Halooo... Had a good weekend? Great!!!
Saya kepengen sharing lagi cerita hari ini. Tidak ada lagi drama, tidak ada lagi incident, tidak ada lagi gesekan anak-anak. Yang ada tinggalah keisengan si anak wedhok. Eeerrr... Duh Mbak, kamu nyontoh siapa itu siiih... ~_~
Jadi, seperti biasa saat namanya di panggil, saya ke depan mengambilnya dan bertanya,
S: "Gimana hari ini? Fun?"
K: "Fun..."
S: "Nggak ada tragedy? Nggak ada insiden? Nothing whatsoever?"
K: "Enggak... Cuma, tadi kan A deketin aku terus bilang -K, kamu harus maafin aku pokoknya- Terus aku tanya, - Kamu dimarahin mama kamu ya?- Dia bilang iya. Terus aku bilang lagi - Nggak mau ah kalau minta maafnya maksa gitu- gitu aja, terus aku pergi." Kisahnya.
S: "ooo... Tapi setelah itu kamu maafin dia kan? Sekarang udah maafan?" tanya saya.
K: "Ya belum lah. Kan dia maksa minta maafnya. Aku males kalau dia maksa gitu." jawabnya.
Hadeuuuhh... Memang sih ya, kalau di rumah, antara saya, ayahnya, dan K, kalau cara minta maafnya memaksa, kami segan menerima dan memberi maaf. Kami akan menunggu sampai yang minta maaf, benar-benar terlihat minta maaf. Tapi kan berbeda rumah, berbeda tata cara minta maaf mbak'eee... Batin saya.
Setelah K mengulangi beberapa kali lagu Tanah Air untuk keperluan PTS Seni Musik Hari Kamis nanti, saya mulai mengajak K berbicara lagi.
S: "Mbak, Bunda rasa, A sudah cukup mendapat pelajaran. Sudah di tegur wali kelas, sudah dimarahi mamanya. Jadi sudah saatnya kamu memaafkan dia juga. Kan dia sudah minta maaf, jadi dia pasti sudah banyak belajar dan mengerti," kata saya.
K: "Iya," jawabnya pendek.
S: "Gimana kalau besok, kamu datangi A, dan bilang -Setelah aku pikir lagi, ya sudah kita maafan aja. Aku maafin kamu. Tapi jangan diulangi lagi ya, kan waktu pelajaran BK sudah diajarin untuk nggak gitu. Dan lain kali kalau mau minta maaf, jangan maksa. Tapi bilang maafin aku yaaa... gitu." Usul saya.
K: "Iya deh..."
Dua anak sudah banyak belajar tentang nilai pertemanan dua minggu ini. Semoga besok, anak wedhok ini bisa benar-benar berjiwa besar dan mengulurkan tangannya untuk memaafkan temannya. Aamiin :-)
Selain daripada itu, hari ini dia menceritakan pengalamannya mengenai umur dan ukuran badan. K bercerita kalau teman-temannya menyangka dia berumur 6 atau 7 tahun karena badannya mungil. K bilang dia tidak suka dibilang mungil. Saya bilang dibilang mungil itu bagus. Saya saya kepengen di bilang lebih muda dari umur sebenarnya, 27 tahun gitu. ahhahahaa #curhat :-p
No comments:
Post a Comment