Tuesday, December 7, 2010

Terima Kasih Untuk Kalian Yang Telah Peduli

Kutuliskan rasaku, untuk kalian yang telah menyisihkan peduli, perhatian, dan energi kalian untukku dan juga mereka yang aku kasihi. Mudah2-an, kalian akan selalu menjadi bagian yang di kasihi Allah SWT. Amin

Salam hangat untuk kita semua... :)


Hanya puji dan syukur yang teramat dalam yang bisa aku ungkapkan saat ini. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang masih saja memberikan rahmatnya kepadaku, kepada keluargaku dan kepada sanak familiku. Hanya karena kehendak-Nya lah aku dan juga mereka semua masih bisa merasakan sakitnya kehilangan, serta nikmatnya menghirup udara segar. Hanya karena kehendak-Nya lah kami semua masih bisa berkumpul dengan orang2 terkasih, meskipun ada beberapa bagian yang telah di minta-Nya kembali. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan? (cieeehh…. Biar lebih mantab kan? :P )

Syukur secara pribadi atas kesempatan yang masih diberikan padaku selama beberapa hari terakhir menjelang perubahan besar2an di Kelurahan Glagaharjo, kampung halamanku tercinta. Selama beberapa hari terakhir, ketika Gunung Merapi dinyatakan mulai berbahaya dengan status Awas-nya, aku pulang. Aku pulang ke rumah tempat lahir dan di besarkan dengan penuh perjuangan oleh keluarga yang biasa2 saja namun tetap luar biasa… :p

Selama beberapa hari itu pula, aku merasakan banyak hal secara bergantian, silih berganti, dan terkadang bersamaan. Lega karena masih bisa pulang ke rumah, senang karena aku pulang ke rumah bersamaan dengan kakakku (cukup jarang bertemu), was2 karena aktivitas gunung merapi yang semakin meningkat, cemas karena langit selalu di tutupi awan sehingga kami tidak bisa memastikan apa yang ada di atas sana, takut kalau-kalau atau jangan-jangan, panik ketika harus berlari2 saat awan panas mulai menyembul hingga rasanya sudah di atas kepala kami, stress ketika melihat banyak sekali saudara dan tetangga menangis dan menjerit ketakutan, pasrah ketika harus terjebak di bawah hujan pasir dan kerikil tanpa bisa bergerak karena jalanan tertutup bambu2 yang roboh ke jalan, dan lega karena kami masih di beri keselamatan dan bisa berkumpul dengan keluarga.

Sebuah pengalaman paling berharga selama aku hidup di dunia. Banyak hal kecil yang pada akhirnya menjadi hal penting bagiku, bagi kami, dan mungkin bagi mereka semua selaku korban rasakan. Aku berharap,suatu saat bisa kembali menceritakan setiap detail ke dalam sebuah cerita yang menarik. Semoga… :)

Kehilangan…..

Harta dan benda sudah pasti hilang dari tangan kami. Meskipun sebenarnya, tidak banyak pula yang kami miliki. Banyak saudaraku yang akhirnya mengungsi dalam kondisi tidak punya uang, karena memang harta mereka bukanlah uang, melainkan sapi2 di kandang yang pada akhirnya bergelimpangan menjadi bangkai. Rumah yang mereka bangun dengan perjuangan keras dan penuh peluh, hancur begitu saja karena hembusan awan panas. Tinggal dinding2 tembok yang masih berdiri, tanpa atap dan tanpa isi. Hanya abu menumpuk dan beterbangan yang tersisa.

Terima kasih yang sebesar2 nya aku ucapkan kepada teman2, sahabat, dan semua orang yang telah memberikan perhatian dan dukungannya dalam bentuk apapun. Setiap bentuk bantuan,dukungan, dorongan, dan semangat tersebut adalah tongkat penyokong yang dapat menguatkan kami semua untuk terus melanjutkan kehidupan, meskipun bisa di bilang harus kembali ke titik nol. Kalau kata nenek dan bapakku, kembali ke jabang bayi, dimana kita semua lahir tanpa menggunakan apapun, tanpa memiliki apapun. Dukungan serta bantuan itu adalah penyokong kami untuk melanjutkan kehidupan, agar bisa tetap hidup selayaknya orang hidup di dunia. Hidup dengan perasaan memiliki teman.

Mohon maaf jika aku tidak lekas membalas, merespon, ataupun memberikan penjelasan dan tanggapan atas setiap pertanyaan, pernyataan, dan juga usaha untuk membantuku dari teman2 semua. Bukan karena aku tidak tahu, bukan karena aku pura2 tidak tahu, bukan karena aku tidak perduli, dan bukan karena aku terlalu acuh.

Hanya saja, seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya, bahwa semua dukungan, bantuan, dorongan, dan support dalam bentuk apapun dari teman2 semua adalah sebuah penyokong dan penguat bagi kami untuk tetap berjalan. Namun, sebelum kami bisa mulai berjalan, kami harus bisa meyakinkan diri kami sendiri, bahwa kami masih bisa berdiri tegak. Bagaimanapun juga, ketika kami belum bisa kembali berdiri tegak, semuanya masih terasa sulit untuk diterima dan dihadapi.

Thanks a lot, and love you all


Best,
Wilis/L-268


PS : Tidak bisa di elakkan jika setelah apa yang menimpa kami, banyak sekali orang2 pintar, pandai, dan ahli yang kemudian menilai, menganalisa, atau kemudian menyimpulkan. Bahwa apa yang terjadi adalah karena factor A, B, dan C…. Hanya satu pesanku, Jika kalian termasuk orang2 yang membahasnya, tidak perlu dikatakan pada mereka yang telah kehilangan (kalau sama aku sih masih bolehlaaahh) :p . Hanya satu yang aku dan mereka mengerti dan rasakan, bahwa “Kehilangan” itu sakit dan sangat menyakitkan… :)

No comments: