Jadiii... (eeeaaa, penasaran kaaan gimana hari ini?)
Hari ini, Saya yang bertugas mengantar dan menjemput K dikarenakan ada janji temu dengan 2 orang teman 1 grup WAG yang syulit sekali untuk ketemuan. Tadi malam tiba-tiba MedMed nulis di WAG "Ini kapan kita teh mau ngopi-ngopi gitu ketemuan? Jangan sampai kita ketemuannya nanti 2023 pas nonton Indonesia Master doank nih!"
Saya dan FefFef tertawa membenarkan. Long short story, jadilah kami janjian dadakan harus jadi pagi ini. Berkumpul di tempat yang rupanya sudah buka dari jam 7. Enak banget kan buat emak-emak drive thru kayak kita-kita ini. Hahahaha.
Setelah mengantar K sampai depan lobby, saya duduk dulu di pos. Menyadari bahwa ponsel saya tertinggal di rumah. Ya sudah lah ya, mau gimana. Saat akan meninggalkan lingkungan sekolah, tiba-tiba mama nya teman K datang dan kami ngobrol dulu. Long short story, tanpa ditanya, beliau bercerita mengenai cerita yang disampaikan anaknya, I. Beliau bilang I bercerita, kalau ada teman laki-laki mereka di kelas yang mencubiti K, tetapi K diam saja dan tidak ingin lapor. Saya tersenyum dan mengatakan bahwa saya merasa lega. Lega karena ternyata ada saksi mata yang melihat perlakuan kurang baik teman K kepadanya. Kamipun bertukar cerita mengenai pengalaman anak-anak di sekolah.
I juga mengalami keisengan temannya, dan Mama I rupanya sudah lebih dulu bercerita kepada wali kelasnya. Saya jadi merasa sedikit lebih baik lagi karena ada teman seperjuangan. heheheee.
Lalu, saya undur diri untuk bertemu dengan kedua teman saya. Ngeeeeng... Ngeeeng...
Pertemuan singkat yang cukup menghibur ya man-teman... Coba kita lihat apakah Senin pagi minggu depan kita bisa benar-benar menggebuk kok bersama, atau hanya akan menjadi wacana seperti biasa :-p
*
Saya seperti biasa menjemput K dengan perasaan penasaran. Ketika namanya di panggil, saya menjemputnya dan segera bertanya,
S: "Gimana hari ini? Fun?" tanya saya.
K: "Fine..." jawabnya pendek.
S: "No incident, no tragedy, no crumpled paper flying?" tanya saya.
K: "Nggak ada. Oh iya, aku tadi tanya ke A - Mana, kamu nggak gambar babi lagi buat aku? Aku kirain kamu mau gambar aku babi lagi?- gitu," cerita K. Saya heran dengan pertanyaannya dia.
S: "Memangnya kenapa kamu mau dia kasih gambar kamu lagi? Kalau gambarnya nggak baik lagi gimana?" tanya saya.
K: "Kan aku mau tempel di dinding buat kenang-kenangan gitu." Sayapun tertawa mendengar alasan K. Attagirl!
S: "Terus A gimana pas kamu tanya gitu?" emak kepo yekaaan.
K: "Dia kayak mikir bingung gitu, terus tanya aku - "Emangnya kamu mau?- gitu. Aku bilang aja mau. Terus dia bilang -Tapi kamu jangan bilang-bilang Pak Ridwan lagi ya-." pungkasnya.
S: "Tuh kaaan bener, kalau kamu keep nice to him, dia akhirnya jadi bingung kenapa dia nggak baik sama kamu kan?" kata saya. Dalam hati saya bersyukur, sepertinya Pak R sudah menegur A dan A tidak ingin lagi berbuat yang tidak baik pada K. Legaaa kaaan, emak :-)
Kemudian, saya menceritakan pada K mengenai kejadian yang menimpa I, temannya.
K: "Aku juga gitu bunda...," Katanya.
S: "Tangan kamu digituin juga?" tanya saya penasaran.
K: "Iya, sampai sakit gitu," katanya.
S: "Kamu lapor Pak R nggak?"
K: "Enggak. Karena kan aku masih bisa tahan rasa sakitnya gitu."
S: "Eeehhh... Nggak boleh dooonk. Kalau kamu mulai sakit, harus lapor sama wali kelas. Takutnya kalau kamu menahan sakit, ternyata tangan patah gimana? Memangnya kamu ngapain sampai digituin?"
K: "Kan dia challenge aku bunda. Nantangin aku?" emaknya mulai mencium aroma-aroma sesuatu.
S: "Coba sini praktekin sama bunda, gimana kalian pas lagi kejadian!" pinta saya. K maju dan mengambil tangan saya, lalu menggenggam telapak tangan saya dan menindihnya di meja. Sayapun tertawa menyadari bahwa misteri tragedi jepit tangan hari pertama terpecahkan.
K: "Mbak, itu sih namanya kalian adu panco! Kalau kata orang jawa, itu namanya engkol. Itu kan consent kalian berdua, jadi bukan attack. Beda sama yang kamu di dorong kemaren itu." Kata saya.
Saat saya tanya alasan kenapa dia mau di ajak adu panco dengan A, K menjawab bahwa dia ingin mencoba dirinya sendiri. Apakah bisa menahan A yang badannya besar, lebih tua, suka nakal, dan ketua kelas itu. Kemudian saya menjelaskan bagaimana membedakan serangan dan permainan semacam tantangan adu panco. Saya anjurkan K untuk tidak lagi menerima tantangan fisik dengan teman, terlebih dari yang jelas-jelas ukuran badannya lebih besar. Berbahaya.
Fffiiiuuuhhh... Akhirnya hari ini tak ada drama di antara kita ya kakak... :-p
Have a good weekend, teman-teman!!!
No comments:
Post a Comment