalam memperlakukan benda2 klien, dia juga tidak berhati2. Terkadang dia tidak teliti untuk bagian yang terlalu kecil atau detail.
Tidak jarang dia melakukan pekerjaannya dengan sedikit kasar, sehingga terjadi sedikit goresan2. Memang hanya goresan kecil, namun untuk orang yang teramat sangat mencintai barang2nya, pasti akan merasa sedih melihatnya.
Sepertinya dia juga kurang bisa memaintenance pelanggannya. Namun karena dia memiliki modal besar dalam bidang marketing/pemasaran, maka dia cepat mendapatkan pelanggan yang baru. Sedangkan pelanggan yang lama, mungkin sudah beralih ke montir2 yang lain pula.
Untuk hasil akhir, memang Montir B tidak berbeda jauh dengan hasil kerja Montir A. cukup memuaskan, asalkan kita tidak terlalu detail dalam melihat hasil kerjanya. Namun bagaimanapun juga, nampaknya aku harus segera beralih dan menetapkan pilihan pasti pada Montir A. Lebih aman untuk semua onderdil2, dan juga lebih bisa di percaya. Namun, seandainya kondisi mendesak dan darurat, Montir B masih bisa di gunakan. Hanya saja dia bukan lagi menjadi prioritas. ^_^

No comments:
Post a Comment