Today is the Day!
Hari Rekonsiliasi bagi dua anak manusia yang baru mulai belajar mengenai nilai-nilai Compassion. Lucu juga kalau saya perhatikan bagaimana anak-anak mensikapi dunia dan masalahnya.
Hari ini, karena ada pengumuman akan ada Demo, maka sekolahan di pulangkan lebih cepat. Meskipun waktu belajar menjadi lebih pendek, tapi saya tetap keukeuh ingin menjemput K. Ayahnya yang juga ingin menjemput akhirnya mengalah, setelah saya katakan bahwa saya penasaran dengan cerita dari K hari ini. Kalau ayahnya yang jemput, pasti tidak ditanya-tanya cerita hari ini.
Akhirnya seperti biasa, setelah di panggil namanya, saya gandeng anak saya sambil bertanya pertanyaan standar:
S: "Gimana hari ini? menyenangkan?" tanya saya.
K: "Lumayan. Nggak ada Pramuka ya?" tanyanya balik.
S: "Iya, nggak ada. Katanya mau ada demo, jadi pulang cepet dan nggak ada pramuka." Kami berjalan menuju pintu keluar.
Di dekat pintu keluar, saya melihat murid yang sedang memakai jaket, dibantu oleh ibunya. Saat kami mendekat, anak itu melambaikan tangan dan memanggil nama K. K membalas lambaian tangannya dan menyebut namanya. A.
Saya yang masih sedikit terkejut, jadi kehilangan kata-kata. Terlebih karena posisi saya sudah di pintu keluar, jadi tanggung kalau mau berbicara lebih banyak. Jadi saya hanya bisa bilang, "Eeeh, halooo temannya K. Kami duluan yaaa..." Saya mengangguk ke arah ibunya A.
Di luar, sembari berjalan ke arah parkiran motor, saya kepo mania seperti biasa.
S: "Jadi gimana tadi?" tanya saya.
K: "Tadi tuh kita cuma cepet gitu bunda. Aku cuma bilang - A, ya udah deh daripada kamu dimarahin mama kamu terus, dan aku disuruh maaf-maafin kamu terus sama Bunda aku, kita maafan aja deh- terus dia diem aja tapi ngulurin tangan salaman gitu. Ya udah kita salaman." Ceritanya nyerucus membuat saya tersenyum lebar.
S: "Waaah... Itu bagus sekali. Syukurlah kalau kalian sudah baikan dan berteman lagi sekarang. Besok-besok udah bisa main bareng lagi kan," kata saya.
K: "Terus bunda, kalau girls itu kadang suka lucu memang ya." Katanya.
S: "Kenapa lucu memangnya?" tanya saya heran.
K: "Iya, tadi SMT kan lihat aku sama A salaman, terus kayaknya dia ngomong sesuatu sama ABL, tapi aku nggak denger dia bilang apa. Tangannya kayak nunjuk ke aku sama A gitu." Ujarnya.
S: "Ooo... Iya memang kadang girls itu unik. Kalau Bunda tebak, mungkin SMT bilang ke ABL -Eh, lihat itu. K sama A udah baikan sekarang- gitu mungkin ya?" tanya saya.
K: "Mungkin. Bisa jadi." Pungkas K.
Saya lega mendengar cerita K. Saya juga merasa bangga dengan anak-anak ini. Ke depan, masih banyak yang akan anak saya dan juga anak-anak lain pelajari, baik itu disadari ataupun tidak.
Dari kisahnya K selama satu mingguan ini, saya belajar banyak darinya. Saya belajar bagaimana menjadi orang tua saat anaknya mendapatkan masalah. Mungkin cara yang saya ambil bukanlah yang terbaik atau terideal. Namun, semua cara itu adalah cara yang saya dan anak saya percaya adalah yang terbaik yang dapat kami lakukan. Dengan bantuan Allah SWT, maka tidak ada yang tidak mungkin. Tidak apa-apa memilih cara yang bukan yang terbaik, selama kita yakin dan percaya bahwa Allah SWT bersama kita, maka semua akan baik-baik saja. Aamiin
No comments:
Post a Comment