Hari ini, saya menjemput K dengan H2C. Penasaran juga sih alias kepo ala emak-emak. hehehe
Setelah anaknya muncul di pintu dan namanya dipanggil oleh wali kelasnya, saya menjemputnya dan langsung bertanya seperti biasa.
S: "Hai, gimana hari ini? Fun?" Dia tertawa dan menggandeng saya. Kamipun berjalan menuju pintu keluar hall.
K: "Today is funny lho bunda..., " katanya. Saya penasaran. Hmmm... Sounds good, right?
Karena hari ini hujan cukup lebat, saya mengajak K untuk duduk lesehan di depan Hall dulu sembari mendengarkan ceritanya.
S: "Kita di sini dulu aja. Kamu cerita dulu. Kan setelah kamu cerita, nanti bunda perlu mikir apa jadi ke wali kelas kamu atau enggak." Kata saya.
K: "Jadi, tadi kan aku jalan di kelas. Terus A berdiri di depanku gitu. Dia bilang - Hey K! Item jelek! Ngapain kamu? - gitu, terus dia dorong aku sampe aku mundur gitu," ceritanya. Saya menghela nafas sambil geleng-geleng kepala. Lagi-lagi ya bocah itu, hahaha.
S: "Terus kamu ngapain?"
K: "Ya aku diem aja pergi. Terus dia gambar sesuatu gitu kan. Habis itu dia crumple terus di lempar ke aku gitu. Pas aku buka ada gambar babi nya. Terus ada tulisannya K = B**i G****l gitu. Aku sobek2 aja kertasnya, aku buang di tempat sampah." Ceritanya.
S: "Lhooo, jangan di sobek donk. Lain kali kalau dia bikin sesuatu lagi, masukin aja ke tas ya biar bunda bisa lihat," saya kepo, hahahha.
K: "Ini ada nih satu lagi (dia mengeluarkan dua gumpalan kertas dari kantongnya dan saya mengambil salah satu yang menggelinding) jangan yang itu, itu aku yang bikin." Katanya.
S: "Lho kamu bikin juga? Sama jeleknya jangan2 kayak bikinan dia?" tanya saya.
K: "Tapi itu cuma buat aku aja kok. Karena kan aku kesel jadi need to draw it," hmm, make sense kata saya dalam hati.
S: "Apa itu tulisannya?" Saya melihat gambar yang telah di uwel-uwel itu dan geleng-geleng kepala. Sebuah gambar Babi, dengan tulisan "K = Jeruk Babi"
Saya bilang kepada K bahwa kami perlu menghadap wali kelas, karena sudah 3 hari berturut-turut A melakukan tindakan yang tidak seharusnya. Apalagi sudah pakai mendorong. Saya khawatir kalau kontak fisik seperti itu dibiarkan, akan semakin menjadi.
Maka kami berdua mencari wali kelasnya, dan duduk bertiga saling curhat. Kenapa saling curhat? Karena pada akhir sesi konsultasi saya, si bapak gantian curhat mengenai anak-anak yang ikut pelajaran tambahan. Heuheuheu.
Intinya, saya merasa lega telah menyampaikan uneg-uneg dan kekhawatiran saya, dan berharap wali kelas bisa menyelipkan lebih banyak nilai-nilai pertemanan pada anak-anak.
Dalam perjalanan pulang, di atas motor seperti biasa, saya ngobrol dengan K. Kadang harus berteriak-teriak untuk mengalahkan suara hujan.
S: "Bunda masih berfikir kalau A itu sebetulnya pengen main aja sama K, jadi dia caper gitu. Cuma dia nggak tau harus bagaimana, jadi dia choose to be bad boy aja." Kata saya.
K: "Maybe...," dia sepertinya mengedikkan bahunya.
S: "Kan kayak di Petualangan Sherina itu, Sherina sama Saddam kan juga gitu. Awalnya berantem melulu, lama-lama berteman. Kamu nyanyiin lagu Sherina aja kalau gitu ke A, yang - Dia pikir, dia yang paling hebat...-" kata saya.
K: "Itu dulu aku udah nyanyi buat J Bunda." Katanya.
S: "Lho, memangnya J juga nakalin kamu?" Saya kaget.
K: "Dulu. Sekarang udah temenan sama aku." Katanya.
S: "Banyak amat yang nakalin kamu?" saya kepo.
K: "Dulu bunda, sekarang nggak lagi. Dulu pas aku nyanyi gitu ke J, dia ketawa terus bilang -Memangnya dia ayam jago?- gitu." Kamipun tertawa.
S: "Tapi you see the point right? At the end, everything will be just fine, you all will be good friend. Seperti yang di film Sherina itu. Meskipun sekarang you feel hurt, tapi nggak papa. It will be fine." Saya berusaha menghibur K dan saya sendiri. Mengaminkan kalimat saya sendiri dengan keras di hati.
K: "Iya."
S: "Nanti kalau A bikin gambar lagi pakai jeruk babi, kamu bilang aja -Kamu tuh mau nulis Jeruk Bali ya A? Kalau jeruk bali aku tau, kalau jeruk babi aku nggak tau. Pasti dia kesel." K tertawa terbahak-bahak di jok belakang saya.
K: "Pasti bunda dulu di bully juga ya pas sekolah?" giliran saya yang tertawa.
S: "Haha, iya. Kayaknya kalau kita pengen biasa-biasa aja di sekolah, malah suka kena bully gitu ya. Oh iya K, bunda mau tanya. Kalau A berbuat tidak baik gitu, ada temennya nggak sih? Atau dia sendirian aja?" tanya saya.
K: " Ada. Si E. Kan bunda tau kan, kayak di film-film juga kalau ada bad boy, pasti ada helper nya gitu kan. Nah E itu helpernya A," kata K.
S: "Atau kamu ngomong aja kali mbak sama A, Hey A, kamu tuh kenapa sih? Mau temenan sama aku? Kalau mau temenan jangan gitu. Kalau dia bilang nggak mau temenan, kamu bilang aja, kalau nggak mau temenan juga jangan kayak gitu. Pokoknya jangan kayak gitu aja."
K tertawa mendengar saran absurd saya.
Rasa penasaran saya terobati, dan sisa perjalanan kami habiskan dengan bercandaan mengenai film Petualangan Sherina dan kejadian yang menimpa K. Saya menggoda K bahwa jika nanti saya bertemu dengan A dan K, saya akan meminta mereka berdua berfoto dengan gaya Sherina dan Saddam di film itu. Untuk kenang-kenangan kalau sudah besar nanti.
It still beautiful day, isn't it K? :-)
No comments:
Post a Comment