Sebutlah berapa banyak acara yang ada di stasiun2tipi kita.... Sebut saja... makin banyak juga boleh... Dan coba tarik garis merahnya. Teng terereng....terereng..... sama saja bukan?Menurutku memang itulah realita bisnis dunia infotainment. Jika dibuat sebuah tabulasi atau diagram acara untuk masing2 stasiun tv, aku yakin hampir semua sama dan mirip2 plek. Karena kan memang kecenderungan acara tipi kita adalah "membuat acara yang terlihat laku di mata masyarakat". Jadi, ketika ada acara di sebuah stasiun tv yang kelihatannya banyak peminat, maka akan segera muncul acara yang serupa di stasiun tv lainnya. Semacam tandingan begitu kayaknya...
Mau contoh nyata? Di bidang infotainment? Nggak asing lagi lah itu.... pada awalnya mungkin acara infotainment atau gossip di tipi2 kita belum sebanyak sekarang. Mungkin dulu baru ada kabar2i.. cek dan ricek... atau mungkin beberapa yang lainnya. Sekarang?hahaha.... dari mulai yang judulnya simple, biasa, di keren2kan, di miring2kan, dan lain2. Acaranya? dulu mungkin hanya seperti pewarta membawakan berita biasa (nggak seperti dunia dalam berita juga sih..). Sekarang? hahaha.... mulai dari yang 2 pembawa acara saling bersahut2an (kadang nyambung kadang enggak), ikut2an sok akrab (gw yakin ini copy paste dari acara insert), sampai yang menggabungkan acara senam muka dan pembawa acara. Monyong2, melotot2, dll. Wuiiddiih.....
Bidang musik? Pada awalnya ada Inbox dengan gaya outdoor yang di bawakan oleh 2 orang laki2 (insya allah). Lalu muncul Dahsyat yang berkonsep indoor, masih juga di bawakan 3 orang meski ada perempuannya. Muncul lagi Dering yang (sangat terlihat meniru) mirip Dahsyat. Dan muncullah acara2 musik yang lainnya.
Pencarian bakat? Wuiddiihh... lebih beragam lagi. Dan inilah yang sekarang membuat aku terusik. ck..ck..ck...Kebanyakan yang ada sekarang adalah kontes pencarian bakat2 penyanyi (atau penyanyi dadakan). Sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasy Indonesia(mbuh sekarang masih ada atau enggak), Kontes Dangdut TPI, dan lain2. Hasilnya? beberapa yang memang berkualitas memang menjadi terkenal dan dapat berkarir di bidang yang mereka jalani.
Yang tidak? hhhmmm.... entah pada kemana sekarang. Ada hal2 unik dari kontes2 ini. Misalkan saja AFI. aku paling geli dengan sistem eliminasinya. Ada acara wisuda, dimana setiap peserta yang lolos 10 besar menggunakan toga layaknya mahasiswa di wisuda. Lalu eliminasi setiap minggunya?? pakai koper. hahahaha.... Pasti juga di bumbui dengan drama2 dari presenter yang melambat2kan, dan musik yang dibikin menggelegar. Begitu juga dengan KDI.
Bakat2 yang lain? dulu ada API, yang isinya adalah audisi pemilihan group2 lawak. Menurutku cukup bagus malahan. Soalnya sulit lho bakat melawak itu. Apalagi bukan cuma 1-2 atau teman2 dekat saja yang pengen di buat tertawa. Tetapi seluruh masyarakat yang menonton Tipi. HAsilnya? muncullah Sule yang sekarang menjadi pelawak nomor wahid di indonesia. Selain itu grup bajaj yang tetap tampil bertiga, di pelem religi dengan humor mereka (meski humornya sedikit).
Namun sekarang nampaknya acaranya sudah tidak ada. Justru di situ sebenarnya kerennya (atau mungkin beda sebab?). Menurutku ajang seperti itu memang bagusnya jangan sambung sinambung seperti sinetron. Kalau memang tujuannya mencari bakat guna menghibur rakyat indonesia. Scara stasiun tv kita terbatas. Kalau per periodik akan lebih ok buat regenerasi bukan? :)
Bakat yang lain lagi? Sulap.... Kalau yang ini sih ajang pencarian bakatnya sepertinya baru ada 1. Tapi acara2 shownya banyak juga. Ada Dedi C yang penampilannya aneh bin ajaib, ada Damian yang penampilannya bersih, ada juga Rommy rafael yang penampilannya keren (bukan sulap kl ini).
Ada juga pencarian bakat yang pesertanya adalah artis2. Artis2 dipasangkan dan disuruh tampil bersama dengan ibunya. Anaknya (yang memang) berambisi untuk tenar, dan ibunya (terpaksa) dandan cantik bergoyang2 di pinggir panggung. Bahkan ada ibu kontestan yang selalu di jadikan bahan ledekan (meskipun akhirnya si ibu mendapatkan peran dalam sebuah sinetron). Setelah itu mereka berdua menampilkan yel2 wujud dari kekompakan. Oh my god.... Semoga tidak ada keterpaksaan dari ibu2 itu untuk (dipermalukan) tampil seperti itu. :P
Saat ini, pencarian bakat di indonesia mulai banyak yang mengambil genre kombinasi. Apa saja bakatnya, masuk di satu pintu. Sebut saja Indonesia Got Talent, (plesetan IGT) Indonesia Mencari Bakat, mungkin masih ada yang lain? Entahlah.... Pada awalnya, ketika acara masih banyak pesertanya, kita di suguhi banyak sekali hiburan karena banyaknya bakat2 terasah dari peserta. Selain itu kita juga terhibur dengan mereka yang berusaha menampilkan bakat mereka, tapi ternyata menurut kita malah aneh dan membuat tertawa ngakak karena garing poll. :P
Semakin sedikit peserta, kita akan di suguhi 2 macam bakat. Yang (menurut kita) benar2 berbakat, dan yang (menurut kita) dipaksa menjadi orang yang berbakat. Karena kebutuhan acara, maka satu persatu peserta di eliminasi, melalui (katanya sih) sms dari masyarakat Indonesia). Bisa jadi yang tereliminasi itu adalah orang2 yang (menurut kita) berbakat. Hanya Tuhan dan yang punya duit di stasiun tipi-nya kayaknya yang tahu. hahaha
Dramatisir acara dan penggalangan massa di bentuk sepanjang acara. Polling sms di tunjukkan hasilnya, dan (dibikin seolah2) menunjukkan bahwa terkadang peserta yang (menurut kita) berbakat berada di atas, terkadang peserta yang (menurut kita) tidak berbakat berada di bawah. Ketika di ketahui bahwa animo massa tercurah pada acara itu, maka masa pertunjukan pun di buat panjang. Tujuannya? Tentu saja agar duit mengalir lancar dari para sponsor. Padahal, kalau pesertanya masih banyak yang kecil2 begitu, bagaimana dengan kemampuan fisik mereka? Belum lagi pembacaan hasil yang di buat mellow, lama, penasaran, berdentum2 musiknya, tarik ulur dari presenternya. Bagaimana dengan mental mereka?
Jurinya? hahahhaa.... Kalau di antara sederet orang yang di pajang sebagai penyegar mata itu, pasti hanya 1 yang benar2 juri yang (lumayan) berbobot penilaianya. Yang lainnya? seperti chipmunk yang di kasih rekaman "Saya suka gaya kamu", "penampilan kamu malam ini menarik sekali", "Kamu membuat saya terpana dan terpesona", dan yang paling lebay "good job...good job... i like it". hwekekekeeeee.....
Menjelang grand final? mulailah di rekrut investigator2 dan penulis2 sinetron yang handal, yang bisa menciptakan adegan2 atau cerita yang diyakini bisa menarik simpati masyarakat. Hasil investigasi menunjukkan bahwa back ground keluarga dari para kontestan sangatlah "seksi", maka di angkatlah cerita keluarga. Masing2 peserta akan di ekspos kehidupan pribadinya yang menyangkut keluarga (ayah-ibu, suami-istri, anak) yang sedih2 atau menyedihkan. Mungkin kalau dari keluarga inti tidak ada yang sedih2, mereka akan mencari bude pakde bulik paklik yang ceritanya sedih, dan akan menjadi keluarga dekat (dadakan) kontestan. Menakjubkan bukan???? :p
Setelah para keluarga bermunculan, maka tugas presenter akan sangat mendukung. Dimana dia akan bertanya kepada para kontestan mengenai hubungan keluarga, dll. Tak lupa dengan nada sedih dan musik mendayu2. Tangis2an pun tumpah di panggung. Harapan besar pada penonton di rumah agar terenyuh, terharu, dan tergerak untuk menggerakkan jarinya di atas keypad handphone dan mengirim pesan ke 9910. :p
Setelah itu? Mbuh.... aku langsung maless nonton lagi. hahahaha..... Tidak ada lagi yang menarik dari acara pencarian bakat itu, ketika tontonan khas negri kita (baca:sinetron) di munculkan. Kata temanku yang komen di FB, malah mirip dengan acara Tali Kasih. hahahhahaa.....
Itu adalah beberapa ciri acara di tipi2 kita. Ciri yang lain apa lagi ya??? mmm... kita pikirkan dulu.... Indonesia dan segala isinya memang selalu dahsyat untuk di renungkan. Tidak hanya dalam dunia nyata, bahkan dunia maya dan dunia uka2 pun serba dahsyat... :p
Untuk itulah, aku cinta Indonesia yang dahsyat ini. hwekekekeeeeeee :))

No comments:
Post a Comment