Saturday, January 1, 2022

30hbc2201 - Bu Amah Gula Aren

Selamat Tahun Baru 2022!!!


Setelah lama kehilangan minat menggunakan IG, hari ini saya mencemplungkan diri kembali di per-IG-an. Kalau istiqomah, setidaknya untuk 1 bulan ke depan. Bersama dg teman2 @kaizenwritingalumni , kami akan berbagi cerita dalam program #30haribercerita . Ini cerita pertama saya...
---

Minggu lalu, saya, suami, & anak, menginap di kampung bernama Cibunian, pinggiran Kab Bogor. Selama 3 hari, kami tdk mendapat sinyal sama sekali krn sinyal memang langka di sana (Ya ampun, ini di Bogor ya gaesss).

Hari kedua, kami mencoba hiking ke curug (air terjun) yg belum banyak di ketahui orang keberadaannya. Di tengah perjalanan, kami bertemu & berkenalan dengan Ibu Amah. Seorang nenek dengan 5 cucu yang sehari2 pergi ke hutan tempat saungnya berada, untuk membuat Gula Aren dan juga bertani padi.

Bu Amah bercerita bahwa beliau menikah dengan suami tercintanya di usia 12 tahun, dan setahun kemudian sudah mulai dikaruniai seorang putra. Anak & cucu Bu Amah sering menemaninya di saung gula juga.

Perjalanan ke curug, rupanya melewati saung gula Bu Amah. Dg ramah beliau mengajak kami mampir, & menyuguhi air nira hangat. Ternyata si Bapak sudah mulai merebus nira hasil panen hari itu.

Saya beruntung sekali bertemu & berbagi cerita dgn Bu Amah & suami, serta diberi kesempatan untuk menunjukkan pada anak saya bagaimana proses pembuatan gula aren. Dulu sewaktu kecil, saya juga sering menunggui alm Mbah Buyut Atmo membuat gula kelapa, sambil berharap diberi sedikit glali untuk di emut karena saat itu kami tidak bisa seenak jaman sekarang membeli permen.

Sepulang dari curug, kami mampir kembali ke saung gula Bu Amah, & mendapatkan suguhan Glali. K menikmati Glali bersama kami di belakang saung sambil mengamati kerbau merumput di petak2 sawah di bawah kami.

Hari itu, Bu Amah & suami hanya mendapatkan 3 hulu gula saja, dijual dengan harga 45 ribu rupiah.

Saat kami bilang akan kembali lagi di kunjungan selanjutnya, Bu Amah tertawa sambil berkata "arek neangan naon didieu, mending di kota atuh loba nu di tempo..."

Giliran kami tertawa, karena berfikir sebaliknya... 🤭

Sehat terus ya Bu Amah & Bapak 🙏🙏🙏
#30hbcsmk #30hbc2201

No comments: