Semoga Tuhan memberikan jalan yang lapang, dan menerima semua amal ibadah saudara2 kita yang meninggal dan juga yang masih belum di temukan karena banjir bandang yang terjadi di bagian timur Indonesia, Wasior, Papua. Dan semoga kesabaran, keikhlasan, dan lapang dada senantiasa di berikan kepada mereka yang kehilangan, baik kehilangan sanak saudara maupun juga kehilangan rumah tinggal dan harta benda.... Tuhan masih sayang kita semua.Sekali lagi, Indonesia menambahkan deret daftar kehilangannya. Kehilangan karena apa yang kita sebut bencana alam. Banjir bandang. Ratusan orang meninggal dunia, ratusan orang hilang tak tentu rimbanya, dan ribuan orang menderita karena kehilangan sanak saudara dan harta benda. Duka...duka...dan duka....
Sedih sekali jika mendengar berita, melihat berita, dan membaca berita yang mengabarkan betapa duka mendalam itu terjadi pada saudara2 kita di Bumi Indonesia. Mereka juga saudara kita tentunya. Membayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang2 yang kita cintai, kehilangan seluruh harta benda yang kita miliki, tidak tahu bagaimana bisa melewati hari esok?? Tuhan.... berikan yang terbaik kepada mereka semuanya....
Menurut teman2ku yang bekerja di LSM, banjir bandang itu terjadi akibat banyaknya penebangan liar yang terjadi di daerah Papua. Menurut menteri kehutananku, banjir bandang bukan karena penebangan liar karena penebangan liar di indonesia sudah hampir 0%. Menurut Presidenku yang mendapatkan laporan dari mentri dan jajarannya, banjir bandang bukan terjadi karena penebangan liar tetapi akan di pastikannya sendiri minggu depan ke lapangan. Satu lagi pendapat dari artisku yaitu group band Wali, banjir bandang di sebabkan karena banyaknya penambangan pohon liar.
Semuanya terasa benar dan saling membenarkan. Kecuali mungkin group band Wali yang tidak akan bisa mengelak dari cibiran Insert (jadi kangen sama Cut Tari kalau masalah nyinyir beginian) karena kalimatnya yang sedikit aneh-aneh aduhai itu. Banjir...banjir... banjir...banjir bandang...Apapun itu penyebabnya, janganlah digunakan sebagai ajang salah dan menyalahkan. Pikirkanlah bagaimana nasib saudara2 kita yang sedang di landa nestapa itu. Mereka butuh uluran tangan, mereka butuh bantuan. Adakah lembaga yang bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan? Memastikan bahwa semua bantuan sampai di tangan yang membutuhkan? Memastikan bahwa semua yang membutuhkan bisa mendapatkan hak-nya? Mereka yang masih bernyawa pasti membutuhkan pangan, sandang, dan papan.....
Yang sabar ya saudaraku.... yang sabar dan iklas.... Semoga setelah bencana dahsyat yang menimpa kalian ini, memberikan hikmah yang besar untuk kita semua.....
Tidak dapat di ingkari dan di pungkiri bahwa jarak rupanya sangat berperan dalam hal tanggap darurat ini. Berbeda dengan bencana yang terjadi di sekitar pulau Jawa, aku masih bisa bergerak bersama dan merasakan pergerakan teman2ku yang lainnya. Entah mengapa, saat ini rasanya aku tidak mendengar banyak pergerakan menuju ke arah saling membantu saudara2 kita di Wasior sana. Atau mungkin aku saja yang tidak gaul sekarang2 ini, sehingga tidak mengetahui perkembangan informasi.
Do'a dan airmata ini, mengawaliku. Semoga setelah ini aku bisa menemukan jalan untuk sedikit lebih berguna bagi masyarakat ini.

No comments:
Post a Comment