
Pagi yang indah, tapi dingin....
Aku menyukai pagi, meskipun sudah lama aku tidak bisa menikmati pagi yang sempurna. Semua berhubungan dengan sifat kebluk ku. Kemampuan bangun pagi mulai melemah.
Beberapa hari ini, pagi adalah sebuah misteri. Dia datang dengan sejuta galon air yang tumpah ruah di sekitarku. Hujan di pagi hari. Bagaikan sebuah kelompok orkestra atau pemain sirkus, pagi di beberapa hari belakangan ini selalu datang beserta dengan rombongannya.
Pagi selalu datang bersama dengan hujan, angin, dan dingin. Bersamaan membentuk melodi indah menyambut datangnya hari. Merdu.... mengalun bagaikan nyanyian ibu, mengalir bagaikan dongeng. Membuat mata semakin berat dan meredup.... kembali pulas di buaian alam mimpi.
Pagi yang sempurna dengan semua keanekaragaman isinya. Dinamika warna, suara, dan bentuk yang hanya bisa di torehkan oleh Dia yang maha segalanya.
Hanya satu yang tidak aku sukai dari datangnya rombongan konser ini adalah, disertai pula dengan datangnya morning attack untukku. Bersin, mampet dan serak. Sepaket komplit nggak pake telor.... hiks...hiks...huatchiii....:P
Tapi bagaimanapun, semua tetap saja sempurna.....
Even sempurna dengan morning attack-ku
No comments:
Post a Comment