Monday, November 1, 2010

Duka Yang Tak Terucap

Manakala berjuta kata menumpuk di ujung lidah,
Maka hanya diam yang bisa menceritakan semuanya

Manakala semua cerita bertumpuk di ujung jari,
Maka hanya diam yang bisa menuliskan semuanya

Manakala ratusan kisah mengantri di dalam kepala,
Maka hanya diam yang bisa mendongengkan semuanya

Entah sudah berapa banyak kata, cerita, dan kisah yang bermunculan beberapa hari terakhir ini,
Namun tak satupun bisa ku tuangkan dalam sebaris kata
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sebaris cerita
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Semua sliwar-sliwer silih berganti di dalam tempurung kepalaku
Menunggu, saling menyalib, saling berebut, saling desak-mendesak untuk bisa melompat ke permukaan
Sebagai sebuah kata, sebagai sebaris cerita, sebagai sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Biarkan semua mengendap,
Seiring dengan meredamnya deru dan debu yang saat ini sedang rajin menggema
Biarkan semua meresap,
Seiring dengan bibit kesuburan yang sedang di tebarkan Tuhan ditanah kelahiranku
Biarkan semua mengalir,
Seiring dengan aliran doa yang deras terpancar dari setiap umat di muka bumi
Biarkan semua membumi,
Seiring dengan kesadaran manusia akan betapa kecilnya kita di bumi ini

Ada saat dimana kita terlahir,
Ada saat dimana kita bertemu,
Ada saat dimana kita berpisah,
Ada saat dimana kita mati

Semua telah pasti,
Hanya waktu yang menjadi misteri
Hanya jarak diantaranya yang tak pernah bisa kita ramalkan

Untuk yang telah pergi,
Damailah engkau disana
Doa kami sebagai manusia yang ditinggalkan,
Akan selalu tercurah untukmu

Untuk yang masih di beri kesempatan,
Semoga semua kelapangan dada,ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan senantiasa menjadi teman kita dalam menjalani hari-hari.
Semua akan menjadi indah pada waktunya

Cinta, kasih, sayang, dan doa setulus hati untuk bumi kita yang sedang berduka
Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....

1 comment:

Kartinaze said...

Hallo say, apa kabarmu...?

lama aku tak melongok ke Bligmu ini,,, kangen rasanya..

aku suka tulisan ini,
kita hanya bisa menjalankan takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya dengan sedikit kepedulian yang tersisa terhadap sesama, dengan cinta dan kasih sayang sebagai umat manusia...

salam Bloger
Eti