Wednesday, October 13, 2010

Seimbang dan Sesuai dengan Porsinya

Semua sudah ada yang mengatur.... Mana yang hak untuk kita dan mana yang hak untuk orang lain...

Sering kali aku mendengar ungkapan seperti itu, dari para orang tua yang telah lebih dulu hidup di dunia. Menurutku sih ungkapan itu fungsinya adalah menjaga agar kita tidak selalu di gelayuti rasa iri dan dengki. Dan secara tidak langsung, memang ternyata keberadaan istilah yang "adem" itu sangat penting bagiku, mungkin juga bagi kita.

Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, pernah ada temanku yang selalu menjadi pusat dari semua aktivitas anak2 yang lain. Istilah gampangnya, dia ini adalah seleb-nya kelasku. Seringkali aku merasa bahwa itu nggak benar. Seharusnya semua anak tidak perlu selalu mengerubutinya setiap saat. Toh dia juga bukan orang yang paling pintar di sekolahan. Terus terang aku merasa terganggu dengan kebiasaan mereka yang selalu melakukan sesuatu depends on her... Ppfffiiuuhh....

Namun lama2 aku merasa terbiasa dengan hal2 seperti itu. Ketika aku mulai merasa tidak nyaman, aku lari saja ke ruang guru dan meminjam buku2 bacaan anak yang sangat banyak dan menganggur itu. Kasihan sekali nasib buku2 cerita anak itu. Tidak banyak, bahkan nyaris tidak ada anak yang tertarik untuk membaca buku cerita anak ketika itu. Jadilah aku mendapat kebebasan sebebas2nya untuk membaca buku2 itu, tanpa harus mengantri atau repot dengan administrasi. Toh memang tidak akan ada anak yang mengantri pinjam di belakangku. Dan dengan buku2 bacaan anak itu, aku lama2 tidak perduli dengan seleb2 yang ada di kelasku. Semua sudah ada tempatnya....

Ketika SMP, aku termasuk anak yang paliiing malas belajar. Dan hasilnya, prestasiku meluncur hebat dari prestasi SD yang gemilang, menuju wan prestasi. hahahaa.... Kalau sekarang di tanya secara pribadi, maka aku akan mengatakan bahwa semua disebabkan karena rumahku yang jauh dari sekolah, transportasi yang tidak tersedia membuatku harus berjalan kaki naik turun bukit, dan waktu serta energiku habis untuk berjalan kaki.

Sering aku merasa iri dengan anak2 yang selalu di antar jemput bapak/ibunya, sehingga tidak perlu repot2 berjalan kaki sepertiku. Sering juga aku merasa putus asa dan dalam hati menyalahkan apa saja dan siapa saja yang membuat aku harus sekolah di tempat yang jauh dari rumah. Ingin rasanya aku pindah sekolah dan bergabung dengan teman2 ku yang bersekolah di tempat yang lebih dekat.

Namun lama2(terlebih lagi setelah lulus) aku berpikir, sudah cukup beruntung aku kadang2 di beri tumpangan pulang oleh temanku jika harus pulang sore/malam. Sudah cukup beruntung aku terkadang di antar bapakku ketika aku ketinggalan angkot yang pertama. Dan sangat beruntung aku yang bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas dan (sekarang) menjadi standar internasional. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus aku dustakan? Jiaaaahhh.... :p

Ketika SMU, aku semakin jauh meninggalkan rumah. Semakin banyak kutemui teman2 dengan gaya hidup yang sangat jauh berbeda dengan teman2 lamaku. Muncul genk2 cantik dan unik2. Banyak sekali hal2 baru dan sepertinya untouchable olehku. Akhirnya aku menyadari bahwa bukan di sisi sebelah situ tempatku berada. Akupun mulai menemukan ritmeku sendiri dengan teman2 yang memiliki ritme sama. Tanpa harus menjauh dari mereka yang memiliki semua hal secara lebih. Semuanya menjadi normal, lancar, dan fine2 at all... :p

Semua memang sudah ada tempat dan waktunya sendiri2. Dan masing2 di antara kita, selalu mendapatkan porsi yang pas, tidak lebih tidak kurang. Alhamdulillah..... ^_^

Apa yang ingin ku ceritakan sekarang ya? kenapa jadi ngelantur kemana2. hehehehe.... Ini dia. Masih seputar keseimbangan dan porsi beserta jatah masing2.

Di sela2 pekerjaan, aku acapkali berselancar di dunia maya. Kebanyakan untuk membaca cerita, tulisan2 perjalanan, dan blog para artis. Hehehehe.... secara para artis kan memiliki peluang dan kesempatan serta fasilitas cukup untuk berkelana di dunia nyata. Sedangkan aku? masih dalam tahap bermimpi dan berharap agar suatu saat di beri kesempatan melanglang buana kemana saja. amin.

Apa yang aku cari dari tulisan mereka? Adalah cerita2 indah mengenai perjalanan (baik perjalanan hidup ataupun perjalanan ke tempat2 lain) yang mereka torehkan dalam hitam di atas lembaran putih. Istilah gampangnya sih catatan perjalanan. Maklum, aku sepertinya menganut paham bahwa kemanapun kita pergi, layaknya kita menuliskannya dalam sebuah cerita. :p

Entah mengapa juga, aku merasa sedikit kecewa ketika mengetahui ada tulisan dari para selebrity yang konon kabarnya menjadi duta ini itu yang membuatnya berkeliling Indonesia dan juga dunia, namun tulisannya sangat sulit di mengerti alias kurang ok. hwekekekekeeeee.... Mungkin aku terlalu berharap lebih kepada selebrity kita. Aku terlalu menumpukan berjuta harapan pada mereka yang telah lebih dulu mendapatkan kesempatan untuk menikmati agungnya karya Tuhan. Atau mungkin juga aku terlalu iri...iri...iri.... hiks... ^_*

Ambil contoh deh..... Blog yang aku suka dari selebriti adalah blognya Raditya Dika. hahaha.... lucu, kocak, ngocol abisssss.... Sampai speachless pokoknya. Yang kedua, blognya Dewi Lestari.... bagus, padat, ringan dan berisi. hehehe.... ada lagi blognya Luna Maya (tapi sekarang jarang di update), blognya Maia Ahmad(sekarang nggak pernah di update lagi), dan beberapa blog lagi yang enak untuk di baca. :)

Untuk yang sedikit mengecewakan? Hehehehe.... ada blognya salah satu mantan putri indonesia yang menjadi duta banyak hal. Kesempatan keliling negara dan dunia-nya melimpah ruah. Dari blognya, bisa di lihat juga seberapa banyak daerah yang sudah di jelajahi. Namun sayang sekali, penyampaiannya kurang ok. Sepertinya beberapa postingan di tulis oleh orang lain. Addduuuuhhh....Jadi gemas rasanya pengen melamar menjadi asistennya khusus di bidang membuat catatan perjalanan. hwekekeke.... ngarep...ngarep....

Yaaahh.... apa mau di kata. Semua sudah ada waktu dan porsinya. Aku senang bercerita, namun belum banyak kesempatan melihat bahan ceritaan-nya. Mereka mendapatkan banyak kesempatan melihat hal2 baru, namun belum senang bercerita. Jika tiba masanya, mungkin semua akan menjadi sama... :p

No comments: