
Seperti biasa.... Selalu saja ada sesuatu yang melintas di kepala ini, ketika waktu tidak berlomba dan diburu oleh tuntutan pekerjaan. :)
Hari ini, tidak seperti hari2 lalu yang begitu menyita waktuku. Hari ini, kami (aku dan temanku) sedikit bersantai. Mungkin karena sebagian besar orang di luar sana sudah menikmati libur, menikmati natal bersama keluarga tercinta, atau cara2 lain untuk melewati hari ini. Sehingga tidak banyak yang "harus" dan "bisa" kami lakukan. Persediaan yang harus aku kerjakan sudah menipis, sedangkan para supplier sedang berlibur. heheheheeee
Santai...santai...santai....
Nonton siaran ulang Bones sampai ngalah2in waktu minum obat (3 kali sehari), sedikit merenung, ngobrol sana-sini dengan orang2 di dunia maya, dan merangkai kata. Belum ada yang berhasil disusun menjadi kalimat, tapi menurutku itu sudah lebih baik daripada hari2 sebelumnya. Hari dimana aku tidak pernah menyusun kata-kataku sendiri, karena kejar setoran. :p
Seperti malam2 sebelumnya, aku masih rajin dan setia melihat keluar jendela. Berharap ada lingkaran emas menyala terang yang bernama bulan purnama di atas sana. Namun, masih juga seperti malam2 sebelumnya, hujan turun menjawab semua permintaanku. Ditolak... Entah kenapa sepertinya cuaca tidak mendukung apa yang ada di hatiku belakangan ini. Dia telah berbuat curang padaku. Dia hanya mengijinkan aku melihat bulan purnama sekali saja, hanya untuk membuka kenangan lama. Dan setelah itu, menutup pintu rapat2 dengan mendung dan rinai hujannya.
Mungkin dia hanya ingin mengingatkan aku, bahwa ada sesuatu yang pernah menjadi penting. Bahwa pernah ada yang membuatku merasa senang, pernah membuatku merasa di dengar, pernah membuatku merasa semua hal di dunia ini nyata. Bulan purnama. Padahal, tanpa perlu diingatkanpun, aku selalu ingat. Tak pernah aku lupa sedikitpun mengenainya. Karena sampai kapanpun, semua akan tetap berharga.
Mungkin juga dia hanya ingin mengingatkanku bahwa aku boleh mengingat, namun tidak boleh lagi berharap. Yaa.... ini yang lebih masuk di akal. make sense... Dia membuatku mengingat semua hal yang berhubungan dengan purnama, namun segera memberikan tanda dengan lampu merah agar aku segera berhenti. Berhenti sebelum aku kembali larut dalam kenangan.
Entah kenapa, aku jadi bersenandung "Andai bulan bisa ngomong... Dia pasti tak akan bohong... "
Dan temanku berkata :
"Aduuuhh.... koq malah merenung....."
Akupun langsung menjawab dengan :
"Iya nih.... sedang mengingat dan mengenang kembali kenangan lama. Sesuatu yang tidak pernah bisa dimiliki..... "
Temankupun meneruskan :
"Aduuh... manis banget kata2nya...."
Aku melanjutkan :
"Terkadang, sesuatu yang tidak bisa kita miliki itu terasa lebih indah kalau diingat. Kalau sedang ingat, justru membahagiakan..."
Dan kamipun tertawa bersama..... Rupanya kami sama2 sedang jatuh cinta pada kenangan... :)
Hari ini, tidak seperti hari2 lalu yang begitu menyita waktuku. Hari ini, kami (aku dan temanku) sedikit bersantai. Mungkin karena sebagian besar orang di luar sana sudah menikmati libur, menikmati natal bersama keluarga tercinta, atau cara2 lain untuk melewati hari ini. Sehingga tidak banyak yang "harus" dan "bisa" kami lakukan. Persediaan yang harus aku kerjakan sudah menipis, sedangkan para supplier sedang berlibur. heheheheeee
Santai...santai...santai....
Nonton siaran ulang Bones sampai ngalah2in waktu minum obat (3 kali sehari), sedikit merenung, ngobrol sana-sini dengan orang2 di dunia maya, dan merangkai kata. Belum ada yang berhasil disusun menjadi kalimat, tapi menurutku itu sudah lebih baik daripada hari2 sebelumnya. Hari dimana aku tidak pernah menyusun kata-kataku sendiri, karena kejar setoran. :p
Seperti malam2 sebelumnya, aku masih rajin dan setia melihat keluar jendela. Berharap ada lingkaran emas menyala terang yang bernama bulan purnama di atas sana. Namun, masih juga seperti malam2 sebelumnya, hujan turun menjawab semua permintaanku. Ditolak... Entah kenapa sepertinya cuaca tidak mendukung apa yang ada di hatiku belakangan ini. Dia telah berbuat curang padaku. Dia hanya mengijinkan aku melihat bulan purnama sekali saja, hanya untuk membuka kenangan lama. Dan setelah itu, menutup pintu rapat2 dengan mendung dan rinai hujannya.
Mungkin dia hanya ingin mengingatkan aku, bahwa ada sesuatu yang pernah menjadi penting. Bahwa pernah ada yang membuatku merasa senang, pernah membuatku merasa di dengar, pernah membuatku merasa semua hal di dunia ini nyata. Bulan purnama. Padahal, tanpa perlu diingatkanpun, aku selalu ingat. Tak pernah aku lupa sedikitpun mengenainya. Karena sampai kapanpun, semua akan tetap berharga.
Mungkin juga dia hanya ingin mengingatkanku bahwa aku boleh mengingat, namun tidak boleh lagi berharap. Yaa.... ini yang lebih masuk di akal. make sense... Dia membuatku mengingat semua hal yang berhubungan dengan purnama, namun segera memberikan tanda dengan lampu merah agar aku segera berhenti. Berhenti sebelum aku kembali larut dalam kenangan.
Entah kenapa, aku jadi bersenandung "Andai bulan bisa ngomong... Dia pasti tak akan bohong... "
Dan temanku berkata :
"Aduuuhh.... koq malah merenung....."
Akupun langsung menjawab dengan :
"Iya nih.... sedang mengingat dan mengenang kembali kenangan lama. Sesuatu yang tidak pernah bisa dimiliki..... "
Temankupun meneruskan :
"Aduuh... manis banget kata2nya...."
Aku melanjutkan :
"Terkadang, sesuatu yang tidak bisa kita miliki itu terasa lebih indah kalau diingat. Kalau sedang ingat, justru membahagiakan..."
Dan kamipun tertawa bersama..... Rupanya kami sama2 sedang jatuh cinta pada kenangan... :)
1 comment:
Ya, mungkin karena itu
Post a Comment