

Tersebutlah suatu hari yang panas, kering, dan gersang oleh angin laut yang bertiup perlahan. Di tepi laut itu seekor burung liar berjalan perlahan seorang diri, sambil memperhatikan sekelilingnya. Menikmati perjalanan dan anugrah tuhan yang maha kuasa. Dia melihat sebuah bahtera raksasa menjulang di depan sana. Semua makhluk memasuki pintu bahtera, entah dengan tujuan apa. Mungkin Tuhan sedang melakukan absen atau pertemuan mendadak untuk membahas suatu hal. Entahlah…. Si burung liar pun berjalan mendekat dan mengikuti arus kemana semua makhluk itu berjalan. Rupanya Tuhan sedang mengadakan sebuah perjalanan massal. ^_^
Burung liar merasa tidak mengenal satupun mahkluk yang ada di dalam bahtera itu. Dia hanya diam, melihat sekeliling, dan berusaha menemukan peraduan yang sekiranya bisa membuatnya nyaman. Dia tertarik dengan salah satu sudut yang berada dekat dengan tangga yang digunakan oleh semua makhluk itu naik. Di tempat itu, dia merasa bisa melihat sekeliling dengan aman, nyaman, dan leluasa. Selain itu, dia juga bisa menikmati aroma pesisir yang keras menyentak hidungnya.
Karena dia adalah burung liar yang sendirian, dia mencoba beramah-tamah dengan makhluk disekitarnya. Setelah itu, dia diam. Masih tidak tahu harus berbuat apa. Tiba2, dari arah tangga yang ada di depannya, munculah gerombolan onta yang cukup menyita pandangan mata. Gerombolan onta itu terdiri dari 6-7 orang. Kenapa cukup menyita pandangan mata? Tentu saja karena mereka memiliki penampilan yang berbeda dengan makhluk kebanyakan. Mereka terlihat mencolok.
Burung liar hanya diam dan mengarahkan sudut matanya pada gerombolan onta itu. Dia berfikir apakah kiranya dia bisa berteman dengan mereka yang tampak lebih dari yang lainnya itu. Gerombolan onta yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dan juga merupakan rombongan itu kesulitan menemukan tempat duduk. Akhirnya mereka berpencar dan mengambil posisi yang berbeda2 demi kenyamanan mereka.
Beberapa onta mengambil tempat dekat dengan burung liar, sedangkan beberapa yang lainnya berada tak jauh dari itu. Sepanjang bahtera itu berjalan, mereka bergerombol membentuk koloni di bagian luar bahtera, tempat satu2nya yang bisa membuat mereka bersatu.
Entah siapa yang memulai, terjadilah obrolan antara satu onta dan burung liar, yang akhirnya membuat si Burung liar masuk ke komunitas onta. Rupanya, selain si burung liar, ada pula sepasang merpati yang sedang dimabuk asmara ikut bergabung dengan gerombolan onta itu. Mungkin makhluk lain yang ada di sekeliling sedikit heran dengan kumpulan makhluk yang berbeda species ini.
Akhirnya mereka menjadi sebuah kumpulan yang penuh dengan keanekaragaman hayati. Biodiversity yang unik dan penuh warna. Menghabiskan hari mereka bersama, kemanapun mereka pergi selalu bersama, dan melakukan apapun selalu bersama. Karena kebersamaan dalam jumlah besar itu, burung liar merasa sedikit aman. Aman untuk menutupi sesuatu yang mungkin terjadi dalam dirinya. Sesuatu memang sedang terjadi padanya.
Manakala ada saat dimana burung liar berada jauh dari kumpulan onta dan merpati itu, matanya akan berusaha untuk focus pada satu hal. Manakala ada kesempatan untuk bisa berkumpul bersama, maka burung liar akan menciptakan kondisi yang wajar agar bisa berada di tempat2 tertentu. Suatu saat, dia bingung harus melakukan apa ketika sepasang matanya tiba2 berbenturan dengan sepasang mata yang lain. Memang terjadi sesuatu dengannya, meskipun sedikit dan berusaha di hindarinya.
Semua berjalan normal dan tidak ada yang aneh sedikitpun karena semua makhluk menjalani hari-harinya dengan sempurna. Mereka menghabiskan waktu dengan berbagai permainan, sehingga waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa. Semua menikmati perjalanan yang di rancang oleh Tuhan sedemikian rupa. Menikmati tanpa protes, mengalir bagaikan air. Seusai perjalanan, sedikit yang menyadari bahwa Burung liar menyimpan sesuatu. Sampai dengan mereka berpisah, burung liar berhasil menyimpan semua keindahan itu sendiri.
Sampai beberapa waktu kemudian baru disadarinya bahwa cupidnya salah arah dalam menembakkan mata panahnya…..^_^
No comments:
Post a Comment