Namanya manusia yang menjalankan kegiatan rutin setiap Senin - Jum'at, maka akhir pekan adalah surga dunia.
Hari Senin hingga Jum'at, acapkali menjadi hari-hari yang berlalu seperti petir. Datang dengan cepat, cukup memberikan kejutan, tapi lekas berlalu begitu saja tanpa meninggalkan tanda. Kecuali jika petirnya berhasil menyambar sesuatu, maka bukan tidak mungkin ada efek lain setelahnya.
Begitu pula dengan saya. Hari Senin - Jum'at adalah hari di mana kemampuan untuk berpindah tempat baik fisik maupun fikiran diperlukan dalam kecepatan tinggi. Jam sekian sampai sekian, melakukan ini, jam sekian sampai sekian di sini, dan seterusnya. Jeda yang saya punya memiliki jendela waktu yang tidak banyak. Jam 8 malam hingga 4 pagi. Cukup sebetulnya untuk ukuran orang dewasa. Kalau itu hanya digunakan untuk tidur saja. Tapi kan saya juga perlu me time seperti nonton, menyeruput kopi dengan santai alih-alih menenggaknya seperti arak, atau sekedar membaca buku dengan fokus hingga alur ceritanya tidak porak poranda. Maka waktu tidur mungkin hanya tersisa dari pukul 10.30 - 3.30 pagi.
Jadi, saya sekarang tidak berbeda dengan tante salmul kesayangan, yang kalau akhir pekan hanya punya dua pilihan, mager sepenuhnya atau pergi sejauh-jauhnya. Hahahaha
Berhubung Pakne sedang jalan-jalan cantik ke Dieng bersama dengan geng ladies nya, jadi Hari Sabtu kemarin K dan saya menghabiskan waktu bersama dengan halan-halan ke Mr.D*Y. Mbak Sis sudah punya list panjang karena (merasa kalau saya berhutang banyak padanya, dan ) dia memiliki piutang pada saya. Eeerrr
Long short story, K mendapatkan beberapa yang dia mau (beberapa lainnya tidak saya approved karena kebanyakan) dan kami pulang ke rumah. Sore harinya, bersama dengan tetangga kanan kiri depan belakang dan juga tetangga yang biasa kumpul makan-makan, kami makan Cuangki di rumah kami. Alhamdulillah ramai. Sudah lama tidak berkumpul bersama mereka, jadi lumayan membuat alasan untuk bertemu :-)
Hari ini, K dan saya bersama dengan 2 orang tetangga dan 1 anaknya, kami menjajal nongkrong di pinggir Danau Situgede. Menikmati area yang telah di rombak menjadi tempat yang jauh lebih baik daripada sebelum pandemi. Sekarang sudah ada jogging track yang lebar mengitari danau, dan ada kafe baru juga. Jogging track keren, kafe not so much. Kami datang jam 7.45, memesan es coklat, es kopi, dan kopi panas, serta cemilan-cemilan. Lebih dari setengah jam (atau hampir sejam ya) kami menunggu, baru es coklat, es kopi dan cemilan yang datang. Setelah menunggu lama lagi, pelayannya baru datang dan memberi tahu bahwa mungkin kopi panasnya baru bisa siap sekitar 20 menit lagi. Eheeemmm
Akhirnya teman saya mengusulkan untuk diganti dengan es kopi dengan harga yang sama. Fineee...
Rupanya lama lagi juga pesanan ini datang. Akhirnya saya mendekati kasir (kalem kok, nggak pakai tanduk) dan berkata,
Saya: "Mbak, yang tadi katanya mau di ganti es kopi mana ya? Saya sudah mau setengah hari lho di sini, belum turun juga. Kalau tadi saya dapet kopi panas, sekarang sudah bisa jadi es kopi juga..."
Mbaknya: "Oh iya ini kak, sedang di seal. Maaf ya kak lama." Dua cup es kopi di letakkan di depan saya, dan saya ambil keduanya dan bersiap pergi.
Masnya: "Oh, nggak dianter aja kak?"
Saya: "Nggak usah mas, nanti lama lagi saya nunggunya." Saya tersenyum.
Jadi, kami malah mendapatkan ide untuk kembali ke area danau kapan-kapan, tapi piknik saja di area hutannya. Nggak usah di kafe. Bawa kopi dari rumah sajaaa :-)
It's a Very Well Spent Weekend, tetep ^_^

No comments:
Post a Comment