Di suatu sore, di balkon rumah
Hanya ada aku, dia, dan keheningan
Surya mulai tenggelam,
Meninggalkan temaram yang perlahan kian kelam
Satu demi satu seruan berkumandang
Ajakan kembali pulang, menggantikan tonggeret dimasa silam
Ini adalah momen
Dimana asa dan nestapa bersentuhan
Bersinggungan kulit terluar yang seolah tak nyata
Untuk kemudian berjalan saling menjauh
Asaku merebak bersama terang
Nestapaku hadir manakala cahaya mentari berakhir
Siang membuatku terus bergerak
Malam memaksaku menghadapi yang terserak
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #inbetween
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment