Jika semalam ini adalah 7 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan menangis deras dan mengunci diri di kamar 2 x 2 meterku. Jika semalam ini adalah 9 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan berteriak-teriak marah di lereng jurang dekat rumahku. Jika semalam ini adalah 12 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan maju, mengambil ancang-ancang, dan melemparkan bogem mentahku ke muka mereka, sambil berteriak meneriakkan apa yang membuat aku terluka.
Tepi…..semalam ini adalah bagian dari saat ini. Semua terjadi, pada waktu sekarang. Bukan 7, 9, ataupun 12 tahun yang lalu. Saat ini terjadi, dan aku hanya diam, tersenyum, melihat kearah lain, pulang, menulis, dan berusaha untuk melupakannya. Setelah malam ini, aku tak boleh, tak perlu, dan tak ingin berteriak, memukul, ataupun menangis.
Aku hanyalah seorang anak dari kampong yang berusaha menjadi “sesuatu” yang mendekati harapan orangtuaku. Karenanya, aku dibawa dan memohon untuk dibawa oleh arus kehidupan hingga mengalir sampai saat ini disini. Banyak hal yang terbawa olehku dalam arus perjalanan hidupku ini.
Apa yang aku alami dulu, beberapa waktu yang lalu, kemarin, dan hari ini, hanyalah salah satu dari sekian banyaknya hal yang harus aku simpan dalam memori kecilku. Semakin lama, memori ini semakin padat dan padat, namun takkan pernah penuh hingga waktuku berhenti.
Aku berusaha untuk berteman, adakah yang salah dengan itu??? aku berusaha meningkatkan pertemanan menjadi persaudaraan, adakah yang keliru dengan itu??? ya…memang aku keliru. Aku keliru karena itu adalah suatu hal yang berlebihan. Disini tidaklah sama dengan di kampong. Disini, sangat jauh berbeda dengan di kampong. Orang-orangnya pun berbeda, apalagi kesenangan dll nya.
Waktu itu, aku sempat merasa sangat bahagia karena bisa berpikir bahwa aku memiliki mereka sebagai teman, sahabat, saudara, dan keluargaku di rantau ini. Tetapi semuanya menjadi hilang ketika aku disadarkan oleh mereka bahwa aku ini bukanlah siapa2.
Dari puisi khahlil Gibran “Aku ini binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang”. Saat itu, satu diantara mereka mengatakan sesuatu padaku, sudah kumaafkan, tetapi tak mampu aku lupakan sampai saat ini. Sakit…..
Setelah itu, dua yang lain diantara merekapun melakukan hal yang sama padaku. Mengatakan dan bersikap jauh daripada beberapa jam sebelumnya. Sakit….
Setelah itu, aku dilupakan untuk sesuatu yang biasa kami lakukan bersama. Semua orang, melihat kearah lain ketika aku datang dari satu sisi. Semua orang tidak melihat dan tidak mendengar teriakanku yang bahkan mampu membangunkan sekumpulan kerbau pemalas di kandang. Ataukan mungkin, suara dan ragaku yang menjadi semu??? Sakit….
Beberapa waktu kemudian, aku kembali dipertemukan dengan beberapa bagian dari mereka. Masih sama dengan sebelumnya, dan aku biarkan saja. Aku mual dengan basa-basi yang hanya digunakan untuk memperjelas raut terganggunya dia. Sedikit sakit…..
Beberapa waktu kemudian, hal yang sama terulang dengan dia yang berbeda…..tetapi sama saja…..Sedikit sakit…..
Semalam ini….diawali dengan keharmonisan, keceriaan dari semua orang, tak terkecuali aku. Walaupun dari awal aku sudah merasakan ada yang lain dari pandangan dan penerimaanku, tetapi aku tidak ingin merasakannya. Semua kubiarkan berjalan begitu saja, sampai pada akhirnya mereka tak lagi bisa menahan diri dan menanyakan padaku, lebih tepatnya memperjelas anggapan mereka padaku.
Salah satu dari mereka bertanya : “Kamu sekarang tinggal ……. Ya???” karena aku tidak mengira bahwa aka nada pertanyaan seperti itu, maka aku hanya menjawab : “Mungkin, kadang-kadang iya, kadang-kadang enggak.” Untuk mengurangi rasa ketidaknyamananku, akupun bertanya kembali padanya : “emangnya kenapa ya???” dan seperti yang sudah aku duga, dia akan menjawab : “nggak papa…” katanya sambal mengangkat bahu…Klasik….
Satu lagi terjadi, pengingkaran atau ketidak terimaan jika ada aku. Hahahaha….. seseorang, berbicara tentangku ketika aku melihat ke arah yang lain, tetapi bukan berarti aku tak bisa mendengar, bukan berarti aku tak bisa melihat, dan bukan berarti aku tak bisa merasakan. Seseorang yang lain menanyakan apakah berita itu sudah sampai pada semua orang yang hadir, tetapi dengan sigap, orang pertama mengatakan bahwa dia sudah menyampaikan pada orang yang menurut dia perlu diberitahukan. See….
Akhir dari semua hingar bingar dan gemerlapnya lampu ruangan 3x3 meter itu, adalah sesungging senyuman dariku. Inilah perbedaan itu…..sebagaimana luka kecil yang menganga…..semua itu nyata adanya…
3 comments:
Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang..kyknya itu puisinya Chairil Anwar deh..bukan Khalil Gibran
Astagaa.....
Iya betul.Salah rupanya diriku mengutip tulisan.Atau mungkin saat itu antara otak dan tangan kurang singkron... thanks untuk koreksinya yaaa :)
Astagaa.....
Iya betul.Salah rupanya diriku mengutip tulisan.Atau mungkin saat itu antara otak dan tangan kurang singkron... thanks untuk koreksinya yaaa :)
Post a Comment