SWAB Antigen
Kalau di cerita hari ke-13 kemarin, tentang GeNose, sekarang saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama K melakukan Swab Antigen.
Alhamdulillah sampai detik ini, kami semua sehat. Sehingga tidak harus melakukan tes ini itu atau swab ini itu. Sehingga, saat akhirnya tes itu diperlukan sebagai syarat melakukan perjalanan, dia sempat takut. "Nanti sakit nggak?" Atau "Aku nggak mau swab, nanti sakit". Dsb.
Saya yang juga baru pengalaman sekali melakukan Swab Antigen, dengan sok tahu berusaha menenangkan dan meyakinkan "Nggak sakit kok. Cuma kayak ngupil aja..."
Dan saat harinya tiba untuk Swab Antigen, terbersit keraguan saat dia menatap saya. Sebetulnya saya juga rada keder untuk dia. Takut nanti berontak, bisa gawat. Karena Swab tidak bersama ayahnya, cuma bersama saya dan @khairunnisun .
Dari rekomendasi @khairunnisun , kami melakukan Swab Antigen di rumah sakit baru yang berada di sebelah kiri jalan, setelah jembatan, sebelum Perempatan Semplak. Rumah sakitnya sepi, seperti private service karena yang datang cuma kami bertiga saja. Yang tes cuma berdua.
Ketika mbak2 dengan APD merah marun memanggil, saya & K masuk bersamaan. Sengaja K dulu yang tes, biar dia nggak jadi takut kalau2 saya menjerit histeris atau berontak 😅😅😅
Cepat saja. Setelah selesai, saya lihat mata K berkaca2 dengan air mata. "Sakit mbak?" Tanya saya. Dengan tersenyum dan mengucek2 matanya, dia menjawab "Enggak, cuma geli2 gimana gitu". 😁
Sekitar 15 menit menunggu, hasilnya keluar. Dan tak lama kemudian, hasilnya juga muncul di aplikasi pedulilindungi. Aaahhh, Indonesia!!! Getting better day by day (dan seterusnya) yaaa 💪💪💪
Pengalaman baru yekaaan...
#30harisemutbercerita #30hbcsmk
#swabantigen
Kalau di cerita hari ke-13 kemarin, tentang GeNose, sekarang saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama K melakukan Swab Antigen.
Alhamdulillah sampai detik ini, kami semua sehat. Sehingga tidak harus melakukan tes ini itu atau swab ini itu. Sehingga, saat akhirnya tes itu diperlukan sebagai syarat melakukan perjalanan, dia sempat takut. "Nanti sakit nggak?" Atau "Aku nggak mau swab, nanti sakit". Dsb.
Saya yang juga baru pengalaman sekali melakukan Swab Antigen, dengan sok tahu berusaha menenangkan dan meyakinkan "Nggak sakit kok. Cuma kayak ngupil aja..."
Dan saat harinya tiba untuk Swab Antigen, terbersit keraguan saat dia menatap saya. Sebetulnya saya juga rada keder untuk dia. Takut nanti berontak, bisa gawat. Karena Swab tidak bersama ayahnya, cuma bersama saya dan @khairunnisun .
Dari rekomendasi @khairunnisun , kami melakukan Swab Antigen di rumah sakit baru yang berada di sebelah kiri jalan, setelah jembatan, sebelum Perempatan Semplak. Rumah sakitnya sepi, seperti private service karena yang datang cuma kami bertiga saja. Yang tes cuma berdua.
Ketika mbak2 dengan APD merah marun memanggil, saya & K masuk bersamaan. Sengaja K dulu yang tes, biar dia nggak jadi takut kalau2 saya menjerit histeris atau berontak 😅😅😅
Cepat saja. Setelah selesai, saya lihat mata K berkaca2 dengan air mata. "Sakit mbak?" Tanya saya. Dengan tersenyum dan mengucek2 matanya, dia menjawab "Enggak, cuma geli2 gimana gitu". 😁
Sekitar 15 menit menunggu, hasilnya keluar. Dan tak lama kemudian, hasilnya juga muncul di aplikasi pedulilindungi. Aaahhh, Indonesia!!! Getting better day by day (dan seterusnya) yaaa 💪💪💪
Pengalaman baru yekaaan...
#30harisemutbercerita #30hbcsmk
#swabantigen
No comments:
Post a Comment