Wednesday, September 7, 2022

2nd Bad Day at School of K

Well, what can I say... Selain daripada sebuah disclaimer bahwa "Tulisan ini adalah berdasarkan satu sisi anak saya, belum di konfirmasi dengan pihak lain".

Rupanya, hari ini masih menjadi bad day untuk K di sekolah. Walaupun tanpa ada air mata lagi, karena K sudah lebih siap dan kuat hatinya. Tapi saya sedih dan hampir menangis mendengarnya. Maklum bendungan air mata saya ini suka ambrol kalau mendengar sesuatu yang sensitif. 

Begini cerita K saat saya menjemputnya di sekolah: 

S: "Gimana hari ini?" Pertanyaan standar saya setiap kali menjemputnya di Hall. 

K: "Hari ini even worst bunda..." Heee??? Saya deg-degan mendengarnya, tetapi berusaha untuk tidak kelihatan kaget. 

S: "What is the story?" 

K: " Tapi bunda don't say a word sebelum aku finish cerita. ok? Not a word." Yaelah, bikin emak makin was-was aja. 

S: "Iyaaa... Janji," jawab saya.

K: "Jadi, tadi A ngomong sama aku gini - Heh kamu anak m*s**m, ngapain kamu di sini? Ini kan tempat anak K***t*n sama K***l*k doank- gitu coba bunda." Saya yang mendengar cerita K, benar-benar sedih. 

Hal ini sudah saya duga akan terjadi, tetapi saya tidak menyangka secepat ini dia bertemu dengan teman yang 'begini'. Saya perhatikan raut wajah K saat dia bercerita, hati saya menghangat karena dia tidak sedih ataupun tertekan. Dia bercerita dengan ceria. 

S: "Masak sih dia ngomong gitu? Kok mean sekali temen kamu?" Saya sambil sedikit tertawa menutupi kesal di hati. 

K: "Terus dia bilang lagi gini, coba K kamu ngaca. Eh jangan deh nanti kacanya pecah. Soalnya wajah kamu kan jelek banget." Kekagetan saya belum berhenti.

S: "Hah? Beneran dia bilang gitu?" 

K: "Iya."

S: "Kamu bilang Pak R nggak?" tanya saya.

K: "Enggak." Katanya. 

S: "Terus pas dia bilang kayak gitu, kamu gimana? Aku dance floss aja di depan dia sambil bilang oke... oke... gitu"

S: "Kok gitu ya A..." kata saya. 

K: "Tapi bunda... The funny thing is... Kan tadi hasil ulangan Bahasa Indonesia dibagiin. Aku nilainya nggak remed sih, tapi passs banget sama KKM (eeeaaa... pembuukaan yang ciamik). Tapiii, A nilainya berapa coba? 31 donk. Kayaknya Tuhan menegur dia karena kemarin dia mean sama aku ya bunda," saya terkekeh mendengar kata-katanya dan mengangguk-angguk saja. 

S: "Tapi so sad juga ya ada temen kamu yang masih ngebeda-bedain teman karena agama. Poor A...," kata saya. 

K: "Kok poor A? kenapa bunda kasihan sama dia?" tanyanya nge-gas.

S: "Ya maksudnya berarti dia nggak open minded gitu. Sama hatinya juga nggak terbuka. Kan kasihan. Dia perlu bimbingan lebih dari orang tua atau gurunya." Kata saya.

K: "Padahal kan di pelajaran BK susternya udah ngasih tau. Kayaknya A nggak dengerin susternya pas BK. Jadi kayak gitu." Sungutnya. 

S: "Iya, makanya kasihan dia ya... Nggak papa deh. Kan kamu sudah maafkan tadi malam. Nanti malam pas berdoa kamu maafkan juga aja. Biar Tuhan kasih jalan ke A untuk jadi lebih baik." kata saya. 

Kamipun berkendara motor menuju salah satu resto makanan cepat saji sebelum ke tempat K les. Hari ini, pilihannya berbeda dengan yang kemarin, tapi yang lokasinya di seberangnya. Makan ayam goreng. Eeeaaa. 

Sungguh hari ini hati saya pun masih gemassshhh... Rencanya, kalau besok masih ada kejadian lagi dengan anak yang sama, maka saya akan mengambil tindakan dengan memberitahu wali kelasnya. Supaya beliau lebih memantau anak tersebut, jika saja ada yang perlu dikhawatirkan. 

Life is not always rainbows and butterflies ya Mbak K... But it's still sad to know that you have to start this early year :-)

No comments: