Aku hanya ingin menceritakan sebuah cerita yang tidak penting.
Cerita tentang isi sms ku dengan salah satu temanku(yang aneh bin ajaib orangnya). Temanku ini, kalau membalas sms selalu saja membuatku ngakak atau paling tidak tersenyum2 sendiri untuk beberapa waktu. Bagaimana tidak, kalau menulis pesan panjang, dia tidak menggunakan satupun koma atau titik.
Semua di gabung menjadi satu kalimat, sehingga kita sendiri yang harus memilah dan memisah kalimatnya. Terkadang aku suka salah tafsir dengan maksud tulisannya, karena terjadi kesalahan pemenggalan kata. Itu juga yang membuatku menjadi tampak lemot dan bolot. Hahahah...
Kemarin, aku mengirimkan sebuah pesan kepada temanku itu. Isinya adalah protes terhadap suatu hal yang telah dia lakukan. Rupanya dia sudah menipuku dengan mengatakan sesuatu yang berbeda dengan kenyataan. Bukan hal serius teman2...Cuma hal iseng seperti biasa.
"Heh, kamu.... tukang tipu.... seenaknya aja ngerjain aku. Aku jadi bahan tertawaan deh jadinya... hayoo...Kamu nipu apa lagi selain itu? tukang tipu...tukang tipu...sekongkol...." Kataku dalam sms
Lama tak ada balasan, dan akupun melupakan bahwa aku pernah mengirim pesan padanya. Hahaha.... kebiasaan burukku, kalau mengirim pesan tidak langsung di balas, pasti jadi lupa pernah berkirim pesan. :P
Rupanya selang beberapa jam (selang koq beberapa jam) kemudian, ada pesan masuk dari temanku itu. Pesan yang semakin membuatku amnesia, hal ikhwal sms ku yang sebelumnya. Untung dia mengirimkan pesan dengan nomor handphonenya. Kalau dia mengirimkan pesan dari handphone orang lain alias minjem, pasti aku tidak akan mengerti.
"Tukang tipu itu sama tukang panci sama nggak? apa sodaraan? "
Thok thil.... tidak ada tambahan apapun.
Hahahha....
Dasar ansos...
Wuih....semakin lama aku semakin ingin menginventarisasi semua temanku lengkap dengan ciri fisik, dan ciri khas mereka. Memang teman lah yang bisa membuat hidup kita berwarna dan penuh tawa, selain keluarga.... ^_^
Satu lagi cerita nggak penting seputaran sms.
Aetelah aku puas tertawa ngakak dengan beberapa pesan dari temanku yang pertama, rupanya muncul lagi pesan dari temanku yang lainnya. Nah, temanku yang satu ini lebih unik lagi. selalu mengumpat. Sepertinya umpatan adalah teman hidup sejatinya.
"Setan, Asem, Mbahmu" dan masih banyak lagi kata2 yang setia menemaninya kemanapun dan dimanapun dia berada.
Tapi itulah justru seninya. Hari yang padat dan cukup melelahkan akan terbayar dengan berkomunikasi dengan dia. Karena kita jadi bisa ikut meluapkan emosi melalui umpatan2 itu. Memang sih, not good to see by the children. tapi ya gimana ya... seni hidup itu...:P
Nggak penting kan...ceritanya...:P
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment